Ged a Widget

Senin, 22 Desember 2014

Hujan di Bulan Desember

Jumat, 19 Desember menjadi sejarah baru bagi perjalanan hidup saya. Pagi itu adalah kuliah terakhir saya. Pagi itu adalah saat di mana saya dan teman-teman berdiskusi di kelas bersama dosen Pak Heru. Sudah hampir 3,5 tahun kebersamaan kami di kelas A Pendidikan Geografi UNY 2011. Bagi saya itu adalah moment berkesan karena tidak ada lagi moment yang berkesan di kelas selain kumpul bareng, diskusi bareng, dan interaksi antar mahasiswa maupun dosen yang pasti akan dirindukan suatu saat nanti. Saya semester ini hanya mengambil 1 mata kuliah yaitu seminar penelitian dan ambil tugas akhir skripsi. Jadi ya, insyaAllah di UAS nanti hanya akan ujian seminar saja. Saat ini pun skripsi masih diperjuangkan, mohon doanya ya.


Setelah kuliah selesai, saya menuju ke subag pendidikan FIS UNY untuk mengambil SK Pembimbing skripsi, Alhamdulillah sudah jadi. Saya langsung memfotokopi sebanyak 10x kalau tidak salah, lalu dilegalisir. Saat itu juga saya menemui mas Agung, admin jurusan pendidikan geografi untuk minta dibuatkan surat izin penelitian. Alhamdulillah surat langsung masuk ke dekan dan baru terambil ba’da jumatan. Saya agak kaget, ternyata instrument penelitian belum selesai, padahal proposal sudah harus dijilid, langsung saja saya ke perpustakaan FIS dan melihat beberapa referensi skripsi kakak angkatan, langsung ke limuny (layanan internet mahasiswa uny) dan membuat instrument penelitian. Astaghfirullah, lupa tidak bawa flash disk, ini dia kelemahan saya, pelupa. Akhirnya masalah terselesaikan setelah dipinjami flash disk operator. 

Saya print instrument dan dijilid bersama proposal penelitian. Sejenak, saya melaksanakan sholat Jumat di masjid Al Mujahidin UNY dan setelahnya ketemu sama Rony, ketua BEM FBS untuk memberikan oleh-oleh dari Australia. Setelah itu akhirnya ambil surat  izin dekan, Alhamdulillah sudah jadi. Waktu sekitar Pkl 14.00, saya harus menuju kepatihan DIY untuk mengurus perizinan penelitian, benar-benar quick time. Berkas yang harus ada : proposal penelitian, surat izin penelitian, map, dan fotokopi KTP. Berkas lengkap, akhirnya saya lega. Alhamdulillah dapat terurus dengan cepat berkat Allah. Saya diberi 3 surat tembusan untuk saya teruskan ke beberapa dinas terkait penelitian pembangunan fly over Jombor.



Pulang dari kantor gubernur, saya ke kampus UNY untuk makan siang (agake telat sih) dan akhirnya menunaikan sholat Ashar ditemani rintik hujan. Sore harinya membersamai teman-teman mahasiswa FIS di Dipsos Charity, acara penggalangan dana untuk saudara-saudara di Banjarnegara. Lalu menyempatkan diri ke UKMF Penelian SCREEN. Setelah itu, saya pulang ke rumah ditemani lebatnya hujan yang turun sore itu di Yogyakarta.

Biasanya ketika naik sepeda motor dalam perjalanan pulang, pikiran saya membawa ke sebuah perenungan. Saya telah terbiasa mereview kembali perjalanan sehari ini yang telah dilakukan, mulai dari  bangun tidur sampai saat itu. Ya Rabb, hujan ini setia menemani hamba. Hujan di bulan Desember ini telah memberikan sebuah perenungan bagi saya. Ia turun di dunia untuk memberikan sebuah manfaat, saya percaya itu. Saya pun memanjatkan doa “Allahummashoyyibannafi’an” Ya Allah semoga hujan ini bermanfaat.

Bagi saya, hujan di bulan Desember adalah sebuah pengingat agar kita merefleksikan kembali perjalanan hidup selama 11 bulan yang lalu, mengingatkan kita sudah seberapa besar kebaikan yang dilakukan ?

Hujan di Bulan Desember adalah rahmat. Air yang turun akan meresap ke dalam tanah dan menghidupkan kembali tanaman-tanaman yang telah layu. Hujan ini menghidupkan kembali semangat para pencari ilmu untuk memperisapkan tahun selanjutnya dengan baik.

Hujan di Bulan Desember adalah kesempatan untuk taubat. Hujan membawa berkah, bagi hamba yang memanfaatkan setiap waktu untuk berdoa, untuk bertaubat. Allah memberi kesempatan itu, waktu ketika hujan insyaAllah mustajab untuk berdoa. Jadi, mari bersyukur.

Namun, hujan juga sering kali menyebabkan datangnya musibah. Seperti halnya yang menimpa saudara-saudara kita di Banjarnegara. Semoga menjadi iktibar bersama, barangkali masyarakat di sana perlu banyak bersyukur dan merawat alam. Kita berprasangka baik saja kepada-Nya. Pasti akan ada hikmahnya.


Hujan di Bulan Desember, memberi tanda bagi saya bahwa usia saat ini menuju 22. Bulan depan saya memasuki umur baru, memasuki masa-masa akhir untuk segera wisuda. Ya, saya saat ini baru berjuang dalam medan skripsi. Jadi mohon didoakan, jangan tanya terus kapan lulus ? Cukup didoakan dan diberi semangat ya sahabat 


InsyaAllah, hujan ini memberi manfaat…insyaAllah akan menumbuhkan kembali semangat untuk berbuat baik, megevaluasi 2014 dan membuat resolusi besar 2015. Bismillah, semangat ! Man Jadda Wajada

2 komentar:

  1. (( jangan tanya terus kapan lulus? Cukup didoakan dan diberi semangat ya sahabat )) .... very agreed for that statement, hahah

    BalasHapus