Ged a Widget

Selasa, 28 April 2015

Perjuangan di Bulan April 2015

“Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya (Rumah Kaca, h. 409)” -Pramoedya Ananta Toer-

 

Jadi ceritanya ini sudah tanggal 28 April 2015, akhir bulan yang memberi kesan tersendiri bagi saya. Bulan April 2015 ini memang penuh warna, ada bahagia, sedih, terharu, dan kelegaan yang mewarnai hari-hari ini. Izinkanlah saya untuk kembali mengulas apa saja pencapaian pada bulan ini. Akan saya utarakan moment-moment penting yang menjadi refleksi bagi diri ini.


Morning Tea Bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat

Senin, 6 April 2015 menjadi sebuah hari bahagia bagi saya. Sebuah kehormatan untuk bertemu perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam tajuk ‘teh pagi’ di Hotel Hyatt Yogyakarta. Saya bersama 8 pemuda-pemudi terpilih membahas rencana kerja sama proyek sosial. Sebuah rasa syukur dapat bertemu para pemimpin muda yangrata-rata sudah expert di bidangnya masing-masing. Ada yang pernah menjadi Pengajar Muda di Indonesia Mengajar, alumni SUSI (Exchange ke USA), penggiat lingkungan, dan semuanya menginspirasi. Dari pertemuan ini saya belajar sebuah networking, hakikat volunteerism, the role of youth, dan belajar menatap Indonesia masa depan.

Membersamai Acara Studi Ilmiah UKM Penelitian UNY

Acara Studi Ilmiah yang digagas UKM Penelitian UNY ini terdiri dari Seminar Ilmiah dan Call for Paper. Sabtu,11 April 2015 saya berkesempatan menjadi salah satu pembicara seminar ilmiah,dibersamai oleh Rony K. Pratama (Mapres FBS 2014) dan Sitty Maesyaroh (Mapres FE 2014). Kami berbagi pengalaman seputar dunia penelitian dan kepenulisan ilmiah. Barangkali ini perjumpaan saya yang ke-sekian untuk mengisi acara di UKMP. Saya berterimakasih sudah diundang untuk berbagi pengalaman. Saya optimis rekan-rekan mahasiswa/guru yang hadir karya-karyanya akan luar biasa dari kami.Terimakasih atas kesempatannya, semoga ilmunya barokah.

Kumpul 'Arisan' Ikatan Remaja Ngemplak

Masih pada hari yang sama, Sabtu malam 11 April 2015 ada kumpulan arisan IRENG (Ikatan Remaja Ngemplak) ditempat mbak Widi. Malam ini agendanya membahas program-program IRENG seperti persiapan 17 Agustusan, Romadhon, persiapan bakti sosial bulan Mei bersamateman-teman NTU Singapura. Saya bersyukur masih mendapat ruang untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi untuk kemajuan Dusun Ngemplak. Termasuk juga menyampaikan rencana-rencana pengembangan Omah Baca Karung Goni.

Mengisi Motivation Training di Universitas Tidar Magelang

Ahad, 12 April 2015 menjadi hari yang penuh barokah. Saya ditemani sahabat baik Aditya Jantra bertolak ke Magelang City untuk mengisi training motivasi di Rohisnya Universitas Tidar. Bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi yang insyaAllah sholeh-sholehah menambah rasa syukur untuk terus berbagi ilmu. Saya tersadar usia yang cukup terpaut jauh tiga tahun dengan peserta membuat diri ini untuk segera ingin menyelesaikan kuliah. Pada acara itu saya berbagi motivasi bagaimana menjadimuslim yang memberikan inspirasi, berprestasi, dan bermanfaat. Saya merasa lega, rasanya training hari itu benar-benar the best training dari yang selamaini saya laksanakan. Semoga menambah semangat teman-teman agar berprestasi,aktif berorganisasi, dan terus menebar kebaikan untuk umat. Setelah mengisi training, berkesempatan ke rumahnya bro Saiful Habib. Alhamdulillah…sukses selalu Ipul yang sudah jadi pak guru.

Main ke Gunung Api Purba Nglanggeran Bareng Rony

Hari Selasa sore, 14 April 2015 saya dan sahabat baik Rony K. Pratama menyempatkan diri untuk ‘dolan’ ke Nglanggeran. Iya, hari itu saya senang bisa main bareng Rony. Dia adalah mahasiswa PBSI 2011, ketua BEM FBS 2014, Mapres FBS 2014. Sebenarnya kami sudahkenal lama, namun baru kali ini bisa menyempatkan diri lari dari skripsi (eh).Sore itu kami naik ke puncak Nglanggeran dan merefleksikan perjalanan selama S1 di UNY. Pulang-pulang diguyur hujan dan langsung kenyang oleh mie ayam dan bakso jumbo di Jl.Wonosari. Terimakasih ya Rony :D Kapan-kapan kita main lagi pokok men.

Seleksi Wawancara Cikgu untuk Dikirim ke Malaysia

Sabtu, 18 April 2015 bertempat diTaman Pancasila Fakultas Ilmu Sosial UNY saya mengikuti sesi wawancara calonCikgu (guru) yang diadakan oleh Volunteerism Teaching Indonesian Children. Jikalolos, rencananya akan dikirim ke Malaysia pada tanggal 4-24 Agustus 2015 untuk mengajar anak-anak buruh migrant dari Indonesia. Kegiatan ini adalah volunteerism. Alhamdulillah, bertemu mahasiswa-mahasiswa hebat dari penjuru DIY-Jateng-Jatim yang rata-rata lebih muda :3


Reuni dan Nostalgia dengan Bro Fahmi

Ahad, 19 April 2015 saya dan M.Fahmi Alfian, teman sebangku saat di SMP N 1 Sleman akhirnya bertemu kembali.Dia bersilaturahim ke rumah saya. Fahmi ini sekarang kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UGM, sebentar lagi akan lulus. Kami bercerita masa lalu, kini, danmimpi-mimpi besar hari esok. Termasuk rencana Fahmi adalah mengambil S2 di Jerman, saling mendoakan yang terbaik ya bro. Barokallah…


Sidang Skripsi, Ini Bukan Mimpi ?

Rabu, 22 April 2015 menjadi jawaban dari ikhtiar dan doa yang selama ini dipanjatkan. Hari itu saya menggelar hajatan penting untuk perjalanan S-1 di Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Ya, saatnya sidang skripsi. Inikah mimpi ? Bukan, ini nyata !!! Setelah menikmati balada skripsi mulai dari observasi, pengambilan data, analisis data,bimbingan, dan revisi akhirnya pendadaran juga. Masih ingat kan ? Jatuh bangunkarena data skripsi hilang, laptop mulai lelah, charger laptop tiba-tiba mati,sampai revisi bertubi-tubi, ternyata itu semua menguji kesabaran hati. Rabusiang Pkl 11.00-13.00 WIB bertempat di Ruang Sidang 1 saya mengikrarkan diri di depan tiga penguji. Terimakasih bapak dan ibu dosen yang sudah membimbing, yang memberi masukan, dan yang membuat saya hampir pingsan (tapi akhirnya nggak jadi), dan yang membuat shock di dalam ruangan. Sungguh pengalaman yang tidakakan terlupakan dan cukup sekali saja selama S1 :3 Terimakasih untuk keluarga geografi 2011 yang sudah datang dan mendoakan, untuk teman-teman seperjuanganPPL di SMA N 1 Minggir yang sudah datang dan membawakan oleh-oleh. Semoga kalian segera menyusul ya, senang rasanya banyak yang hadir siang itu,seperti saat dulu seminar sampai kurang luas tempatnya. Sukses selalu ke depannya….


On Air di Jogja TV Bersama Keluarga Besar FIS UNY
Alhamdulillah pada malam harinya langsung bersama keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial UNY untuk siaran di Jogja TV. Saya diundang untuk mewakili Mahasiswa Berprestasi. Sebenarnya ragu karena sudah angkatan 'veteran' namun ya alkhirnya saya terima dengan senang hati. Terimakasih kepada Humas FIS, Bapak Dekan, dan jajaran dekanat lainnya.


Bertolak ke Semarang untuk Youth Adventure GMB

Kamis pagi, 23 April 2015 atau sehari setelah sidang skripsi dalam kondisi kepala masih pening saya langsung ke Semarang untuk membantu kepanitiaan Youth Adventure 2015 yang diadakan oleh Gerakan Mari Berbagi (GMB). Sebagai alumni GMB 2014, saya ingin sekali bertemu teman-teman alumni lainnya, board GMB, dan pemuda di atas rata-rata yang telah terpilih menjadi peserta YA & YLF 2015. Saya ucapkan terimakasih atas kekompakannya, kepada Doki dan Angga yang menjadi tonggak YA & YLF, good job bro! Kepada Bang Azwar, Kak Aya, Pak Yadi, mas Hambar n friends. Kepada segenap volunteer, apresiasi terbaik atas kerja kerasnya.Semoga menjadi ladang pahala.

Selamat Milad UKMF SCREEN

Ahad, 25 April 2015 mendapat undangan untuk hadir di milad UKMF SCREEN yang ke-9. Bertempat di Taman Ki Hajar Dewantara diadakan lomba masak antar departemen. Berhubung saya adalah alumni, Alhamdulillah diminta jadi juri masak. Nah, ini enaknya bisa icip-icip gratis, meski sebenarnya tidak afdhol jika disebut juri,hehehe. Hari itu bisa berkumpul bersama keluarga besar SCREEN, organisasi yang pernah saya ikutiselama tiga tahun, yang telah menjadi saksi perjuangan saya selama kuliah di UNY. Di SCREEN ini lah saya bisa tumbuh menjadi pribadi yang terus belajar dan fokus mengembangkan skill menulis dan meneliti. Terimakasih atas segala inspirasinya selama ini. Semoga seiring bertambahnya usiamu mampu memberikan kebermanfaatan untuk Indonesia.

Menuju Forum Asia Afrika 30 April 2015

InsyaAllah berkesempatan menjadi peserta Asian-African Forum di Universitas Gadjah Mada. Akan ada para pembicara-pembicara luar biasa yang akan mendiskusikan potensi kerja sama negara-negara kawasan Asia dan Afrika. Tentu ini tidak lepas dari momentum 60 tahun KAA di Bandung kemarin.

Akhir kata,
Sedikit refleksi kilas balik dibulan April 2015 ini memberikan pembelajaran untuk tetap produktif dalam memanfaatkan waktu. Bulan ini sebenarnya ada target saya yang belum tercapai yaitu yudisium. Ya, ini kabar dukanya karena memang tidak cukup waktu untuk revisi hasil ujian. Semoga bulan Mei 2015 bisa yudisium. Untuk wisudanya semoga Agustus 2015 insyaAllah.

Apapun itu, hanya bisa terus bersyukur atas nikmat sehat yang Allah berikan dan nikmat waktu yang di tengah kesibukan ini semoga memberikan keberkahan. Alhamdulillah... Terimakasih Ya Allah, Engkau masih mendekatkan hamba di antara orang-orang baik yang telah membantu hamba-Mu ini. Semoga keberkahan-Mu untuk mereka.

Tetaplah menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan berbagi ! Man Jadda Wajada
Selamat tinggal bulan April, selamat datang bulan Mei bersemi :) Bismillahirrahmaanirrahiim

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu” (HR. Bukhari-Muslim)

Yogyakarta, 28 April 2015

Holland Dreamer,

Janu Muhammad

Sabtu, 25 April 2015

Balada Skripsi Part 2 : Alhamdulillah Pendadaran

Pagi itu, 22 April 2015 saya bangun sekitar Pkl 03.00 WIB, lebih pagi dari biasanya. Rasanya ada yang berbeda. Saya refleksikan diri dalam sujud, memohon kelancaran untuk hajat penting pada masa akhir kuliah S-1 ini. Saya memanjatkan agar sidang siang hari itu akan lancar dan barokah. Sesampainya di kampus, degup jantung mulai mengencang. Barangkali ini yang dinamakan tanda-tanda menuju sidang. Saya akan sidang Pkl 11.00-13.00 WIB di Ruang Sidang 1 FIS UNY. Sekitar Pkl 10.50 tiga dosen penguji pun memasuki ruangan. Sidang dimulai dengan penuh ketenangan di awal, ketegangan di tengah, dan kelegaan di akhir.

Ruang yang menjadi saksi keteganganku saat itu...
Yang saya rasakan saat itu hanya sebuah tawakal, iya benar-benar menegangkan. Saya coba atur ritme agar saya tetap tegar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dosen. Belum juga bisa, justru kian membuat mental saya down. Sebelum sidang berakhir, saya diberikan waktu untuk mengulas kembali, merefleksikan kembali perjalanan kuliah ini di depan penguji. Ada penguji yang bertanya, "Mas, jika secara objektif menurut Anda layak mendapat nilai berapa?" Saya bingung akan mnejawab apa, pikiran serba salah. Saya pun dengan mantap menjawab B+. Ya, saya jujur penelitian kualitatif ini masih sangat sederhana dan belum mendalam. Alhamdulillah, hasil dari keputusan penguji pun ternyata lebih baik dari yang saya sampaikan.

Bersama rekan-rekan PPL SMA N 1 Minggir 2014, terimakasih udah datang :)

Pendidikan Geografi Reguler 2011

Ekspresi kegembiraan siang itu di depan FIS

Semoga ilmunya barokah.... Terimakasih Ya Allah atas kesempatan kuliah di Pendidikan Geografi UNY ini. Terimakasih sahabat sekalian yang sudah mendoakan lahir batin. Allah yang akan membalasnya. Semoga dapat menimba ilmu di negeri Belanda 2016. insyaAllah...

Jumat, 17 April 2015

Rangkuman Tabligh Akbar MPD : Indahnya Kesabaran

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ‘ala nabiyyina Muhammadin

Kebutuhan seseorang terhadap ilmu merupakan kebutuhan yang sangat urgent dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi kebutuhan terhadap ilmu agama. Ilmu yang dengannya seseorang bisa mengenal Allah. Ilmu yang dengannya seseorang bisa berbakti kepada kedua orang tuanya. Ilmu yang lebih kita butuhkan dibandingkan makanan dan minuman.

Imam Ahmad berkata: “Kebutuhan manusia terhadap ilmu lebih besar dibandingkan kebutuhan manusia terhadap makanan dan minuman, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, namun ilmu dibutuhkan oleh manusia sepanjang hembusan nafas.” (Lihat Bahjatun Nazhirin, hal 220). (Sumber http://buletin.muslim.or.id/aktual/seandainya-kita-tahu)

Hari ini ada saudara saya yang pagi-pagi mengirim sms, "Jan, ntar mau bareng?klo ya ktm di dkt gor klebengan ya." Alhamdulillah ada yang mengingatkan untuk mengikuti kajian agama Islam sore ini. Sekitar Pkl 14.15 WIB saya akhirnya menemui sahabat baik saya tadi dan kami menuju Masjid Pogung Dalangan (MPD) utara UGM untuk menimba ilmi di Tabligh Akbar dengan tema "Indahnya Kesabaran". Pada kesempatan mulia ini, ustadz Ali Basuki, Lc memberikan nasihat-nasihatnya, membahas Kitab 'Iddatus Shabirin karya Al Imam Ibnu Qayyim. Sesampainya di MPD, kajian sudah dimulai, dan kami langsung menyiapkan alat tulis. Ya, ini sangat penting untuk mencatat apa saja yang disampaikan ustadz. Alat tulis adalah senjata utama untuk mengikat ilmu. Barangkali esok dapat kita baca dan resapi maknanya kembali. Berikut saya rangkumkan sedikit apa yang berhasil saya catat, afwan jika catatan ini masih sangat sederhana (boleh dikoreksi/diluruskan jika ada yang salah).

Hakikat Kesabaran (Sabar)

Adalah satu sifat yang akan menyempurnakan Islam seseorang. Sabar ibarat kepala dalam tubuh manusia. Kesabaran dengan niat karena Allah Ta’ala akan sempurna keimanan seseorang. Secara bahasa, sabar adalah upaya untuk menahan. Ibnul Qayyim mengibaratkan sebuah kesabaran itu “Ketika seseorang berupaya merasakan sesuatu yang pahit tanpa memasamkan muka”. Ia menahan sesuatu yang pahit tanpa muka masam.
Orang yang dikatakan penyabar sejati adalah senantiasa membiasakan dirinya untuk berjuang melangkah kepada perkara-perkara yang dibenci Allah. Sabar juga berarti meninggalkan sifat berkeluh kesah. Semakin berat ujian seseorang, maka akan semakin keras pengaduannya kepada Allah karena ia tahu bahwa hanya kepada Allah lah tempat mengadu.

