Ged a Widget

Senin, 20 Oktober 2014

6 Catatan Perjalanan Bersama Dosen Belanda

Segala puji syukur kepada Allah, yang senantiasa menentramkan hati dan pikiran, yang senantiasa menguatkan pundak di atas keteguhan iman. Malam ini saya ingin menyambung kembali, sebuah catatan perjalanan pekan kemarin. Pada tanggal 11-17 Oktober 2014 kemarin saya dan rekan-rekan di Jurusan Pendidikan Geografi FIS UNY mendapat sebuah kehormatan, untuk belajar bersama salah satu dosen dari Belanda. Dr. Brian Doucet adalah dosen Urban Geography dari Department of Human Geography and Planning, Faculty of Geosciences, Utrecht University, Netherlands. Beliau adalah dosen saya sewaktu summer school tahun 2013.

Catatan #1
Pada catatan sebelumnya, kita telah sampai di perjalanan city tour. Mari kita lanjutkan perjalanan menuju Malioboro. Minggu siang itu setelah dari Prambanan, kami melanjutkan perjalanan ke Kotabaru, tepatnya di depan masjid Syuhada. Ada nuansa harmonisasi budaya di sini. Di samping ada masjid, ada juga gereja. Di sana kami berlima turun dan melihat old buildings dan urban settlement yang berjajar rapi, menggambarkan nuansa klasik peninggalan Belanda. Kami pun menuju sisi barat Syuhada, menjumpai deretan slum area. Ya, kami telah sampai di kawasan padat penduduk di sepanjang Sungai Code. Kami melihat, merasakan apa yang ada di depan mata kami. Inilah sisi lain dari Yogyakarta, sebuah daerah permukiman kaum migran, dan mereka yang mengadu nasib di Yogyakarta.

Selepas dari Kotabaru, kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro. Sepanjang perjalanan, Pak Brian mungkin terheran-heran melihat ratusan kendaraan melintas, memenuhi space jalan dan mengepulkan asap karbonmonoksida. Kmai turun di sebelah stasiun Tugu lalu berjalan ke depan stasiun untuk sekedar memotret keadaan di sana. Selanjutnya kami berjalan ke arah selatan Malioboro, memasuki pasar Beringharjo. Kami melihat adanya aktivitas perekonomian, saya yakin tidak ada pasar tradisional sepadat Beringharjo di Belanda. Coba lihat, Pak Brian sangat antusias mengambil gambar, antusias blusukan sampai ke lantai atas. Kami melanjutkan perjalanan ke selatan, namun akhirnya berhenti untuk mengisi perut. Kami ditraktir minum es buah. Mengapa beliau hanya memesan teh hangat ? Itupun tidak habis, saya tahu bahwa kebiasaan orang luar minum teh nya tertentu, teh jasmin.

Benteng Vredeburg, gedung Agung, dan kawasan nol kilometer menjadi tenpat pemberhentian perjalanan city tour siang itu. Beliau sangat interest, malah ingin kembali diajak keliling kawasan Central Bussiness District itu. Betapa semangatnya beliau, orang luar memang suka kalau sudah diajak jalan dan menemukan hal-hal baru. Hanya saja, langkah kaki kami sudah cukup untuk segera istirahat. Sing itu kami kembali ke hotel. Pak Brian kami minta segera istirahat untuk mempersiapkan kuliah pertama esok. City tour usai, saya pulang ke rumah untuk persiapan hari esok.

Catatan #2
Senin, 13 Oktober 2014 sekitar Pkl 8.30 saya menjemput Pak Brian di Jogjakarta Plaza Hotel. Ternyata beliau sudah menunggu di lobby room hotel. Terlihat sangat rapi, kemeja berdasi, dan berjas melengkapi pakaian formal yang beliau kenakan. "Janu, I'm ready to give a course." Saya langsung mengajak beliau berjalan menuju Fakultas Ilmu Sosial. Mengapa tidak naik taksi atau motor ? Saya mengikuti kebiasaan beliau yang lebih suka jalan daripada harus naik kendaraan bermotor, itu lebih menyehatkan katanya. Sembari mengawali perbincangan hangat pagi itu, saya memperkenalkan beberapa gedung kampus yang dijumpai. Sesampainya di ruang Ki Hajar Dewantara kami menerima kuliah pertama dengan tema The Geography Perspective. Tema yang sangat menarik untuk mengawali perjalanan guest lecture ini.  Pengalaman menarik hari Senin itu adalah ketika dinner bareng Pak Brian, Ipul, dan Agung di warung sate Samirono. Pak Brian senang sekali makan satai. habis 10 sate beef dan enak katanya. Ada pelajaran penting ketika beliau meminta air putih. "I need mineral water" lalu saya pesankan segelas air putih ternyata tidak mau, dan ternyata hanya mau air yang botolan, air mineral yang lebih terjamin kualitasnya daripada air rebusan, hehehe. Selanjutnya kami hunting foto dan memasuki nightlife di Tugu Jogja, Malioboro, lun-alun utara dan alun-alun kidul. Oiya, saya hampir lupa. Malam itu juga, kali pertama Pak Brian naik sepeda motor (membonceng saya). Ada perasaan senang yang terpancar, namun saya justru khawatir. Masalahnya ban serasa bocor dan belum seimbang, mungkin karena berat dan belum terbiasa memboceng. As you know, kami malam itu berempat naik odong-odong. Bayangkan ya, ada bule yang senang banget naik odong-odong. "Ini juga kali pertamaku naik odong-odong ini." Tanpa pikir panjang kami menikmati kebersamaan malam itu bersama romantisme Yogyakarta. Setelah cukup malam, saya antar Pak Brian pulang ke hotel. Lega rasanya beliau sukses membonceng motor.hahaha

Saat Dr. Brian Doucet mengisi kuliah di ruang KHD
Catatan #3
Hari Selasa ini temanya tentang Important Theories of Human Geography. Materinya seputrar teorinya Hagerstrand's concept of time geography dan Hottelling's Law or minimum differentiation. Siangnya para peserta diminta berdiskusi tentang perubahan apa saja yang dirasakan di Yogyakarta selama dua tahun ini. Ada yang menyampaikan tentang perubahan tata kota, perubahan budaya, perubahan tingkat perekonomian, sampai pada berbagai masalah yang terjadi baik sosial maupun masalah fisik (lingkungan).

Catatan #4
Hari Rabu ini tema kuliah seputar The Rise and Fall of Cities. Intinya membicarakan tentang jatuh bangunnya kota. Contoh menariknya adalah adalah Kota Detroit di Michigan USA. Sudah beberapa tahun yang lalu kota ini bangkrut karena terlilit hutang sehingga terlihat seperti kota mati. Penduduk banyak yang pindah dan mengosongkan rumahnya. Bahkan jalan-jalan menjadi sepi, salah satu sebabnya adalah kegagalan pemerintahan dalam mengatur perekonomian penduduk. Detroit menjadi kota sejarah untuk memberikan pelajaran bagi kota-kota lain di dunia tentang pentingnya menjaga kestabilan ekonomi dan pemerintahan. Malam harinya Pak Brian diajak dinner bersama dosen-dosen jurusan. Malam sekitar Pkl 19.20 ketika saya masih di kampus tiba-tiba diminta menyusul Pak Brian di Malioboro. Dengan perasaan bercampur aduk antara jadi ke sana atau tidak akhirnya saya putuskan untuk menjemput. Lagi, saya meminjam helm temaan (Arif). Saya bertemu Pak Brian di dekat traffic light. Beliau mengenakan kaos biru muda, seperti yang dipakai ketika mengajar tadi pagi. Malam itu saya menemani Pak Brian keliling Malioboro, menyusuri gang-gang daerah Dagen dan sampai di daerah kauman kami berjalan. Ternyata malam itu Pak Brian mengajak saya untuk naik Andhong, kendaraan tradisional yang baru pertama kali beliau naiki. Malam itu ditutup dengan mengantarkan Pak Brian ke hotel UNY.

Beli oleh-oleh di Malioboro
(Fadhil, Meytha, Agung, Ipul, Pak Brian, Ebi, Janu)
Catatan #5
Agenda Kamis ini adalah field study. Bersama sekitar 22 mahasiswa dan 1 dosen kami menuju Gunung Merapi, tepatnya di desa Kinahrejo kecamatan Cangkringan, Di desa itu pernah terjadi erupsi dahsyat yang merenggut nyawa Mbah Marijan, orang yang mengerti seluk beluk Merapi. Di sana terdapat rumah-rumah yang terkena dampak letusan. Kami juga mengunjungi salah satu bendungan di kali kuning. Siangnya kami menuju ke kraton masjid Kauman. Agenda field study selesai Pkl 14.00 WIB. Malam harinya, kami hang out keluar hotel bersama Pak Brian. Kami dapat traktiran makan malam di Garden Cafe UNY. Malam itu adalah malam terakhir kami bersama Pak Brian. Waktu terasa begitu cepat, canda tawa, dan kebaikan Pak Brian kepada kami menjadi sebuah makna tersendiri. Malam itu kami mendapat motivasi dan inspirasi hidup dari kisah beliau semasa kuliah sampai akhirnya bekerja di Utrecht University. I can't forget that story, it's too short time for us. Waktu akhirnya berjalan, kami bertujuh segera ke Maliboro untuk belanja oleh-oleh. Pak Brian akhirnya membeli batik dan beberapa pakaian untuk putrinya yang masih 4 bulan dan untuk istrinya. Sampai sekitar Pkl 22.00 kami menyusuri Malioboro, beli es krim, ambil gambar bersama dan akhirnya pulang ke hotel. Kenangan yang sangat indah dan tak terlupakan.

Catatan #6
Pagi itu kami awali kuliah dengan sebuah kejutan, wow Pak Brian pakai baju batik, ini baru luar biasa. Ternyata pesan saya kemarin malam mendapat sambutan baik Pak Brian. Jumat pagi itu saya mengajak beliau keliling IS,sampai mampir ke sekret HMPG dan Screen. Intinya beliau sangat suka untuk diajak jalan-jalan daripada menunggu (diam). Materi pagi itu melanjutkan contoh kota-kota modern di dunia seperti Edinburgh, Toronto, dan Rotterdam, Glasgow. Memang sangat menarik untuk dipelajari. Menjelang siang Pkl 11.00 Pak Brian memperkenalkan study abroad ke Faculty of Geosceinces, Utrecht University. Para mahasiswa dan dosen sangat antusia memperhatikan. Janu pengin banget diterima di Human Geography and Planning, dengan amsa studi 2 tahun (ada riset). Semoga dikuatkan dalam berjuang menuju Utrecht. Sebelum closing ceremony ada sambutan dari Bu Hastuti sebagai kepala jurusan serta penyerahan kenang-kenangan. Saya bersyukur dapat hadiah spesial dari Pak Brian, alhamdulillah.

Siang harinya saya dan Pak Suhadi mengantar Pak Brian ke airport. Kami berpisah, rasanya belum mau ditinggal Pak Brian, sosok yang baik hati, penuh kesabaran, dan senantiasa memberikan motivasi. "I believe this is not the last time but the first time to see. I'm waiting for your study in Netherlands", kata Pak Brian.

Dapat gift dari Pak Brian

Alhamdulillah, 6 catatan perjalanan selama guest lecture ini akan menjadi sebuah pembelajaran saya dan rekan-rekan untuk hari esok. Kita patut belajar dari beliau tentang : kedisiplinan waktu, budaya menulis dan membaca, keberanian menyampaikan pendapat, toleransi agama dan budaya, serta kegigihan dalam mencapai target hidup. Rasanya saat ini saya mulai rindu, ingin segera bertemu kembali di Utrecht nan jauh di sana. InsyaAllah akan ada jalan :))

Semoga tahun 2015 bertemu kembali di Belanda, insyaAllah
Terimakasih atas kebersamaannya selama mendampingi Pak Brian : Agung terimakasih sudah buat desain poster dan backdrop bagusss. Ebi makasih udah menyediakan konsumsi terlezat sam mArdha. Halim, Samsul, dan Putra yang udah stand by persiapan tempat dan transportasi, joss.. Diana yang di tengah kesibukannya masih mau membantu acara ini. Meytha yang selalu stand by jadi MC dan bendahara. Ipul yang ready swaktu-waktu. Apta makasih yaaa, setidaknya kita belajar menjadi MC dan moderator yang baik :D Fadil pakar geomorfologi yang sudah menyempatkan survey dan memastikan kehadiran peserta. Untuk seluruh keluarga besar Jurusan Pendidikan Geografi UNY dan HMPG UNY terimakasih atas dukungannya. Semoga jurusan kita siap mendukung UNY menuju world class university. InsyaAllah :))

----end----

Salam Hangat,

Janu Muhammad

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar