Ged a Widget

Rabu, 07 Oktober 2015

Pengalaman Belajar TOEFL dan IELTS di Yogyakarta



Sebenarnya saya hanya ingin menuliskan sedikit pengalaman selama belajar TOEFL dan IELTS. Jadi ceritanya, mimpi untuk studi master di luar negeri mensyaratkan adanya kemampuan Bahasa Inggris yang bagus. Untuk syarat beasiswa LPDP, skor minimum TOEFL ITP adalah 550 untuk jalur regular dan 400 untuk jalur afirmasi. Sedangkan untuk mendaftar di Utrecht University, at least saya harus mengantongi IELTS dengan band minimum 6.5. 


Oh iya, teman-teman pasti sudah tahu kan apa itu TOEFL dan IELTS ? Silakan dapat gugling ya. Perbedaan keduanya lebih kepada bentuk tes, termasuk kontennya. TOEFL yang memang berasal dari Amerika memiliki tiga jenis materi, meliputi Listening, Structure & Written Expression, dan Reading. Untuk listening, ada 50 soal, untuk structure & written expression ada 40 soal, dan reading 50 soal. Sesangkan IELTS lebih ke British, secara general digunakan untuk mengetahui kemampuan Bahasa Inggris seseorang, tidak hanya pada listening dan reading saja, namun juga ada writing and speaking.

Nah, mulai pertengahan Agustus 2015 saya mengikuti kursus TOEFL di P2EB FEB UGM. Biayanya kalau tidak salah Rp 700.000 untuk sekitar 1,5 bulan, dari Senin-Jumat Pkl 09.30-11.30 WIB. Saya memilih di P2EB UGM pertimbangannya untuk mencari ‘suasana baru’ biar tidak hanya pada rutinitas di UNY. Sebenarnya awal-awal saat kursus ini ada pre test, skor saya masih di bawah 500. Sedih kan ? Masih jauh sekali dari syarat di atas. Menjelang minggu ketiga Agustus, keluarga kami mendapat musibah. Ibu saya operasi dan saya harus full menjaga beliau di rumah sakit. Alhasil, saya tidak masuk beberapa kali pertemuan. Oiya, saat kursus biasanya sudah dibagi ke 3 pembagian hari, ada hari khusus listening dan sebagainya. Pengajarnya kompeten, namun perlu ada peningkatan metode pengajarannya. Kecenderungannya hanya text book sehingga saya cukup bosan. Tidak bisa dipungkiri, kalau sudah ‘tidak bergairah’ saat belajar ya ilmunya belum terserap.


 Sertifikat dari P2EB UGM

Di pertengahan kursus, ada mid-term examination. Lagi, saya tidak well preparation. Yah, harus menerima skor yang mirip seperti skor sebelumnya, justru turun. Saya pikir, ada yang tidak beres dengan cara belajar saya ini. Belajar Bahasa Inggris seharian penuh ternyata tidak efektif jika dibandingkan rutin yang hanya 1-2 jam. Beneran deh, rasanya mempelajari bahasa itu tergantung kebiasaan kita. Contohnya ya, pernah suatu ketika saya tes TOEFL tanpa persiapan apapun, Cuma H-2 belajar kebut semalam. Hasilnya apa ? Skornya lebih rendah jika saya bandingkan ketika ada persiapan matang jauh-jauh hari. So, the main point is make it as our habit, isn’t it?

Bulan September 2015 pun datang, tanggal 11 nya saya akan tes TOEFL ITP. Bagi teman-teman yang belum tahu apa itu ITP, ITP itu sejenis TOEFL yang diselenggarakan oleh ETS, lembaga resmi penyelenggara TOEFL institusional. ITP ini diakui secara internasional lho, beda dengan TOEFL prediction atau TOEFL like atau Pro-TOEFL yang ada di UNY :3 Biayanya tentu tidak murah ya, perlu menyiapkan uang sekitar 32 dollar. Nah. Kalau tes di P2EB UGM ini 32 dollar (kalikan dengan kurs USD ya), kalau di LPPMP UNY Rp 400.000, kalau di ELTI juga Rp 400.000, dan ada juga di CILACS UII dnegan Rp 385.000. Sebagai mantan mahasiswa yang sudah dibekali ilmu irit (hemat) ya saya pilih di CILACS UII dong, hehehe. This is my next step to struggle in TOEFL. Saya cukup banyak persiapan menjelang tes ITP ini. Mulai dari sering baca berita berbahasa Inggris, nonton film, baca-baca pengetahuan umum in English, dengerin tips dan simulasi di youtube, dll. Kelemahan saya ada di listening sebenarnya. Reading dan Structure juga perlu ditingkatkan. 

 ITP Report...

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sabtu, 11 September 2015 Pkl 07.30 WIB saya sampai di CILACS UII Demangan (timur kampus Sanata Dharma) dan resmi mengerjakan ITP. Ada sekitar 20 peserta test, yang memang secara sekilas ada yang muda dan tua. Saya bisa menebak, pasti banyak yang mau melanjutkan studi. Saya cukup tegang sebenarnya, karena AC nya dingin banget. Mulai di listening, suaranya sangat jelas. Berbeda dengan P2EB UGM yang menyediakan headset, di CILACS tidak ada. Jadi kita perlu konsentrasi penuh dengan suara dari sound system. Sama seperti test TOEFL sebelum-sebelumnya, waktu mengerjakan kurang lebih 2 jam. Tes selesai sekitar Pkl 10.00 WIB dan kami langsung dipersilakan makan snack dan minum. Wah ini yang jadi uniknya, ada makanan setelah tes. Lumayan lah untuk mengobati trauma tes pertama ini. Iya kenapa trauma ? Ada kesalahan fatal yang saya alami yakni melewatkan beberapa nomor di structure karena tidak memperhatikan waktu :( Padahal di structure ini pointnya besar lho. Oiya, hasil tes bisa diambil sekitar 7-10 hari.

Saya pun melanjutkan kursus di UGM yang tinggal menghitung hari. Kami peserta morning class sudah mulai merasakan manfaat dari kursus ini. Secara pribadi mungkin tidak saya lihat ketika tes di UGM nya, tetapi saat ITP saya terbantu dengan materi-materi yang disampaikan. Sekitar tanggal 17-22 September 2015 saya ada acara Future Leader Summit dan Pre-Event Asia Pacific Urban Youth Assembly di Semarang dan Jakarta. Mau tidak mau harus izin tidak ikut kursus TOEFL. Saya baru bisa join lagi pas hari Senin, 28 September 2015 saat post test. Nah, ini pertemuan terakhir kami peserta morning class. Post test ini menentukan nilai TOEFL yang akan dicantumkan di sertifikat. Saya tawakal saja kepada Allah, benar-benar cepat ya ternyata kursusnya.

Baiklah, sudah saatnya move on dari UGM. Oiya, ternyata hasil TOEFL ITP sudah bisa saya ambil pada hari Sabtu, 25 September 2015. Alhamdulillah, ini adalah skor TOEFL tertinggi dari banyak tes yang pernah saya ikuti. Meskipun masih di bawah 550 sebenarnya :) Semoga dapat saya gunakan untuk diterima di LPDP Ya Allah. 

Awal Oktober, tepatnya tanggal 5 kemarin saya resmi memulai kursus IELTS di LPPMP UNY. Kenapa akhirnya memilih di sini ? Setelah melakukan survey ke sana-sini, ternyata les IELTS memang MAHAL ya. Wajarlah, karena memang IELTS katanya lebih ‘menantang’ dibandingkan TOEFL. Untuk les ini, saya membayar Rp 800.000, untuk biaya kursus dari 5 Oktober – 16 November 2015, hari Senin-Jumat mulai Pkl 16.00-17.30 WIB. Post testnya tanggal 19 November 2015. Kata beberapa teman, ini kursus paling terjangkau dengan berbagai fasilitas yang ada. Konon, nanti juga ada pertemuan dengan native speakers sebanyak 6 kali. 

 Pengalaman Pertama IELTS

Pada tanggal 1 Oktober 2015 kemarin kami melaksanakan pre test, terdiri dari listening dan reading. Ini tes prediksi IELTS pertama saya. Sbelumnya sama sekali masih awam apa itu IELTS. Bermodalkan semangat, baca-baca buku dan soft file IELTS Cambridge, dan tentunya doa, akhirnya banyak pelajaran yang saya dapatkan dari pre test itu. Setelah pre test, saya pulang ke rumah dan membuka-buka file e-book IELTS yang didapat dari teman. Ternyata yang diujikan di pre test kemarin adalah materi di IELTS Cambridge bagian 8, sama persis. Saya pun langsung belajar untuk writing and speakingnya. Di sana juga sudah tersedia contoh jawabannya. Hikmahnya adalah : perlu konsistensi dalam mempelajari materi yang sudah dimiliki. Iya benera banget, saya sebenarnya sudah lama mendapatkan e-book ini namun baru bisa membaca sekarang karena kebutuhan. Ini yang perlu saya perbaiki.

Jadi ada beberapa hikmah ketika belajar TOEFL/IELTS :
  1. Tumbuhkan rasa suka pada keduanya, mau tidak mau harus cinta agar nyaman.
  2. Motivasi tinggi untuk belajar Bahasa Inggris.
  3. Komitmen untuk meluangkan waktu 1-2 jam per hari.
  4. Konsistensi untuk terus berlatih dengan mengerjakan soal.
  5. Paham secara materi dan teknis menjelang tes.
  6. Evaluasi secara berkala untuk mengetahu progress kita.
  7. Terus jaga semangatnya ya!

Senin, 5 Oktober 2015 adalah tes writing dan speaking. Pada sesi writing, ada dua macam soal. Soal pertama adalah pie chart dan yang kedua adalah esai tentang pendidikan bagi anak. Soalnya memang sama, Cambridge bagian 8. Pada bagian speaking, ternyata tidak seperti pada contoh yang saya pelajari. Bagian ini baru berupa interview singkat yang meliputi: introduction, tentang aktivitas, traveling, potensi Kabupaten Sleman, dan beberapa pengetahuan lainnya. Hanya berkisar 5-10 menit karena hanya ada satu examiner.
Nah, sementara ini dulu yang saya ceritakan. Perjuangan untuk study abroad masih perlu semangat yang lebih tinggi. Mohon doanya ya teman-teman agar saya bisa tes ITP lagi dan skornya sesuai target, termasuk juga sukses meraih band 7 di IELTS, insyaAllah. Aamiin…
First Result, semoga bisa meningkat

Teruslah berproses dalam meraih level yang lebih tinggi! Semangat!

Yogyakarta, 7 Oktober 2015

21 komentar:

  1. salam kenal mas, saya memiliki cerita yang sama dengan mas tapi saya masih ALLAH beri waktu untuk belajar lebih, karena skor saya masih jauh yang saya harapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap semangat Mas Ilham, jalani prosesnya. InsyaAllah hasil tidak akan menghianati usaha kok nantinya :) sukses

      Hapus
  2. terimakasih info nya mas Janu
    Btw boleh share software IELTS Cambridge nya ga mas? :D
    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf jarang buka blog ini, jika masih perlu bisa diunduh ke bloh teman saya http://sukrisno-nino.blogspot.co.uk/2015/12/33-buku-persiapan-ielts-download-gratis.html terimakasih

      Hapus
    2. Assalamualaikum. Mas boleh minta file e-book IELTS mas gak?
      Klo berkenan boleh dikirim ke nurlaelamakmur2@gmail.com
      Haturnuhun mas

      Hapus
  3. terimakasih info nya mas Janu
    Btw boleh share software IELTS Cambridge nya ga mas? :D
    Thanks

    BalasHapus
  4. download GRATIS buku dan soal IELTS, TOEFL, dan masih banyak lagi. di
    UNLIMITED WORLD
    MUDAH DAN GRATIS

    BalasHapus
  5. terimakasih banyak mas janu infonya berguna sekali..mas fadel juga terimakasih link nya..

    BalasHapus
  6. Mas Afirmisi Bidik Misi atau Afirmasi Berprestasi?

    BalasHapus
  7. minta ulasan kursus di cilacs uii dong ^_^

    http://sainsknow.net/

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya disana hanya tes ITP mbak,,,,recommended kok hehe

      Hapus
  8. Ada recomended kursus ielts yg bagus, di jogja yang mudah di pahami

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang mudah dipahami ya? itu relatif sih, kalau yang lengkap dan agak mahal ya di ION dekat mirota..yang harga sedang ada di Cillacs UII, LPPMP UNY/UGM,ada juga ELTI. Good luck

      Hapus
  9. Nitip lapak ya kak..
    siapa tau ada temennya yang mau pakai jasa joki kita, hehe wilayah jogjakarta

    http://toefljogja.blogspot.com

    Whatsapp : 085 801 299 674

    BalasHapus
  10. maaf mau tanya kalo tes toefl itp di p2eb ugm sertifikat jadinya berapa hari setelah tes mass?

    BalasHapus
  11. Terima kasih atas sharingnya. Sangat membantu.

    BalasHapus
  12. Kamu lagi cari tempat kursus IELTS yang MENJAMIN score 7,5?
    Cuma di sini tempatnya, Future School of English!!
    Kamu juga bisa ikut Institutional IELTS test secara GRATIS*! Selain itu kamu juga bisa FREE konsultasi mengenai info kuliah di luar negeri.
    Tunggu apa lagi?
    Untuk info lebih lanjut hubungi :
    085297819717 (call/WA)

    BalasHapus
  13. Ijin lapak ya masbro hehe

    082168610824 Jasa pembuatan Sertifikat TOEFL PBT ITP EF LIA IELTS Resmi , Asli Original , Terpercaya Se Indonesia

    Sertifikat TOEFL Dan IELTS

    Kami jasa pembuatan sertifikat TOEFL Dan IELTS terpercaya yang sudah berpengalaman membantu pembuatan sertifikat toefl dan ielts.
    Di sini kami dapat membantu membuatkan Sertifikat Toefl seperti

    TOEFL ITP
    -Lembaga LBI FIB UI
    -Lembaga ILP Pancoran
    -Lembaga Lia Pramuka
    -Bisa Reques lembaga yang lain

    TOEFL PBT
    -Lembaga TBI
    -Lembaga ILP Cikini

    TOEFL TOEIC
    -Lembaga ILP Toeic

    IELTS
    -Lembaga IDP
    -Lembaga IALF
    -Lembaga British Council

    Semua packet sudah termaksut Legalisir dan copy original

    Untuk Pemesanan bisa melalui
    -HP/WA : 082168610824
    -Pin BB : D43AA9E0

    Kunjungi juga Blogg saya di bawah inii..

    http://abidinsetotoeflieltsindonesia.blogspot.co.id/
    http://jasasertifikattoefl.blogspot.co.id
    http://sertifikattoeflieltsindonesia.blogspot.co.id


    Berikut contoh2 sertifikat yang sudah pernah saya urus

    Best Regards
    By : Abidin Seto TOEFL

    Anda puas beritahu teman
    Anda kurang puas beritahu Kami!!

    BalasHapus
  14. Pengalaman yang seru :)

    Izin numpang lapak untuk menaruh informasi ya. Punya IPK 3.0, lulusan S-1 & dibawah 35 tahun? Kami menjamin anda untuk memperoleh IELTS 7.5 & mendapatkan beasiswa 100% diluar negeri. 3000+ alumni sejak 1996, kuliah di 4 benua. Untuk tes institusional IELTS gratis & info beasiswa: 0813 1663 4102

    BalasHapus