Ged a Widget

Senin, 29 September 2014

Kunjungan ke ITB : Inspirasi Luar Biasa dari Kampus Ganesha



Minggu, 28 September 2014 Pkl 06.00 saya dan mas Soni pamitan dari rumah Bang Az. Kami menuju Sarinah, untuk membeli tikat travel “Baraya” dan menuju ke Bandung. Sempat khawatir ternyata kawasan Sudirman ditutup karena ada car free day dang owes. Akhirnya kami dapat taksi dan langsung menuju Sarinah. Di sana travel akan segera berangkat jam 06.30, Alhamdulillah kekejar. Kami pun berangkat menuju Banduuungggg……..
 
Kampus ITB, inspirasi perjuangan bangsa...

Kurang lebih jam 09.15 WIB sampai di Jl.Surapati, masyaAllah macetnya minta ampun. Ada pasar tumpah di sana, seperti sunmor di UGM. Alhasil jalan macet total hingga kami minta turun setelah lampu merah untuk naik angkot. Hari itu saya rencana ingin ketemu sahabat seperti : bang Jek, Hananta, Saddam, Kang Yusuf, dan Kang Emil. Entah jadinya bisa ketemu siapa yang penting tujuannya untuk silaturahim, titik. Ketika sampai di simpang Dago, saya dan mas Soni langsung jalan menuju kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dannnn sampai juga di kampus impian, Alhamdulillah. Terlebih dahulu kami sarapan dan minum es susu kelapa muda, pokonya itulah namanya, sembari menunggu abang Zaky Amirullah (bang Jek), mahasiswa Teknik Kelautan ITB 2010 yang akan segera wisuda.
 
Gerbang depan kampus ganesha
Sekitar Pkl 11.00 bang Jek udah datang, bang Soni pun pamitan ke Jatinangor. Saya secara resmi diserahkan ke bang Jek, lhoh ? Saya sudah lama ingin ketemu bang Jek, semenjak kali pertama ketemu di National Youth Conference Jakarta, kami belum pernah jumpa. Saya bersyukur bisa sering kontak dengan beliau, inspirator dalam hidup dengan kesederhanaan sikap, kelembutan bertutur, dan kedewasaan dalam menatap hidup. Bang Jek baru saja nikah sama the Pipit yang lagi kuliah di Korea. Kami pun melepas rindu dengan saling sapa, lalu menuju masjid Salman ITB untuk sholat Dzuhur. Tercermin, seorang Bang Jek yang selam ini punya sisi agak melankolis seperti saya, lewat tulisna yang sering say abaca di blog. 
 
Masjid Salman ITB yang "khas"
Alhamdulillah, sungguh nikmat luar biasa dari Allah atas kesempatan ini. Selepas Dzuhur, kami makan siang (kedua kali) di sebuah tempat makan gelap (Black…. Namanya). Ngobrol sana sini cerita pengalaman pribadi, kuliah, mahasiswa, aktivis, dan lain-lain hingga saya diajak keliling kampus ITB, kampus yang memberi pelajaran luar biasa bagi saya. Di kampus ini lah lahir tokoh-tokoh besar seperti Soekarno dan Kang Ridwan Kamil, di kampus inilah saya mengenal orang-orang Diaspora, kakak-kakak PPI di seluruh dunia karena memang lulusannya biasa melanjutkan studi ke luar negeri. Saya belajar dari setiap sudut kampus ini yang menyimpan nilai historis bagi bangsa Indonesia. Akhirnya, kami pun foto bersama di depan gerbang ITB, sebagai tanda perjalanan dua sahabat yang selamanya akan menjadi saudara. Terimakasih bang Jek atas sharing pengalaman dan ilmunya :)
 
Bang Jek, makasih untuk silaturahimnya ya :)
Kami langsung menuju masjid Salman, di sana saya bertemu kang Saddam Wijaya, saudara yang sering menolong saya ketika di Bandung. Kang Saddam adalah mahasiswa Psikologi UPI Bandung. Ini kali ketiga saya bertemu dengan kang Saddam, sejak pertama ketemu di kegiatan Ambassador of Indonesian Culture and Tourism dan kedua di National Education Conference UPI Bandung tahun 2013 silam. Kali ini kang Saddam akan saya ajak bertemu dengan sahabat baik saya, Hananta Syaifulloh…mahasiswa Teknik Geologi ITB. Kami bertemu ketika mengikuti National Student Conference di UGM awal 2014 yang lalu. Hananta asli dari Blitar dan sekarang adalah aktivis di BEM KM ITB, sering terlibat aktif dalam diskusi mahasiswa dan akan segera ambil TA di Pertamina. Bersyukur rasanya bisa bertemu dua sahabat luar biasa ini di waktu yang pas. Kami lalu berkeliling kampus, berdiskusi sana-sini, main ke taman Soekarno, dan akhirnya foto bersama di Tugu Kenangan (lupa namanya) yang bertuliskan “Sekali Teman Tetap Teman” semoga persahabatan ini akan terjaga hingga saling menguatkan satu sama lain. Waktu yang sangat singkat, hingga saya harus pamitan Hananta. Terimakasih sahabat, sudah meluangkan waktu untuk bersilaturahim, saya tunggu kunjungannya di Jogja !
 
Hananta,Janu,Saddam di Tugu Kenangan "Sekali Teman Tetap Teman"
Saya dan Kang Saddam lalu menuju parkiran, kami segera pulang untuk membeli sedikit oleh-oleh dodol garut untuk dibawa ke Jogja dan mampir makan bareng di warung nasi goring. Sesampainya di rumah kang Saddam saya menyampaikan salam dari mamak di rumah kepada ibunya kang Saddam, terucap terimakasih atas bantuannya selama ini. Sekitar Pkl 19.30 WIB saya diantar kang Saddam ke stasiun Kiara Condong. Setibanya di sana, kami pun saling pamitan, berjabat tangan dengan berdoa semoga akan bertemu kembali di kesempatan yang jauh lebih baik, terimakasih kang Saddam, ditunggu kunjungannya di Jogja.
 
Keliling kampus ITB yang sejuk
Saya berangkat dengan kereta Kahuripan menuju Lempuyangan. Ada dua inspirator yang belum berhasil saya temui, yakni Kang Ridwan Kamil (walikota Bandung) dan Kang Ridwansyah Yusuf Ahmad (Sekjend PPI Belanda 2012). Kang Yusuf ketika saya kontak ternyata baru berada di luar kota dengan jadwal padat, semoga bisa segera bertemu. Kereta pun membawa saya ke Yogyakarta dan menginjakkan kaki di Lempuyangan Senin tanggal 29 September 2014 Pkl 05.00 WIB. Selamat datang Jogja, selamat kembali beraktivitas sebagai mahasiswa tingkat akhir :)
 
Alhamdulillah, satu nazar telah terlaksana, terimakasih ITB
Terimakasih dari saya untuk GMB,
Terimakasih dari saya untuk Pak Duta Besar Australia beserta jajarannya,
Terimakasih dari saya untuk sahabat-sahabat di Jakarta dan Bandung…
Terimakasih dari saya untuk mamak bapak di rumah,
Terimakasih dari saya untuk sahabat-sahabat yang telah mendoakan perjalanan ini..
Semoga selalu mendapat keberkahan Allah dalam menjalani hidup.
 
Kembali ke Yogyakarta
“Setiap perjalanan membawa hikmah, ada rindu yang akhirnya terobati, ada ukhuwah yang akhirnya tetap melekat, ada inspirasi yang akhirnya menghampiri. Karena dengan sebuah perjalanan, itulah saat di mana kita dekat dengan-Nya, dekat dengan orang-orang yang kita cintai.”
Alhamdulillahirobbil’alamiin…

1 komentar: