Ged a Widget

Sabtu, 31 Januari 2015

Lika-liku Perjalanan ke Malaysia Anak 'Ndeso'

Alhamdulillah, siang ini atas berkat rahmat Allah, saya telah tiba di negeri jiran Malaysia. Rasanya baru kemarin saya bersama keluarga di rumah. Rasanya baru kemarin ada mas Wildan, tamu Mapres Undip yang menginap di rumah. Rasanya juga baru kemarin saya mendapat pengalaman homestay di Australia. Waktu begitu cepat hingga Allah memberikan kesempatan ini.

Baik, sebelum banyak yang pertanya mengapa tiba-tiba anak 'ndeso' ini ke Malaysia akan saya ceritakan latar belakangnya. Beberapa waktu ini saya tidak dapat lepas dari aktivitas kuliah akhir (skripsi) dan aktivitas di GMB (Gerakan Mari Berbagi) yang juka saya ceritakan perjalanannya akan sangat panjang. Sahabat dapat membuka blog saya di www.muhammadjanu.blogspot.com . Sekitar 2 bulan yang lalu saya mengetahui kalau akan ada kegiatan ASEAN University Youth Summit yang intinya bertujuan untuk memberi kesempatan pemuda-pemudi ASEAN bertemu dan berdialog khususnya berkaitan dengan kegiatan youth volunteerism, kegiatan sosial masyarakat. Selengkapnya ada di www.aseanyouths.net . Saya tertarik untuk mengikuti kegiatan ini karena passion saya memang di pendidikan, riset sosial, dan kegiatan berbau relawan sosial. Ini tidak lain juga sedikit keseharian saya di GMB dan Omah Baca Karung Goni.


By the way, pertanyaan selanjutnya dalah : bagaimana prosedur daftarnya hingga menjadi peserta dan berangkat ? Sebenarnya ini pertanyaan yang umum ditanyakan teman-teman. Bagaimana tiket pesawatnya ? Biaya registrasi ? Alhamdulillah, saya ada rezeki yang memang dari Allah. Secara spesifik saya tidak dapat menyebutkan. Di mana ada usaha, Allah akan membukakan jalan.

Sebenarnya ada alasan lain mengapa saya ingin menghadiri kegiatan ini : ilmu, networking, pengalaman, dan tentunya silaturahmi. Jujur, saya sangat mengharapkan perjumpaan saya dengan sahabat lama yang sudah terpisah 6 tahun. Semoga tanggal 30 Januari bisa ketemu di Kuala Lumpur. Baik, setelah persiapan fix, mulai dari mental dan material, alhamdulillah kemarin Minggu jam 11.45 WIB dari bandara Adisutjibto Yogyakarta saya berangkat. Nah, ini dia lika-liku mulai ada. Ketika di bandara saya tidak lepas dari sifat 'ndeso' saya. Di sana itu saya mau bayar airport tax saja sampai lupa. Alhasil ya meskipun datang awal untuk check ini malah bayar tax belakangan.


Ketika mau naik pesawat AA, saya jalan menuju pesawat nan megah dan besar, maklum baru 3x ini naik pesawat sehingga bayangan naik pesawat itu masih terkesan 'wah'. Sampai di pesawat saya dapat tempat duduk tengah, di antara 2 bapak-bapak. Eh, pesawat mau lepas landas malah pengin ke belakang (toilet). Saya pun terpaksa menahan sampai tiba di Kuala Lumpur, entah mengapa saya saat itu enggan untuk pindah tempat.

Setibanya di Kuala Lumpur, astaghfirullah...ternyata barang bawaan saya cukup berat. Baru terasa pas mau sholat di mushola saya harus membawanya ke sana-sini, bahkan ke kamar mandi pun saya bawa. Kuala Lumpu International Airport memang bandaranya cukup ramai, tapi masih ramai Soeta. Setelah sholat, saya kemudian mencari 2 teman saya yaitu May dan Shinta, mereka juga dari UNY. Setelah sekian lama mencari akhirnya kami ketemu di dekat loket skybus. Gembirany bukan kepalang karena ketemu tema sekampus. Kami akhirnya naik bis menuju KL Central. Nah, di KL Central ini banyak kejadian memalukan dan memilukan. Kami berulang kali salah alamat, maksudnya salah tempat, salah lift, salah lantai, dan masih banyak kesalahan mencari jalan. Saking ribetnya dan bawaan koper cukup berat, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang. Setelah sekian lama hunting makan, akhirnya masuk ke warung penyet. Alhamdulillah, akhirnya bisa makan juga. Setalah makan, kami pun menuju stasiun kereta, menunggu kereta ke Arau Station. Ngantuk berat, kaki mulai lelah, tetap semangat masih membara untuk segera sampai ke Universiti Utara Malaysia. Jam 10 malam kami berangkat naik kereta. Dengan 23 ringgit kami naik kereta, perjalanan cukup panjang sampai jam 8 pagi. Sebenarnya di kereta juga sifat 'ndeso' saya asih kelihatan. Ketika membuka pintu kereta saja bingung, sudah berusaha sekuat tenaga eh ternyata tinggal pencet tombol. Sampai-sampai malu dengan penumpang lain, maafkan sayaaa...

