Ged a Widget

Kamis, 27 Agustus 2015

Awalnya Memang Kecewa Diterima di Kampus Ini


Malam itu akhirnya datang juga. Setelah sekian lama menanti pengumuman hasil SNMPTN Undangan, tiba juga keputusannya. Saya diantar bapak ke warnet dekat SMP N 1 Sleman, almamater saya dulu. Di warnet itu tempatnya sangat sempit, bahkan saya dapat computer yang kurang baik. Harus di restart dulu dan saya mulai membuka website SNMPTN. Setelah memasukkan kode, akhirnya…jreng jreng. Selamat Anda diterima di…bla bla bla. Saya diterima di Pendidikan Geografi UNY. Di satu sisi saya lega akhirnya dapat kampus negeri dan di sisi lain saya sedih……berat rasanya. Sejak malam pengumuman itu sampai pagi, saya sulit tidur dan sempat meneteskan air mata. Betapa tidak, universitas yang saya idam-idamkan (sebut saja UGM) belum menerima lamaran saya. Ya Allah, padahal sudah optimis akan masuk Geografi UGM atau Biologi. Ternyata Allah menghendaki saya di UNY. Kampus yang menerima saya ini memang belum sefamiliar kampus sebelah yang selalu jadi rebutan. Ditambah lagi…puluhan siswa SMA N 2 Yogyakarta yang diterima lewat jalur Undangan, semuanya diterima di UGM kecuali saya ! Oh Ya Allah, berat rasanya malam itu untuk membuka hati dan pikiran. 


Hari kedua pasca pengumuman itu saya ke sekolah dan mendapati…teman-teman lain yang turut merasa sedih! Ya, sedih karena belum mendapatkan kampus untuk kuliah, termasuk gagal di jalur undangan. Wajar saja, mereka pilihannya tinggi-tinggi sih, ada yang Kedokteran UGM dan UNS. Kalau saya ya harus melihat kemampuan diri. Saya mulai berpikir rasional (sebelumnya masih pakai hati mungkin ya) ternyata saya lebih beruntung karena sudah diterima di universitas negeri. Apalagi di UNY, yang terkenal sangat terjangkau (SPP per semester saya 705.000 dan uang gedung 6,6 juta) adalah rasa syukur yang akhirnya terucap mulai saat itu. Alhamdulillah…


Akhirnya saya bulatkan tekad untuk mengambil kuliah di UNY dan secara resmi terdaftar sebagai Mahasiswa Baru (Maba) geografi. Setelah registrasi ulang di auditorium, saatnya persiapan OSPEK. Tahu kan ya OSPEK itu Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Saya mulai mengikuti kabar-kabar terbaru seputar OSPEK UNY. Sempat timbul inisiatif membuat grup facebook Kamilah Cendekiawan Muda (KCM) 2011 dan berhasil mengumpulkan lebih dari 30 mahasiswa untuk berdiskusi seputar OSPEK. Saat itu benar-benar masih cupu, eh beraninya mengundang Mas Taat dan Mas Avi, keduanya ketua OSPEK fakultas. Barangkali sifat inisiatif saya mulai muncul.

 Temu Perdana KCM di Rektorat UNY

KCM dibentuk dengan maksud sebagai wadah silaturahmi Maba 2011 dari berbagai fakultas, terutama untuk menanyakan hal-hal seputar OSPEK. Sebelum diorientasi, dulu ada namanya BPIM, pelayanan mahasiswa baru di Tampan Pancasila untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE). Masih ingat di kepala saat mengunjungi stand penelitian di UKMF Penelitian SCREEN. Banyak inspirasi dan motivasi yang saya dapatkan agar kelak dapat memperdalam bidang penelitian selama di kampus.


Memori ketika OSPEK masih sangat terkenang. Gelora semangat Maba di GOR, di fakultas, maupun di jurusan. Sambutan hangat dengan inspirasi luar biasa ternyata mampu memompa semangat saya untuk dapat kuliah yang bener di UNY. Satu pesan Bu Nurfina (wakil rektor) yang saya jadikan acuan, “Kalian disini adalah mahasiswa pilihan, jangan lulus lama-lama, coba bisa lulus cepat 3,5-4 tahun.”


 OSPEK UNY 2011

Mahasiswa baru identik dengan gelora semangat hidup mahasiswa, identik dengan masa-masa awal mnegenal idealism kampus dan segala gerakan yang ada di dalamnya. Inilah rasanya awal-awal menjadi mahasiswa, ikut kegiatan ini itu, semuanya dicoba. Pada saat itu saya belum menemukan ‘ruh’ dan passion mau dibawa kea rah mana diri ini ke depannya.
 
 Teman Seperjuangan di Gugus Sukarno

"Awalnya memang saya sangat kecewa diterima di kampus ini, namun pandangan pertama saya ketika mengikuti OSPEK mampu mengobati kekecewaan ini. Hanya bisa terus bersyukur dan bersyukur..."

Ke mana perjalanan saya selanjutnya ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar