Ged a Widget

Senin, 03 Agustus 2015

Faedah Kajian Akbar Nasihat Ulama untuk Umat: Mencintai Allah, Rasulullah & Kaum Mukminin


"Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian". (QS. Al Imron: 31)


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang tak henti-hentinya mencurahkan cinta kepada hamba-hambaNya. Ba’da tahmid, sholawat serta salam semoga tersampaikan kepada qudwah, suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallhu’alaihi Wasallam. Semoga kita senantiasa mengikuti ajaran beliau dalam ketaatan melaksanakan sunnah-sunnahnya. 


Ikhwah fillah, Alhamdulillah pada kesempatan yang inshaAllah diridhoi Allah, hari Sabtu 1 Agustus 2015 telah terlaksana Kajian Akbar Nasihat Ulama untuk Umat di Masjid Kampus UGM bersama Syaikh Prof. Dr. Anis Thahir Jamal al Indunisy. Beliau adalah Guru Besar Ilmu Hadist Universitas Islam Masjid dan juga pengajar di Masjid Nabawi. Mendengar nama beliau, seakan ada darah Indonesia dari namanya. Ya, ayah beliau berasal dari Kroya (Cilacap) yang kemudian hijrah ke kota suci. Beliau lahir di Makkah pada tahun 1378 H. Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dalam segala aktivitas dakwah Islam untuk umat di manapun berada. 

Sebelum kajian utama dimulai, terlebih dahulu diawali dengan kajian pembuka oleh Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda, MA dengan tema “Jihad Ulama di Jalan Ilmu”. Berikut saya tuliskan beberapa faedah utama dari nasihat-nasihat beliau.

Jihad, dari asal katanya berarti mengorbankan seluruh jiwa, raga, tenaga, baik berupa lisan maupun perbuatan untuk menebarkan dakwah Islam. Jihad terbagi menjadi empat, salah satunya adalah Jihad melawan hawa nafsu. Ini yang menjadi pembahasan utama dalam kajian ini. Tentu, jihad melawan hawa nafsu tidak terlepas dari apa yang terus dilakukan para ulama. 



Ada empat macam, yakni :
  1. Dalam rangka menuntut ilmu syar’I (sesuai pedoman Al Qur’an dan Al Hadist);
  2. Dalam rangka mengamalkan ilmu;
  3. Dalam rangka mendakwahkan ilmu yang bermanfaat serta amal sholih kepada manusia;
  4. Dalam rangka untuk bersabar pada implementasi tiga poin di atas.
Sebagai wujud ketaatan kepada Allah, hal mendasar yang harus menjadi semangat bagi kaum muslimin adalah menuntut ilmu syar’i. Ibarat air yang jatuh di atas batuan melalui tetesan-tetesannya sehingga mampu menggerus batuan itu, seorang penuntut ilmu juga harus istiqomah apabila ingin mengharap barokah dan ridho-Nya. Ini hal mendasar, bahwa ilmu adalah hal utama sebelum beramal karena sesungguhnya tiada amal satupun yang diterima kecuali didasari dengan ilmu yang benar sesuai Al Qur’an dan SunnahNya.


Menuntut ilmu adalah kewajiban yang paling mulia setelah menyembah Alloh. Ustadz Abu Saat juga menceritakan betapa berat perjuangan pada zaman dahulu untuk mendatangi majelis ilmu karena jarak yang amat jauh dan hanya berjalan kaki. Bahkan, para ulama pada zaman dahulu sampai-sampai tidak dapat membeli kertas untuk menulis, lupa makan hingga sakit karena begitu seriusnya menulis kitab, sampai-sampai menangis karena mata yang tak henti-hentinya melihat setiap huruf yang ditulis. MasyaAlloh, betapa mulianya mereka dan apalah daya kita ini. Di zaman yang serba modern ini justru tidak mudah melawan rasa mala situ, melawan kesenangan dunia yang hanya semu.

Pada akhir ceramah, beliau menyampaikan betapa beruntungnya kaum muslimin yang senantiasa bersemangat menuntut ilmu kepada para ulama. Juga mendoakan untuk para ulama, semoga Allah menguatkan dan memudahkan langkah dalam menebarkan dakwah secara lembut seperti yang Rasulullah ajarkan.


 


Ikhwah fillah rakhimakumullah…

Alhamdulillah ba’da Sholat Maghrib dilanjutkan dengan kajian inti bersama beliau Syaikh Prof. Dr. Anis Thahir Jamal al Indunisy dengan tema “Mencintai Allah, Rasulullah, dan Kaum Mukminin” dan penerjemah Ustadz Aris Munandar hafizhahulloh.


Cinta kepada Allah Ta’ala adalah ibadah, lebih dari apapun. Betapa mulianya urgensi mencintai Allah Subhanahu wata’ala daripada diri sendiri. Indikator bukti kecintaan kita kepada Allah adalah menyegerakan menaati seruan Allah dan bertekad kuat dalam menuntut ilmu serta beramal. Lemahnya indikator akan terasa apabila lemah dalam menuntut ilmu serta mudah berbuat dosa.


Pada sesi kedua ba’da Sholat Isya, Syaikh menyampaikan kiat-kiat supaya dicintai Allah. Hal yang paling penting adalah Allah mencintai kita. Diantara kiat-kiatnya yakni:
  1. Berdoa kepada Allah agar Allah mencintai kita. Analoginya, iman itu seperti kain. Awalnya baru, namun setelah dipakai lama-lama akan menjadi kusut. Maka mohonlah kepada Allah agar Allah memperbaiki iman-iman kita.
  2. Bersegera dalam melakukan kebaikan. Maka perbanyaklah amalan sunnah setelah melaksanakan hal wajib. Maka mohonlah kepada Allah agar kita termasuk golongan orang-orang seperti itu.
  3. Mencintai perkara-perkara yang dicintai Allah dan membenci perkara-perkara yang dibenci Allah. Sungguh ya akhi, ana tak kuasa ingin meneteskan air mata ketika mendengar petikan ini, “Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” Rasanya ia telah mewakili jutaan mukmin yang senantiasa saling mencintai karena Allah.
  4. Merenungkan dan memikirkan ayat-ayat dalam Al Qur’an, riwayat hadist, termasuk juga ayat-ayat Qauliyah yang membentang di bumi ini. Inilah maksud diturunkannya Al Qur’an, agar orang-orang mengambil pelajaran. Beliau Syaikh Anis hafizhahulloh menceritakan indahnya menuntut ilmu di masa-masa SMP/SMA. Saat itu beliau diajarkan oleh guru yang beliau hormati, mengajarkan berbagai pelajaran seperti fisika, kimia, matematika, dan mengaitkannya dengan kandungan Al Qur’an. Sungguh, itulah makna yang sebenarnya sebagai bukti kebenaran kitab umat Islam ini. 
  5. Menaati Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Cintailah nabi dan laksanakan setiap ajarannya. Seandainya cintamu kepada Allah adalah sejati, maka engkau akan mengikuti setiap perintah-Nya. “Wahai Nabi! Sesunggunya Kami Mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan.” QS. Al Ahzab :  45, silakan dapat diresapi ayat setelahnya.

CINTA KEPADA RASULULLAH

Beliaulah yang berjasa bagi kita. Satu perkara untuk cinta kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam adalah perkara agung setelah mencintai Allah Ta’ala. Seperti kisah Umar saat menyampaikan kepada Rasulullah bahwa beliau adalah orang yang lebih ia cintai daripada dirinya. Maka sempurnalah imannya. Maka cintailah Rasulullah dengan mengikuti segala ajarannya. Lalu, bagaimana menjadi manusia yang cinta kepada Rasul ? Berikut adalah kiat-kiatnya.
  1. Berjihad, yakni melawan diri sendiri (nafsu) dan lebih mencintai Rasulullah sebagai manusia yang paling dicintai.
  2. Melaksanakan konsekuensi syahadat, percaya sepenuhnya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Senantiasa menjalankan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa saja yang dilarang.
  3. Bersemangat mengikuti ajaran nabi dalam beribadah kepada Allah sehingga mengharuskan kita untuk belajar, memahami hadist-hadist nabi dan menimba ilmu dari para ulama.
Pada akhir kajian, Syaikh memberikan nasihat berharga perihal urgensi menjaga persatuan kaum mukminin serta bahayanya melakukan kreativitas dalam beribadah kepada Allah. Maksud kreativitas di sini adalah mengada-adakan perkara baru dalam beribadah. Bahwa Allah sangat murka kepada hal itu. Yang diajarkan Islam adalah membangun ukhuwah, di manapun berada. Tinggalkanlah seruan jahiliyah yaitu fanatisme pada suatu kelompok tertentu. Ikatan yang dibangun adalah karena iman, bukan karena fisik. Seperti dinukil dari kisah Ibnu Mas’ud. Karena betisnya kecil maka orang-orang di sekitarnya sering menertawakannya. Sungguh, apabila betis itu ditimbang maka lebih berat dari Gunung Uhud. Maka, kita berdoa kepada Allah agar umat Islam di penjuru dunia senantiasa terjaga kesatuannya, tidak tersulut emosi ketika mendapatkan fitnah. Kita perlu belajar pada kisah Rasulullah ketika sholat di sekitar ka’bah dan dilempari kotoran unta di atas pundaknya oleh pasukan Abu Jahal. Beliau tetap tenang, diam, dan tidak membalas keburukan. Maka sesunggunya, kesabaran umat Islam saat ini sedang diuji dan hanya kepada Allahlah tempat kita bergantung dan berserah diri. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Maa`idah [5]: 54)



Wallahu’alam bishawab, demikian sedikit ilmu yang berhasil saya catat. Semoga dapat diambil faedahnya. Semoga Allah menjaga beliau Syaikh Prof. Dr. Anis Thahir Jamal al Indunisy. Terucap jazakumullahu khairan katsiran kepada segenap panitia kajian akbar atas curahan waktu dan tenaganya. Smeoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat.


1 komentar:

  1. Wisma Daarul Quran6 Agustus 2015 06.44

    Assalamu'alaikum yaa Akhi fillah. Baarokallohu fik... Masya Alloh tulisan yang baik dan berfaedah. berikut adalah Ta'liq yang saya tulis untuk tulisan Antum di atas. Semoga menjadikan tulisan Antum lebih ilmiah dan lebih bermanfaat. :)

    1. https://wismadarulquran.wordpress.com/2015/08/05/taliq-komentar-atas-tulisan-janu-m-tentang-faedah-nasehat-syaikh-anis-al-indunisy-hafizhohullohu-bag-1/
    2. https://wismadarulquran.wordpress.com/2015/08/05/taliq-komentar-atas-tulisan-janu-m-tentang-faedah-nasehat-syaikh-anis-al-indunisy-hafizhohullohu-bag-2/

    BalasHapus