Pagi ini sekitar Pkl 8.00 sampai di Arau Station. Kami dijemput panitia dan langsung menuju registrasi menggunakan bus. Setelah registrasi kami diberi kunci kamar untuk tidur di asarama putra. Ketika masuk kamar dan menata ruangan saya pun tidak tahu bahwa ternyata kain sprei terselip di belakang bantal. Ternyata belum terpasang dan saya baru sadar ketika mengunjungi kamar teman-teman di lantai 3... Memang ya sifat 'ndeso' tidak bisa lepas dari anak penjual cabe ini :3 Tapi alhamdulillah jadi berkesan...

Cerita bersambung segera ya, ini baru akan dimulai acaranya :)

Malaysia, 26 Januari 2015

Janu

Kamis, 08 Januari 2015

INSPIRASI GEOGRAFI UNY 2011

Ini hanya sebuah catatan sederhana, kenangan sehari itu bersama keluargaku geografi 2011. Tidak ada maksud apapun kecuali hanya sekadar menulis untuk berbagi motivasi.

Selasa, 6 Januari 2015 menjadi hari penuh kenangan bagi saya dan teman-teman. Jadi ceritanya hari itu kami akan ujian mata kuliah Seminar Geografi. Ya, sepertinya ini adalah ujian terakhir kami yang secara serentak. Berhubung semua sudah angkatan tua maksud saya angkatan ke sekian... Tentu hari itu menjadi waktu terakhir kami ujian bersama, setelah itu pasti sudah tersebar entah ada yang skripsi atau kerja, atau kegiatan lainnya. tepat Pkl 13.00 di ruang G.01.213, ruang yang penuh memori, kami ujian. Ruang ini menyimpan cerita perjalanan P.GEOGRAFI UNY 2011, mulai dari saat-saat kuliah, presentasi, rapat kelas, mainan di kelas, ketemu dosen baik ataupun dosen killer, dan lain sebagainya, suatu saat ruangan ini akan kami rindukan, percaya deh.


Ini adalah kartu ujian saya yang semester ini hanya ambil 8 SKS, 2 SKS untuk seminar dan 6 SKS untuk Tugas Akhir Skripsi. Seperti biasanya, foto yang saya pasang ya yang ini lagi, ini foto sekitar semester 1 (masih fresh dari oven). Ujian pun dimulai, soalnya cukup mudah karena saya sudah belajar. Alhamdulillah...

Sekitar Pkl 14.00 saya keluar kelas karena sudah selesai sebelum waktu ujian berakhir, dari pada melakukan yang tidak-tidak. Yes, selesai. Lembar jawaban saya kumpulkan ke depan. Sambil berdoa semoga dapat nilai A bulan, aamiin ya Allah... Yang penting jujur yaaaa :) Setelah itu kami satu angkatan ke ruang Ki Hajar dewantara untuk...
FOTO BERSAMA. yei! Iya, kami akan foto angkatan, mumpung lengkap orangnya, kecuali Irma yang sudah menikah itu karena harus kembali ketemu adik bayinya.


Wajah-wajah ini adalah GEOGRAF MUDA 2011, banyak orang hebat yang menginspirasi saya. Alhamdulillah, angkatan kami melahirkan berbagai tokoh di kampus dan masyarakat. Ada Jaya Hardika yang jadi Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial UNY, ada Rumi Khusnandari yang baru saja PPL 3 bulan di Singapura, ada Pebri Nurhayati yang tahun 2014 kemarin menyabet gelar MAHASISWA BERPRESTASI 1 UNY, dia sudah ke Inggris, Jepang, Turki, Filipina, Dubai, dan berbagai wilayah yang sudah dijelajahi. Ada juga penggila naik gunung seperti Surya, Wisnu, Ali, Iqbal, Bowenk, dll. Ada juga atlet UNY seperti Adang yang sering dikirim lomba pencak silat. Ada juga yang sudah nikah, Irma Suci Amalia yang menjadi ibu muda. Teman-teman yang lain pun banyak yang sibuk di organisasinya, atau di kampungnya. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi adik-adik angkatan 2012, 2013, dan 2014 agar lebih baik. Semoga juga ini adalah amal ibadah bapak ibu dosen yang telah membimbing kami. Saya punya mimpi kalau jurusan geografi ke depannya akan membuka kelas internasional insyaAllah...

Totalnya ada 86 mahasiswa. Kebanyakan orang-orang di atas dari luar lho, Palembang, Kebumen, daerah ngapak lainnya, ada juga dari Medan, Lampung, Kalimantan, dan berbagai provinsi di Indonesia. Kalau dulu pas semester 1 biasanya malu-malu mau kenalan. Biasanya pakai bahasa Indonesia meskipun medhok. Lama-lama jadi kenal satu sama lain dan akhirnya setelah akrab jadi keluar deh aslinya. Yang dari Kebumen, Banyumas, Purbalingga pada pake ngapak, lah saya nggak paham lah yaw. Yang dari Palembang seperti Aziz, Dani, Bundo, dkk pakai bahasa daerah, yah saya ngga paham kali.... Yasudah, saya pake bahasa Jawa aja dari Jogja yang lembut mendayu-dayu :p Kami beragam bahasa dan suku, sehingga ibarat pelangi hehe. Namun tetap satu karena ada Bahasa Indonesia. 

Yang ini foto kelasku, kelas A, kelasnya yang dulu masuk lewat jalur prestasi undangan dan SNMPTN tertulis. Ada 46 mahasiswa, 17 di antaranya laki-laki dan sisaanya perempuan. Sebenarnya ada 1 yang di antara keduanya sebut saja...hush ngawur.

Dari kiri ke kanan baris 1 ada Adang, Difa, Gilang, Iqbal, Ali, Arif, Rohmad, Rijal, Wisnu.. Baruis 2 ada Janu, Dani, Aziz, Imam, Anggoro, Lulut, Surya, dan Feri. Nah, yang ini adalah boyband kelas A yang cakep-cakep euy....semoga cakep juga imannya. Rata-rata sih masing jomblo :p Ngga penting, yang penting besok segera wisuda....iya nggak gaes ???


Setelah puas foto-foto kami jam 16.30 ke rumah makan depan FIS untuk syukuran, makan bersama. Yah, inilah moment yang romantis untuk bersenda gurau bersama teman-teman seangkatan. Sekitar 86 mahasiswa di sini, memenuhi ruangan. Ada juga dek Maulana Azka (2014) fotografer muda, terimakasih ya dek. Syukuran ini memakai dana kas angkatan, saldo dari praktik lapangan. Ini bonusnya, selama ini kami tidak pernah pakai event organizer, kami membuat panitia sendiri sehingga dapat diatur langsung oleh mahasiswa. Ini hasil kekompakan yang selalu terjaga di angkatan kami.

Banyak moment yang sebenarnya pengin saya ceritakan, karena akan tiba saat dimana masing-masing dari kita menghabiskan waktu di depan laptop, bertemu dosen pembimbing, mengejar deadline revisian, ke perpustakaan, atau ambil data lapangan. Kita akan jarang bertemu, semoga bertemu di wisuda nanti ya. Tahun 2015 kita insyaAllah wisuda di GOR UNY. Setelah itu mohon doanya agar saya merantau, ingin sekali keluar dari Yogyakarta, dalam rangka mencari ilmu tentunya. Aamiin.... terimakasih keluargaku Pendidikan Geografi UNY 2011 ;-)Semoga adik-adik kita jauh lebih hebat dan memberikan banyak lagi PRESTASI, KONTRIBUSI, dan KARYA. Menuju International Geography Education :D

Banyak moment berkesan bersama kalian GEOGRAFI 2011,
Orang-orang hebat yang nantinya akan menjadi GEOGRAF,
Orang-orang yang akan menjadi pemimpin masa depan,
Tetap jaga keluarga ini, tetap bersatu menjaga bumi...
Sampai bertemu di puncak kesuksesan,
Sampai bertemu di wisuda nanti...insyaAllah
Dan besiaplah mendidik generasi terbaik Indonesia
Salam GEOGRAFI !

Janu punya mimpi merantau ke negara dengan bendera merah putih biru itu :) aamiin

Untukmu Mamak dan Bapak



Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan nikmat sehat dan waktu luang sehingga pada pagi Subuh yang penuh berkah ini saya dapat memulai aktivitas menulis. Ya, menulisa adalah salah satu cara saya untuk berbagi, salah satu hobi yang sejak lama saya lakukan, entah tulisan apapun itu yang sekiranya akan bermanfaat pasti saya tulis.

Ba’da tahmid, semoga shalawat serta salam senantiasa tersamoaikan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam..suri teladan bagi umat manusia sampai akhir zaman.

Hari Rabu, 7 Januari 2015 kemarin adalah salah satu moment bahagia saya. Hari kemarin saya genap berusia 22 tahun, usia yang berada pada masa transisi antara remaja dan menuju dewasa. Ada yang mengatakan bahwa “Tua itu pasti dan dewasa itu pilihan” dapat saya sepakati ada juga yang benar dari pernyataan itu. Kecenderuangan seseorang dapat dikatakan dewasa itu relative. Bisa jadi secara fisik dia sudah dapat dikatakan dewasa, bisa jadi pula pemikirannya masih selevel anak sekolahan. Yang diharapkan dewasa ini adalah dari segi spiritualitas dan mentalitas. Sebuah rasa tanggung jawab yang telah dimiliki ketika mendapat amanah, sebuah sikap yangmencerminkan keteladanan, sebuah etika bicara dan sopan santun yang mencirikan bahwa seseorang itu telah dianggap dewasa. Orang lain yang akan menilai, bukan diri kita. Saya tidak bisa mengatakan secara subjektif bahwa saya sudah dewasa atau belum.


Beranjak dari definisi dewasa, ada sebuah hal penting yang menjadi peran seorang anak kepada orang tua mereka. Rasulullah telah mencontohkan bahwa kewajiban utama adalah birrul walidain atau hormat dan patuh terhadap orang tua. Ya, terutama kepada ibu yang selama 9 bulan mengandung kita, kepada bapak (ayah) juga yang selama ini berjuang menafkahi keluarga.

Alhamdulillah, terimakasih Ya Rabb, Engkau telah memberikan kedua orang tua hebat kepada saya. Mereka tak henti-hentinya berjuang demi putra-putrinya ini. Satu hal penting yang kami dapatkan dari sosok mamak dan bapak adalah keteladanan dalam memberikan pendidikan agama, akhlak, dan pendidikan umum sebaik mungkin. Meski beliau tidak menamatkan SD, beliau menginginkan kami untuk sekolah setinggi-tingginya sampai jadi professor dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Ketika mamak dan bapak bekerja di pasar, ada sebuah amanah besar untuk saya dan adik. Bahka kerja keras mereka telah merasuki diri ini untuk senantiasa semangat berjuang menggapai mimpi yang diinginkan. Semoga langkah-langkah ke depan akan dibukakan pintu kebaikan oleh Allah untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Seuah persembahan ini teruntuk mamak dan bapak tercinta. Semoga Allah senantiasa memberikan usia yang barokah dan bermanfaat. Masih ada sebuah impian besar agar kita dapat memenuhi panggilan illahi ke tanah suci, insyaAllah suatu saat nanti…

Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhumakama robbayaanishaghiro…

Senin, 05 Januari 2015

Bukan Akhir Pertemuan

Masih teringat kegiatan hari Minggu, 4 Januari 2015 kemarin. Sekitar Pkl 08.30 WIB saya sampai kampus UNY untuk bertemu keluarga besar UKMF Penelitian SCREEN. Hmm, ya hari ini ada kabar bahwa akan diadakan rapat besar terakhir kali untuk kepengurusan  2014. Tidak terasa, sudah hampir 3 tahun saya di organisasi ini, bukan waktu singkat. 

Waktu yang kini menjawab, Allah telah mempertemukan saya dengan organisasi hebat ini. Ya, di sinilah saya tumbuh, di sinilah saya mendapatkan bagian perjalanan hidup di bangku kuliah. Masih teringat di benak, dulu kali pertama mengetuk pintu SCREEN dan bertanya kepada mbak-mabk, "Mbak, saya ingin sekali main ke SCREEN, biar jadi pinter dan bisa nulis.." itu kalimat polos saya sewaktu registrasi OSPEK dan mampir ke sekretariat SCREEN. 

UKMF Penelitian SCREEN 2014/2015 dan Peserta Magang
Hingga akhirnya saya pun mendaftar sebagai peserta Student Development Program bidang Penelitian. Ya, secara jujur saya dulu belum puas sewaktu ditugasi menjadi Ketua Kelompok Ilmiah Remaja di SMA N 2 Yogyakarta baru satu tahun. Sejak saat itu saya persiapan matang agar sewaktu kuliah dapat mengembangkan penelitian lebih mendalam.

Tahun pertama di SCREEN sebagai stad bidang Pengembangan Penalaran dan Studi Ilmiah (PPSI). Katanya bidang ini yang melahirkan orang-orang hebat SCREEN, bahkan akhirnya banyak yang menjadi ketua organisasi di luar SCREEN, sebut saja mas Khaidir yang menjadi ketua Ikatan mahasiswa Geografi Indonesia, ada juga mas Wahyudi Iman Satria ketua BEM KM UNY 2013, dan masih banyak lagi.

Tahun kedua saya diamanahi sebagai kepala bidang PPSI, menggantikan mbak Putri Wulan Sari. Entah apa yang membuat saya terpilih. Nah. pada tahun ketiga ini yang amanahnya lebih berat, menjadi pelayan umumnya SCREEN.

Pengurus Harian dan Pengurus Inti

Terimakasih SCREEN, rapat kemarin bukanlah akhir dari pertemuan kita. Semoga besok-besok ada waktu untuk nulis semua tentang SCREEN ya.....
insyaAllah akalau sudah luang :3

Percayalah, ini bukan akhir pertemuan
Ini adalah awal sebuah pejalanan
Ini hanya waktu yang kian mendekat
Untuk sebuah regenerasi yang lebih hebat

Kita bahu membahu saling menguatkan
Belajar bersama menorehkan sebuah tulisan
Semoga langkah kaki ini semakin kuat menopang
Menelusuri bagian tempat lain yang lebih menantang

Terimakasih atas ilmu yang diberikan
Terimakasih atas kekeluargaan yang terbangun
Terucap doa agar kalian lebih hebat
Terucap doa agar kalian lebih bermanfaat
Terucap pinta maaf dari lubuk hati yang paling dalam
Tetap berkarya, menulis tiada akhir untuk-Nya

(Janu_2015)

Jumat, 02 Januari 2015

Memaknai Tahun Baru

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan nikmat-Nya, menjadikan siang berganti malam, dan memberikan hujan pada pagi hari ini. Semoga shalawat serta salam tetap tercurah kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam sebagai sebaik-baik suri teladan bagi umat. 

Sebagai seorang muslim, pada setiap pergantian waktu akan sangat berharga jika dimaknai sebagai sebuah refleksi, introspeksi, atau perenungan. Tentu ada pelajaran yang dapat diambil dari perjelanan sebelumnya. Termasuk saaat-saat tahun baru seperti ini.

"Bukanlah inti masalah ada pada kapan tahun baru usai dan menjelang, akan tetapi yang menjadi inti masalah adalah dengan apa kita dahulu mengisi tahun yang telah berlalu itu dan bagaimana kita akan hiasi tahun yang akan datang."
 

Dalam menyongsong tahun baru (Hijriyyah), seorang mukmin adalah sosok insan yang suka tafakkur (berpikir) dan tadzakkur (merenung)”. Berikut saya share dari website muslim.or.id bagaimana seharusnya seorang muslim memaknai tahun baru :

Tafakkur (berpikir) yang pertama, yaitu tafakkur hisab (intropeksi)

Dia memikirkan dan menghitung-hitung amalannya di tahun yang telah silam, lalu dia teringat (tadzakkur) akan dosa-dosanya, hingga hatinya menyesal, lisannya pun beristighfar memohon ampun kepada Rabbnya.

Tafakkur yang kedua, yaitu tafakkur isti’daad (persiapan)

Dia mempersiapkan ketaatan pada hari-harinya yang menjelang, sembari memohon pertolongan kepada Tuhannya,agar bisa mempersembahkan ibadah yang terindah kepada Sang Penciptanya, terdorong mengamalkan prinsip hidupnya yang terdapat dalam ayat,
{إياك نعبد وإياك نستعين }
“Hanya kepada-Mulah, kami beribadah dan hanya kepada-Mulah kami menyembah”.
(Olah artikel Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili, dalam halaman web http://www.al-rehaili.net/rehaili/index.php?page=article&action=article&article=23).

Bukankah hidup ini hakikatnya adalah perjalanan?

Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كلّ الناسِ يغدو؛ فبائعٌ نَفسَه فمُعتِقها أو موبِقها
“Setiap hari, semua orang melanjutkan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya. Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya” (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Tujuan hidup seorang Muslim

Sesungguhnya seorang Muslim, ketika meniti perjalanan hidupnya memiliki tujuan. Ia melakukan perjalanan hidupnya agar dapat mengenal siapa Allah. Dengan mengetahui nama, sifat, dan perbuatan-Nya. Inilah tujuan perjalanan hidup yang pertama ma’rifatullah (dalilnya: QS.Ath-Thalaaq: 12). Kemudian dia iringi  ma’rifatullah itu dengan ‘Ibadatullah (beribadah dan ta’at kepada Allah). Dan inilah tujuan perjalanan hidup yang kedua bagi seorang Muslim, yaitu agar dia bisa beribadah hanya kepada-Nya saja dengan benar (dalilnya QS.Adz-Dzaariyaat : 56), ia persembahkan jiwa raganya untuk Allah.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
(162) “Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
(163) “Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS. Al-An’aam:162-163).

Akhir perjalanan hidup seorang Muslim

Demikianlah kehidupan seorang Muslim terus melakukan perjalanan hidup, berpindah dari satu bentuk ibadah ke bentuk ibadah yang lainnya, baik dengan ibadah lahiriyah, hati, maupun keduanya, tanpa henti-hentinya.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu sesuatu yang diyakini (ajal)” (QS. Al-Hijr: 99).
Adapun akhir perjalanan adalah surga, di dalamnyalah tempat peristirahatan muslim yang abadi, istirahat dari letihnya perjalanan sewaktu di dunia dahulu, menikmati kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati manusia.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS.Ali ‘Imran : 133).
Lebih dari itu, ia akan merasakan kenikmatan tertinggi, yaitu bisa melihat wajah Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya” (QS.Qaaf : 35). (Olah dari artikel Syaikh Abdur Razzaq, dalam halaman web http://al-badr.net/detail/OYHpkq7Dav5t).

 https://ahmadnasikun.files.wordpress.com/2012/11/sholat.png

Ironis

Negara kita yang tercinta ini, dengan penduduk yang mayoritas kaum muslimin, yang seharusnya memiliki prinsip dan sikap seperti apa yang telah disebutkan di atas ternyata setiap malam tahun baru masehi, di setiap kota besar khususnya, marak bermunculan acara-acara besar untuk merayakan tahun baru tersebut. Dan jujur kita katakan, bahwa barangkali tidak ada satu pun dari acara-acara tersebut yang terbebas dari kemaksiatan. Bahkan, mungkin Anda bergumam Bukan hanya maksiat, tapi juga menelan dana yang besar.
Coba renungkan, berapa puluh milyar anggaran yang dikeluarkan untuk menyambut tahun baru di ibu kota negara maupun kota-kota provinsi? Dengan biaya itulah, ratusan panggung “hiburan” di berbagai penjuru kota-kota besar justru difasilitasi secara resmi dengan segala hingar bingarnya yang didukung dengan besarnya dana. Uang pun dihambur-hamburkan untuk menghiasi jalan-jalan kota, “pesta” terompet, mercon, dan kembang api.

Berbagai bentuk kemaksiatan pun dapat mudah ditemukan di banyak tempat, bukan hanya di tengah kota, jalan besar, taman kota, hotel, dan kafe. Sampai-sampai di sebagian lapangan desa dan jalan kampung pun, tidak jarang kemaksiatan mudah ditemukan di malam tahun baru masehi itu.
Pertanyaannya:
Kapan kemaksiatan-kemaksiatan itu dan pemborosan tersebut terjadi?
“Hanya di satu malam saja.”
Dimana terjadinya ?
“Di negara kaum muslimin ini.”
Padahal kemaksiatan hakikatnya adalah musibah yang menimpa agama seorang muslim, sedangkan pemborosan uang adalah musibah yang menimpa dunianya. Kita berlindung kepada Allah dari terkena musibah yang menimpa agama dan dunia kita, amiin.
Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukkasyah
 www.muslim.or.id

Kamis, 01 Januari 2015

Beberapa Impian Janu Pada Tahun 2015

Bismillah, 1 Januari 2015 ini Allah masih memberikan nikmat-Nya. Bulan ini akan sangat menentukan perjalanan 1 tahun ke depan, di mana setiap orang akan menulis sebuah resolusi atau target-target apa yang akan dilakukan selama satu tahun. 

Januari, bulan yang saya nanti, di mana saya lahir di bulan ini, di mana semua orang menyusun semangat baru dalam meraih impian. Hari ini pun sangat mengawali tahun 2015 dengan sebuah rutinitas seperti biasanya. Tidak ada perayaan istimewa di keluarga kami. Kami memulai aktivitas untuk mencari rezeki di Pasar Sleman, saya membantu mamak dan bapak jualan sayuran. Ya, tidak ada yang istimewa kan ? Namun bagi saya mengawali tahun dengan berbuat baik kepada orang tua insyaAllah menjadi amal ibadah. Bukan kah orang tua lah yang harus kita beri perhatian ? Bukan merayakan tahun baru dengan hura-hura, main petasan yang itu semua adalah menyerupai perbuatan setan karena 'boros'. 


Jika pada tahun sebelumnya ada banyak sekali resolusi, tahun ini saya akan lebih fokus pada beberapa mimpi besar yaitu :

Bulan Januari : SKRIPSI dan ujian, semoga bisa diizinkan Yudisium Februari.
Februari : Target WISUDA dengan IPK Cumlaude, jika belum rejeki ya ditunda bulan Mei. Saya berharap sekali bisa wisuda Februari Ya Rabb...

Maret-April-Mei : Kursus Bahasa Inggris-Tes IELTS-Apply Utrecht University-Pendaftaran beasiswa LPDP
My biggest dream 2015...dengan LPDP insyaAllah

Untuk bulan-bulan selanjutnya semoga diberikan yang terbaik oleh Allah. Saya masih berdoa semoga mendapat hasil terbaik pada seleksi Muslim Exchange Program ke Australia, YSEALI (SUSI 2015) ke USA, AUYS di Malaysia. Mohon doanya sahabat, semoga ikhtiar saya mendapat jawaban terbaik dari Allah.

Kemarin malam dapat amanah baru, terpilih menjadi Student Volunteer pembuatan Buku Ilmuwan Indonesia yang Mendunia. Alhamdulillah, selangkah lagi bisa bertemu para ilmuwan Indonesia, cita-cita saya sejak kecil. Seleksinya ketat sekali, aplikasi dan wawancara. Pengalaman pertama bisa wawancara via skype hampir 1 jam lamanya.
Memulai amanah di SV I-4

Ada rencana pada bulan Mei menerima tamu dari para pelajar Nanyang Technological University yang akan mengadakan bakti sosial di Omah Baca Karung Goni, insyaAllah...

Project lainnya adalah Atlas Beasiswa, Buku GMB, buku pribadi saya, dan tentunya buku Ilmuwan Indonesia Internasional.

Bulan ini juga saya akan melepas kepengurusan di UKMF Penelitian SCREEN :( Sudah 3 tahun dibesarkan di organisasi ini, banyak cerita dan kenangan yang telah membentuk kepribadian saya.

Ternyata amanah di organisasi belum berakhir, masih ada beberapa amanah seperti di bawah ini yang pada intinya menjadi media untuk saya belajar berorganisai, menulis, meneliti, dan membuka jaringan internasional insyaAllah. Percayalah, amanah-amanah ini jika dilaksanakan dengan ikhlas akan memberikan manfaat untuk masa depan. 
Staf Akademik APYO

Campus Representative ISJ
Volunteer dan Alumni GMB

Allah yang akan membimbing jalan hidup ini, Allah yang akan menunjukkan jalan terbaik. Usaha maksimal dan melaksanakan segala perintah-Nya sebaik mungkin, ditambah Dhuha, Tahajud, tilawah, dan puasa sunnah insyaAllah menjadi penyejuk rohani agar hati tetap kuat dalam berjuang menjemput mimpi. Bismillah, Man Jadda Wajada !

 "Tidak Ada Mimpi yang Terlalu Tinggi, Hanya Perlu Melebihkan Usaha dan Doa"


STAY FOCUSED TO STUDY IN HOLLAND :)

 

 Master of Human Geography and Planning, Faculty of Geosciences, Utrecht University 2015 insyaAllah...