Ged a Widget

Kamis, 09 Oktober 2014

Kerja Keras dan Doa

“Pagi hari pukul 3 mereka telah bangun. Mereka bergegas menyiapkan dagangan. Mereka memulai aktivitas di pasar dengan berbagai  sayuran yang ada. Satu persatu pembeli datang dan beberapa lembar rupiah menjadi balasan jerih hari itu.”

Mereka adalah mamak dan bapak, dua pahlawan hidupku. Selama ini mamak dan bapak beraktivitas di pasar Sleman. Pun ini baru terjadi setelah bapak mengalami musibah kecelakaan tahun 2011 silam. Dari sebelumnya menjadi tukang bangunan, kini bersama mamak mencari rezeki dengan berdagang sayuran.

Mala mini mereka sudah terlelap dengan nyenyak. Memandangi wajah mereka yang mulai terlihat kerut, bukti kerja keras yang selama ini terpatri dalam diri. Mamak bapak rela mencurahkan tenaga dan waktu untuk mencari rezeki, demi bisa menyekolahkan anak-anaknya ini. Itulah bukti kasih saying mamak dan bapak kepada kami berdua.

Kerja keras, itulah gambaran untuk mereka berdua. Kadang hati saya merasa ciut, ketika di usia ini belum dapat bekerja. Ya, mereka berdua menginginkan saya fokus belajar dan sekolah setinggi-tingginya. Merekalah yang menamkan etos kerja keras dalam meraih suatu mimpi atau keinginan. Merekalah yang dengan sabar mau membimbingku menjadi pribadi seperti saat ini. Tak lain hanyalah untuk melihat putra-putrinya sukses di masa depan dan berguna bagi masyarakat.

Kerja keras tak sempurna tanpa sebuah doa. Doa dari orang tua adalah yang utama. Ketika kita punya cita-cita, mintalah doa restu dari mereka. Bukankah pertolongan Allah akan terasa lebih dekat dengan restu orang tua ?

Doa, adalah bahasa antara kita dan Sang Penguasa. Doa, adalah kunci utama dalam menyempurnakan sebuah kerja keras dalam berikhtiar. Semoga, selalu diberikan keistiqomahan dalam beikhtiar dan berdoa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar