Ged a Widget

Selasa, 30 Juni 2015

Seleksi Pemuda Pelopor : Dedikasi untuk Kabupaten Sleman


Bismillah,

Jadi ceritanya pada tanggal 24 Juni 2015 kemarin saya mendapat undangan untuk mengikuti seleksi final Pemuda Pelopor Kabupaten Sleman tahun 2015 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Oiya, saya kenalkan terlebih dahulu apa itu Pemuda Pelopor. Kementeriaan Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) setiap tahunnya memberikan apresiasi kepada pemuda-pemudi di tanah air yang telah membawa perubahan di lingkungan tempat tinggalnya.Pemuda Pelopor, sebuah penghargaan yang diberikan pada lima bidang yaitu Pendidikan; Sosial, Budaya, Pariwisata, dan Bela Negara; Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Pangan; serta Teknologi Tepat Guna, Komunikasi, dan Informasi. Mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Bangsa Melalui Kepeloporan Pemuda” dengan tahapan seleksi meliputi persyaratan administrasi, pemaparan dan tanya jawab, serta peninjauan lapangan. Proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Teman baru, semangat baru :D

Nah, pada hari Rabu kemarin saya mewakili Omah Baca Karung Goni untuk mempresentasikan kepeloporan di Dusun Ngemplak, Caturharjo, Sleman. Saya termasuk dalam kategori bidang pendidikan yang berfokus pada upaya peningkatan minat baca masyarakat melalui gerakan literasi di Taman Bacaan Masyarakat. Alhamdulillah, niat awal saya adalah untuk mencari ilmu dan barokah, sembari belajar bagaimana ‘melihat’ potensi diri pribadi dan OBKG agar bisa berkembang serta membawa dampak positif untuk Kabupaten Sleman tercinta.

Bagaimana tahapannya ?

Seleksi Administrasi

Pada tahap pengumpulan syarat administrasi, ada syarat-syarat khsusus seperti usia, minimal telah terlaksana 2 tahun (meskipun OBKG sebenarnya belum ada 2 tahun), foto wajah ukuran 4x6 ada 3 lembar, isian formulir, surat dokter, SKCK, dan data pendukung seperti sertifikat serta foto kegiatan. Jangan lupa, kita perlu rekomendasi dari organisasi/pemerintah setempat yang memfasilitasi pendaftaran. Dalam hal ini saya mendapat rekomendasi Camat Sleman. Yang saya rasakan, sebenarnya tantangn besar di awal adalah melawan diri sendiri. Maksudnya, seringkali kita menunda untuk melengkapi berkas atau masih ragu mau mendaftar tidak ya ? Kebahagiaan akan terasa ketika semua syarat sudah lengkap dan siap untuk dikumpulkan di Dikpora Sleman.

Seleksi Presentasi

Ketika mendapat undangan presentasi, itulah tanda bahwa berkas kita sudah lolos dan siap dipaparkan di depan dewan juri. Pada presentasi kemarin, ada 13 finalis yang lolos dari berbagai bidang. Sampai di tahap ini peluang untuk sampai ke 3 besar semakin terbuka lebar. Tinggal bagaimana kita bisa mempersiapkan secara maksimal lahir batin. Ingat, lurusakn niat untuk beribadah dan belajar. Saya dapat urutan ke-8. Presentasinya 10 menit dan dilanjutkan tanya jawan 10 menit. Ada 5 juri di satu ruangan tertutup yang memberikan pertanyaan maupun masukan. Alhamdulillah, lancar. Metode presentasi saya dengan power point dan cuplikan video profil.

Peninjauan Lapangan

Sebenarnya tahap ini masih tentative, menyesuaikan apakah perlu atau tidak. Untuk seleksi tingkat kabupaten ini akhirnya tidak ada peninjauan lapangan dengan asumsi segala informasi yang disampaikan finalis adalah jujur.

Saya bersyukur bisa ketemu sahabat yang pernah satu forum kepemimpinan, namanya Muhammad Zainal. Dia salah satu pemuda inspiratif di Sleman lewat keaktifannya di PIKR. Ada juga mbak Santi yang ternyata satu organisasi di FKAPMEPI DIY. Ada juga mbak Aya, penggagas sanggar tari di Mlati, dan beberapa teman baru yang super inspiratif dengan dedikasinya.

Akhirnya, ada informasi dari Pak Harto bahwa pengumuman akan disampaikan besok Senin (29 Juni 2015). Sepulangnya siang itu, kami langsung membuat grup whasap dan ngobrol sana-sini, serta deg-degan menunggu pengumuman.

Nama saya Janu Muhammad :3

Dan…..akhirnya diumumkan juga. Hanya bisa terus bersyukur dan bersyukur, bahwa saya mewakili Sleman untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Ya Rabb, betapa besar kuasaMu ini, betapa indah nikmat Ramadhanmu ini. Smeoga dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat untuk sesama.

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Bismillah, mohon doa dan dukungannya untuk seleksi tahap selanjutnya ya sahabat sekalian.

Perjalanan Ramadhan 1436 H



Sudah hari ke-13 ya ? Rasanya baru kemarin mulai puasa Ramadhan 1436 H. Banyak moment yang tak sempat saya tulis di sini. Tidaklah mengapa, sekali-kali mencari waktu untuk merefleksikan kembali perjalanan bulan penuh barokah ini.

Masjid Dzal Jalal Ngemplak kala sore itu
Hanya bisa terus mengucap Alhamdulillah, tahun ini Allah masih ridho pada kita untuk bertemu bulan suci. Ya, bulan dimana pintu surge dibuka selebar-lebarnya, bulan dimana shaf-shaf masjid kian penuh. Siapa yang tak ingin berjumpa dengan bulan ini ? Semua Muslim yang masih memiliki iman pasti menanti-nanti kedatangannya. Saya bersyukur, ada sesuatu yang berbeda pada Ramadhan tahun ini.

Jika menengok perjalanan sebelumnya, tahun 2013 saya berpuasa di Belanda. Satu hari bisa puasa sekitar 19 jam, lama tidak ya ? Sahur jam 3 pagi dan buka puasa jam 22. Kalau mau sholat tarawih sekitar jam 00.00, iya tengah malam. Kala itu terasa sepi karena tinggal di kamar sendiri. Teman-teman peserta Geoscience Summer School lainnya beragama non Islam, sehingga ketika mereka mengajak saya makan siang ya harus bagaimana caranya saja menjelsakan. Belum lagi, di sana jarang ada masjid, kalau sholat bisanya di kamar. Paling kalau pas sholat Jumat baru bisa mencari amsjid di kawasan orang Turki. Senangnya ketika ada satu malam saya bertemu dengan komunitas muslim dari Indonesia. Rasanya seperti pulang ke Indonesia. Hehe. Ini pengalaman puasa yang jadi sejarah, dan semoga akan terulang kembali suatu saat nanti.

 

Beda tahun beda cerita tentunya. Tahun 2014 itu tahunnya KKN PPL. Saat itu saya menjalani Ramadhan di Dusun Sumber, Minggir, Sleman bersama 11 teman KKN. Kebetulan yang putra hanya dua orang. Benar-benar prihatin, sahur biasanya mepet waktu imsak dan semua serba ‘menguji’ sejauh mana kedewasaan kami. Biasanya pagi hari sampai siang jam 14 kami mengajar di SMA N 1 Minggir dan sorenya langsung mengajar TPA maupun kegiatan KKN lainnya sampai malam. Beberapa dari kami tidur di posko dan lainnya pulang. Saya memilih di posko karena kebetulan juga jadi koordinator yang harus ready sewaktu-waktu. Alhamdulillah, banyak hikmah yang didapat.
 
Nah, tahun 2015 saatnya saya hijrah. Maksudnya, sudah waktunya saya berkumpul bersama keluarga dan berinteraksi dengan masyarakat. Alhamdulillah, secara resmi sudah lulus sarjana pada 29 Mei 2015 dan hanya bisa bersyukur kepada Allah….legaa rasanya. Minimal untuk waktu dekat bisa fokus Ramadhan dan OBKG tentunya. Kamis, 18 Juni 2015 kita memuliau puasa ini dengan penuh suka cita, penuh semangat dalam melakukan amalan-amalan. Ya, tentu semuanya berharap bahwa tidak ada sedetikpun yang terbuang di Ramadhan ini. 

Hal baru yang menjadi amanah saya pada Ramadhan ini ialah menjadi kakak pembimbing bagi adik-adik di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) meskipun sebenarnya saya belum cukup ilmunya. Kami menghabiskan waktu di Masjid Dzal Jalal Dusun Ngemplak. Bersyukur rasanya bisa pulang kampong dan berangkat ke masjid bersama saudara-saudara muslim lainnya. Bahagia rasanya melihat shaf-shaf rapat dan sempat kewalahan menyediakan tempat sholat karena jamaah yang membludak, masyaAllah. Smeoga Allah senantiasa memberikan keistiomahan hingga akhir Ramadhan, bahkan setelahnya.

Bahagia itu sederhana, bersama mereka para tunas muda
Diri ini banyak dosa, banyak kesalahan terutama pada orang tua. Ketika mereka minta tolong, kerap kali saya menunda-nunda. Ketika mereka menasihati, kerap kali saya belum dapat menahan amarah. Ya Rabb, terimakasih telah kau pertemukan pada sepertiga Ramadhan ini. Berikan kami keistiqomahan, berikan kami ampunanMu. 

Semoga shaf-shaf tetap penuh,
Semoga tilawah tetap terjaga,
Semoga infak senantiasa dipermudah,
Dan semoga kuat dalam menjaga pandangan,
Ramadhan penuh berkah,
Ramadhan saatnya berbenah.

13 Ramadhan  1436 H – 30 Juni 2015

Jumat, 26 Juni 2015

Bakti Sosial OBKG - NTU Singapura

Bismillah,

Pada tanggal 29-31 Mei 2015 alhamdulillah Omah Baca Karung Goni menjadi tempat diadakannya PINTU PEDULI, sbeuah kegiatan bakti sosial yang diinisiasi oleh Pelajar Indonesia di Nanyang Technological University Singapura. Kami senang sekali dan bersyukur mendapat kehormatan ini. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai dengan renovasi OBKG, ada juga pengobatan gratis, sembako murah, kelas inspirasi, berbagai games seru, dan acara bermanfaat lainnya. Kami berterimakasih terutama kepada kakak-kakak PINTU, KBRI Singapura, Ikatan Remaja Ngemplak, dan tentunya para donatur dalam kegiatan ini. Smeoga kebaikan Anda dibalasa oleh Allah Ta'ala. Alhamdulillahirabbil'alamiin...

Berikut dokumentasinya : )

Hari Pertama, 29 Mei 2015

 
 Renovasi OBKG

 
Games Anak-anak
 
Games Anak-anak

Hari Kedua, 30 Mei 2015

 
Bazar Sembako
 
 
 Pengobatan Gratis

 
Games Lagi...
Hari Ketiga, 31 Mei 2015

 
 Kelas Inspirasi dan Games

 Kami Pun Punya Cita-Cita


Terimakasih Kakak-Kakak

Selasa, 16 Juni 2015

Tiba Saatnya Yudisiumku

Alhamdulillah atas segala rahmat Allah ini, nikmat sehat dan kesempatan yang tiada ternilai harganya. Atas ridho Allah juga, pada hari Jumat, 29 Mei 2015 kemarin saya secara resmi diamanahi gelar baru sarjana pendidikan. Sebuah gelar yang berat dan menantang untuk perjalanan selanjutnya.
Tidak seperti membalikkan telapak tangan untuk meraih sarjana ini. Tidak hanya karena lulus ujian skripsi akhirnya bisa yudisium. Ini adalah buah dari rangkaian proses yang amat panjang. Bermula dari OSPEK, rutinitas kuliah 7 semester di kelas A Prodi Geografi UNY 2011, aktivitas di organisasi, riset, lomba, dan tentunya di masyarakat. 

Tidak mulus jalan yang ditempuh. Ada kalanya hati ini sejenak berhenti untuk mencari 'minum'. Ada kalanya terpaksa membelok karena salah arah. Ada kalanya berhenti untuk bertanya arah mana yang harus ditempuh.

Allah begitu baiknya mengatur semuanya. Akhir tahun 2014 diri ini tersadarkan untuk segela mulai riset. Januari, Februari, dan Maret adalah bulan-bulan perjuangan untuk meluangkan waktu di lapangan. April adalah bulan ujian kesabaran di depan dosen dan layar komputer. Sungguh, itu sangat berkesan. Pernah suatu ketika Allah menguji iman ini, data skripsi hilang entah kemana, laptop tiba-tiba mati tak berfungsi. Aku berterimakasih karena di sampingku masih ada sahabat yang mau membantu dan kedua orang tua yang selalu mendoakan. Terimakasih semuanya, semoga Allah membalas kebaikan Anda semua.
In Sha Allah bertemu lagi pada bulan Agustus untuk wisuda.


 

Semangat dalam mempersiapkan perjalanan selanjutnya in sha Allah... 

Jumat, 12 Juni 2015

Hari Kedua di Young Leaders for Indonesia 2015



Pada hari pertama kemarin, kami menutup acara dengan adanya performance. Bisa dikatakan bahwa group kami beruntung pada malam itu. Kami memutuskan untuk perform puisi berantai. Ini idenya Derry sebenarnya, setelah menimbang dan menyepakati akhirnya dipakailah ide itu. Seperti biasanya, saya selalu saja berperan sebagai sosok ‘low background person’. Masih ingat kan pas kemarin di GMB jadi pedagang asongan, lah yang ini jadi tukang sampah !!! 

Awali dengan semangat yaaa
Ouwooo…yang bener saja ? Apakah karena muka saya yang….hmm sudahlah saya terima. Oke, kami berdelapan hanya beberapa menit latihan. Intinya kami baca puisi sambil bawa hape yang isinya saling tidak beraturan. Ada yang membicarakan masak, eh tahunya ada yang lagi mulung. Dan..sukses! Penonton setidaknya terhibur dengan penampilan kami. Saya sendiri secara spontanitas sempat menggebrak lantai karena si tukang sampah yang sedih bukan kepalang. But that makes the real story, ceritanya jadi mengalir dan unik. 

Janu Derry Dita Qorry Tika Syifa Furqon Adit
Setelah semua tim tampil, akhirnya diumumkan pemenangnya. Ouwoo, ternyata ada dua tim yang punya nilai tertinggi yaitu tim saya dan timnya mas Firman !! Kemudian dewan juri yang super kece itu ngasih tantangan, kita diminta duel maut dipanggung sembari ada lagu yang diputar. Sebenarnya saya nggak interest untuk tampil, yak arena nggak ad aide untuk nari atau nampilin apa gitu. Satu per satu saling duel, ada yang free style…dan tibalah giliran saya. Oh tidak…saya harus menampilkan apa ? Tiba-tiba jreng-jreng…..keluarlah tari pocong saya wkwkwkw. Serius, itu spontanitas yang tidak saya duga. Duh mak, jangan sampai orang rumah dan temen-temen kampus tahu. Sontak para penonton guling-guling nggak jelas melihat tarian pocong malam itu, rada serem sih sebenarnya.
Alhamdulillah, keputusan dewan juri akhirnya….dua tim adalah pemenangnya dan berhak menyandang BEST PERFORMANCE Forum 1. Congratulation !!! Tiap pemenang dapat hadian dari YLI, dapat mug lucu.


Tiba juga hari kedua di YLI. Rasanya begitu cepat. Ketika satu kamar sama Jadug kami sama-sama bangun hampir siang, Alhamdulillah tetap sholat Subuh. Mungkin karena saking nyamannya kasur di hotel itu. Fasilitas yang benar-benar cozy banget ! Setelah sarapan, semua peserta masuk dan bersiap mengikuti Day 2 program. Berikut agendanya :
 Centered Leadership Overview pada 60 menit pertama sebenarnya adalah good moment to review what is leadership ? What makes a great leader ? Dan beberapa pertanyaan lain sebagai pemantik awal. Sama pemateri kami diajak memahami The Iceberg Analogy. Above the surface is about action (what people do) and words (what people say). Under the surface is about thoughts and feeling. So, the main points in centered leadership includes 5 mutually rainforcing qualities of : Meaning, Framing, Connecting, Engaging, and Energizing. 
Mulai materi
Tentang sebuah Meaning, kami juga disuguhi tayangan beberapa video yang menggugah rasa ingin tahu apa sebenarnya meaning itu ? Kata Ann S. Moore, meaning itu… ‘If you are looking to have a career that has meaning for you, start bly looking for all the clues. Number one, who are you ? I’ll tell you what I find odd: How many people who say they don’t like numbers but force themselves into a career in finance. Why don’t you play to your strengths ? Stop obsessing over your weakness. You’re going to go further if you capitalize on your strengths. Everybody has them.

Sebenarnya masih ada framing, energizing, engaging, dan connecting. Tapi karena kepanjangan, saya coba review yang energizing saja ya. Pematerinya mengawali sesi energizing dengan berteriak-teriak memecah suasana. Ya bener banget, peserta sudah mulai kehabisan energy sepertinya. Tiba-tiba saja kami bangkit lagi jadinya hehehe. Kata Aristotle, “The energy of the mind in the essence of life..” Tanpa energy, kita tidak bisa hidup dan beraktivitas. Begitupun dengan anak muda yang sebenarnya energinya potensial untuk disalurkan. Energi tidak hanya secara fisik saja lho, ternyata ada 4 sumber energy : BODY, MIND, HEART, dan SPIRIT/SOUL. Kami pun diminta merefleksikan aktivitas apa saja yang memerlukan/tidak memerlukan energy.

These what we called energizing
Pada sesi terakhir sebenarnya cukup singkat karena waktunya hampir habis. Tentang engaging dan connecting, kami diminta review high and low point moment dalam hidup. Ini membuat saya mengingat milestone hidup selama ini. Yang penting juga untuk NETWORKING : Please do this specific steps including TARGET (choose whom you want to network with), RESEARCH (find insights and updates about them), APPROACH (find an opportunity and an angle to approach them), ACTION (meet them and make them remember you), and FOLLOW UP (do it as soon as possible).

Setelah itu masih ada sharing session sama kak Butet Manurung (Founder Sokola). Pokoknya inspiring banget deh dedikasinya untuk pendidikan di Indonesia. Wanna know more ? Please browse in google about her. And finally, we have to sign off PLP. Kita akhirnya kembali lagi ke PLP dan mematangkan kembali untuk implementasi project setelah Forum 1 ini.

Thank you kak Butet
That’s all, I was honored to be here and met them. Time flies so fast and we must go back to the real world and implement the PLP. Alhamdulillah, thank you Allah for these best opportunity to learn and feel the process with them. Hope to see you guys in Forum 2 the nest August 2015, in sha Allah. Good luck for our PLP!


Finish !