Ged a Widget

Sabtu, 31 Januari 2015

Lika-liku Perjalanan ke Malaysia Anak 'Ndeso'

Alhamdulillah, siang ini atas berkat rahmat Allah, saya telah tiba di negeri jiran Malaysia. Rasanya baru kemarin saya bersama keluarga di rumah. Rasanya baru kemarin ada mas Wildan, tamu Mapres Undip yang menginap di rumah. Rasanya juga baru kemarin saya mendapat pengalaman homestay di Australia. Waktu begitu cepat hingga Allah memberikan kesempatan ini.

Baik, sebelum banyak yang pertanya mengapa tiba-tiba anak 'ndeso' ini ke Malaysia akan saya ceritakan latar belakangnya. Beberapa waktu ini saya tidak dapat lepas dari aktivitas kuliah akhir (skripsi) dan aktivitas di GMB (Gerakan Mari Berbagi) yang juka saya ceritakan perjalanannya akan sangat panjang. Sahabat dapat membuka blog saya di www.muhammadjanu.blogspot.com . Sekitar 2 bulan yang lalu saya mengetahui kalau akan ada kegiatan ASEAN University Youth Summit yang intinya bertujuan untuk memberi kesempatan pemuda-pemudi ASEAN bertemu dan berdialog khususnya berkaitan dengan kegiatan youth volunteerism, kegiatan sosial masyarakat. Selengkapnya ada di www.aseanyouths.net . Saya tertarik untuk mengikuti kegiatan ini karena passion saya memang di pendidikan, riset sosial, dan kegiatan berbau relawan sosial. Ini tidak lain juga sedikit keseharian saya di GMB dan Omah Baca Karung Goni.


By the way, pertanyaan selanjutnya dalah : bagaimana prosedur daftarnya hingga menjadi peserta dan berangkat ? Sebenarnya ini pertanyaan yang umum ditanyakan teman-teman. Bagaimana tiket pesawatnya ? Biaya registrasi ? Alhamdulillah, saya ada rezeki yang memang dari Allah. Secara spesifik saya tidak dapat menyebutkan. Di mana ada usaha, Allah akan membukakan jalan.

Sebenarnya ada alasan lain mengapa saya ingin menghadiri kegiatan ini : ilmu, networking, pengalaman, dan tentunya silaturahmi. Jujur, saya sangat mengharapkan perjumpaan saya dengan sahabat lama yang sudah terpisah 6 tahun. Semoga tanggal 30 Januari bisa ketemu di Kuala Lumpur. Baik, setelah persiapan fix, mulai dari mental dan material, alhamdulillah kemarin Minggu jam 11.45 WIB dari bandara Adisutjibto Yogyakarta saya berangkat. Nah, ini dia lika-liku mulai ada. Ketika di bandara saya tidak lepas dari sifat 'ndeso' saya. Di sana itu saya mau bayar airport tax saja sampai lupa. Alhasil ya meskipun datang awal untuk check ini malah bayar tax belakangan.


Ketika mau naik pesawat AA, saya jalan menuju pesawat nan megah dan besar, maklum baru 3x ini naik pesawat sehingga bayangan naik pesawat itu masih terkesan 'wah'. Sampai di pesawat saya dapat tempat duduk tengah, di antara 2 bapak-bapak. Eh, pesawat mau lepas landas malah pengin ke belakang (toilet). Saya pun terpaksa menahan sampai tiba di Kuala Lumpur, entah mengapa saya saat itu enggan untuk pindah tempat.

Setibanya di Kuala Lumpur, astaghfirullah...ternyata barang bawaan saya cukup berat. Baru terasa pas mau sholat di mushola saya harus membawanya ke sana-sini, bahkan ke kamar mandi pun saya bawa. Kuala Lumpu International Airport memang bandaranya cukup ramai, tapi masih ramai Soeta. Setelah sholat, saya kemudian mencari 2 teman saya yaitu May dan Shinta, mereka juga dari UNY. Setelah sekian lama mencari akhirnya kami ketemu di dekat loket skybus. Gembirany bukan kepalang karena ketemu tema sekampus. Kami akhirnya naik bis menuju KL Central. Nah, di KL Central ini banyak kejadian memalukan dan memilukan. Kami berulang kali salah alamat, maksudnya salah tempat, salah lift, salah lantai, dan masih banyak kesalahan mencari jalan. Saking ribetnya dan bawaan koper cukup berat, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang. Setelah sekian lama hunting makan, akhirnya masuk ke warung penyet. Alhamdulillah, akhirnya bisa makan juga. Setalah makan, kami pun menuju stasiun kereta, menunggu kereta ke Arau Station. Ngantuk berat, kaki mulai lelah, tetap semangat masih membara untuk segera sampai ke Universiti Utara Malaysia. Jam 10 malam kami berangkat naik kereta. Dengan 23 ringgit kami naik kereta, perjalanan cukup panjang sampai jam 8 pagi. Sebenarnya di kereta juga sifat 'ndeso' saya asih kelihatan. Ketika membuka pintu kereta saja bingung, sudah berusaha sekuat tenaga eh ternyata tinggal pencet tombol. Sampai-sampai malu dengan penumpang lain, maafkan sayaaa...

Pagi ini sekitar Pkl 8.00 sampai di Arau Station. Kami dijemput panitia dan langsung menuju registrasi menggunakan bus. Setelah registrasi kami diberi kunci kamar untuk tidur di asarama putra. Ketika masuk kamar dan menata ruangan saya pun tidak tahu bahwa ternyata kain sprei terselip di belakang bantal. Ternyata belum terpasang dan saya baru sadar ketika mengunjungi kamar teman-teman di lantai 3... Memang ya sifat 'ndeso' tidak bisa lepas dari anak penjual cabe ini :3 Tapi alhamdulillah jadi berkesan...

Cerita bersambung segera ya, ini baru akan dimulai acaranya :)

Malaysia, 26 Januari 2015

Janu

1 komentar:

  1. kak minta id line nya dong, saya mau tanya tentang jurusan pendidikan geografi karena insya Allah tahun ini saya mau nyambung kesana.

    BalasHapus