Ged a Widget

Minggu, 30 November 2014

Sehari Menjelajahi South Bank

Kota Brisbane yang merupakan ibukota negara bagian Queensland belakangan ini mulai menarik perhatian wisatawan karena memiliki banyak sekali tujuan wisata khas perkotaan yang memberikan nuansa dan pengalaman baru yang beda dan tak biasa dari kota-kota lainnya. Jika mencari kawasan wisata yang menyediakan banyak sekali alternatif objek wisata di kota Brisbane maka kawasan South Bank lah jawabannya. South Bank yang punya julukan sebagai Cultural Precinct di Brisbane yang tentunya juga menjadi kawasan wisata utama di sini. 


Ketika mengikuti homestay di Australia ini, saya menargetkan harus mengeksplorasi kawasan South Bank seharian. Hari Kamis kemarin, 20 November 2014 menjadi jawabannya. Hampir seharian saya menjelajahi South Bank dan mengunjungi berbagai spot seperti Parkland, Art Galery, State Library of Queensland, Museum, pantai buatan, dan berbegai taman yang ada. South Bank adalah salah satu kawasan utama di kota Brisbane yang masih ada di sekitaran Brisbane CBD sehingga mudah dicapai dengan berbagai alternatif transportasi. Apalagi South Bank juga menjadi area yang dijangkau oleh Brisbane River yang memang sudah sangat populer. 

Kita bisa mengakses South Bank Parkland dengan menggunakan kereta, bis, City Cat ataupun Ferry bahkan bisa juga mencoba untuk datang ke sini dengan Green Cabs yang ramah lingkungan. Lebih ramah lingkungan lagi jika kita menuju South Bank Parkland dengan berjalan kaki. Hari itu, saya menuju South Bank dengan jalan kaki, selain karena menyehatkan, juga karena melihat kantong yang semakin menipis. Sesampainya di sana, saya mengunjungi objek-objek menarik yang memikat mata dan membuat betah seharian di sini. 

 
Pengalaman saya di museum misalnya, di sana tersedia banyak koleksi yang masih sangat terawatt. Betapa pedulinya pemerintah di sini untuk menjaga benda-benda purbakala, termasuk berbagai fosil. Saya pun melihat banyak anak-anak seusia TK yang berkunjung, kalau di Jogja ya seperti Taman Pintar. Ketika di perpustakaan, saya terkesan dengan perpustakaan yang sunyi karena semua pengunjung benar-benar fokus membaca, tidak untuk mengobrol. Koleksinya banyak dan terawatt, termasuk fasilitas computer dan internet yang free access untuk semua pengunjung. Saya yakin karena sistem pelayanan di sini yang baik, menjadikan pengunjung betah menghabiskan waktu sampai malam.


Selanjutnya, saya pun mengunjungi geleri seni. Di sana banyak sekali koleksi seni, baik dari Australia dan luar negeri. Ketika mengunjungi galeri suku Aborigin, saya terkejut, ternyata ada banyak kemiripan ya dengan karya seni dari Irian Jaya atau Indonesia bagian timur. Saya pun terkesan ketika pengunjung di sini banyak yang datang, yak arena memang cara pengemasan ruangan yang unik dan gratis tiket amsuk.