Ged a Widget

Selasa, 03 Februari 2015

Bertemu Kembali dengan Dia

Alhamdulillah, segala puji syukur kepada Allah, Rabb semesta alam
Malam mini entah mengapa saya belum bisa tidur. Jam sudah menunjukkan Pkl 12.17 menuju dini hari. Rasa-rasanya waktu begitu cepat, baru juga tanggal 30 Januari 2015 kemarin bertemu dengan seorang saudara lama yang sekitar 6 tahun terpisah jarak. Rasanya baru kemarin kami bertemu kembali di Kuala Lumpur. Ya Rabb, mengapa kini saya sudah rindu dia kembali. Apakah ini yang namanya jalinan ukhuwah sesama saudara muslim ? Ada sebuah ikatan persaudaraan yang akhirnya merasuk ke dalam hati.


Maaf kalau tulisan di bawah ini lebih mengarah ke sharing, memang saya orangnya introvert-melankolis :) 

Sembari mendengarkan “No One Knows But Me” by Raef. Baiklah, saya akan bercerita tentang sebuah pertemuan kemarin. Meskipun hanya tiga hari, bagi saya adalah sebuah nikmat berharga dari Allah. Saudara saya ini bernama Firmansyah Shidiq Wardhana. Secara historis kami pernah bertemu saat mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Nasional pada tanggal 10-13 September 2009 di MAN 3 Malang. Saya tidak begitu ingat detail acaranya, pada intinya pesantren ini khusus untuk siswa-siswa dari SMA bertaraf internasional se-Indonesia. Saking banyaknya peserta, saya pun tidak begitu hafal nama-namanya. Saat itu, saya adalah salah satu delegasi SMA N 2 Yogyakarta. Saya pun tidak begitu kenal siapa itu Firmansyah. Barangkali saya memang dulu lebih banyak diam untuk mendengarkan materi. Yang saya ingat nama koordinator alumni Sanlatnas 2009 ialah Raja Fuady. 

 

Sebelum pulang, kami menginisiasi sebuah grup facebook agar komunikasi alumni terjaga. Alhamdulillah, dengan media facebook akhirnya saya dapat mengenal lebih dekat teman-teman Sanlatnas. Saya pun ternyata berteman dengan mas Firman. Sekian lama tidak saling kontak, akhirnya sekitar tanggal 10 September 2013 kami baru sadar kalau sama-sama alumni Sanlatnas, masyaAllah… :’( Hari itu kami seperti ada sebuah pertautan saudara di hati, sewaktu saya mau ngechat facebook, mas Firman ternyata nge chat duluan, Ya Allah… Sejak saat itu pun kami mulai sering komunikasi via facebook… 

Kami sama-sama sibuk kuliah dan organisasi. Mas Firman adalah Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di University of Malaya, sekaligus President of University Malaya International Students Association (UMISA). Dia juga sering mengikuti kegiatan di luar negeri ataupun training mewakili UM. Begitu pula dengan saya yang sejak saat itu konsen di UKMF Penelitian SCREEN. Menjadi kepala bidang serta tahun 2014 menjadi ketua benar-benar membutuhkan effort lebih. Komunikasi kami akhirnya mulai tidak intens, tetapi sesekali kami selalu tanya kabar. Sampai akhirnya sekitar pertengahan 2014 ketika saya akan berangkat ke Australia pada bulan November, saya coba menghubungi mas Firman. Kebetulan pesawat saya transit di Kuala Lumpur. Sulit sekali membuat janji yang fix karena padatnya agenda dia sebagai president UMISA dan PPI-UM. Bulan November pun datang, saya berusaha agar dapat bertemu mas Firman di airport. Tetapi, belum rezekinya untuk bertemu. Allah belum menghendaki kami untuk berjumpa. Ya, sedih sekali, seperti ditinggal pergi saudara saja. Iya, gimana tidak sedih, kami sangat menantikan perjumpaan itu. Kami sama-sama berdoa yang terbaik, kami yakin Allah akan mempertemukan pada waktu yang tepat.


Sekitar bulan Desember 2014 setelah dari Australia, saya mengetahui ada informasi kegiatan ASEAN University Youth Summit di Malaysia. Saat itu, saya memberitahu mas Firman dan juga mas Luthfy (UNAIR) yang juga sohib saya di Sanlatnas 2009. Siapa tahu kami bertiga dapat bertemu langsung di Malaysia. Selama ini kami baru bertemu di dunia maya, ingin rasanya mengucap salam secara langsung kepada mereka. Ternyata, mas Luthfy pada akhir Januari 2015 sudah ada kegiatan KKN, mas Firman ternyata juga ada acara training. 

Pertolongan Allah pun datang, saya yakin ini adalah kesempatan terbaik untuk bertemu saudaraku Firmansyah. Saya kemudian melengkapi syarat AUYS yang akan dilaksanakan di Kedah, 26-29 Januari 2014 di Universiti Utara Malaysia. Alhamdulillah, akhirnya saya putuskan pulang ke Indonesia tanggal 1 Februari 2015 agar dapat bertemu  mas Firman. Segala puji bagi Allah, dia akhirnya free tanggal 30 Januari-1 Februari 2015. Rasanya seperti mendapat hadiah berharga, saya begitu bersyukur dan bahagia atas kabar itu. Ingin rasanya bertemu dia yang menjadi inspirator saya. Iya, mas Firman masuk ke dalam list inspirator yang akan saya temui tahin 2015. 

Hari bahagiapun datang, setelah berkomunikasi via whatsapp akhirnya Jumat 30 Januari 2015 sekitar Pkl 07.45 kami bertemu di dekat LRT Universiti. Sebuah ucapan salam dan pelukan persaudaraan akhirnya mengobati rasa rindu yang telah memuncak. Hari itu saya merasakan sense seorang saudara baru. Ada sebuah ikatan dari hati terdalam yang membuat kami saling percaya bahwa pertemuan ini adalah yang terbaik dari Allah. Terimakasih Ya Rabb…
 

Saya pun diajak ke asramanya di kompleks UM. Sapaan hangat, senyum keikhlasan, dan logat Jawa-Malaysia yang menjadi satu mengawali perbincangan kami. Satu sama lain menanyakan kabar keluarga dan aktivitas saat ini. Yah, bersyukur rasanya bisa bertemu orang sehebat mas Firman. Di tengah kesibukannya masih membukakan pintu untuk saya ini. Sederhana, baik, murah senyum, amanah, cerdas, dan tentunya sholeh, karakter yang melekat dalam diri mas Firman. Dia adalah pemuda sholeh dan cerdas, menjadi inspirasi tersendiri bagi saya. Dia adalah orang yang cinta kebersihan, terlihat suasana kamar yang sangat rapi. Dia adalah orang yang humble, penuh semangat untuk orang-orang di sekitarnya. 


Hari itu pun saya diajak mas Firman keliling Kuala Lumpur, benar-benar nikmat Allah bertemu dia dan belajar darinya. Hari Sabtu pun saya diajak ke Melaka, cukup lama perjalanannya, Alhamdulillah sangat berkesan sekali. Itu semua berkat keikhlasan dari saudaraku ini. Berkat Allah juga yang akhirnya menjalin hati kami untuk saling menyemangati dan mendoakan. 

Bertemu kembali dengan dia, menjadi sebuah bukti bahwa sebuah doa yang selama ini kami panjatkan akhirnya dikabulkan oleh Allah. Dulu saya sempat putus harapan karena jarak yang terlalu jauh untuk bertemu, tetapi ternyata ketika Allah berkehendak, maka semuanya bisa terjadi. Semoga ukhuwah kami tetap terjalin sampai akhir hayat. Kalau nanti sama-sama sudah menikah bisa tetap bersilaturahmi. Sukses selalu cak Firman ! Semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang-orang di sekitar, syukur-syukur bisa bareng berkarya untuk Indonesia. Firman untuk urusan bisnis, saya untuk urusan pendidikan. Iya kan ? hehe,


Buat mas Firman, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan selama di KL. Semoga Allah membalas kebaikan mas, semoga sama-sama mendoakan yang terbaik ya sedulur… Semoga juga bisa bertemu lagi tahun ini, saya tunggu di Jogjakarta pokoknya… Sudah tidak kuat lagi melanjutkan tulisan ini, saking terharunya sudah kangen lagi….aku mencintaimu sebagai saudara karena Allah…


Salam ukhuwah, salam persaudaraan karena Allah :)

"Merasa kehilangan itu memang akan terjadi pada orang yang sudah merasa memiliki. Memang itulah sebetulnya hakikat memiliki, apalagi dibumbui dengan rasa cinta dan pelengkap kasih sayang. Maka aromanya akan tercium sebagai rindu di setiap waktu." (Quote_Yan Restu Freski)

Best brother forever insyaAllah...

Yogyakarta, 1 Februari 2015
Saudaramu,

Janu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar