Ged a Widget

Kamis, 05 November 2015

Sebuah Perjalanan di Young Leaders for Indonesia



Rezeki memang sudah Allah yang mengatur, 
tinggal sejauh mana kita mau berusaha dan berdoa.

Atas permintaan beberapa sahabat, termasuk adik tingkat yang ingin saya menuliskan pengalaman selama mengikuti YLI. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk teman-teman ya.

 YLI Wave 7

Rezeki, siapa yang tahu kapan datangnya ? Kita tidak pernah tahu, sudah Allah yang mengatur. Yang dapat kita lakukan adalah menjemput rezeki dengan usaha dan doa. Seperti perjalanan saya di Young Leaders for Indonesia (YLI) ini. Tahun 2014 saya pernah mendaftar dan qadarullah belum diterima. Akhirnya saya mengevaluasi diri, dari esai dan CV yang saya kirimkan. Tahun 2015 saya kembali mendaftar, setelah mengikuti road show nya di UGM. Di sana saya bertemu dengan Mas Ghufron, Mas Brata, dan Mbak Putri. Saya duduk di kursi paling depan agar bisa melihat dan mendengar jelas. Materi presentasi siang itu seputar YLI, tips membuat esai dan CV untuk mendaftar YLI. Yang unik adalah, dari sekian ratus peserta yang hadir, hanya sebagian kecil dari UNY. Alumni YLI pun belum pernah ada dari UNY.

Setelah cukup yakin dengan esai kepemimpinan yang dibuat, saya konsultasikan ke Hani Ramadhan (ITS) dan Anggi (UNNES). Mereka kawan baik saya, alumni YLI wave 6. Setelah selesai revisi, saya pun dengan hati-hati dan seksama mendaftar YLI. Terkirim, dan menunggu panggilan beberapa hari (jka lolos). Pada suatu ketika saya sedang nyinom (pelayan di sebuah hajatan) dengan teman-teman pemuda, baru di dapur untuk mengambil snack. Tiba-tiba ada telpon dari Jakarta, dan ternyata itu Putri. Saya interview sekitar 16 menit, tidak lama memang. Interview singkat itu bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi kandidiat. Seperti wawancara pada umumnya, Putri menanyakan tentang aplikasi saya, kegiatan saat ini apa, rencana ke depan apa, ekspektasi ikuti YLI apa, dan bagaimana peran selepas ikut YLI. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar karena saya bicara apa adanya. 


Firman, my best brother since 2009


Tak disangka, Allah memberikan kesempatan itu. Saya mendapatkan email bahwa saya masuk top 60 participants, dari sekitar 1.300an yang mendaftar. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? Selang beberapa hari nama saya masuk official website www.yli.or.id . Sungguh, ini adalah kesempatan berharga, akan menjadi generasi ke-7 di Young Leaders for Indonesia yang didukung penuh oleh McKinsey&Company, sebuah perusahaan konsultan terbesar di Amerika Serikat. Selama 6 bulan, dari Mei-November 2015 kami akan mendapatkan training kepemimpinan selama 3 kali forum dengan beasiswa senilai 1.500 USD (silakan bisa dikonversi ke rupiah). Beasiswa ini tidak dapat dicairkan secara cash, melainkan include biaya tiket pesawat, hotel, meal, dan forum itu sendiri. 

Seorang pemuda desa seperti saya, merupakan mahasiswa UNY pertama yang membuka pintu di YLI. Saya berharap ini adalah langkah awal agar teman-teman di UNY dapat mengikuti jejak saya di angkatan selanjutnya. Baiklah hampir lupa, yang dicari YLI itu memang mereka yang secara akademik dan non akademik memiliki track record outstanding. Kalau saya mah, ini namanya rezeki, saya hanya pemuda desa yang ketiban durian runtuh, hehe. Apalagi jika terpilih sebagai mahasiswa berprestasi atau pernah mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional, atau punya project sosial yang dampaknya sudah meluas, itu menjadi beberapa kunci saktinya. 

Sekarang, mari kita mulai masuk ke Forum 1.

 50 shades of YLI

Welcome !
“The Young Leaders for Indonesia Foundation is very excited to have you joining the 2015 YLI National Program. You have been selected based on your excellent academic and leadership credentials, and we greatly look forward to working together with you to further your potentials. This is the first out of three forums that you will attend over the next 6 months. As a group, we hope that you will learn from each other as much as you will learn from the program. A critical element in the leadership development is the willingness to take ownership of personal development needs. As your coach and mentor, we are proud to be your thought partners as you embark on your journey to become leaders. However, it is important to understand that the benefits you will gain in this program directly correlates to how much effort you put in. We hope that you will take a full advantage of the learning and interactions with the faculty during the next 6 months to achieve your personal development goals and enhance your leadership skill, by proactively participating in the forum and field work that we will shape together. We hope to collaborate with you to ‘Unleash Indonesia’s potential’ in the coming decade.”

Ini adalah kata pengantar dari Tuty Collyer, Head of YLI Foundation. Beberapa kata yang menjadi poin penting di atas adalah leadership, personal development, dan unleash Indonesia. Tiga aspek ini yang menurut saya adalah representative dari apa yang menjadi goals nya YLI.

Forum 1 terlaksana pada tanggal 23-24 Mei 2015 di Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan. Kami dari Jogja ada 10 peserta, 8 dari UGM, 1 dari UNY, dan 1 dari STTN. Pengalaman tak terlupakan saat pertama kali jumpa dengan delegasi Jogja di Adisutjibto adalah hampir ketinggalan pesawat, kami mendapat last call. Sontak, kami berlari menuju pesawat. Sebab utamanya adalah saking akrabnya sesi perkenalan sehingga lupa waktu. Setiba di Grand Kemang, kami melakukan registrasi ulang, dan mulai berkenalan satu sama lain. Saya menjumpai 59 pemuda-pemudi hebat dari berbagai kampus, berbagai keahlian. Secara umum, Forum 1 ini adalah Lead to Self, memimpin diri sendiri. Dari dua hari kami mendapat materi seputar DSPA, Defining Personal Leadrship Project, inspiring session bersama Mas Hadi Wenas, Centered Leadership Overview. Meaning-Framing-Energizing, Engaging and Connecting with Support Network, sharing session with Butet Manurung, dan sign off PLP. Intinya, forum 1 ini membawa kami untuk mengetahui siapa kita, potensi yang ada dan membangun network. Di akhir forum 1, kami merumuskan Personal Leadership Project (PLP) yang akan kami laksanakan antara Forum 1 dan Forum 2.

Forum 1 usai, saatnya mengimplementasikan PLP di masyarakat. Saya tidak membuat project baru, melainkan mengembangkan yang sudah ada. Sejak 19 Januari 2014 saya dan teman-teman di Ikatan Remaja Ngemplak telah beraktivitas di Omah Baca Karung Goni. Komitmen yang saya miliki adalah perpustakaan ini dapat berkembang. Melalui PLP ini, saya mengembangkannya menjadi Karung Goni Learning Center (KGLC), sebuah pusat pembelajaran terpadu yang meliputi library service, non formal education, dan youth empowerment. Banyak tantangan yang saya hadapi dalam PLP ini, yang membawa saya pada sebuah kondisi dimana harus membuka-buka catatan dari Forum 1 ketika menghadapi hectic moment. Saya yakin ini bagian dari perjalanan yang harus saya alami. Selama dua bulan berjalan, akhirnya pada awal Agustus 2015 kami kembali dipertemukan di Forum 2.
Forum 2 berlangsung dari tanggal 8-9 Agustus 2015, masih di Grand Kemang. Ada yang istimewa di Forum 2 ini karena….ada presentasi PLP ! Ya, saatnya memaparkan perjalanan kepemimpinan selama 2 bulan menjalankan PLP. Jadi tiap peserta membawa print our poster A2 lalu ditempel di papan. Kami diberi waktu maksimal 5 menit untuk presentasi. Benar-benar pengalaman baru deh. Di Forum 2 ini ada beberapa tamu istimewa yang hadir, seperti Ibu Veronica Colondam (Founder & CEO of YCAB), Bapak Gunawan Susanto (Direktur IBM Indonesia), dan Bapak Budi Sadikin (CEO of Bank Mandiri). Disini juga ada sesi presenting with impact, team building exercise, YLI product innovation, awards night, MBTI & High Performing Team, Providing & Receiving Feedback and Conflict Management, Influencing Others, dan tentunya Breakthrough Leadership Project (BLP). Semuanya terangkum dalam Lead Team, memimpin kelompok. Pada sesi awards night, saya menerima apresiasi sebagai Best Personal Leadership Project YLI Wave 7, sebuah pengalaman yang mengesankan. Pada forum 2 pula, kami dibagi-bagi menjadi 12 kelompok yang akan magang di berbagai perusahaan. Saya, Jadug, Azira, Qorry, dan Kevin satu kelompok untuk magang di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud). I’m so honored to be a part of these team ! Dengan coach kak Rain dari YLI dan Mas Nanda dari Turun Tangan.

 Kemdikbud Team

BLP Kemdikbud adalah School Reform Project, di mana kami akan melakukan survey di sekolah-sekolah area Sleman Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta Selatan. School Reform Project ini bertujuan untuk mengetahui peringkat sekolah melalui riset yang kami lakukan kepada siswa dan orang tua. Harapannya akan ada ranking sekolah melalui indikator-indikator yang ada dalam kuesioner. Target kami 20 sekolah, namun pada akhirnya tercapai 13 sekolah dengan 1.051 responden. Saya apresiasi dengan kekompakan tim, meski kami terpisah di 4 kota berbeda. Saat-saat meeting via skype dan call conference itu yang akan kami rindukan, huhu. Saya sebagai team leaders menyadari bahwa BLP ini adalah salah satu jalan dimana kita dapat melatih jiwa kepemimpinan kita, kepedulian, kepekaan, dan tentunya manajemen waktu dalam sebuah tim. Saya menyadari, masih banyak kekurangan sana-sini, namun kami telah berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Terimakasih Kak Rain, Mas Nanda, Kak Leny,Kak Indah, Jadug, Azira,Qorry, Kevin, pak kepala sekolah, guru-guru, para siswa dan ornag tua, serta YLI Foundation atas kesempatan magang di Kemdikbud ini. Setelah laporan BLP selesai, saatnya menuju Forum 3.

Forum 3 berlangsung pada tanggal 31 Oktober – 1 November 2015 di Grand Kemang. Forum 3 adalag sebuah TRANSFORMASI, lead to change, memimpin untuk sebuah perubahan. Akumulasi perjalanan selama 6 bulan di YLI akhirnya dapat kami rasakan di Forum 3. Tidak hanya memikirkan diri sendiri atau tim, kami ditantang untuk membuat visi 2030 ketika memimpin Indonesia. Ya, tantangannya lebih besar. Saya merasakan betul kekuaatan jaringan di YLI, teman-teman yang luar biasa, para alumni YLI yang sudah menempati posisi starategis di perusahaan, dan lain sebagainya. 

Pemuda desa ini sekarang berada pada satu zona dimana terdapat berbagai pintu yang dapat dipilih. Saya memilih pintu dimana saya mengajak teman-teman yang lain untuk merawat Indonesia. Ekspektasi saya terlalu tinggi kah ? Tidak ada yang salah, ini adalah tantangan bersama.

 Modul Sakti Forum 1-3

At its core, leading from the center entails a shift in mindsets, starting at the individual level. Forum I: Lead Self, FORUM II: Lead Teams, Forum III: Lead Change in Indonesia
Di Forum 3 ini  kami mempresentasikan BLP di depan tamu undangan, YLI Foundation, dan seluruh peserta. Tidka hanya itu, kami diakaj untuk membuka perspektif yang lebih luas tentang sebuah perubahan. Why do we need transformational change ? Lihatlah sosok Larry Page and Sergei Brin penemu Google, Malala Yousafzai penerima nobel perdamaian yang mulai membuat perubahan di usia 11 tahun, Butet Manurung yang mendirikan Sokola dan memperkenalkan pendidikan di remote area. Mereka hebat, mereka memberi manfaat. Ada lima langkah dalam menyatukan visi menuju perjalanan yang transformative : ASPIRE, ASSESS, ARCHITECT, ACT, dan ADVANCE. Forum 3 ini berbicara tentang lima frames tadi, juga ada YLI Alumni Panel, bertemu 3 alumni YLI yang telah sukses membawa perubahan (kak Benny Fajarai, Fransiska Hadiwidjana, dan Windy Natriavi). Yang unik juga, tidak ada di forum lain adalah pelatihan pembuatan CV dan interview, sangat-sangat detail dan bermanfaat. Hal-hal seperti ini yang menurut saya YLI berikan agar lebih aplikatif ketika menuju dunia kerja nanti. Overall, forum 3 ini menjadi milestone, agar kami merefleksi diri selama menjadi bagian dari YLI. Kami memiliki cita-cita besar di tahun 2030 dan saatnya memulai, bukan lagi bermimpi.

“Kepemimpinan yang hakiki bukan hanya mereka yang mampu memimpin anggotanya, tetapi memebrikan teladan dan inspirasi.” 
– Janu Muhammad –

Pada malam harinya ada beberapa awards yang dibacakan, sebuah kepercayaan dari teman-teman bahwa dari 6 awards, saya tiga kali masuk nominasi : The Most Eligible Bachelor, The Most Well-Rounded Participants, and The Most Likely to be President. Puji syukur kepada Allah, saya menerima dua awards : The Most Well-Rounded Participants and The Most Likely to be President. Semoga ini adalah doa agar saya terus belajar dan memberikan inspirasi positif bagi generasi muda. 

Pada hari ke-2 tibalah saatnya wisuda kami. Alhamdulillah, rangkaian perjalanan telah kami lalui di YLI Wave 7. It such as a great opportunity to meet all of you guys. Kalian sudah memberi inspirasi luar biasa dengan energy positif yang akhirnya terkumpul jadi satu di YLI ini. Aka nada masa dimana kita akan reuni nanti dengan amanah masing-masing. Ada yang akan jadi Menteri, CEO, pendidik, dan profesi lainnya. Sure ! Dan semoga tetap dapat berkolaborasi satu sama lain dalam jaringan YLI ini.

So, it’s your turn! Sekarang giliran teman-teman yang akan menjadi bagian dari YLI Wave 8 next year ya ! You can visit www.yli.or.id or contact our alumni. 

 Friendship and Collaboration Forever

“YLI gave me unforgottable experiences on how to achieve my personal development goals and enhance the leadership skills. This program has obviously changed  myself to be a good leader, not only for my local community but also for Indonesia. I do hope the young generations in Indonesia to join YLI.” 

(Janu Muhammad, Yogyakarta State University, YLI National Program Wave 7)

10 komentar:

  1. Halo mas Janu, salam kenal, dari tulisan mas Janu benar2 membuat saya tertarik untuk mengikuti acara ini, apa boleh tahu open recruitment untuk YLI national wave 8 mulai kapan sampai kapan? Thanks before!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Halo Adel, selamat ya sudah bergabung di YLI! Enjoy your six months leadership program!

      Hapus
  2. luar biasa mas. tp jadu sedih karna diri ini blm melakukan hal2 yg bermanfaat utk org lain.
    mohon do'anya mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin,sama2 bermanfaat insyaAllah,semangat!

      Hapus
  3. luar biasa mas. tp jadu sedih karna diri ini blm melakukan hal2 yg bermanfaat utk org lain.
    mohon do'anya mas...

    BalasHapus
  4. Hallo kak, yg bisa ikut program ini hanya mahasiwa yg kuliah di kampus mana aja ya kak? Makasih kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Puri!

      Program ini untuk mahasiswa dari berbagai kampus kok. Dari negeri atau swasta bisa ikut. Pantau di www.yli.or.id ya

      Hapus
  5. keren mas ceritanya. semoga kami bisa ikut itu dan benar-benar membangun bangsa.

    BalasHapus
  6. saya khoirus zing dari universitas trunojoyo madura

    BalasHapus