Ged a Widget

Jumat, 17 April 2015

Rangkuman Tabligh Akbar MPD : Indahnya Kesabaran

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ‘ala nabiyyina Muhammadin

Kebutuhan seseorang terhadap ilmu merupakan kebutuhan yang sangat urgent dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi kebutuhan terhadap ilmu agama. Ilmu yang dengannya seseorang bisa mengenal Allah. Ilmu yang dengannya seseorang bisa berbakti kepada kedua orang tuanya. Ilmu yang lebih kita butuhkan dibandingkan makanan dan minuman.

Imam Ahmad berkata: “Kebutuhan manusia terhadap ilmu lebih besar dibandingkan kebutuhan manusia terhadap makanan dan minuman, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, namun ilmu dibutuhkan oleh manusia sepanjang hembusan nafas.” (Lihat Bahjatun Nazhirin, hal 220). (Sumber http://buletin.muslim.or.id/aktual/seandainya-kita-tahu)

Hari ini ada saudara saya yang pagi-pagi mengirim sms, "Jan, ntar mau bareng?klo ya ktm di dkt gor klebengan ya." Alhamdulillah ada yang mengingatkan untuk mengikuti kajian agama Islam sore ini. Sekitar Pkl 14.15 WIB saya akhirnya menemui sahabat baik saya tadi dan kami menuju Masjid Pogung Dalangan (MPD) utara UGM untuk menimba ilmi di Tabligh Akbar dengan tema "Indahnya Kesabaran". Pada kesempatan mulia ini, ustadz Ali Basuki, Lc memberikan nasihat-nasihatnya, membahas Kitab 'Iddatus Shabirin karya Al Imam Ibnu Qayyim. Sesampainya di MPD, kajian sudah dimulai, dan kami langsung menyiapkan alat tulis. Ya, ini sangat penting untuk mencatat apa saja yang disampaikan ustadz. Alat tulis adalah senjata utama untuk mengikat ilmu. Barangkali esok dapat kita baca dan resapi maknanya kembali. Berikut saya rangkumkan sedikit apa yang berhasil saya catat, afwan jika catatan ini masih sangat sederhana (boleh dikoreksi/diluruskan jika ada yang salah).

Hakikat Kesabaran (Sabar)

Adalah satu sifat yang akan menyempurnakan Islam seseorang. Sabar ibarat kepala dalam tubuh manusia. Kesabaran dengan niat karena Allah Ta’ala akan sempurna keimanan seseorang. Secara bahasa, sabar adalah upaya untuk menahan. Ibnul Qayyim mengibaratkan sebuah kesabaran itu “Ketika seseorang berupaya merasakan sesuatu yang pahit tanpa memasamkan muka”. Ia menahan sesuatu yang pahit tanpa muka masam.
Orang yang dikatakan penyabar sejati adalah senantiasa membiasakan dirinya untuk berjuang melangkah kepada perkara-perkara yang dibenci Allah. Sabar juga berarti meninggalkan sifat berkeluh kesah. Semakin berat ujian seseorang, maka akan semakin keras pengaduannya kepada Allah karena ia tahu bahwa hanya kepada Allah lah tempat mengadu.

Ada beberapa kesamaan kata yang bermakna sabar :

  1. As-Sabr yang berarti seseorang mampu menjaga dab menahan dari seruan-seruan yang akan merusak agamanya.
  2. At-Tasabbur yang berarti sebuah upaya menahan dari sesuatu yang berat dalam kehidupannya seperti ketika tertimpa musibah. Allah memintanya untuk menaikkan derajat kesabarannya.
  3. Al-Istibar yang tingkatannya lebih tinggi dari At Tasabbur. Al Istibar mencerminkan sesorang yang secara konsisten (istiqomah) mampu menjaga kesabarannya dalam keadaan apapun. Ini adalah cerminan para nabi yang betapa berat cobaannya untuk mempertahankan keimanan.
  4. Al-Mushobaroh lebih identik dengan upaya menjaga agamanya dan kemuliaannya di saat terjadinya sebuah pertikaian yang mengharuskan adanya perjuangan yang panjang.

Selanjutnya, akan kita simak Sifat Kekuatan dan Kelemahan dari kesabaran yang ada pada diri seseorang. Beberapa kondisi di antaranya :
  1. Seseorang yang kekuatan agamanya mendominasi. Orang ini akan memiliki kekuatan kesabaran untuk melawan hawa nafsunya. Sebaik-baik penyabar adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Merekalah orang yang berilmu, taat beragam dan istiqomah berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah. Akan dikabarkan kebahagiaan baginya yaitu surga, insyaAllah.
  2. Kekuatan hawa nafsu lebih dominan sehingga mengalahkan kekuatan agamnya. Sebuah nasihat terutama untuk mereka para wanita. Betapa besar tantangan yang harus mereka hadapi. Teringat pada zaman Rasulullah, saat itu wanita-wanita jahiliah senantiasa memamerkan auratnya, maka ancaman neraka baginya. Saat ini pun banyak wanita yang berpakaian tapi telanjang. Maka sudah seharusnya sebagai seorang muslimah harus berpegang teguh mengutamakan prinsip agama Islam.



Ada dua korban dari sifat kedua ini :
  1. Korban yang menjadi pasukan hawa nafsu dan pengikut hawa nafsu (pengikut syaitan).
  2. Korban yang menjadi pemimpin hawa nafsu, justru syaitan yang menjadi pengikutnya (sudah terlampau parah).
Jika hawa nafsu sudah berkuasa pada diri seseorang, maka akan membahayakan orang lain. Kondisi ini terjadi saat sifat sabar hilang. Ada beberapa karakter korban yang mengutamakan hawa nafsu :
  • Orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Mereka senantiasa menggugurkan perintah dakwah.
  • Mempersiapkan dirinya untuk perang/menentang Allah dan Rasulullah. Hakikatnya adalah kesombongan darinya, ia hanya mencari kehidupan dunia semata.
  • Orang-orang yang munafik (nifak).
  • Yang lebih banyak bermain-main di dunia. Ia muslim namun penghamba dunia.
  • Ada keinginan untuk taubat tetapi tidak mampu keluar dari kondisinya, mudah kembali ke dalam kemaksiatan.
  • Orang-orang yang sudah putus asa. Ia menggantungkan dengan ampunan Allah di akhir hayatnya.
  • Menunda taubat dan meyakini akan bertaubat di akhir hayatnya. Padahal, kematian adalah rahasia Allah.

Letak Kesabaran Seorang Muslim :
  1. Sabar di atas perintah-perintah Allah Ta’ala
  2. Sabar dalam perselisihan
  3. Sabar dalam ragam ketentuan-ketentuan Allah.
  4. Sabar untuk menjaga keistiqomahan di atas agama Allah.

Kesabaran ada kalanya :
  1. Wajib : sabar menjaga perkara haram, sabar menunaikan kewajiban, dan sabar tatkala mendapat cobaan Allah.
  2. Sunah : kembali seperti objek yang hukumnya sunah.
  3. Haram : yaitu menahan diri dari perkara-perkara yang bisa membinasakan (al mahdzur). Contohnya saat kelaparan dan di samping kita ada bangkai, maka agar kitat tetap hidup maka makanlah bangkai itu (karena darurat). Tetapi jika kita justru menahan rasa sakit hingga akhirnya meninggal, maka itu adalah sesuatu yang dibenci Allah.
  4. Makruh : contohnya banyak. Seseorang yang bersabar dari perkara yang mubah tetapi akibatnya menghasilkan mudhorot baginya.
  5. Mubah : jika objek yang ada mempunyai tingkatan yang sama (biasa).

Demikian sedikit rangkuman kajian sore ini. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada Al Ustadz Ali Basuki, Lc dan kita senantiasa diberikan istiqomah dalam menimba ilmu syar’i. Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam telah memberikan kabar gembira bagi siapa saja dari kita yang mau untuk menuntut ilmu sebagaimana dalam sabdanya:

Dan barangsiapa yang meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga.” (HR. Muslim).

Ini merupakan kabar gembira yang diberitakan oleh manusia yang paling mulia lagi paling benar ucapannya. Maka sepantasnyalah kita sebagai seorang muslim menyambut kabar gembira tersebut dengan berlomba-lomba untuk mencarinya.

Yogyakarta, 17 April 2015 Pkl 19.19 WIB

Janu Muhammad


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar