Ged a Widget

Kamis, 05 Februari 2015

Dito Anurogo, Dokter Online Kaya Prestasi



Dokter muda kelahiran Semarang 23 Juli 1983 ini perlu untuk kita tengok perjalanan hidupnya. Dialah Dr. Dito Anurogo, putra dari pasangan KRAT. Ir. H. Teguh Djoko Suprapto, MT. dan Hj. Nunik Dwi Astuti, S.Sos yang dikenal sebagai dokter online. Saat ini, ia tinggal di Jl. Cinde barat No. 4 Semarang, 50256, Jawa Tengah, Indonesia. Dokter yang hobi membaca dan menulis sejak sekolah dasar ini mempunyai beberapa hobi diantaranya : filateli (mengoleksi perangko) dan numismatic (mengoleksi uang). Selain itu, ia juga gemar berkebun, jogging, pecinta alam, travelling, fotografi, koleksi buku maupun ebook dan lain sebagainya.  Pria berkacamata ini menyukai warna putih, hijau muda, dan merah muda. Sebagai orang asli Jawa, Dr. Dito Anurogo tentu menyukai makanan-makanan tradisional dan ternyata kurang begitu suka dengan makanan cepat saji (fast food). Begitu pun jika ditanya “Apa buah favorit Dr. Dito ?” Ia menyukai semua jenis buah kecuali nangka dan rambutan.
Cita-citanya sejak kecil adalah menjadi seorang dokter. Ketika mendengar kata ‘dokter’ pasti kita menyebutnya orang di atas rata-rata karena untuk menjadi dokter saja tidak cukup pintar secara akademik, tetapi juga secara nonakademik. Tidak heran, ketika kita melihat rekam pendidikannya, Dr. Dito berasal dari sekolah favorit. Pada tahun 1088-1089 ia mulai bersekolah di TK Mangga Semarang, setelah itu melanjutkan ke SD Negeri Sompok (“SD Teladan) Semarang. Tahun 1995-1998 menghabiskan masa-masa remaja di SMP Negeri 3 Semarang yang merupakan salah satu SMP Standar Nasional. Mulai di SMP ini Dr. Dito sudah aktif di OSIS, pramuka, majalah sekolah, ROHIS, dan berbagai kegiatan ekstrakulikuler. Prestasi yang cukup membanggakan diantaranya : menjadi bintang, satu-satunya delegasi SMP Negeri 3 Semarang untuk Lomba Penelitian Ilmiah Remaja ke-21 Tingkat Nasional Tahun 1997, Juara I LCT-P4 tingkat SLTP di Kecamatan Semarang Tengah dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 1997, dan satu dari Sepuluh Siswa Berprestasi SMP 3 Semarang berdasarkan keputusan Kepala SMP 3 Semarang Nomor: 427.A/103.33/SMP.03/LL/96, ditetapkan di Semarang tanggal 1 Oktober 1996. Prestasi di antara masa SMP dan SMA: Alumnus terbaik Madrasah Takhashushiyah di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (PPMIA) Sukoharjo Indonesia, 10 Juni 1999. Tentu ini adalah sebuah kebanggaan baginya dan kedua orang tua yang selalu memberikan pendidikan terbaik bagi dokter berkacamata ini.
Selepas SMP, Dr. Dito melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Semarang, sekolah favorit berstandar internasional. Ia pun melanjutkan untuk aktif berorganisasi di OSIS, majalah sekolah, dan rohis. Pencapaian prestasinya semakin gemilang. Ia pernah menjadi beberapa kali delegasi sekolah untuk mengikuti olimpiade matematika, salah satu mata pelajaran favoritnya. Semasa SMA, Dr. Dito pernah menjadi nominator Lomba Penulisan Esai Ilmiah Populer Harun Yahya International Award 2003, delegasi SMA Negeri 1 Semarang dalam Lomba Matematika XIV Nasional 2002 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) Yogyakarta, 23-24 Maret 2002, delegasi SMA Negeri 1 Semarang dalam Olimpiade Matematika se-Jawa Tengah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Diponegoro Semarang, 11 November 2001, delegasi SMA Negeri 1 Semarang dalam Forum Ilmiah Matematika 2001 se-Jawa di Universitas Negeri Semarang, 17-21 September 2001, delegasi SMA Negeri 1 Semarang dalam Olimpiade Matematika tingkat Internasional di SMU Taruna Nusantara Magelang, 10 September 2001, dan tentunya menjadi bintang Kelas SMA Negeri 1 Semarang 1999-2002.


Salah satu moto hidup Dr. Dito adalah Time is Knowledge, opportunity, and experience. Pada masa transisi menuju bangku perkuliahan, ia memikirkan matang-matang jurusan apa yang akan diambil. Akhirnya ia pun memutuskan untuk memilih jurusan kedokteran. Menurutnya, itu adalah sebuah panggilan jiwa untuk menolong sesama, serta menemukan banyak hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan. Tak lain juga adalah cita-citanya sejak kecil. Setelah menamatkan SMA, Dr. Dito yang masih muda dan penuh semangat mengikuti kursus bahasa Inggris dan bimbingan belajar. Ia juga beberapa kali mengikuti lomba menulis, workshop, seminar, yang semuanya itu dapat mengasah kompetensi diri. Ia juga rajin pergi ke perpustakaan daerah Jawa Tengah dan toko buku untuk sekadar menghabiskan waktu bersama buku-buku favoritnya. Satu hal yang menjadi teladan kita adalah pada masa muda Dr. Dito belum pernah pacaran dan jarang sekali nonton televise kecuali acara Discovery Channel atau film-film lucu seperti Doraemon, Casper, Tom and Jerry. Ia juga jarang bermain PlayStation atau video game. Menurutnya, waktu muda benar-benar dimaksimalkan untuk menimba ilmu pengetahuan dan sejuta pengalaman yang bermanfaat.
Sejak tahun 2002 ia mulai menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Sultan Agung Semarang (UNISSULA). Ia mulai aktif dalam berbagai organisasi dan karya-karya tulisannnya semakin berkembang. Tidak mudah memang menjalani masa-masa perkualiahan. Demi membiayai kuliahnya, ia rela berjualan kue pia, software, dan buku-buku kedokteran untuk tambahan uang saku. Tentu aktivitas ini tidak mengganggu jadwal kuliahnya karena sudah ada resep khusus bagaimana mengatur waktu yang sedemikian padat bagi mahasiswa kedokteran. Diantara deretan organisasi yang ia geluti yaitu menjadi Standing Committee on Research Exchange (SCORE) CIMSA. Lewat organisasi ini, ia pernah menjadi delegasi Asia Collaborative Training on Infectioous Disease, Outbreak, Natural Disaster, and Refugee Management pada tahun 2006 di Jakarta. Dr. Dito hingga kini menjadi member of IFMSA (International Federation of Medical Students Association), anggota Forum Lingkar Pena (FLP)Semarang, konsultan kesehatan di Netsains.com dan editor HOKI (Harian Online Kabar Indonesia) yang beralamat di www.kabarindonesia.com . Ia menamatkan status mahasiswa sarjana kedokteran pada tahun 2009 dan resmi menjadi dokter pada 24 Oktober 2009. 

 
Dokter online yang kaya akan prestasi, demikian kita bisa menyebut sosok Dr. Dito Anurogo. Berbagai pencapaian prestasi yang satu jalur dengan bidang yang ia tekuni mengantarkannya meraih beberapa penghargaan. Pada tanggal 5-26 Maret 2007 ia menjadi satu-satunya delegasi Indonesia untuk riset di Italia. Untuk kedua kalinya ke Eropa, pada tanggal 30 Juli-27 Agustus 2007 ia pernah menjadi satu-satunya delegasi Indonesia untuk International Training Exchange Program di Hungaria. Sungguh, pengalaman luar biasa bagi pria yang terampil membaca cepat dan menulis ini. Sosok Dr. Dito yang kita sebut dokter online ini selalu haus untuk menulis karya fiksi maupun nonfiksi. Terbukti, pada tahun 2008 ia menyabet dua gelar Pemenang 1 Lomba Menulis Surat Cinta yang diselenggarakan oleh Harian Online Kabar Indonesia (HOKI). Masih dengan penyelenggaran yang sama, ia juga menyabet Pemenang II HOKI Online Literary Awards. Ia pun pernah menjadi nominator Lomba Penulisan Esai Ilmiah Populer Harun Yahya International Award pada tahun 2003.
Kesibukan untuk menulis dan berorganisasi tidak menyurutkan kesehariannya untuk berbagi. Ia beberapa kali menjadi peserta workshop ataupun seminar dan juga menjadi pembicara dalam beberapa kesempatan. Pada tanggal 15-17 November 2006 Dr. Dito yang masih mahasiswa menjadi salah satu pembicara pada Student Program di Konferensi ke-5 Asia Pasifik APA PHS di FK UNAIR Surabaya. Pada tahun yang sama ia sering diundang untuk menjadi pembicara yang kaitannya dengan kedokteran dan kepenluisan. Jiwa sosialnya pun terpanggil ketika menjadi relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) untuk Gempa Bumi Klaten, 2 Mei-25 Juni 2006. Tenaga dan pikiran ia berikan untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah gempa saat itu.
Dr. Dito Anurogo memang pantas kita sebut dokter online kaya prestasi. Berbagai karyanya telah tembus media online maupun cetak. Daftar sebagian karyanya antara lain : 33 Tips Asyik dan Murah Berlibur di Rumah bersama Anak, 99 Persembahan Spesial di Hari Valentine, Misteri “Ayat-ayat Cinta” R.A. Kartini, Renungan Awal Tahun : Menjadi Manusia Cahaya, Zikir Menyembuhkan Kankerku, dan lain sebagainya. Tercatat sekitar 16 buku yang telah ia terbitkan. Dokter online, perintis konsultasi kesehatan di internet (dokter digital), pemerhati Hematopsikiatri, Pharmacogenetic, dan Pharmacogenomic, kini menjadi konsultan kesehatan di NetSains.net dan detik.com. Ia berhasil mendapatkan sertifikasi CME (Continuing Medical Education) dari berbagai universitas ternama, seperti: The Johns Hopkins University School of Medicine, Harvard Medical School, Oxford University, dan lain sebagainya. 



Dedikasi Dr. Dito Anurogo sebagai seorang dokter antara lain pernah berkarya di RS Keluarga Sehat (KSH) Pati, mengabdikan diri di Palangkaraya sebagai dokter di RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya, staf ahli rektor di Universitas PGRI Palangka Raya, ketua cabang FAM (Forum Aktif Menulis) Palangkaraya. Selain itu, ia juga aktif berorganisasi di ACIKITA dan pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia di forum bergengsi Internasional AICST 2011 dengan mahakarya “Biomarker Stroke”. Di tahun 2012, ia kembali menjadi delegasi Indonesia di forum bergengsi Internasional AICST 2012 dengan mahakarya “Neuropharmacogenetics: The Art of Epilepsy Management”. Hobinya membaca, menulis, berdiskusi, dan riset telah membawanya sebagai presenter, moderator, dan pembicara di berbagai forum bergengsi nasional dan internasional.
Bagi Dr. Dito Anurogo, arti sebuah kesuksesan adalah ketika kita bisa mensukseskan orang lain. Sukses itu adalah proses dan bukan tujuan. Baginya, ketika bisa mencerahkan masa depan seseorang, membahagiakannya, atau membuatnya tersenyum, maka itu lebih dari sekadar sukses. Sukses lahir dari usaha keras, doa, dan harapan. Cita-citanya untuk masa depan adalah menjadi ilmuwan, hartawan, dermawan, sekaligus “dokter cahaya”, yang menerangi, memotivasi, menginspirasi dan mencerahkan, serta bermanfaat bagi umat manusia. Inilah sebuah teladan yang dapat kita petik dari perjalanan Dr. Dito Anurogo. Di tenagh kesibukannya menjadi dokter, ia masih memegang teguh passion menulis dan berbagi manfaat. Sudah seharusnya kita lebih cerdas memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal positif agar sukses seperti yang dicita-citakan. (Janu Muhammad)

Referensi :
1.      Surya Alam. Mati-matian Berjuang untuk Menjadi Dokter. Disitasi dari http://kampusgw.com/inspirasi/mati-matian-berjuang-untuk-menjadi-dokter pada tanggal 17 Januari 2015.
2.      Dito Anurogo. Disitasi dari  http://travel.detik.com/DitoAnurogo pada tanggal 1 Januari 2015.
3.      Konsep Kampung Djamoe Organik Martha Tilaar Pikat Ilmuwan Surya University. Disitasi dari http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/10/31/konsep-kampung-djamoe-organik-martha-tilaar-pikat-ilmuwan-surya-university-605275.html pada tanggal 17 Januari 2015.
4.      Wawancara via skype pada tanggal 15 Januari 2015.


9 komentar:

  1. Memang benar benar tidak ada jalan lunak untuk sebuah kesuksesan. Tidak ada jalan mulus untuk memberi kebermanfaatan. Semua butuh usaha ~
    Kagumnya, sampai bisa dpt dr Johns Hopskin sama Oxford ckckckk.. Hebat bener ya, dokter satu ini. *tiba tiba mendapat suntikan semangat* thanks janu, keep writing keep inspiring others !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Lisna, banyak belajar nih dari mas Dito. Anyway terimakasih sudah mau mampir ke blog sederhanaku ini :) Keep writing !

      Hapus
  2. nice info jd tambahn info tentang dokter Dito, sukses ya n slm knl :)

    BalasHapus
  3. Dokter .. konsultasi boleh gak di sinii ...
    Gini .. saya sering kencing terus menerus .. dan kencingnya hanya sedikit setetes doang kayaknya .terus terasa sakit kalau kencing .dan kencingnya kadang berwarna merah .. lalu badan saya suka ngedadak lemes banget .. gemeteran,perut terasa mulas
    ,mual,pandangan kabur jika habis duduk lalu bangun ,kadang sering kedinginan mendadak padahal cuaca panas .itu kenapa ya dook .. ? terimakasiiih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bisa langsung hubungi beliau di https://www.facebook.com/dr.dito?fref=ts

      Hapus
  4. Dokter .. konsultasi boleh gak di sinii ...
    Gini .. saya sering kencing terus menerus .. dan kencingnya hanya sedikit setetes doang kayaknya .terus terasa sakit kalau kencing .dan kencingnya kadang berwarna merah .. lalu badan saya suka ngedadak lemes banget .. gemeteran,perut terasa mulas
    ,mual,pandangan kabur jika habis duduk lalu bangun ,kadang sering kedinginan mendadak padahal cuaca panas .itu kenapa ya dook .. ? terimakasiiih ..

    BalasHapus
  5. Mohon maaf mungkin bisa menghubungi beliau lewat FB nya https://www.facebook.com/dr.dito?fref=ts terimakasih

    BalasHapus
  6. masya allah dokter dito, anda sungguh luar biasa dan patut diteladani. semoga anda terus sukses dunia dan akhirat, aamiin

    BalasHapus