Ged a Widget

Selasa, 28 Januari 2014

Cukup Allah yang Mengatur Jalan Hidup Kita

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta'ala, Tuhan semesta alam. Hanya karena Allah lah kita ada di dunia, hanya karena Allah lah, hela nafas ini masih terjaga. Adakah kau dengar perjalanan hidup ini adalah rangkaian skenario yang telah Allah tetapkan untuk kita. Adakah kau dengar bahwa daun-daun yang gugur siang hari itu sudah ditakdirkan Allah kapan akan gugur ? Adakah kau dengar, siang berganti malam, bulan menampakkan cahayanya menemani bintang-bintang. Adakah kau dengar tanda-tanda kekuasaan Allah di muka bumi ini ?

Perjalanan hidup manusia sudah menjadi rahasia bagi Sang Pencipta, semua sudah tertulis dalam catatanNya. Tua-muda, kaya-miskin, baik-buruk, senang-susah, semuanya sudah seimbang karena Allah lah yang mengatur segalanya. Sebagai manusia yang diciptakan di bumi ini tugas kita ada dua : menjadi hamba yang mengabdi dan menjadi khalifah (pemimpin).

Menjadi hamba yang mengabdi tentu melalui sebuah ilmu dan amal, bukan kah semua amal dan ibadah harus didasari dengan ilmu ? Ya, semua harus didasari dengan ilmu agar kita tetap pada jalan kebernaran, bukan kesesatan. Begitu juga dalam menjadi seorang pemimpin, semua perlu melalui proses. Proses-proses itulah yang akan menjadi hikmah dan batu loncatan untuk menuju proses kematangan manusia, menjadi manusia seutuhnya yang menyeimbangkan hubungannya dengan Allah, hubungannya dengan manusia, dan hubungannya dengan lingkungan sekitar. Semua memerlukan proses, seperti proses turunnya hujan yang diawali dengan penguapan air laut hingga terbentuk awan.

Perjalanan manusia pun tidak hanya mulus begitu saja, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Perjalanan manusia ibarat roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Bisa juga seperti rotasi bumi, yang selalu membawa perubahan waktu sepanjang 24 jam. Hidup manusia tak selamanya mudah, Allah akan terus memberikan tantangan hidup untuk menjadi kekuatan dan kesempatan melangkah ke tingkat berikutnya. Allah menguji manusia dengan musibah, sebagai bentuk introspeksi diri dan muhasabah bersama. Allah mengirimkan air bah dan gempa, untuk menilai sejauh mana manusia pandai bersyukur dalam setiap keadaan.

Cukup Allah yang mengatur hidup kita. Sebagai muslim yang berlandaskan Qur'an dan Sunnah, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengimaninya, mempelajarinya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya. Bukankah Allah berjanji akan memberikan pahala berlipat untuk setiap kebaikan ?

Cukup Allah yang mengatur hidup kita. Perjalanan hidup saya sampai saat ini adalah kesempatan terindah dari Allah. Saya terlahir dari rahim ibu yang selalu mencurahkan kasih sayangnya. Dari seorang ayah yang sederhana dalam menjalani hidup dan luar biasa dalam memimpin keluarga. Saya dilahirkan menjadi seorang kakak dari adek perempuan yang sholehah, dia memang berbakat mengaji, cerdas dalam mempelajari ilmu, dan berbakat dalam urusan masakan. Saya lahir dari keluarga sederhana yang selalu mengambil hikmah dalam hidup. Kami sederhana, bukankah sederhana itu adalah bahagia ?

Cukup Allah yang mengatur hidup kita.
Menjadi bagian pemuda Indonesia adalah kesempatan berharga untuk membangun negeri ini. Bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi dan mempunyai satu visi untuk membangun kembali Indonesia ini adalah motivasi hidup untuk selalu berkontribusi. Mengenal dan mengimani pribadi Rasulullah, dan para pejuang Islam adalah inspirasi yang tiada henti. Mengenal sosok-sosok republik ini adalah sebuah penyadaran bahwa saya hidup di negeri multikultural di tengah tantangan globalisasi. Bersyukurlah, masih ada orang-orang baik yang mau memperbaiki republik ini. Seperti sosok inspirasi : Mas Anies Baswedan, kang Ridwan Kamil, kang Ridwansyah Yusuf Achmad, dan orang-orang di sekitar saya yang selalu memberikan pelajaran tentang makna hodup yang hakiki, terimakasih.

Bersyukurlah, ibu dan ayah masih bisa menyekolahkan saya di kampus pendidikan Yogyakarta ini. Bersyukurlah masih diberi kesempatan untuk membawa nama harum almamater SD N Dalangan, SMP N 1 Sleman, SMA  2 Yogyakarta, dan Pendidikan Geografi UNY. Bersyukurlah, masih memiliki idealisme mahasiswa untuk berkarya melalui penelitian, melalui kepenulisan, melalui organisasi, melalu relawan yang tak dibayar, dan melalui komunikasi serta relasi seluruh Indonesia. Bersyukurlah...

Bersyukurlah, hari ini menjadi kebulatan tekad untuk berbenah sikap, menjadi pribadi yang bermanfaat, dan menjadi putra dari ibu-ayah yang sholeh, sesuai permintaan ibu. Belum, belum bisa saya mengenakan gelar itu. Saya belum sesholeh yang beliau kira. Saya belum bisa setulus Rasulullah yang selalu bersedekah. Saya belum sesemangat Umar yang berani memimpin medan perang. Saya belum selembut hati Usman bin Affan. Saya pun belum sesabar Khadijah yang selalu melayani Rasulullah. Saya hanya bisa melaksanakan amanah semampu yang bisa saya lakukan. Saya hanya bisa memberi manfaat, apa yang bisa saya berikan.

Cukup Allah yang mengatur hidup kita.
Mimpi dan mimpi, saya pun terus menyalakan mimpi itu. Ingin saya hiasi hidup ini untuk senantiasa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Agar amal kebaikan saya tetap mengalir kepada ayah ibu. Ya, saya harus berjuang menjemput mimpi itu. Saya percaya dan yakin, Man Jadda Wajada, jika kita bersungguh-sungguh memperjuangkannya maka akan berhasil. Melalui karya, melalui prestasi, melalui organisasi, melalui komunikasi, melalui adab, melalui apa yang bisa saya gali dari potensi diri. Melalui bimbingan dan pembelajaran sehari-hari. Tentu juga, melalui ikhtiar dan doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah.

Cukup ALLAH yang Maha Mengatur jalan hidup kita. InsyaAllah menjadi seorang pendidik dan pemimpin teladan adalah harapan terbesar saya untuk masa depan. Semoga saja dipertemukan dengan istri sholehah,cerdas,dan mempunyai semangat dalam membina rumah tangga. Bukankah untuk melahirkan anak cerdas juga memerlukan istri yang mendidik anaknya dengan cerdas ? Kita yakin, Allah berjanji bahwa orang baik akan bertemu dengan orang baik, begitupun sebaliknya. Cukup Allah yang mengatur hidup kita.

========================================================================
Sebuah renungan atas perjalanan hidup menjadi mahasiswa S-1 Pendidikan Geografi UNY. Sebuah lilin harapan untuk menjadi harapan bangsa Indonesia di masa depan. Sebuah ikhtiar untuk bersyukur dan berbagi dalam segalan keadaan dan kebaikan. Sebuah penyemangat, bahwa bangsa ini masih punya harapan. Bahwa bangsa ini masih punya banyak anak muda yang ingin berkarya dan melunasi janji-janji kemerdekaan. InsyaAllah, semoga senantiasa diberikan petunjuk dan jalan lurus dalam menjemput mimpi-mimpi dan memberikan kemanfaatan. Semoga ikhtiar untuk mempersiapkan menuntut ilmu di Belanda semakin matang. Kincir angin dan bunga tulip telah menanti. Semoga doa dan semangat dari para sahabat, bapak ibu dosen, dan semua yang pernah menjadi bagian hidup saya selalu mengalir. Saya pun mendoakan yang terbaik untuk Anda semua. Mohon doa dan penyemangatnya.

Saya punya semangat, bahwa anak penjual cabe di pasar Sleman bisa menjadi harapan besar bangsa Indonesia.
insyaAllah :-) Muda Berkarya untuk Indonesia!
#RefleksiMahasiswaEsSatu


Hamba Perindu Surga-Nya,
Janu Muhammad

Rabu, 22 Januari 2014

Omah Baca Karung Goni : Seribu Mimpi Dari Dusun Kami

Hari Minggu, 19 Januari 2014 menjadi sejarah besar bagi tempat tinggal saya, Dusun Ngemplak, Caturharjo, Sleman. Hari itu telah terlaksanan sebuah kegiatan mulia, yang memberikan seribu hikmah bagi kami masyarakat Ngemplak. Omah Baca Karung Goni dan Bakti Sosial adalah rangkaian kegiatan hari itu. Kegiatan ini adalah program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh mahasiswa-mahasiswa UGM sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Menuju Peresmian

Setelah Peresmian


Para mahasiswa UGM dan pengurus Ikatan Remaja Ngemplak mendapat dukungan penuh dari Pak Hardoko selaku kepala dusun, pemerintah Desa Caturharjo, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan tentunya birokrat kampus. OBKGBS diisi dengan pengobatan gratis, bazar baju murah mulai harga 2000an sampai 10ribuan, bazar sembako, dan tentunya peresmian perpustakaan warga. Ada juga pelantikan kader perpustakaan OKG. Hari itu menjadi istimewa dengan penampilan kesenian Jathilan oleh adek-adek. 


Penampilan Kesenian Jathilan
Setelah diresmikan oleh pihak Kecamatan Sleman, dilanjtkan dengan acara khusus untuk adek-adek. Ada lomba merangkai puzzle, mendongeng, menuliskan mimpi, sampai peminjaman buku perpustakaan. 

Bazar Baju Super Murah

Sembako Warga
Pengobatan Gratis
Alhamdulillah, benar-benar harus bersyukur bisa menjadi bagian dari pelopor berdirinya perpustakaan ini. Melihat minat adek-adek untuk membaca, terbukti pada hari pertama sudah sekitar 32 peminjam buku. Mereka sangat antusias akan hadirnya perpustakaan ini. Kami telah menanti kehadirannya. Ini merupakan mimpi saya agar suatu hari saya dan teman-teman bisa mendirikan perpustakaan untuk warga. Saya melihat wajah-wajah cendekiawan yang akan lahir dari perpustakaan ini. Seribu mimpi tertoreh untuk kemajuan OKG dan satu demi satu insyaAllah kami akan bangkit, menjadi manusia pembelajar dan manusia yang haus akan ilmu untuk kemajuan Indonesia. Kami yakin, suatu saat dusun Ngemplak akan melahirkan sosok-sosok inspiratif : guru, dokter, polisi, pilot, dan lain-lain yang akan mengembangkan dan menyejahterakan tempat di mana kami dilahirkan.

Suasana Ketika Diisi Mbak Yulika dkk
Liputan OKG : 
http://ugm.ac.id/id/berita/8602-mahasiswa.asrama.ugm.dirikan.%E2%80%98omah.baca.karung.goni%E2%80%99
http://jogja.tribunnews.com/2014/01/20/mahasiswa-ugm-dirikan-taman-bacaan-di-dusun-ngemplak/
#RefleksiMahasiswaEsSatu :

Semakin tinggi pendidikan yang diterima seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus ia berikan untuk masyarakan di mana ia tinggal. Rasa tidak bisa bohong, masyarakat telah menunggu kontribusi kita. Bersyukurlah dan terus berbagilah untuk orang lain dalam kebaikan. Mari bersama membawa perubahan untuk Indonesia Tersenyum :-)

Perpustakaan Yang Kami Nantikan

Sekali lagi, terimakasih untuk Mbak Yulika, mas Rion, mas Tian dkk untuk OBKGBS nya :-) 

OBKG untuk Kemajuan Warga Ngemplak

Selamat berkarya,
Selamat mengabdi,
Selamat menginspirasi
Salam Berbagi !


Dusun Ngemplak, 22 Januari 2014

Yang Merindukan Surga-Nya,

Janu Muhammad

Rabu, 15 Januari 2014

Budhe Telah Kembali

Infus di tangan kanan, alat detak jantung di sebelah kiri, tabung oksiden di samping bantal, pagi itu saya dan ibu menuju ruang intermediet UGD rumah sakit akademik ugm. Sayup-sayup mata dengan tetes air mata mulai mengalir. Budhe yang telah merawat saya sejak kecil sedang berada dalam masa kritis. Tepat 12 Rabiul Awal, saya memegang erat tangan Budhe, saya membisikkan kalimat toyyibah kepada beliau. "Budhe, adakah kau dengar doa kami di sini, yang sedari kemarin menanti senyuman hangatmu kembali, menanti kedipan mata yang sudah tiga hari tertutup. Budhe, kami di sini menantimu, sejak peristiwa malam itu engkau belum kunjung bangun. Kami di sini menantimu budhe, janu ingin melihat senyum khasmu.

Budhe masih terpejam, nafasnya masih belum stabil, detak jantungnya kian melemah, tensimeter menunjukkan angka 71. Pagi itu pun orang-orang berduyun-duyun memasuki ruangkan bangsal yang sempit itu. Ya, mereka merindukan budhe yang sudah tiga hari belum terbangun. Kami kangen budhe. Siang itupun saya ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok, sedangkan ibu saya masih menunggu budhe beserta anggota keluarga yang lain.

