Ged a Widget

Rabu, 10 Juni 2015

Hari Pertama di Young Leaders for Indonesia

Berangkat dari Bandara Adisutjibto Yogyakarta Pkl 06.25 WIB kami pun sampai di Bandara Soekarno Hatta Pkl 07.30 WIB. Masih cukup pagi namun riuh aktivitas di airport sudah ramai. Akhirnya kami berenam langsung mencari land transportation. Ada dua mobil yang membawa kami menuju Hotel Grand Kemang di daerah Jakarta Selatan. Kami sampai di venue acara skitar Pkl 08.30 WIB dan langsung registrasi ulang. Tetiba di sana sudah banyak peserta yang hadir. Mereka berbalutkan baju casual dan rapi-rapi semua. Ya, pasti ini moment yang special untuk know each other. Ada satu kejutan pada pagi itu. Saya akhirnya bertemu best brother Firmansyah Shidiq Wardhana, pelajar Indonesia di University of Malaya. Pada saat mengikuti AUYS di Malaysia akhir Januari 2015 kemarin saya menginap di asramanya. Yah, rasa kangen akhirnya terobati. Saya sudah menganggap Firman saudara sendiri intinya.

Baiklah, ini kali pertama saya bertemu dengan Putri Damayanti. She is a project officer for YLI Wave 7, who always keep the news update for all participants. Putri ini yang selalu menginformasikan kepada peserta apa saja yang harus kami siapkan menjelang keberangkatan. Kemudian saya bertemu teman-teman baru yang sebelumnya baru ngobrol via medsos. Ada Derry dari UI, Ryan dari Medan, Adi dari Makassar, dan lain sebagainya. Mereka luar biasa deh pokoknya. After that, we have to take the first picture to be published for the next year banner. Iya, akhirnya diminta panitia buat foto wajah untuk dijadikan basis foto di banner tahun depan, hehe. 

Sesi Perkenalan : Ada Ryan UNAND, Yusuf UNPAD, Ajie NUS
Anyway, delegasi Jogja tadi ada saya, Erwin, Adien, Astri, Ayu, Riza, dan Zuma akhirnya menyebar untuk kenalan dengan peserta lain. Yang paling jauh menurut saya adalah Puteri, dia terbang dari University of Melbourne Australia. Ada juga Herdi dan Nurul yang sedang exchange dari Jepang. Top 60 participants bisa dikatakan dari berbagai kampus dan provinsi di Indonesia. Baiklah, ada Mrs. Tuty sebagai Head of Foundation yang sudah menginstruksikan peserta untuk masuk ruangan. Saya duduk di meja 8, bentuknya lingkaran. Di setiap meja ada sekitar 7-8 peserta. Langsung saja kenalan, ada Adit dari Binus, Derry dari UI, Furqon dari UB, Najla dari UI, lainnya saya lupa. Ye…sangat senang untuk bertemu mereka! Ketika melihat profil mereka di buku yang di buku profil, rasanya diri ini hanya sebutir debu. Ya, saya menyadari hal ini sejak awal ketika dinyatakan lolos YLI. Masih belum percaya kok bisa ya ? Yah, hanya bisa bersyukur dan bersyukur.
Semi Final di game 2, Ajie VS Janu, Ajie yang menang :3
Agenda hari pertama ini menurut saya akan sangat padat. Mulai dari coffe break, welcome and introduction to YLI, dan berbagai acara inti seperti : The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s potential, Breaking Down The Problem – Defining & Structuring, untuk sesi pertama sebelum ishoma. Pada saat opening, saya mulai khawatir bagaimana nanti saya harus berargumen dengan Bahasa Inggris. Ya, semua agenda serba in English. So I must adapt the situation. Mau tidak mau saya harus berani ngomong pakai Bahasa Inggris. Oh tidakk….saya masih belum fasih. Akhirnya, keadaanlah yang memaksa saya untuk lebih konsentrasi, mendengarkan apa yang disampaikan para pembicara. 

Pada sesi awal ini, materi lebih menekankan pada unleashing Indonesia’s potential, kami diajak untuk membuka mata, melihat bagaimana wajah Indonesia saat ini dan masa depan. Negeri yang beribu-ribu pulau ini menyimpan kekayaan yang luar biasa. Namun juga menyimpan masalah yang tidak kalah banyaknya sehingga sebagai young leaders, apa yang bisa kita lakukan ? Tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita sebagai kaum muda untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini sesuai bidang kita masing-masing. Pada sesi Breaking Down The Problem kami berusaha mengerucutkan lebih sempit masalah yang tadi masih skala besar dan menguraikan kembali apa sebenarnya spesifikasi masalah yang akan diselesaikan ? 
Mulai menyampaikan argumen di forum
Waktu ISHOMA pun tiba. Kami kemudian menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar. Ada kejutan lagi, ternyata saya satu kamar sama Jadug ! Ya, I really happy to hear that! Jadug ini adalah best brother sejak kenal pertama akhir tahun 2014. Jadi ada cerita unik antara kami. Dia itu ketua bakti sosial Pelajar Indonesia di NTU Singapura. Nama acaranya PINTU PEDULI. Dia sudah 2x survey ke Omah Baca Karung Goni yang saya kelola dan saya kenal betul Jadug ini. Sama-sama tidak tahu kalau mendaftar YLI, akhirnya kami ketemu lagi dan satu kamar !!! Biasa aja kali Jan, yak an bisa diskusi secara intens untuk persiapan baksos tanggal 29-31 Mei 2015 besok..! Terimakasih YLI yang sudah baik hati :)

Oke, setelah sholat Dzuhur, say dan Jadug makan siang. Kami adalah 2 peserta terakhir yang hampir telat masuk sesi 2. Ya, bahkan saya tidak sempat makan cukup karena sudah dipangggil MC. Kalau Jadug mah dia tetap makan… :p Padahal makanannya masya Allah enak-enak semua, maklum ya saya orang ndeso yang nyasar ikut YLI.hmmm

Lanjut ke sesi 2, materi selanjutnya tentang Taking Actions to Solve The Problem – Prioritizing & Action Plan. Oiya hampir lupa, YLI ini asik banget karena di pergantian acara selalu ada games dan yel-yel. Yel-yelnya begini kalau tidak salah : when I say young…you say leader…young, leader! When I say number…you say one…number, one! Gamesnya selalu membuat peserta guling-guling nggak jelas, saking asik dan cozy banget. Ok lanjut ya, jam 14.15-15.15 WIB ada sharing session bersama mas Hadi Wenas. Beliau ini masih muda dan sudah sukses. Mas Hadi adalah CEO MatahariMall.com. Salut, di tengah kesibukannya tetap mau berbagi motivasi kepada kawula muda. Intinya, beliau mengajak peserta bagaimana perjalanan hidupnya hingga menjadi seorang CEO. CEO tahu kan ? Pasti tahu lah :)

Thank you Mas Hadi Wenas
Btw, di materi selanjutnya saya mulai merasakan stress ketika mulai diminta mereview kembali Personal Leadership Project (PLP). Jujur ya, saya mulai mengantuk karena tadi malam kan Cuma tidur 2 jam. Ya, tidak bisa dipungkiri raga ini ingins segera istirahat :v Apalagi pas di sesi Stress testing my PLP using The McKinsey DSPA framework benar-benar stress beneran kayaknya, hahahaha. Saya dan teman-teman memang dikenalkan sistemnya McKinsey lewat DSPA (Defining, Structuring, Prioritizing & Actioning). Ini yang biasanya digunakan McKinsey sebagai perusahaan konsultan terbesar di dunia dalam melayani kliennya. Alhamdulillah, ilmu baru dan semangat baru setelah melihat teman-teman yang semangatnya membludak di sore ini. Satu sama lain saling menyampaikan PLP nya. Saya sendiri membuat PLP tentang Karung Goni Learning Center.

Prioritizing & Action Plan in a group
Presentasi sama Adit dari Binus
Setelah sesi inti selesai, saatnya menerima kejutan dari panitia. Hi guys, tonight will be held a group performance, so you have prepare it as well. What ??? Semua peserta syok….ini kabar gembira atau duka ? :v Saya satu tim sama group 8 tadi dan…kami sedang mencari idem au tampil apa ya nanti ?

-to be continued-

Sumber foto : panitia YLI wave 7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar