Ged a Widget

Kamis, 08 Januari 2015

Untukmu Mamak dan Bapak



Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan nikmat sehat dan waktu luang sehingga pada pagi Subuh yang penuh berkah ini saya dapat memulai aktivitas menulis. Ya, menulisa adalah salah satu cara saya untuk berbagi, salah satu hobi yang sejak lama saya lakukan, entah tulisan apapun itu yang sekiranya akan bermanfaat pasti saya tulis.

Ba’da tahmid, semoga shalawat serta salam senantiasa tersamoaikan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam..suri teladan bagi umat manusia sampai akhir zaman.

Hari Rabu, 7 Januari 2015 kemarin adalah salah satu moment bahagia saya. Hari kemarin saya genap berusia 22 tahun, usia yang berada pada masa transisi antara remaja dan menuju dewasa. Ada yang mengatakan bahwa “Tua itu pasti dan dewasa itu pilihan” dapat saya sepakati ada juga yang benar dari pernyataan itu. Kecenderuangan seseorang dapat dikatakan dewasa itu relative. Bisa jadi secara fisik dia sudah dapat dikatakan dewasa, bisa jadi pula pemikirannya masih selevel anak sekolahan. Yang diharapkan dewasa ini adalah dari segi spiritualitas dan mentalitas. Sebuah rasa tanggung jawab yang telah dimiliki ketika mendapat amanah, sebuah sikap yangmencerminkan keteladanan, sebuah etika bicara dan sopan santun yang mencirikan bahwa seseorang itu telah dianggap dewasa. Orang lain yang akan menilai, bukan diri kita. Saya tidak bisa mengatakan secara subjektif bahwa saya sudah dewasa atau belum.


Beranjak dari definisi dewasa, ada sebuah hal penting yang menjadi peran seorang anak kepada orang tua mereka. Rasulullah telah mencontohkan bahwa kewajiban utama adalah birrul walidain atau hormat dan patuh terhadap orang tua. Ya, terutama kepada ibu yang selama 9 bulan mengandung kita, kepada bapak (ayah) juga yang selama ini berjuang menafkahi keluarga.

Alhamdulillah, terimakasih Ya Rabb, Engkau telah memberikan kedua orang tua hebat kepada saya. Mereka tak henti-hentinya berjuang demi putra-putrinya ini. Satu hal penting yang kami dapatkan dari sosok mamak dan bapak adalah keteladanan dalam memberikan pendidikan agama, akhlak, dan pendidikan umum sebaik mungkin. Meski beliau tidak menamatkan SD, beliau menginginkan kami untuk sekolah setinggi-tingginya sampai jadi professor dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Ketika mamak dan bapak bekerja di pasar, ada sebuah amanah besar untuk saya dan adik. Bahka kerja keras mereka telah merasuki diri ini untuk senantiasa semangat berjuang menggapai mimpi yang diinginkan. Semoga langkah-langkah ke depan akan dibukakan pintu kebaikan oleh Allah untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Seuah persembahan ini teruntuk mamak dan bapak tercinta. Semoga Allah senantiasa memberikan usia yang barokah dan bermanfaat. Masih ada sebuah impian besar agar kita dapat memenuhi panggilan illahi ke tanah suci, insyaAllah suatu saat nanti…

Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhumakama robbayaanishaghiro…

1 komentar:

  1. sudah menjadi kewajiban kita utk menghormati orang tua. Sy yakin semua agama pun mengajarkan itu.

    BalasHapus