Namun selang beberapa jam kemudian, telepon pun berbunyi. Ibu memanggil saya untuk kembali ke rumah sakit, kondisi budhe belum tampak tanda-tamda peningkatan. Ya Allah, kami sekeluarga hanya bisa bertawakal kepadaMu. Malam pun datang. Saya pulang ke rumah untuk mempersiapkan ujian akhir semester 5. Besok hari Rabu adalah hari terakhir ujian, berharap agar kondisi budhe lebih baik.

Hari Rabu pun tiba, saya menuju kampus pkl 6.45, ujian dimulai 7.30. Ujian pertama adalah strategi pembelajaran geografi. Alhamdulillah lancar. Setelah itu ke sekretariat Screen dan mengikuti seminar proposal skripsi kakak angkatan. Di tengah2 seminar, hape pun berdering. "Nu, budhe sudah dipanggil Allah" suara ibuk dengan kondisi menangis sepertinya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Ya Allah, di tengah kondisi seperti ini, engkau memang Maha Kuasa, Maha membolak balikkan hati hamba-Mu. Mendengar kabar tersebut, jelas saya harus segera pulang. Ternyata, ujian saya masih jam satu siang ini dan pemakaman direncanakan jam 4 sore.

Siang itupun ujian terakhir semester 5, mata kuliah manajemen pendidikan. Selesai, saya bergegas pulang ke rmh. Y inilah, sebagai warga asli Sleman dan anak rumahan, masih banyak tanggung jawab di rumah, di keluarga besar, karena simbah dan keluarga perlu perhatian yang muda. Saya harus mampu membagi waktu di rumah, di sekolah, dan di kampus dengan seabrek organisasi yang ada. Sudah menjadi pilihan hidup saya, artinya tidak akan ada waktu yang terbuang percuma.

Hingga bendera putih itu pun di depan mata, rumah duka sudah banyak para takziah. Setelah sholat jenazah, tak lupa doa terbaik untuk almarhumah budhe. Klau teringat kemarin ketika di rumah sakit, kondisinya sama persis dengan almarhumah simbah putri ketika akan meninggal. Kala itu, saya menunggu beliau dari pagi sampai jam 3 sore menghembuskan nafas terakhir. Sangat persis, budhe adalah anak pertama dari 8 bersaudara.

Upacara pemakaman pun dimulai. Kami harus menahan tangisan ini, tergantikan oleh doa terbaik untuk almarhumah. Jika waktu bisa menjawab, janu ingin sekali ada di samping budhe kemarin2. Namun, memang janu masih ada amanah di kampus dan janu percaya budhe akan ditempatkan di surga-Nya. Janu inget budhe selalu mengaji dan ramah kepada kami. Kami di sini mendoakanmu budhe, semoga pakdhe diberikan ketabahan dan keikhalsan.

Sore tadi saya dan mas habib membawa papan kayu nisan budhe ke pemakaman. Guyuran hujan yang cukup deras mengiringi langkah kami. Kami yakin Allah akan mengampuni dosa-dosa budhe dan menempatkan di tempat terbaik.insyAllah, allahumma aamiin.


#RefleksiMahasiswaEsSatu

Hal yang paling dekat dengan kita adalah sebenarnya kematian. Ia datang secara tiba-tiba. Ia datang kepada siapa saja. Ia datang pada waktu kapan saja. Sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk berjaga, dalam kondisi terbaik dan mengingat Allah karena kematian itu begitu dekat. Semoga bisa menjadi pengingat kita, betapa pentingnya usia ini. Mari kita isi dengan dzikir, berbuat kebaikan, dan dalam kondisi bermanfaat bagi orang lain.
Akan ada masa ketika semuanya akan mati. Ingat lima perkara sebelum lima perkara (yg satu lupa) :

Muda sebelum tua,

Sehat sebelum sakit,

Kaya sebelum miskin,

Hidup sebelum mati...



Sleman, 15 Januari 2014



Yang Merindukanmu Budhe

Janu

Senin, 13 Januari 2014

Dia Kembali Lagi

Jadi ceritanya hari Minggu, tanggal 12 Januari 2014 kemarin dilaksanakan Musyawarah Keluarga Ilmiah SCREEN (MKIS). Dalam bahasa yang lebih santai, bisa disebut dengan sidang umum atau sidang pertanggungjawaban. Selama satu tahun diamanahi sebagai kepala Departemen Pengembangan Penalaran dan Studi Ilmiah (PPSI) banyak hikmah yang membekas di hati. Suka, duka, dan haru biru menjadi satu, dalam satu momen berharga kemarin. Sudah kurang lebih satu tahun, kapal UKMF Penelitian SCREEN berlayar. Kini saatnya menuju dermaga baru untuk mengawali perjalanan selanjutnya. Perjalanan saya di organisasi ini sudah dua tahun, seharusnya sudah bisa mendewasakan diri dan mematangkan diri untuk menjadi seorang nahkodanya suatu saat nanti.


Janu (P.Geografi 2011) dan mas Asep Sumiaji (PKnH 2010)

Banyak momen tak terlupakan yang ada di ingatan saya. Ketika pertama kalinya presentasi proker, sampai ketika up grading kepengurusan. Saya menemukan jiwa dan minat saya di organisasi ini, SCREEN. Enam bulan pertama, kami dari PPSI mengawali gebrakan dengan adanya Diskusi Ilmiah Pengurus SCREEN. Alhamdulillah sampai akhir kepengurusan telah terlaksana 10x, outputnya adalah prestasi, kontribusi, dan dedikasi. Kegiatan Olimpiade Penelitian dan Seminar Ilmiah (OPSI) adalah sejarah baru bagi SCREEN. Pertama kalinya kami mengadakan event akbar regional DIY-Jawa Tengah yang melibatkan siswa SMA/MA/SMK. Saya masih ingat, staf-staf saya seperti Kholik, Ana, Pambayun, Ari, Dian, dan Berti yang berjuang sampai darah penghabisan (meski tidak berdarah) dan akhirnya terselenggaralah kegiatan itu. Tidak cukup di sini, dedikasi kami tertuang dalam program Student Development Program Penelitian. Ini adalah sambutan bagi para mahasiswa baru FIS yang minat dalam bidang penelitian. Kapita Selekta, Seminar, Simposium, Jelscreen, dan Short Paper Contest menjadi alur manis yang merangkai SDP Penelitian FIS 2013. Terpilihlah 3 jawara yang akan meneruskan estafet prestasi SCREEN,

Dia kembali lagi,
Saya pada tahun 2010 pernah diamanahi sebagai Ketua Kelompok Ilmiah Remaja SMA Negeri 2 Yogyakarta, dan Minggu kemarin amanah itu melekat kembali. Saya mencoba untuk ikhlas dan tawakal. Inilah jalan terbaik dari Allah untuk saya. Sebuah refleksi diri, bahwa perjalanan manusia sudah diatur oleh-Nya. Kita hanya perlu berusaha, bertawakal, dan menyempurnakannya dengan doa. 

Terucap rasa syukur dan terimakasih kepada kedua orang tua saya yang selama ini telah sabar mendidik Janu, kepada mas Asep Sumiaji yang tak tergantikan menjadi ketua SCREEN, kepada segenap jajaran dekanat FIS, Pak Ajat Sudrajat, Bu Terry Irenewati, keluarga besar UKMF Penelitian SCREEN, Fakultas Ilmu Sosial UNY, dan segenap ormawa UNY. 

Kapal ini akan segera berlayar,
Mengarungi lautan penuh tantangan,
Tegar dan semangat,
InsyaAllah akan berusaha memberikan yang terbaik selama satu tahun ke depan. 
Bersyukur dan berbagi,
Berjuang untuk meraih mimpi,
Introspeksi untuk perbaikan diri,
Tumbuhkan cinta dalam hati,
Meraih ridho illahi.


#RefleksiMahasiswaEsSatu

Kamar Inspirasi, 13 Januari 2014


Janu Muhammad

Jumat, 10 Januari 2014

My Hero and I

Jadi ceritanya hari ini saya teringat kembali beberapa penugasan yang harus segera saya kumpulkan sebelum tanggal 15 Januari 2014. Saya diharuskan mengumpulkan penugasan hasil 'reading materials' untuk kegiatan Youth Adventure and Youth Leaders Forum 2014. Sebelumnya akan saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu. Saya Janu Muhammad, seorang mahasiswa semester 5 dari Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Pada kesempatan ini, saya diberi kesempatan untuk menjadi peserta Gerakan Mari Berbagi "Youth Adventure and Youth Leaders Forum" YA & YLA merupakan kegiatan kepemimpinan, pengabdian, serta tentunya perjalanan mulai dari tanggal 1-9 Februari 2014 dari Yogyakarta menuju Jakarta. Saya adalah satu dari 54 pemuda/pemudi yang lolos setelah seleksi ketat meliputi : seleksi aplikasi (berkas-berkas), seleksi wawancara 6 pos di kantor Kemenpora (kira-kira bulan November) mulai dari wawancara personal, team work, achievement, physic test, talenta, dan 1 pos lagi agak lupa. Tidak hanya itu, dari ratusan calon peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, terpilihlah 70 besar yang memasuki tahap seleksi proposal program implementasi GMB. Pada kesempatan itu, saya membuat program GMB Indonesia Berbagi : 1000 Buku untuk Perpustakaan Dusun Kami. Alhamdulillah, Allah memberikan kelancaran hingga saya diberi kesempatan untuk menuju 54 besar (hasil akhir). Saya bersyukur akan bertemu para pemuda menginspirasi dengan berbagai prestasi, organisasi, dan pengabdian. Bagaimana tidak bersyukur, saya ini orang 'ndeso' seorang anak penjual sayur mau-maunya 'nekat' ikut kegiatan GMB ini. Lha bagaimana saya mau bisa berkontribusi untuk kemajuan Indonesia kalau sampai besok saya tetap seperti yang biasa-biasa saja, seperti mahasiswa yang kuliah lalu pulang ke kos-kosan, tidak ! Ini sebuah panggilan dari hati yang terdalam :-) #Refleksi

Hingga sepucuk surat itu pun melayang di email, saya akan menjadi bagian dari YA & YLF 2014, dan pada outputnya akan mengimplementasikan program, dengar-dengar juga akan ada 'reward' bagi 10 peserta terbaik dengan pengaruh programnya paling manjur untuk masyarakat, akan di homestay kan ke Australia. Bukan karena itu juga motivasi saya, namun inilah panggilan jiwa untuk lebih peka dan membuka mata tentang memahami cinta untuk Indonesia. Saya ingat, bahwa sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat untuk manusia lainnya.

Singkat cerita, tinggal beberapa hari kami akan menjalani kegiatan full 9 hari. Alhamdulillah saya tinggal di Yogyakarta, jadi tidak perlu repot mengurus keberangkatan. Saya hanya ingin bisa membantu kawan-kawan yang datang ke Yogyakarta, ada yang dari Aceh dan lain-lain telah menghubungi saya. Beberapa persiapan seperti logistik, materi kepemimpinan, fixnya akan diisi oleh inspiring leaders dari Indonesia dan Australia, ada wakil gubernur Jakarta, Najwa Shihab, Nirina Zubir, dan inspiring leaders dari relawan maupun pengurus GMB. 

Salah satu tugas yang diberikan adalah "My Hero and I" yang akan dipandu oleh mas M. Fauzan Febriansyah, alumni GMB 2012. Sesi ini dimaksudkan untuk mendorong para para pemuka pemuda Indonesia merasakan ‘menjadi’ tokoh idolanya. Tidak sekedar mengenal pemikiran dan karya tokoh tersebut melalui literatur saja tapi  mencoba ‘menjadi’ mereka sehingga bisa benar-benar memahami makna dan perjuangan tokohnya.

Salah satu ciri kekuatan seorang pemimpin adalah otentik.Artinya menjadi pemimpin haruslah menjadi diri sendiri. Untuk menjadi otentik dan menemukan orisinalitas dalam kepemimpinan, sedikit banyak sudah menjadi hal umum bahwa seorang pemimpin belajar dari para pemimpin lain. Satu pemimpin mengikuti pemikiran dan tingkah laku pemimpin lain. Pemimpin terinspirasi dari pemimpin lain. Proses ini menjadi lumrah dan pasti dilalui sampai seorang pemimpin berhasil menemukan karakter dan orisinalitas kepemimpinan dalam setiap diri masing-masing.

Sebagai pemimpin muda, peserta tentulah punya pemimpin idola yang dianggap pahlawan dan inspirator bagi teman-teman.Seorang tokoh yang pemikiran, perjuangan dan garis kehidupannya sangat menginpirasi dan memotivasi teman-teman untuk bergerak, bertindak dan berbagi.

Sebut saja,Soekarno terinspirasi oleh Gandhi.Hugo Chavez terinspirasi oleh Soekarno. Pesepakbola Zinedine Zidane terinspirasi Enzo Francescoli, Mark Zuckerberg terinspirasi Bill Gates, dan seterusnya.Begitulah tiap pemimpin pastilah terinspirasi dari para pemimpin pendahulunya.Walaupun pada akhirnya tiap-tiap pemimpin memiliki orisinalitas, karakter yang otentik, dan sejarahnya sendiri.

Selama YA & YLF 2014, kami diminta untuk ‘menjadi’  salah satu tokoh yang menjadi inspirator dan motivator. Boleh siapa saja, tidak mesti tokoh politik atau panglima perang. Penulis, seniman atau olahragawan pun bisa.Yang penting tokoh tersebut benar-benar inspiratif bagi dan dikenal banyak orang.

Jika mengidolakan Soekarno.Maka perkenalkan diri sebagai Soekarno.Misal nama saya Arief, namun disesi ini saya adalah Soekarno. Maka Arief pun mestilah berbicara, berpikir, bertindak dan bergerak layaknya seorang Soekarno. Pilihlah seorang tokoh yang teman-teman paling sukai dan sedapat mungkin dapat ‘mempraktekan’ cara bersikap dan berperilaku tokoh idola.
 
Apa tujuannya? Dalam sesi ini tentu kita akan menemukan banyak sekali ragam karakter kepemimpinan. Kita yang akan menemukan sendiri karakter-karakter pemimpin. Mengelaborasi, melihat, menilai hingga sampai pada proses dimana peserta menemukan ciri otentik dan kekuatan orisinalitas kepemimpinan yang ada dalam diri. Intinya belajar dari tokoh idola sendiri.

Saya Janu, memilih tokoh yang sampai saat ini memberi inspirasi kita semua, yaitu mas "Anies Baswedan". Siapa juga yang tidak kenal dengan beliau ? Pengalamannya di pendirian Gerakan Indonesia Mengajar, Kelas Inspirasi, Indonesia Menyala, dan kini sebagai seorang rektor termuda telah menginspirasi saya. Mas Anies adalah kakak alumni saya di SMA Negeri 2 Yogyakarta, bulan Oktober kemarin saya bertemu di sekolah dan Desember kemarin kami berbincang di Perjalanan Nyalakan Harapan karena kebetulan saya adalah salah satu koordinator relawan Turun Tangan Yogyakarta. Namun sayang, ternyata sudah ada peserta lain yang memilih beliau sehingga saya harus mengirim ulang request kepada panitia.

Saya memutuskan, mas Ridwansyah Yusuf Achmad sebagai My Hero. Ada yang sudah kenal sosok mas Yusuf, ada juga yang belum. Saya mengenal beliau kira-kira akhir tahun 2012, ketika saya mulai mengenal studi di Belanda. Beliau adalah Sekjend PPI Belanda periode 2012-2013, pernah menjadi ketua GAMAIS ITB juga. Saya bersyukur bisa mengenal beliau, mulai dari karakter kepemimpinan, kegemaran menulis dan meluangkan waktu untuk memberi manfaat kepada orang lain. "Kang Uday itu calon presiden Indonesia masa depan" sebuah mimpi dan harapan saya ucapkan dan teriring doa agar dikabulkan. Dengan kata lain, sesuai tugasnya, saya harus benar-benar mengenal gaya bicara, cara bersikap, termasuk karakteristik khusus. Jadi jangan heran, bukan bermaksud menyamai, namun memang saya sependapat dengan beliau. Artinya, beberapa hal kecil seperti hastag #RefleksiMahasiswaEsSatu yang sering saya tulis hampir mirip dengan #RefleksiBodohMahasiswaEsDua punya kang Uday. Maupun ketika mengawali membuat tulisan di blog, kami sering memulai dengan "Jadi ceritanya begini" dan lain sebagainya. 

Mohon doanya juga, semoga suatu saat bisa bertemu beliau dan berjabat tangan erat untuk mengucap salam hangat, bertemu dengan dek Langit dan berfoto bersama. Aamiin,

Mohon doanya untuk kelancaran YA & YLF 2014 :-)

#RefleksiMahasiswaEsSatu
 


Salam Hangat,


Janu Muhammad



Selasa, 07 Januari 2014

Hidup Itu Pilihan

Jadi ceritanya hari ini adalah hari Selasa, ya memang kan ? Hari di mana saya bisa hibernasi setelah dari tanggal 2 selalu pulang malam untuk kegiatan ICSEI. Alhamdulillah, harus bersyukur bisa berkontribusi dengan teman-teman panitia lainnya. Sekali lagi, hari ini adalah hari Selasa, tanggal 7 Januari. Nah, pasti juga ingat, yang membuat tulisan ini lahir 7 Januari 1993 dan sekarang sudah tahun 2014 ternyata. Berarti, tepat hari ini, saya berusia 21 tahun pas. Terimakasih atas doa sahabat sekalian, baik yang langsung diucapkan maupun yang lewat sms/fb/twitter. Doa terbaik untuk sahabat sekalian.

Alhamdulillah, perjalanan saya sampai saat ini tetap berkah atas rahmat Allah Ta'ala. Tiada dzat yang bisa melebihi kuasa Allah. Pada kesempatan ini, saya mengajak kawan-kawan untuk kembali merefleksikan diri sejenak dengan memperhatikan baik-baik tulisan ini, semoga tidak bosan untuk membaca tulisan sederhana ini. 

Perjalanan manusia ibarat rotasi bumi, ia selalu menimbulkan efek siang dan malam. Juga seperti revolusi bumi, yang menimbulkan efek pergantian tahun. Nasib manusia juga ibarat roda, kadang berada di atas dan kadang berada di bawah. Itu semua sudah menjadi kehendak illahi, kita terima dengan lapang hati. 

Ada dua tipe manusia yang seringkali kita temui. Manusia pertama, ia adalah sosok manusia dengan keinginan tinggi dan segalanya harus dituruti. Ia punya mimpi yang selalu menjadi prioritas dan harus jadi kenyataan. Ia bahkan mau menghalalkan segala cara agar apa yang ia kehendaki bisa terwujud. Orang sepeti ini adalah ia yang terlalu ambisius tanpa melihat keadaan. Bisa saja orang tuanya tidak mendukungnya, bisa saja cara yang ia ambil salah, sehingga justru dirinya dan orang lain terdzolimi. Ia hanya mau menerima hal-hal besar bagi dirinya, bukan untuk orang lain.

Tipe kedua, orang yang punya keinginan besar namun tahu diri. Ia terus berusaha untuk berjuang di tengah keterbatasan. Kesederhanaan yang ia miliki tidak menyurutkan langkahnya meraih mimpi. Meskipun demikian, ia juga tahu bahwa ada kalanya ia bisa mengambil keputusan besar sendiri, ada kalanya ia harus meminta pertimbangan orang lain seperti orang tua dan sahabat. 

Dua tipe manusia ini sama-sama mempunyai mimpi yang tinggi, namun kepribadiannya yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik. Pertanyaannya adalah, termasuk yang mana kita ini ?

Hidup itu pilihan, setiap hal di dunia ini adalah pilihan. Kita akan memilih menjadi orang baik atau menjadi orang buruk bagi dunia ini. Seorang pencuri pun sebenarnya ingin sekali berbuat baik untuk  menghidupi keluarganya, namun caranya yang salah. Hidup itu pilihan, menjadi manusia yang berguna dan memberi manfaat atau sekadar manusia yang mau menerima nasib ?

Hidup pilihan, ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang sama-sama penting bagi kita, namun ternyata kita harus memilih. Ya, mengambil risiko terhadap apa yang sudah kita pilih.

Hidup itu pilihan, menjadi orang terdidik atau menjadi orang yang mendidik ? Sudah semestinya kita berterima kasih kepada Yang Maha Menciptakan.

Hidup itu pilihan. Ya, saya memilih untuk terus berkarya, bukan menjadi mahasiswa kupu-kupu dengan kesibukan di kos-kosan (tidak bermaksud menyindir). Mumpung masih muda, mari pergunakan waktu ini dengan sebaik mungkin untuk beribadah dan menebar kebaikan. Hingga suatu saat kita akan menjadi tumpuan harapan bangsa ini karena kita hari ini adalah pemimpin hari esok. Semangat kawan, semangat memperjuangkan idealisme dan keyakinan.

Selamat berjuang untuk memilih berkarya, mengabdi, dan berprestasi di usia ke-21 !

Man Jadda Wa Jada !
#RefleksiMahasiswaEsSatu

MY DREAM LIST 2014

Assalaamu'alaikum

Bismillah, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Perjalanan manusia di bumi adalah sebuah anugerah dari Allah. Perjalanan waktu itu akan lebih bermanfaat jika kita menggunakannya untuk berbbuat kebaikan bagi sesama. Sudah menjadi kewajiban muslim untuk bisa menjaga hubungan baik dengan Allah, dengan manusia lainnya, dan dengan lingkungan sekitar. Sebuah tulisan sederhana ini adalah harapan perjalanan saya 1 tahun ke depan, setelah bulan Februari 2013 saya pun menuliskannya di blog ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk memetakan hidup dan merumuskan langkah saya agar berguna bagi agama, manusia, dan bangsa Indonesia.  Ya, anak seorang Ibu Lasiyem dan Pak Ngadiyo yang sehari-hari berjualan cabe di pasar Sleman ini punya mimpi. Semoga harapan dan dream list sederhana ini bisa saya perjuangkan dan terwujud satu per satu dan menjadi batu loncatan untuk menjemput mimpi masa depan, insyaAllah.

Gambar ini selalu Memotivasi Saya :)

Hari ini, 7 Januari 2014 usia saya genap 21 tahun. Pada usia 21 tahun ini, saya berikhtiar agar tahun 2014 menjadi momen perjuangan dan kebangkitan untuk menata masa depan lebih baik lagi, sesuai visi saya "Satu Tahun Mengabdi, Selamanya Akan Memberi Inspirasi". Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan bagi saya.

Dream List untuk Muslim-ku
1. Perbaiki dan tingkatkan kualitas ibadah wajib.
2. Hiasi hari-hari dengan Dhuha,Tilawah,Infak, dan Qiyamul Lail
3. Murajaan Juz 29 dan 30
4. Ngaji sunnah di sekitar UGM
5. Khatam Sirah Nabawiyah
6. Baca buku-buku Islam karya Muhammad Abduh Tuasikal dan ulama salaf
7. Punya 1 kelompok binaan di dakwah sekolah SMADA (FSAK)
8. Belajar Bahasa Arab Dasar
9. Jujur, amanah, dan fatonah
10. Khairunnas 'anfauhum linnas, semangat menebar kebaikan

Dream List untuk Keluargaku
1. Menjadi anak sholeh dan berbakti kepada orang tua
2. Menjadi kakak terbaik dengan keteladanan
3. Lebih perhatian sama keluarga
4. Membantu orang tua semampunya
5. Mengajari bapak baca Al Qur'an

Dream List untuk Kuliahku
1. IPK > 3,7 
2. Mahasiswa aktif dan prestatif
3. Belajar TOEFL preparation, > 500
4. Anugerah prestasi mahasiswa UNY 2014
5. Anugerah Mapres UNY 2014
6. Satu hari=satu buku bebas
7. Disiplin waktu,masuk kuliah on time, dan semangat kuliah!
8. Sukses KKN-PPL di SMADA Jogja
9. Dapat beasiswa PPA 2014
10. Dapat hibah penelitian SUG 2014 dan Penelitian FIS 2014
11. Susun proposal SKRIPSI agar Februari 2015 wisuda
12. Baca banyak buku tentang Human Geography

Dream List untuk Pengabdianku
1. Fokus mengabdi di UKMF Penelitian SCREEN, KUIK, CES Jogja
2. Aktif dalam Student Volunteer KUIK UNY
3. Aktif dalam relawan Turun Tangan Yogyakarta,Earth Hour, dan GYC
4. Aktif dalam Ikatan Remaja Ngemplak
5. Aktif dalam kegiatan kependidikan, lingkungan, dan social movement
6. Gerakan Mari Berbagi 2014, sukses !

Dream List Pribadi,Prestasi, dan Kontribusi
1. Menulis Artikel di KR, Kompasiana, Tribun Jogja, dan media online.
2. Mengikuti konferensi paper nasional dan internasional
3. Juara LKTI Nasional,essay internasional,dan lomba penelitian.
4. Mengunjungi Jepang,Malaysia,Singapura,Thailand,Turki,Spanyol,USA,dan China
5. Lomba di UI,UNTIRTA,UNHAS,IPB,UNP,dan lain-lain.
6. Mengunjungi Sumatera,Bali,Kalimantan,dan Sulawesi
7. Ngajar les privat SD
8. Meneliti dan menulis tiada henti
9. Mengisi workshop atau pelatihan karya tulis
10. Koleksi banyak piala di rumah
11. Membuat buku planing keuangan (menabung), peta masa depan, dan rencana studi.
12. Membuat CV "Janu  25 tahun lagi"
13. Naik Gunung atau penelitian lapangan
14. Semangat berbagi kebaikan dan menginspirasi
15. Menjadi pemimpin yang amanah 
16. Lancar berbahasa Inggris
17. Lolos Spring University Spanyol, ICSEER Malaysia,NISA, ISC Turkey,UNYSEF,MUN UI,dll.

InsyaALLAH persiapan menjadi dosen Geografi dan pemimpin Indonesia. Perbanyak baca buku geografi,kepemimpinan,buku-buku Islam,dan biografi. Tahun 2015 dapat beasiswa S-2 di Department of Human Geography and Planing, Utrecht University, Netherlands ! Semangat !
"Janu, tulip dan kincir angin Belanda sudah menanti, ayo berjuang !"

Ya Rabb, hanya dengan bermimpi maka semangat dalam diriku akan terus menyala. Hanya dengan berjuang di atas jalan-Mu maka cita-cita itu akan terwujud. Dekatkanlah apa yang masih jauh dari keinginanku, jauhkanlah segala yang tidak bermanfaat untuk masa depanku. Bimbinglah aku menuju jalan-Mu. Berikanlah hikmah dalam hari-hariku. Semoga Islam selalu menjadi dasar untuk segala aktivitasku. Semoga hamba bisa menjadi orang yang bermanfaat dan memberi harapan bagi orang-orang di sekitar, insyaAllah. Man Jadda Wa Jada :-)


 #RefleksiMahasiswaEsSatu 


Hamba Perindu Surga-Nya

Janu Muhammad


Cinta dan Kolaborasi ICSEI 2014 di UNY

Judul yang aneh memang. Ada kata "cinta" dan "kolaborasi". Dua kata yang selama ini jarang digunakan sebagai kata majemuk di dalam kamus Bahasa Indonesia. Baiklah, tulisan sederhana ini akan mengulas perjalanan saya selama menjadi bagian dari ICSEI. Tidak lengkap memang, setidaknya ini akan menjadi reminder bagi kami yang telah berkolaborasi di ICSEI 2014.

Apa itu ICSEI ? Kapan dan di mana ?
International Congress for School Effectiveness and Improvement (ICSEI) adalah sebuah kongres internasional yang mempertemukan para praktisi pendidikan dari berbagai negara guna membahasa efektivitas dan peningkatan mutu sekolah. ICSEI 2014 atau ke-27 berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta sebagai tuan rumah, yang sebelumnya berlangsung di Chile. ICSEI 2014 berlangsung mulai tanggal 2-7 Januari 2014 di Royal Ambarrukmo Hotel dan UNY. ICSEI mempertemukan para 'orang penting' dalam dunia pendidikan, termasuk presiden Alma Haris dari University of Malaya.

Siapa yang menjadi bagian dari ICSEI ?
Para peneliti,praktisi pendidikan,mahasiswa dari berbagai negara turut menyemarakkan agenda ini. Saya mengutip pidato Mrs. Alma (http://www.icsei.net) :

ICSEI has been described as a family, which for some it is, but in my experience it is more of a community. ICSEI is an inclusive community because it represents and reaches policy makers, practitioners and researchers in a huge number of countries. This inclusivity allows different voices, different points of view and different perspectives to emerge. This inclusivity also ensures that ICSEI is a learning community which fosters debate, discussion and disagreement to promote new understanding and new knowledge. 

As a learning community, ICSEI demonstrates the highest standards of scholarship and intellectual debate. In this sense, it is also a scientific community drawing upon a wealth of research evidence, over many years, about how schools and school systems become effective and improve. It is the quality of the research base that has ensured that the field continues to influence policy and practice. The challenge is to ensure that ICSEI is a first point of call for policy makers and practitioners around the world, and to ensure it continues to deliver cutting edge, contemporary and relevant research evidence.


ICSEI is also a networked community. In between conferences, the ICSEI networks are actively working, sharing ideas, generating research projects and writing together. The formal and informal networks within ICSEI ensure that new knowledge is constructed, shared and disseminated, despite time zones and distance. Finally, ICSEI is a virtual community, as much of the communication, discussion and planning takes place on line or through Skype or face-time. With the fast pace of technological change, who knows what technology ICSEI members will be using to stay in touch in the future but one thing is certain, they will.
It is a privilege to be President of ICSEI and to be part of the ICSEI community. 

Professor Alma Harris
University of Malaya

Mengapa tertarik ikut ICSEI ?
Sebagai seorang mahasiswa, sudah seharusnya ya kita berburu ilmu, ambil yang baik dari orang luar, dan bandingkan dengan Indonesia, ambil hikmahnya.

Bagaimana pelaksanaan ICSEI 2014 ?
Saya akan menceritakannya melalui uraian di bawah ini :-)

Alhamdulillah, siang itu saya diundang ke Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY untuk berdiskusi dengan mbak Anis. Mbak Anis adalah ibuknya Student Volunteer (SV) atau ibuknya para tutor KUIK. Saya diberi amanah untuk bergabung dalam kepanitiaan ICSEI bersama 6 volunteer dari SV. Kebetulan, karena saya adalah koordinator SV tahun 2013-2014, secara langsung masuk kepanitiaan. Kami bersama SALC dari FBS diamanahi sebagai Liason Officer (LO). Saya menerima amanah dengan tersenyum, di dalam hati berdoa semoga bisa mengatur waktu dengan tepat. Beberapa kali kami rapat bersama staf KUIK, Pak Satoto sebagai kepala KUIK, para dosen yang akan menjadi chairman, dan bersama bu Suwarsih WR IV UNY. Siang itu saya baru tahu bahwa saya ditempatkan di Seksi Akademik yang menghandle persidangan.

Sebagai gambaran, kongres yang berlangsung selama  hari ini terdiri dari konferensi,simposium,paper session,keynote speech,dan workshop. Saya menjadi penganggung jawab di ruang Kasultanan III Royal Ambarukmo yang menjadi ruang simposium bersama Pak Pjianto (dosen FMIPA) dan Ratih (SV). Tugas utama saya dan Ratih lebih mengurusi masalah teknis,hardware,dan sebagai operator jalannya simposium, sedangkan pak Puji sebagai panelis dan MC persidangan. Ini kali pertama saya menjadi panitia internasional seperti ini. Bayangkan saja, ada lebih dari 100 negara dan lebih dari 250 peserta luar negeri yang hadir. Ya Allah, terimakasih sudah diberi kesempatan dalam acara ini.


Hari ke-1
Hari Kami itu kami bersiap diri di Ruang Sidang Utama rektorat UNY. Berhubung tanggal 2 adalah ujian pertama saya, siang itu mohon maaf tidak bisa membantu persiapan 'angkut-angkut' amunisi ke RAH. Saya baru tiba di rektorat siang jam 13.00 dan menunggu meja registrasi. Ada yang saya ingat, unik memang ketika ada peserta perempuan yang meminta diantar ke toilet 'duduk' bukan jongkok. Ya, mereka menginginkan toilet duduk, padahal sehatnya justru jongkok lho 'katanya'. Ada juga peserta yang bertanya "Where is the washroom?" saya menunjukkan arahnya, eh malah salah masuk ke ruang pak rektor, aduh mohon maaf Pak Rohmat :-)

Setelah acara press conference, pre conference, dan ICSEI Board Meeting selesai, para peserta kami antar ke hotel Ambarukmo. Sebenarnya ada tiga hotel lain seperti Aston, Sheraton, dan pastinya hotel UNY :3 Di depan RAH saya malah bertemu mas Rahmat Dwi anak Hukum UGM yang sedang berjuang mencari nafkah, beliau mengemudikan taksi. Sapaan hangat siang itu ya mas :-) Baik, setelah itu saya dan mas Marko pulang ke kantor, di sana bertemu mas Fahmi yang berkacamata itu, kami makan sore di kantor.

Hari ke-2
Hari yang berkah, hari kedua ICSEI. Saya perkenalkan keluarga LO, ada Abi,Astrid,Wahyu,Ratih,Nining, Mas Alfa,dan Mas Martono dari tutor. Ada mas Denny,mas Fahmi,mas Aji,mas Adi (Marko),mas Teddy,mas Asep,mas Yosep,mas Zulvan,mas Panji,mbak Dewi,mbak Rista,mbak Wulan,mbak Fitri,mbak Mustika,dan yang lainnya. Kami pagi-pagi sudah 'on' di ruang registrasi, dari lobby ke timur. Maaf agak 'gumunan' pas pertama ke RAH saya excited banget, hotelnya gedhe banget,karpetnya tebal-tebal dan bagus... Ya maklum, orang ndeso saya itu :D
Pagi itu kami welcoming ke para tamu, mereka dapat satu tas yang berisi segala perlengkapan ICSEI, ada buku abstrak yang sempat kami (mas Fahmi mas Denny janu) buat :3 Ada juga souvenir khas Jogja,dll. I think they are so surprised with our greeting.

Oke,lalu siang itu ada Congress Opening, suguhan dari UNY saya acungi jempol (y),perfect!
Tidak hanya sekadar opening,tapi ada suguhan budaya dan hidangan untuk para tamu, selamat datang di ICSEI 2014! Pasca opening,ada keynote speech dari Jim Spillane dengan moderator Alma Haris. Beliau berbicara tentang "The Practice of Improvement:Designing Organizational Infrastructures for Sustainable School and System Improvement". Kira-kira sampai sore, setelah itu malamnya ada welcome dinner di Bangsal Kepatihan. Saya kebetulan tidak ikut acara makan malam ini :-)

Hari ke-3 sampai 5
Di hari ke 3-5 ini lebih banyak presentasi paper,poster,dan simposium,ada juga keynote speech seperti dari Pak Suyanto dan Bu Suwarsih Madya. Betewe, ternyata saya dan Bu Suwarsih pernah satu almamater (SMP N 1 Sleman), terus apa ? #NggakNyambung
Saya suka pas tema leadership in edducation di ruangan simposium saya. Ada juga bu Nurfina Aznam yang mengangkat potensi SD Tumbuh Yogyakarta dengan anak-anak diffabel. Saya bersyukur bisa mendengarkan dan menyimak hasil penelitian dari mereka, seperti dari Mr. Michael, Ros,dll (agak lupa namanya). Mereka dari Belanda (banyak), Kanada, Australia, USA. UK, China, Scotland,Austria,dll. Semoga Janu bisa S-2 dengan beasiswa full di Utrecht University Belanda. :-) Ada hal yang menarik ketika saya mengamati karakter orang bule ketika presentasi :
1. Persiapan presentasi dengan se-perfect mungkin, seperti reuest mereka untuk menyiapkan podium, microphone, pointer, internet conection, dan lain-lain. Intinya presentasi dengan persiapa yang matang. 
2. Penyampaian presentasi yang enjoyfull, tidak hanya membaca slide namun explore kemampuan berbicara. Ini yang perlu diperhatikan, sebagian dari kita masih sering presentasi dengan membaca slide, iya apa iya ?
3. Duduk paling depan untuk pendengar presentasi, bukan duduk dari paling belakang. Kebanyakan orang Indo yang saya amati selalu duduk di belakang dan tidak membaur bersama orang bule. Ingat-ingat, forum ini untuk berdiskusi dan mengenal satu sama lain, bukan cuma menggerombol dengan bangsa sendiri :3
4. Waktu efektif dan bawaan presentasi yang bersahabat, ya memang demikian

Dari pengalaman di atas, sudah semestinya kita berkaca dan memperbaiki diri hehe,termasuk saya ini. Sekali lagi, kami mendapatkan pelajaran berharga dari pendampingan di simposium ini, termasuk pada persiapan teknis acara. Pada awal-pertengahan hari terakhir presentasi tidak ada masalah pada laptop dan lcd, ternyata pada saat workshop post conference ada sedikit trouble. 

Saya ingin bercerita lagi, setiap malam biasanya ada acara optional, seperti dance and music night serta ada folklore. Mereka yang ikut pasti ada additional fee nya,karena memang tidak include ke acara inti ICSEI. Dari UNY mempersembahkan performa terbaiknya,mulai dari tari tradisional ke modern,angklung,dan lain-lain. Kali pertama juga saya bisa melihat pertunjukan Reog dan jathilan yang jadi satu, saya mengira hanya di Ponorogo reognya. Takjub juga pas ada sesi main angklung, ternyata anak-anak UNY juga punya kebolehan main angklung, tidak hanya di Sunda saja. 

ICSEI berjalan dengan penuh khidmat dan banyak memori yang tak terlupakan. 
1. Ketemu kakak2 SALC, para dosen, dan pastinya tamu
2. Ilmu baru dan kesempatan berlatih bahasa Ingris
3. Relasi dan jaringan di luar negeri
4. Latihan mental di tengah sorotan para 'orang penting' dan petinggi kampus
5. Bisa berkontribusi di KUIK secara totalitas untuk mewujudkan world class university
6. Makan bersama para 'yellow team' di gudang RAH :3
7. Shock terapi karena trouble presentation
8. Ketemu orang-orang menginspirasi
9. Semakin yakin akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan suatu bangsa
10. Pendewasaan diri bersama orang-orang yang lebih dulu merasakan kepanitiaan konferensi internasional

ICSEI 2015 akan berlangsung di Ohio, USA pada tanggal 3-6 Januari 2015. Saya mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada keluarga LO ICSEI 2014, kalian hebat ! Untuk Pak Satoto, Bu Suwarsih, Bu Lusiana, Bu Retna, Bu Wid, mbak Anis, mbak Astin, mbak Ratna, mas Laska, mas Aji, dan lain sebagainya yang tidak bisa terucap satu per satu. Terimakasih atas pembelajarannya, semoga saya bisa berkontribusi untuk kemajuan UNY dan menjadi bagian dari orang-orang yang memberi manfaat, insyaAllah.... :-) Mari berkolaborasi !


Hamba Perindu Surga-Nya,

Janu Muhammad