Ged a Widget

Selasa, 30 Juni 2015

Perjalanan Ramadhan 1436 H



Sudah hari ke-13 ya ? Rasanya baru kemarin mulai puasa Ramadhan 1436 H. Banyak moment yang tak sempat saya tulis di sini. Tidaklah mengapa, sekali-kali mencari waktu untuk merefleksikan kembali perjalanan bulan penuh barokah ini.

Masjid Dzal Jalal Ngemplak kala sore itu
Hanya bisa terus mengucap Alhamdulillah, tahun ini Allah masih ridho pada kita untuk bertemu bulan suci. Ya, bulan dimana pintu surge dibuka selebar-lebarnya, bulan dimana shaf-shaf masjid kian penuh. Siapa yang tak ingin berjumpa dengan bulan ini ? Semua Muslim yang masih memiliki iman pasti menanti-nanti kedatangannya. Saya bersyukur, ada sesuatu yang berbeda pada Ramadhan tahun ini.

Jika menengok perjalanan sebelumnya, tahun 2013 saya berpuasa di Belanda. Satu hari bisa puasa sekitar 19 jam, lama tidak ya ? Sahur jam 3 pagi dan buka puasa jam 22. Kalau mau sholat tarawih sekitar jam 00.00, iya tengah malam. Kala itu terasa sepi karena tinggal di kamar sendiri. Teman-teman peserta Geoscience Summer School lainnya beragama non Islam, sehingga ketika mereka mengajak saya makan siang ya harus bagaimana caranya saja menjelsakan. Belum lagi, di sana jarang ada masjid, kalau sholat bisanya di kamar. Paling kalau pas sholat Jumat baru bisa mencari amsjid di kawasan orang Turki. Senangnya ketika ada satu malam saya bertemu dengan komunitas muslim dari Indonesia. Rasanya seperti pulang ke Indonesia. Hehe. Ini pengalaman puasa yang jadi sejarah, dan semoga akan terulang kembali suatu saat nanti.

 

Beda tahun beda cerita tentunya. Tahun 2014 itu tahunnya KKN PPL. Saat itu saya menjalani Ramadhan di Dusun Sumber, Minggir, Sleman bersama 11 teman KKN. Kebetulan yang putra hanya dua orang. Benar-benar prihatin, sahur biasanya mepet waktu imsak dan semua serba ‘menguji’ sejauh mana kedewasaan kami. Biasanya pagi hari sampai siang jam 14 kami mengajar di SMA N 1 Minggir dan sorenya langsung mengajar TPA maupun kegiatan KKN lainnya sampai malam. Beberapa dari kami tidur di posko dan lainnya pulang. Saya memilih di posko karena kebetulan juga jadi koordinator yang harus ready sewaktu-waktu. Alhamdulillah, banyak hikmah yang didapat.
 
Nah, tahun 2015 saatnya saya hijrah. Maksudnya, sudah waktunya saya berkumpul bersama keluarga dan berinteraksi dengan masyarakat. Alhamdulillah, secara resmi sudah lulus sarjana pada 29 Mei 2015 dan hanya bisa bersyukur kepada Allah….legaa rasanya. Minimal untuk waktu dekat bisa fokus Ramadhan dan OBKG tentunya. Kamis, 18 Juni 2015 kita memuliau puasa ini dengan penuh suka cita, penuh semangat dalam melakukan amalan-amalan. Ya, tentu semuanya berharap bahwa tidak ada sedetikpun yang terbuang di Ramadhan ini. 

Hal baru yang menjadi amanah saya pada Ramadhan ini ialah menjadi kakak pembimbing bagi adik-adik di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) meskipun sebenarnya saya belum cukup ilmunya. Kami menghabiskan waktu di Masjid Dzal Jalal Dusun Ngemplak. Bersyukur rasanya bisa pulang kampong dan berangkat ke masjid bersama saudara-saudara muslim lainnya. Bahagia rasanya melihat shaf-shaf rapat dan sempat kewalahan menyediakan tempat sholat karena jamaah yang membludak, masyaAllah. Smeoga Allah senantiasa memberikan keistiomahan hingga akhir Ramadhan, bahkan setelahnya.

Bahagia itu sederhana, bersama mereka para tunas muda
Diri ini banyak dosa, banyak kesalahan terutama pada orang tua. Ketika mereka minta tolong, kerap kali saya menunda-nunda. Ketika mereka menasihati, kerap kali saya belum dapat menahan amarah. Ya Rabb, terimakasih telah kau pertemukan pada sepertiga Ramadhan ini. Berikan kami keistiqomahan, berikan kami ampunanMu. 

Semoga shaf-shaf tetap penuh,
Semoga tilawah tetap terjaga,
Semoga infak senantiasa dipermudah,
Dan semoga kuat dalam menjaga pandangan,
Ramadhan penuh berkah,
Ramadhan saatnya berbenah.

13 Ramadhan  1436 H – 30 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar