Ged a Widget

Rabu, 05 November 2014

GMB Mengubah Perspektifku


Jumat sore, 31 Oktober 2014 saya diantar keluarga menuju Stasiun Lempuyangan. Tepat Pkl 17.30 kami sampai di stasiun, suasananya ramai bukan main. Kereta Gadjah Wong yang akan saya naiki berangkat Pkl 18.05 WIB, saya pun langsung pamitan mamak bapak adek untuk menunggu di dalam. Sore itu mungkin perjumpaan kami terakhir di bulan Oktober. Hari itu adalah awal perjalanan saya ke Jakarta untuk mengikuti Pre Departure Training (PDT) kegiatan GMB Homestay Program. Apakah ada di antara sahabat yang belum tahu apa itu GMB ? Baik, saya sampaikan sekilas bahwa GMB adalah singkatan dari Gerakan Mari Berbagi, sebuah gerakan yang mengarusutamakan nilai-nilai berbagi kebaikan dan melakukan suatu bentuk kepedulian bahwa hidup adalah untuk bersyukur dan berbagi. Selengkapnya ada di www.g-mb.org

Bersama Keluarga
Perjalanan naik kereta bagi saya sudah menjadi hobi, selain untuk menyalurkan jiwa travelling saya sebagai anak geografi, pun juga untuk merefleksikan perjalanan hingga saat ini. Barangkali sedikit karakter saya yang introvert dan melankolis memang harus tersalurkan lewat bepergian. Singkat cerita, Sabtu pagi saya sudah sampai di rumah Bang Azwar Hasan di daerah Setiabudi Timur No.3 Jakarta Selatan. Di sana ada kak Arif, kak Alfi, bang Andi, dan Bang Azwar. Selamat datang di lokasi PDT 2014!

PDT unik di Rumah Bang Azwar
Selama kegiatan PDT mulai tanggal 1-6 November 2014 ini banyak agenda yag menghadirkan para inspiring leaders, mulai dari beliau yang pernah exchange ke Australia, ada pak dokter, ada motivator, dan lain sebagainya. Inti dari PDT ini adalah untuk memberikan bekal kepada peserta homestay Jepang maupun Australia agar lebih siap dalam menerima cross cultural understanding, berada di lingkungan baru yang sangat berbeda dengan Indonesia. Di antara para peserta homestay GMB, ada 9 orang tujuan Australia (Janu, Andi, Doki, Mustika, Pida, Indah, Riskha, Dian, dan Sherly. Untuk delegasi Jepang ada Soni, Arnald, Lizar, Devi, Tari, dan Heny.

Setelah mengikuti beberapa agenda PDT, akhirnya Selasa malam kemarin kami mengikuti kegiatan pelepasan delegasi homestay di rumah Pak Jeff. Kegiatan ini dihadiri oleh para inspiring leaders, Dewan Pembina GMB, alumni YLC 2012 dan peserta YA & YLF 2014. Ada Pak Imam Gunawan dan Pak Abri  (Kemenpora), Pak Eko Prasodjo (Guru Besar UI dan kementerian), Yenny Wahid (Putri Gus Dur), Pak Nico, tamu-tamu besar yang merupakan para volunteer keluarga GMB. Malam itu saya diberi kesempatan untuk menyampaikan kisah perjuangan dalam meraih tiket final ini. 

Bersama delegasi, tuan rumah, dan para tamu

Pada intinya, lewat kisah yang saya sampaikan, saya belajar tentang perspektif baru di GMB. Semua kegiatan di GMB adalah murni  volunteerism, tidak ada yang gratis. Bahkan tiket ke Australia pun harus mencari sendiri. Orientasi kita selama ini barangkali semua serba harus memakai uang. Tetapi ada yang lebih utama yaitu sebuah jaringan yang sudah terbentuk sehingga mengetuk orang-orang di sekitar untuk berbagi. Ini yang saya alami ketika Pak Lurah saya akhirnya bersedia membantu pendanaan ke Australia, juga kampus UNY yang telah memberi uang saku. 

Pak Eko, Soni, Janu, Bang Azwar

Sesi Sharing Story
Ketika berbagi, maka aku ada. Sebuah kata-kata hebat yang diajarkan di GMB. Bahwa hidup itu tidak sekadar mengurus diri sendiri, ada orang-orang di sekitar yang perlu kita bantu, eprlu kita jaga, dan perlu kita beri motivasi. Saya percaya, bekal sebuah niat tulus diiringi usaha dan doa maka Allah akan menunjukkan jalan. Sekali lagi, bukan berorientasi dengan uang yang akan menyelesaikan tantangan hidup yang kita hadapi. Masih banyak orang-orang di sekitar kita yang akan membantu, asalkan kita mau berbagi cerita dan mendengar nasihat-nasihat mereka. 

Puncaknya, kami tampil membawakan beberapa lagu nasional, daerah, dan GMB. Alhamdulillah, para hadirin pun tersenyum melihat penampilan kami. 

Terimakasih atas kesempatan berharga ini Ya Rabb.. Semoga senantiasa menjadi manusia pembelajar. Terimakasih mamak, bapak, adek dan keluarga Janu atas doa dan supportnya. Terimakasih keluarga besar UNY. Terimakasih keluarga besar GMB. Terimakasih sahabat-sahabat Janu di manapun berada, Erbi yang sudah minjami baju dan balgkon, semua yang belum tersebutkan satu per satu. Semoga selalu diberikan semangat dalam hidup dan tetap menginspirasi.

Kami siap menjadi duta Indonesia di Australia dan Jepang

Bismillah, sampai bertemu di kisah selanjutnya dengan edisi Homestay Program Australia.
MAN JADDA WAJADA, setiap mimpi harus diperjuangkan, kawan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar