Ged a Widget

Kamis, 26 Juni 2014

Nasihati Saya

Beberapa visualisasi yang ingin saya ambil hikmah dan nasihat...



Ini tentang mimpi bertemu para inspirator, insyaAllah selepas KKN :-)




 Ini tentang mimpi untuk merantau ke Belanda, 
insyaAllah...mohon doanya sahabat.



 Ini tentang refleksi betapa besarnya perjuangan IBU...



Yang terakhir ini tentang kekuatan sebuah doa :-)

Dua Pilihan

Manusia hidup atas sebuah pilihan dari Yang Maha Menciptakan. Setiap manusia sudah dipilih oleh-Nya untuk bersanding, berteman, dan menjalani hidup dengan makhluk lainnya di bumi. Allah ternyata sudah mengajarkan manusia akan sebuah pilihan. Di dalam kehidupan sehari-haripun tidak hanya ada satu pilihan. Ada memang, ketika semua manusia pasti akan memilih "bahagia". Namun, tidak imbang rasanya kala bahagia itu tidak didampingi sebuah "duka".

Ya, semuanya diciptakan secara seimbang dan nyata. Ada baik, ada buruk. Ada tua, ada muda. Intinya semuanya adalah sebuah pilihan hidup. Sejak pagi manusia bangun pun sudah dihadapkan pada dua pilihan, antara bangun lalu beraktivitas atau bangun lalu tidur lagi. Jika sahabat ditanya demikian, apa yang akan sahabat lakukan ? Saya kira langsung bergegas mandi dan berkativitas ya ? Saya pun mengharapkan demikian.

Ada pilihan yang mudah, ada juga pilihan yang tidak mudah. Semuanya ada karena kehendak-Nya. Termasuk diantaranya pilihan mengambil sebuah keputusan yang berat. Minggu ini saya dihadapkan pada sebuah pilihan yang cukup berat dan krusial. Esok tanggal 1 Juli saya dan rekan-rekan UNY 2011 dilepas untuk KKN PPL dan sejak 2 Juli mulai aktif di SMA N 1 Minggir. Hari ini pun saya mendapat kabar dari Gerakan Mari Berbagi bahwa saya dinyatakan lolos mengikuti seleksi final program homestay 2014.



Saya mengingat perjalanan GMB sangat sulit dilupakan karena seleksinya sangat-sangat ketat hingga saya berhasil lolos sampai detik ini. Bulan Oktober 2013 seleksi administrasi dan wawancara di Jakarta. Lalu pembuatan proposal program, pengumuman lolos untuk Youth Adventure and Youth Leaders Forum. Bulan Fbruari 2014 kami 47 pemuka pemuda melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta dan mendapatkan leadership training dari inspiring leaders. Saya bersyukur sampai detik ini Allah masih memberikan jalan terbaik, dan sejak kepulangan GMBers ke daerah masing-masing kami melaksanakan implementasi program berbagi sampai Juni 2014. Tibalah saatnya untuk LPJ an dan puji syukur alhamdulillah saya adalah 1 diantara 22 pemuka pemuda yang lolos final.



Ya Allah, jika memang ini jalan terbaik dari-Mu maka tunjukkan hamba untuk menentukan antara dua pilihan : KKN PPL atau mengikuti seleksi final di asrama PPON Cibubur 4-6 Juli 2014 ? Semoga ada jalan tengahnya karena Allah lah yang Maha Memberi petunjuk.

Usaha, doa, tawakal ya Jan... ^^

Rabu, 18 Juni 2014

Refleksi Hidup : Allah dan Jalan Menuju Surga

Segala syukur terucap kepada Allah, Tuhan yang Maha Besar, Maha Bijaksana. Di keheningan menuju fajar ini hamba mencoba merefleksikan diri, mengevaluasi, dan membenahi diri sebelum bulan suci tiba. Hamba ingin sekali menyiapkan segala sesuatunya, karena bisa saja ini Ramadhan terakhir bagi hidup saya. Kita tidak pernah tahu sampai berapa tahun usia seseorang, hamba hanya ingin mempersiapkan segala sesuatunya sebelum terlambat. Ketika melihat sahabat-sahabat yang lain ikut dalam euforia piala dunia, atau sekadar mengkritik dan membela masing-masing capres pilihannya, hamba baru bisa diam, mengamati secara detail dan bukan berarti diam itu apatis. Bukankah kekuatan doa itu menjadi senjata paling utama ?

Allah, bimbinglah kami memaknai hakikat hidup...
Dulu ketika masih studi di SMA Negeri 2 Yogyakarta, kita sama-sama berazzam, kita bersepakat untuk menjaga diri ini, kita duduk dalam lingkaran mentoring, mendiskusikan mimpi-mimpi masa depan. Kita mempunyai semangat kuat untuk menimba ilmu Allah, berjanji menyampaikan dakwah Islam sampai kapanpun dan dimanapun, masih ingat itu sahabat ? Kita berpegangan erat menebarkan ilmu Allah dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah segala kemungkaran...

Saya sadar, bahwa di zaman modern sekarang ini dakwah begitu berat. Umat Islam kadang sebagain memandang dakwah harus disampaikan di pengajian-pengajian saja, di forum keagamaan semata. Coba lihat sisi lain dari sebuah amar ma'ruf nahi munkar nya Bu Risma walikota Surabaya yang menolak secara tegas dan berupaya menutup lokalisasi Dolly ? Bukankah itu salah satu implementasi dari dakwah itu sendiri ? Begitulah hakikat hidup, hidup untuk selelu menebar kebaikan.

Rabb, tunjukkan kami jalan yang lurus...bukan jalan yang Engkau murkai dan sesat...
Banyak di antara kami yang saat ini sering tak sadar memfitnah, hanya gara-gara sebuah tulisan, sebuah berita yang belum tentu benar kejelasannya. Hanya karena sebuah moment menuju pemilihan pemimpin untuk negeri ini. Kami berlindung kepada-Mu, agar lisan dan perkataan ini selalu Engkau jaga. Agar hati ini jauh dari segala prasangka. Agar mata hati ini selalu menunduk malu, bahwa Engkaulah yang Maha Mengetahui. Bahwa Engkaulah yang Maha Tinggi.

 

Allah, berikan kami kesempatan untuk memaknai hidup untuk berbagi...
Hamba sadar ketika di semester 1 dulu mempunyai mimpi tinggi, hamba menulikannya di buku harian, buku masa depan. Kami ingin menjadi diri kami yang paling tinggi dan sukses. Ternyata Engka telah mengetuk pintu hati kami. Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya dalam kebaikan. Kami sadar bahwa pencapaian prestasi setinggi apapun akan tidak bernilai tanpa hadirnya sebuah keikhlasan untuk berbagi. Berikanlah kami waktu untuk lebih banyak berbagi, menebarkan kebaikan untuk sesama. Ingatkanlah kami ketika hati ini menjadi condong, ingatkanlah kami ketika niat ini tidak lurus. Kami ingin sekali bermanfaat untuk masyarakat di mana kami tinggal, untuk orang tua dan sahabat kami tercinta, untuk agama Islam yang mulia. Karena saya sadar, betapa berharganya nilai berbagi, nilai yang hanya dimiliki oleh mereka yang berpikir ke depan, mereka yang mengesampingkan kepentingan pribadi, mereka yang ingin meraih surga bersama-sama, bukan sendiri.

Rabb, izinkan kami membuat orang tua bahagia, izinkan kami bersama pergi haji...
Betapa besar nikmat yang Engkau berikan kepada saya dan adik yang sholehah, memiliki dua pahlawan hidup paling berharga. Mamak dan bapak yang selalu ikhlas membimbing kami, mamak dan bapak yang tak pernah lelah mencari nafkah. Mereka mulai jam 3 pagi sudah bersiap ke pasar, mereka bekerja hanya demi kami bisa sekolah. Kami sadar betul, belum bisa membalas kebaikan beliau. Ya Allah, semoga ada saatnya kami dapat memberikan yang terbaik untuk beliau. Menjadi pribadi sholeh/sholehah dan cerdas adalah keinginan beliau kepada kami. Semoga juga hamba suatu saat dipertemukan kepada sosok pendamping hidup sholehah dan cerdas, yang bisa bersama berbakti mewujudkan keinginan mamak bapak untuk pergi haji. Semoga Engkau tunjukkan, tanpa adanya sebuah pacaran. Hamba yakin itu akan lebih mulia. Hamba percaya pasti Engkau akan menunjukkan jalan yang tidak disangka-sangka.

Rabb, semoga adik menjadi wanita sholehah dan cerdas...
Mempunyai adik seperti dia adalah nikmat berharga dari-Mu. Ia yang selalu berbakti, ia yang mempunyai cita-cita tinggi, ia yang mau belajar dari kesederhanaan keluarga kami. Ia yang selalu semangat pergi menuntut ilmu, ia yang ingin menjadi seorang pendidik. Limpahkanlah cahaya-Mu untuk adik semata wayang hamba, semoga menjadi anak sholehah dan berguna. Semoga tetap bisa menjaga diri sampai dewasa nanti.

Allah, muliakanlah saudara serta sahabat kami...
Betapa bersyukurnya kami, memiliki sahabat dan saudara yang baik, sahabat yang selalu menjadi teman bicara dan berdiskusi. Lantunan doa kami semoga menjadi kekuatan untuk mereka meraih mimpi. Untuk mereka yang selalu memotivasi kami, untuk mereka yang senantiasa mengingatkan kami berbuat baik dan berguna. Kami ingin bersama ke surga-Mu, maka kuatkanlah jalan menuju tempat terindah-Mu itu.

#Refleksi Hidup : Hidup untuk Bersyukur dan Berbagi
Tidak sedikit dari kita yang masih sering mengeluh,
Tidak sedikit dari kita yang belum mau bersyukur,
Masih ada di antara kita yang belum mengucapkan terimakasih ketika menerima kebaikan,
Masih sedikit pula di antara kita yang masih ragu untuk berbagi...
Apalagi mahasiswa, masih ada juga yang semata-mata mementingkan kuliah, lalu lulus dengan IPK tinggi, dan lulus entah ke mana...

Adakah jejak yang dapat kita tinggalkan sebelum lulus ?
Adakah jejak hidup dan jasa yang dapat kita bangun untuk masyarakat dan negara ? Tentu juga untuk agama ?
Masih ingatkah, betapa kehilangannya bangsa Indonesia terhadap ustadz Jeffri Al Buchori ? Seperti itulah harapan kita semua, menjadi pribadi baik yang selalu dinanti kedatangannya dan dirindukan segala kebaikannya...
Menjadi pribadi yang mau berbagi kebaikan, mengajak orang-orang sekitar untuk bersama memikirkan nasib dan masa depan mereka.

Bukan kita yang masih acuh, dan kita yang masih berdiri sendiri menuju masa depan.
Namun kita yang mampu berjalan bersama meraih masa depan terbaik, meraih surga bersama.
Sebuah refleksi, dari hamba yang ingin selalu belajar dan berbenah diri. Semoga senantiasa dikuatkan jalan menuju tempat terindah di surga sana, insyaAllah...


Allahu'alam bishawab...kesempurnaan hanya milik Allah

Menuju Ramadhan yang dinanti keberkahannya...
Yogyakarta, 16 Juni 2014

Janu Muhammad

Senin, 02 Juni 2014

Inspirasi Hidup Menjadi Pustakawan Muda

"Selalu ada jejak dalam setiap perjalanan.
Ambillah hikmah sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Menciptakan.
Tebarkan manfaat serta kebaikan.
Jangan lupa berbagi lewat tulisan, meski itu hanya satu kalimat."

Jadi ceritanya malam ini saya baru saja sampai warnet UNY. Seharian tadi sejak jam 10 saya mengikuti Diklat Pembinaan Pustakawan di kantor BPKB DIY. Saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi salah satu wakil Taman Baca Masyarakat Kabupaten Sleman. Alhamdulillah, harus disyukuri. Sebenarnya baru kemarin siang pulang dari Bali dan ternyata langsung Senin ini dapat surat tugas untuk ikut diklat.

Semua berawal dari Allah, yang telah meneguhkan langkah ini, meluruskan hati ini, dan menguatkan raga ini. Allah telah memberikan jalan terbaik. Rasanya baru kemarin saya bertemu para pemuda hebat di Gerakan Mari Berbagi, padahal sudah sejak 10 Februari 2014 kami berpisah untuk sementara waktu, melaksanakan program pengabdian masing-masing. Terimakasih Ya Rabb, mereka sunggu menginspirasi, semoga kebaikan dan keberkahan untuk keluarga GMB. Sepulang dari YA YLF akhirnya doa itu terjawab sudah. GMB dan Omah Baca Karung Goni yang berdiri sejak 19 Januari 2014 atas bantuan mbak Yulika dkk dari UGM menjadi keluarga baru untuk berbagi dan mengembangkan pendidikan di Dusun Ngemplak.


Kami bertemu para relawan yang tak pernah lelah,
Kami bertemu wajah adik-adik yang selalu bermimpi, mereka sungguh menginspirasi,
Kami pun mulai tersadar bahwa "Inilah salah satu jalan untuk berbagi, sebuah jalan untuk merawat Indonesia ini"

Saya melihat semangat adik-adik, merasakan ketulusan para relawan OBKG dan GMB.
Mereka datang dengan sendirinya, mendidik adik-adik untuk membaca ataupun mengaji...
Begitupula dengan adik-adik, saya salut, saya bersyukur, dan saya merasa malu karena tidak banyak anak muda zaman sekarang yang mau "nongkrong di eprpustakaan".

Dan inspirasi itupun datang dari....

Para inspirator yang telah bergelut di Taman Baca Masyarakat.
Saya mulai mengenal Pak Sidik, ketua TBM Kabupaten Sleman.
Saya mulai mengenal Pak Muhsin, ketua TBM Provinsi DIY dengan "Cakruk Pintar"nya
Saya pun mulai mengenal Bu Heni, sekretaris TBM DIY, pendiri "Mata Aksara" yang telah memperoleh banyak pernghargaan itu

Sya mulai menyapa rekan-rekan TBM se-DIY, mulai ada aktivitas di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga untuk pembinaan pustakawan muda. Saya tergolong termuda di sini karena rata-rata beliau yang mengelola TBM sudah berkeluarga, bekerja, atau justru sudah pensiun.
Saya harus banyak belajar dari beliau-beliau yang senior.

Inspirasi hidup itu datang dari....

Moment ketika pembinaan TBM di hotel Cakra Kusuma, DIkpora Sleman, dan kali ini di Kantor BPKB DIY selama 4 hari.
Terimakasih ya Rabb, sungguh ini nikmat dari-Mu. Hamba baru sadar inilah jawabany atas doa-doa itu, ketika proposal dan surat di Dispora DIY tertunda dan tergantikan dengan diklat ini. Allah memang selalu punya rencana terbaik.

Dan kini saya mulai tersadar, bahwa mengabdi serta mendedikasikan diri untuk kebermanfaatan itu yang utama. Saya bersyukur memiliki orang2 inspirator di sekitar yang selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Semoga senantiasa diberi keistiqomahan dalam berbuat kebaikan dan berbagi ilmu, waktu, serta tenaga semampunya.

"Ketika ada niat baik, Allah akan memberikan jalan
Tetaplah berprasangka baik kepada Allah
Bahwa hidup adalah untuk kebermanfaatan dalam kebaikan."

"Tidak pernah ada mimpi untuk menjadi pustakawan muda seperti ini, ternyata Allah yang telah menjadikan saya lebih baik seperti ini."

Jangan pernah berhenti untuk berbagi, menginspirasi, dan memotivasi.
Mari kita buat Indonesia Tersenyum melalui pendidikan.

Sebuah refleksi hidup dari yang haus untuk belajar,

Janu