Ada beberapa kesamaan kata yang bermakna sabar :

  1. As-Sabr yang berarti seseorang mampu menjaga dab menahan dari seruan-seruan yang akan merusak agamanya.
  2. At-Tasabbur yang berarti sebuah upaya menahan dari sesuatu yang berat dalam kehidupannya seperti ketika tertimpa musibah. Allah memintanya untuk menaikkan derajat kesabarannya.
  3. Al-Istibar yang tingkatannya lebih tinggi dari At Tasabbur. Al Istibar mencerminkan sesorang yang secara konsisten (istiqomah) mampu menjaga kesabarannya dalam keadaan apapun. Ini adalah cerminan para nabi yang betapa berat cobaannya untuk mempertahankan keimanan.
  4. Al-Mushobaroh lebih identik dengan upaya menjaga agamanya dan kemuliaannya di saat terjadinya sebuah pertikaian yang mengharuskan adanya perjuangan yang panjang.

Selanjutnya, akan kita simak Sifat Kekuatan dan Kelemahan dari kesabaran yang ada pada diri seseorang. Beberapa kondisi di antaranya :
  1. Seseorang yang kekuatan agamanya mendominasi. Orang ini akan memiliki kekuatan kesabaran untuk melawan hawa nafsunya. Sebaik-baik penyabar adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Merekalah orang yang berilmu, taat beragam dan istiqomah berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah. Akan dikabarkan kebahagiaan baginya yaitu surga, insyaAllah.
  2. Kekuatan hawa nafsu lebih dominan sehingga mengalahkan kekuatan agamnya. Sebuah nasihat terutama untuk mereka para wanita. Betapa besar tantangan yang harus mereka hadapi. Teringat pada zaman Rasulullah, saat itu wanita-wanita jahiliah senantiasa memamerkan auratnya, maka ancaman neraka baginya. Saat ini pun banyak wanita yang berpakaian tapi telanjang. Maka sudah seharusnya sebagai seorang muslimah harus berpegang teguh mengutamakan prinsip agama Islam.



Ada dua korban dari sifat kedua ini :
  1. Korban yang menjadi pasukan hawa nafsu dan pengikut hawa nafsu (pengikut syaitan).
  2. Korban yang menjadi pemimpin hawa nafsu, justru syaitan yang menjadi pengikutnya (sudah terlampau parah).
Jika hawa nafsu sudah berkuasa pada diri seseorang, maka akan membahayakan orang lain. Kondisi ini terjadi saat sifat sabar hilang. Ada beberapa karakter korban yang mengutamakan hawa nafsu :
  • Orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Mereka senantiasa menggugurkan perintah dakwah.
  • Mempersiapkan dirinya untuk perang/menentang Allah dan Rasulullah. Hakikatnya adalah kesombongan darinya, ia hanya mencari kehidupan dunia semata.
  • Orang-orang yang munafik (nifak).
  • Yang lebih banyak bermain-main di dunia. Ia muslim namun penghamba dunia.
  • Ada keinginan untuk taubat tetapi tidak mampu keluar dari kondisinya, mudah kembali ke dalam kemaksiatan.
  • Orang-orang yang sudah putus asa. Ia menggantungkan dengan ampunan Allah di akhir hayatnya.
  • Menunda taubat dan meyakini akan bertaubat di akhir hayatnya. Padahal, kematian adalah rahasia Allah.

Letak Kesabaran Seorang Muslim :
  1. Sabar di atas perintah-perintah Allah Ta’ala
  2. Sabar dalam perselisihan
  3. Sabar dalam ragam ketentuan-ketentuan Allah.
  4. Sabar untuk menjaga keistiqomahan di atas agama Allah.

Kesabaran ada kalanya :
  1. Wajib : sabar menjaga perkara haram, sabar menunaikan kewajiban, dan sabar tatkala mendapat cobaan Allah.
  2. Sunah : kembali seperti objek yang hukumnya sunah.
  3. Haram : yaitu menahan diri dari perkara-perkara yang bisa membinasakan (al mahdzur). Contohnya saat kelaparan dan di samping kita ada bangkai, maka agar kitat tetap hidup maka makanlah bangkai itu (karena darurat). Tetapi jika kita justru menahan rasa sakit hingga akhirnya meninggal, maka itu adalah sesuatu yang dibenci Allah.
  4. Makruh : contohnya banyak. Seseorang yang bersabar dari perkara yang mubah tetapi akibatnya menghasilkan mudhorot baginya.
  5. Mubah : jika objek yang ada mempunyai tingkatan yang sama (biasa).

Demikian sedikit rangkuman kajian sore ini. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada Al Ustadz Ali Basuki, Lc dan kita senantiasa diberikan istiqomah dalam menimba ilmu syar’i. Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam telah memberikan kabar gembira bagi siapa saja dari kita yang mau untuk menuntut ilmu sebagaimana dalam sabdanya:

Dan barangsiapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga.” (HR. Muslim).

Ini merupakan kabar gembira yang diberitakan oleh manusia yang paling mulia lagi paling benar ucapannya. Maka sepantasnyalah kita sebagai seorang muslim menyambut kabar gembira tersebut dengan berlomba-lomba untuk mencarinya.

Yogyakarta, 17 April 2015 Pkl 19.19 WIB

Janu Muhammad


Kamis, 16 April 2015

Balada Skripsi (Part 1)

Oktober 2014
Saya masih ingat hari itu, tanggal 22 Oktober 2014 saya telah menggelar 'hajatan' penting untuk perjalanan kuliah sarjana di Pendidikan Geografi UNY. Bertempat di Laboratorium Geografi Fisik saya mengadakan Seminar Prososal Skripsi. Ya, rasanya sudah enam bulan yang lalu...sudah cukup lama. Bahkan sudah memakan waktu setengah tahun.

Saat seminar proposal...
Setelahnya saya ternyata disibukkan dengan kesiapan ke Australia untuk mengikuti homestay program. Sudah saya perkirakan sebelumnya, saya akan 'cuti' singkat selama 3 minggu. Saya dipastikan tidak masuk kuliah seminar geografi. Tanggal 5-25 November 2014 saya pamit izin ke Pak Heru, dosen saya yang baiknya pakai banget. Saya diizinkan untuk pergi sementara waktu dengan konsekuensi akan 4x tidak masuk kelas.


Baik, saya sejenak berpikir "Kalau aku ke Australia nanti aku harus benar-benar enjoy, menikmati kesempatan emas ini dan 'lupakan' skripsi sementara waktu". Iya, ibaratkan sebuah pertempuran yang sebentar lagi dimulai, ada kalanya kita merefleksikan pikiran dan mengumpulkan tenaga ekstra.

November-Desember 2014
Benar, saya bulan November 2014 kemarin sangat bersyukur bisa 'jalan-jalan' dan belajar di Brisbane, ketemu kangguru bla bla bla, serasa sudah lulus kuliah :p Nah, pas pulangnya...deh. Terasa lagi dunia kampus, kembali ke rutinitas dan hasrat untuk memenuhi panggilan illahi segera skripsi mulai menggebu-gebu. Awal Desember 2014 saya memproses syarat-syarat penelitian, tepat tanggal 19 Desember 2014 saya SK Pembimbing telah ada di tangan dan siap terjun untuk mengurus izin penelitian. 

Januari 2015
Selamat datang tahun baru...saatnya semangat baru, semoga ini tahun terakhir kuliah es satu...hehehe
Bulan ini saya mulai penelitian di Dusun Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman. Di sana saya 'melebur' dengan penduduk yang terkena dampak pembangunan flyover Jombor. Saya pun berinteraksi banyak dengan dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY. Khususnya bidang Bina Marga. Pagi-Siang-Sore lalu lalang untuk penelitian. 

Februari 2015
Mulai muncul gangguan-gangguan yang menyebabkan efek ketidakfokusan dalam skripsi seperti : lomba, organisasi, dan beberapa project lainnya. Ya Allah, ternyata aktivitas-aktivitas itu tetap tidak bisa dilepaskan. Iman untuk skripsi mulai goyah, tinggal setengah-setengah. Ya, inilah tantangan cukup berat untuk menguji seberapa besar usaha dan doa saya selama ini.

Maret 2015
Ini adalah bulan yang menegangkan bagi saya. Jatah izin penelitian hanya sampai tanggal 19 Maret 2015. Itu berarti hanya tinggal beberapa hari saja kan ? -___- Tiba-tiba ada kabar bahwa dua teman angkatan saya mau Yudisium bulan Maret...wah, terlalu luar biasa mereka. Cepat sekali ya....
Ada sebuah dorongan kuat dari orang tua agar segera wisuda. Terlalu sering mendengar pertanyaan "Mas Janu kapan ujian ? Kapan wisuda mas?" Ada juga yang lebih makjleb "Sudah mengajar di mana mas ? Kapan meni**h ? " :3 Saya hanya bisa berdoa dalam hati semoga Allah memudahkannya. Sebenarnya kami cukup didoakan saja, diberi semangat, jangan ditanya lagi ya ? :)

Sebuah peristiwa yang agaknya membuat shock dan down adalah ketika tiba-tiba flash disk saya minta di format. Data skripsi lupa tidak saya back up di komputer. Alhasil, data bab IV, bab yang menjadi tubuhnya skripsi hilang :(  Sedih, gelisah, semua jadi satu. Saya beristighfar, pagi buta itu di kamar serasa bumi telah terbalik (baca: saya langsung terbaring lemas). Betapa tidak, lembaran-lembaran yang sudah saya rangkai dengan penuh hat-hati, ada sekitar 116 halaman ternyata menghilang. Bukan Janu namanya kalau langsung putus asa. Saya percaya Allah akan memebrikan jalan. Pagi itu saya terpaksa buat status facebook dan berharap ada saran dari teman-teman. Alhamdulillah, banyak yang akhirnya memberi masukan.

Salah satu mimpi besarku tahun 2015

Siang itu saya langsung ke kampus dan bertemu sahabat baik saya Aditya Jantra dari Pendidikan Teknik Informatika. Saya mohon bantuan dia. Saya juga berusaha me-recovery data secara mandiri. Ternyata ada filenya dan....ternyata tidak dapat terbaca lagi :( Ya Allah.... Inikah balada skripsi itu ? Benar-benar baru sadar, ke mana saya selama ini ? Ini bulan terakhir untuk penelitian... Saya pun mengawali Bab IV lagi. Ya, menjadi pelajaran berharga agar saya lebih hati-hati menyimpan file penting. Belum lagi...laptop saya yang bermasalah, charger yang tiba-tiba mati dan gangguan teknis lainnya.

April 2015
Bulan ini menjadi awal saya bimbingan draft skripsi. InsyaAllah akhirnya saya telah usai merangkai lembaran-lembaran 5 Bab beserta lampirannya. Pertengahan bulan ini menjadi titik terang bahwa saya akan segera ujian skripsi :) Ya, berkat pertolongan Allah, doa mamak bapak, bantuan dari teman-teman angkatan 2011, dan motivasi sahabat sekalian. Kemarin sampai ke kampus demi mendapat persetujuan skripsi...harus rela tenaga dan kesabaran untuk melewati setiap tantangan yang dihadapi : revisi, menunggu dosen, dll.

Hasil pun sepadan dengan usaha. Allah selalu menunjukkan jalan kemudahan pada akhir sebuah kesulitan.

Bismillah, insyaAllah Rabu tanggal 22 April 2015 saya akan pendadaran ^_^ Mohon doa dan semangatnya ya :)

Pada akhirnya, skripsi adalah pilihan atas sebuah kewajiban yang harus ditunaikan. Cepat tidaknya mahasiswa akan menuju pendadaran kembali ke pilihan masing-masing. Mau di waktu yang tepat atau tepat waktu ? Mari direnungkan kembali. "Dulu saya sempat bernadzar saat OSPEK di GOR UNY untuk lulus kurang dari 4 tahun :)" insyaAllah...


Jadi ingat ayat Allah ini.

Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7) 



Yogyakarta, 16 April 2015

Janu Muhammad

Selasa, 07 April 2015

Memaknai Kembali “Connecting The Dots”

Alhamdulillah, hari Senin 6 April 2015 ini menjadi sejarah baru bagi perjalanan saya sebagai mahasiswa semester 8 di UNY. Mengawali pagi ini dengan berpamitan dengan mamak yang baru berangkat jualan sayuran di Pasar Sleman. Agenda saya hari ini akan cukup padat. Pukul 9.00 akan memenuhi udangan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam pertemuan bertajuk ‘Morning Tea’ di Hotel Hyatt. Selanjutnya, saya dijadwalkan menghadap dosen pembimbing skripsi hingga selepas Ashar. 

Saya mulai menyalakan sepeda motor (tentu sudah makan dan mandi) dan mulai meninggalkan rumah hijau di Dusun Ngemplak, Caturharjo, Sleman. Setahu saya Hotel Hyatt yang ‘famous’ itu di Jalan Palagan Tentara Pelajar. Sesampainya di pom bensin dekat Denggung sudah jam 8.30, padahal acara dimulai 8.45. MasyaAllah, ternyata ada macet di perempatan Denggung. Saya pacu hati-hati supra merah itu, melewati pemandangan sawah bersandingkatn perumahan elit di daerah Ngaglik. Dari kanan jalan sudah terlihat juga gerbang Hyatt yang selama ini baru bisa saya lihat (dari luar) saja. Ternyata Allah memberi kesempatan hari ini untk bisa ‘masuk’ gratis dan minum teh bersama.

Setelah memarkir motor, saya berjalan menuju Bogey’s Teras di sisi utara dekat lapangan golf. Memang benar, hotel ini bernuansa serba hijau, berbalutkan arsitektur Jawa. Terlihat ada sekelompok pemuda-pemudi yang duduk-duduk manis di teras. ‘Itu pasti teman-teman yang diundang hari ini’. Saya sapa mereka, menjabat tangan satu-satu (kecuali yang bukan mahram) dan mengucapkan nama. Saya Janu….bla bla bla. Singkat cerita saya diperkenankan duduk di sebelahnya mas Regis, pemuda lulusan Psikologi UGM. Setelah berbincang-bincang, akhirnya Bu Deborah C. Lynn dari Cultural Affairs Officer, Embassy of the United States of America datang bersama mbak Rosa dari Advisor of Education USA. Kami pindah di meja panjang yang sudah reserved. Ada 9 tamu undangan yang hadir. Ada mas Regis, mas Gerry, mas Andri, mbak Asri, mas Awaludin, dek Rita (dari UNY), saya, mas Anwari, dan mbak Adisty. Kami dari background disiplin ilmu yang berbeda, universitas yang berbeda, dan tingkat umur yang berbeda. Kami mempunyai tujuan yang sama untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat Indonesia dengan bahasa lain ‘social project’. Mereka yang turut hadir dapat saya katakan ‘senior’ karena dari segi umur jauh lebih pengalaman dan luar biasa. Contohnya mas Awaludin dan mbak Asri adalah Pengajar Muda di Indonesia Mengajar, mas Andri dan mas Anwari adalah alumni program SUSI (exchange di Amerika Serikat), mas Gerry juga aktivisnya HI UGM, dan yang lainnya luar biasa.

Kami pun mulai berkenalan, diawali dari Bu Deborah yang saat ini ditugasi sebagai Atase Kebudayaan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Beliau asli Kansas, di Jogja membawa putranya yang tadi baru latihan golf. Ke-9 peserta undangan memaparkan proyek sosialnya yang kreatif dan solutif. Ada dari mas Regis yang sangat aware dengan anak berkebutuhan khusus, mas Andri yang berupaya memberikan edukasi anak-anak untuk keselamatan gajah Sumatera, mbak Asri yang menginisiasi pemberdayaan perempuan, mas Awaludin yang dari teknik sipil membantu para perajin di Kasongan Bantul, dek Rita yang sedang konsentrasi pendampingan budidaya pertanian organik, mas Anwari yang menggalakkan konservasi Kali Gajah Wong, dan mbak Adisty yang campaign penyelamatan hiu melalu kesenian. Saya sendiri menyampaikan tentang Gerakan Mari Berbagi 1000 Buku dan Omah Baca Karung Goni yang mulai memasuki tahun ke-2. Bu Deborah menyambut baik program kami dan berniat akan membantu dengan syarat mengajukan proposal. 



Saya sejenak merenung, sejauh inikah langkah saya hingga dapat diberi kesempatan berharga ini ? Tidak ada yang menyangka akan sejauh ini dapat bertemu orang-orang hebat pagi tadi. Menilik kembali awal mula peristiwa hari ini dapat terjadi. Saat itu saya mendapatkan email dari milis GMB (Gerakan Mari Berbagi), sumbernya dari mas Nuzul, mahasiswa UI Jakarta. Akan ada perwakilan US Embassy pada tanggal 6-7 April 2015 di Jogja dan mengundang para pemuda dengan social project nya. Saya pun langsung merespon dan mengirimkan email ke Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI). Alhamdulillah, selang beberapa hari akhirnya dapat respon positif. Saya mendapat undangan resminya untuk menyampaikan social project. Ah, ternyata lagi-lagi saya bersyukur karena jaringan di GMB.

Pernah suatu ketika, beberapa kali saya juga mendapat banyak informasi dari kawan dekat yang merupakan alumni SUSI yaitu mbak Ranitya Nurlita, ada kesempatan untuk exchange ke USA dalam program YSEALI Academic Fellowship. Saya pun mendaftar, dan ternyata belum lolos. Sedih, galau, gundah ? Wajar, tetapi bukan saya kalau tidak bisa move on. Sudah terlalu biasa ditolak berulang kali seperti JENESYS ke Jepang, youth exchange ke Korea dan Kanada. Masalah utama pasti di seleksi interview, entah kenapa ya ? Terakhir kemarin daftar Global Cities Summit yang akan diadakan di Kanada akhir bulan ini. Saya masuk potential candidate dari Indonesia. Ada sekitar 4000an yang mendaftar dan saya sampai di tahap interview akhir. Masih ingat, saya ditelepon dari Kanada langsung jam 2.30 pagi. Interview by phone selama 20 menit. Ya, saya sudah berusaha maksimal namun ternyata belum rezeki lagi. Pernah juga lolos ke interview, youth exchange ke Korea, yang mengadakan dari Kemenpora. Sudah masuk 150 terbaik dari 3.600 aplikasi. Saat itu interview juga by phone namun saya prediksi kegagalan ada di faktor sinyal telepon, kurang begitu jelas si interviewernya. Dua kali ikut seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara tujuan Kanada juga terhenti di tahap interview, ada apa gerangan ? Dan ternyata Allah justru memberi kesempatan saya untuk ke Belanda, Australia, Malaysia, dan Thailand. Benar-benar tak diduga. Hanya bisa mengucap Alhamdulillah…



Sebenarnya judul Memaknai ‘Connecting the Dots’ ala Steve Jobs di atas mengingatkan saya tentang kegagalan dari pengalaman masa lalu yang pernah saya alami. Hari ini pun sudah sedikit terobati karena orang ‘ndeso’ seperti saya dapat bertemu perwakilan Kedubes Amerika Serikat. Hanya bisa bersyukur dan selalu nerimo opo anane. Sebenarnya itulah jalan saya untuk belajar, mengevaluasi diri sudah sejauh mana hubungan antara passion, cita-cita, dan aktivitas saat ini. Saya selalu berusaha menghadirkan passion dalam setiap aktivitas sosial saya. Passion di bidang pendidikan, riset sosial, geografi kota, pemberdayaan pemuda, kepenulisan, dan volunteerism inilah yang akan menghubungkan saya saat ini dengan jalan menuju cita-cita masa depan sebagai pendidik, peneliti, penggiat sosial, dan penulis. Saya percaya, bahwa sebenarnya titik-titik itu sudah ada dan mulai menyatu kembali, membentuk sebuah mahakarya yang akan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar, tentunya dengan disertai usaha dan doa kepada Allah Ta’ala. Ternyata skenario-Nya selama ini memang sudah yang terbaik. Saya tidak pernah menyesal pernah gagal, saya belajar banyak darinya.

Sekali lagi, terimakasih untuk pembelajaran hari ini, sahabat-sahabat luar biasa menginspirasi dan jaringan baru yang akan bersinergi dengan satu cita-cita mendedikasikan diri untuk Indonesia tercinta.  Terimakasih untuk Bu Deborah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Semoga dapat bertemu kembali dalam kesempatan yang jauh lebih baik. Let’s collaborate !

 
Salam Berbagi !


 Yogyakarta, 6 April 2015

Janu Muhammad

Jumat, 03 April 2015

Tanah Warisan Aeilko Gans Zijker untuk Belanda

Ada yang pernah kehabisan bensin saat naik sepeda motor ? Atau, ada yang sempat shock karena harga bensin di Indonesia terbilang mahal ? Pasti berefek ke harga-harga yang lain kan ? Ujung-ujungnya ada demonstrasi di jalanan. Coba kita berpikir lebih kreatif seperti Aeilko Gans Zijker, pria kelahiran 31 Mei 1840 di Nieuw beerta, Groningen Belanda yang pernah menetap di Indonesia pada era 80an. Aeilko Gans Zijker adalah pendiri Royal Dutch pada tahun 1890, sebuah perusahaan energi (minyak dan gas) yang saat ini kita kenal dengan Shell. Penasaran dengan penemuannya ?

Gambar 1. Kantor Utama Royal Dutch Shell di Den Haag, Belanda

Pada saat itu Aeilko Gans Zijker melakukan eksplorasi minyak di daerah Sumatera. Pada tahun 1890, Ziljker mengubah "Provisional Sumatra Petroleum Company" miliknya menjadi sesuatu yang  lebih substansial, dan pada tanggal 16 Juni 1890, piagam perusahaan Royal Dutch Petroleum Company didirikan di Den Haag. Sejak itulah Royal Dutch Shell plc/Shell Group of Companies ada di Indonesia dalam berbagai aktivitas bisnis.
 
Gambar 2. Logo Shell Yang Berbentuk Kerang

Berkat penemuannya, pada tahun 1907, Royal Dutch, Belanda (60% saham) bergabung dengan Shell, Inggris (40% saham). Hal ini menyebabkan Royal Dutch menjadi pesaing Standard Oil.
Tahukah kawan-kawan ? Shell kini menjadi perusahaan energi utama di dunia, di samping ada Total, ExxonMobil, dan BP. Shell adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dan aktif dalam setiap bidang industri minyak dan gas, termasuk eksplorasi dan produksi juga memiliki kegiatan besar seperti energi terbarukan termasuk di biofuel, hidrogen, tenaga surya dan tenaga angin. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 90 negara yang menghasilkan produksi minyak sekitar 3,1 juta barel perhari dan memiliki 44 ribu stasiun layanan diseluruh dunia. Tahun 2011 saja pendapatan Royal Dutch Shell sebesar 378,152 juta dollar dengan keuntungan 20,127 juta dollar serta memiliki 101.000 karyawan.
Bagi Bangsa Belanda dan dunia, Royal Dutch Shell memegang peran penting untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan memasak, berkendara, dan aliran listrik. Konsumsi gas alam di Belanda hanya sekitar 2/3 dari produksinya, sedangkan sisanya diekspor. Belanda saat ini menjadi eksportir gas alam terbesar kelima di dunia. Pada tahun 2012 saja, ada sekitar 85 miliar meter kubik yang berhasil diproduksi sedangkan di Indonesia hanya sekitar 82 miliar meter kubik.

Ada yang tahu ? Ladang gas alam terbesar di Belanda dan Eropa bagian barat ternyata ada di Groningen, sebuah provinsi di bagian utara Belanda. Tanah Groningen yang cukup luas ini ternyata dulu adalah tempat kelahiran Aeilko Gans Zijker !

Gambar 3. Natural Gas Field in Groningen
Sumber : https://www.stratfor.com/analysis/netherlands-conditions-are-ripe-protest

Belanda secara bertahap mengganti seluruh kebutuhan bahan bakarnya dengan gas. Hampir setiap rumah tangga menggunakan gas alam, dan lebih dari sepuluh ribu rumah kaca serta sekitar lima ribu perusahaan mempunyai saluran gas alam. Bagi pemerintah Belanda, gas alam adalah sumber pendapatan. Negara mendapatkan keuntungan. Harga gas alam dikaitkan dengan harga minyak, dan jika harga minyak terus naik, maka naik pula pendapatan negara dari gas alam. 

Apakah ladang gas alam di Groningen pernah diterjang gempa bumi ? Bahkan sering ! Royal Netherlands Meteorological Institute mencatat, sekitar 1012 gempa telah terjadi di sana sejak tahun 1986 sampai akhir 2013. Yang paling parah adalah pada tanggal 16 Agustus 2012 sebesar 3.6 skala richter  yang merusak banyak rumah dan bangunan. Peristiwa itu menjadi pembelajaran berharga bagi Bangsa Belanda, terutama Royal Dutch Shell untuk lebih meningkatkan keselamatan. Pada awal tahun 2014 akhirnya Provinsi Groningen menerima kompensasi sebesar 1,2 miliar Euro.

Gambar 4. Connexxion Bus Berbahan Bakar Gas
Sumber : http://www.nederlandsov.nl/bussen/Connexxion/91

Berkat pengolahan gas alam yang efisien, 16,8 juta populasi penduduk di Belanda menerima manfaatnya dalam kegiatan sehari-hari, untuk aliran listrik, memasak, maupun berkendaraan yang  berbahan bakar gas seperti Arriva, Syntus, Connexxion, Breng, DB Regio, NMBS, Veolia dan DB Regionalbahn Westfalen. Kegigihan bangsa Belanda, kerja keras, serta semangatnya dalam terus berinovasi, sekalipun wilayahnya hanya memiliki luas 41.526 km2 ternyata telah member kontribusi besar untuk penyediaan energi di dunia.
Tidak hanya pada natural gas saja, inovasi negeri bunga tulip ini telah kita ketahui dari pemanfaatan panel surya, pengolahan air, kincir angin, bahkan yang baru-baru ini adalah gelombang laut ! 
Royal Dutch Shell pun kini semakin berkembang dan melebarkan sayapnya di berbagai negara sebagai eksportir minyak dan gas. Ia menjadi tanah warisan berharga Aeilko Gans Zijker untuk Bangsa Belanda dan dunia. Semangat Bangsa Belanda untuk berinovasi, berpikir kreatif dengan memanfaatkan sumber daya tanah, air, udara, dan panas inilah yang perlu untuk kita contoh. 

 
Gambar 5. Belanda yang Menyimpan Sejuta Inovasi

Masyarakat Belanda tidak ada waktu untuk mengeluh, bahkan demo di jalanan jika negaranya tertimpa masalah. Mereka berpikir di atas rata-rata, “Apa yang dapat kami kerjakan untuk mengatasinya ?” Mereka pun kemudian melakukan riset dan pemerintah akan memfasilitasinya. Belanda yang sumber daya alamnya terbatas saja  mampu, bagaimana dengan Indonesia ?

Mari renungkan quote bijak Frank Westerman ini :
“The Lord has answered our prayers and pointed us to the natural gas under our feet. But first we need to build a harbor with jetties.”
   
Referensi :

Oleh : 
Janu Muhammad (Universitas Negeri Yogyakarta)
Peserta Holland Writing Competition 2015