Ged a Widget

Minggu, 10 Agustus 2014

Untuk Sahabat ‘Baik’mu

Batang berwarna putih itu selalu menemanimu,
Kau apit dengan telunjuk dan jari manis di tangan kananmu,
Kau nyalakan sebuah api dan kau letupkan di ujung batang itu,
Kepulan asap dan bara api mulai menyala,
Itu tanda kau mulai bercengkrama dengan teman ‘baik’mu,
Kau mulai menghisapnya, semerbak bau tembakau berwujud asap mengepul dari mulut dan hidungmu,
Kau merasa nyaman, enak, dan nikmat bukan ?
Kau pasti juga merasa ‘laki’ dengan beberapa batang yang kau konsumsi itu,
Pagi, siang, malam dia menjadi teman yang kau anggap baik.
Teman yang menemani di kala kau sendiri dan menjadi pelampiasan penatnya pikiran,

Kawan,andaikan kau dengar suara itu,
Andaikan kau dengar, aku sebagai sahabatmu bersedih,
Ketika yang kau anggap baik dan nikmat, aku menjadi orang yang menerima akibat,
Ketika kau nyaman dengannya, aku disini sulit untuk bertahan,
Aku merasa iba dengan kesehatanku, kesehatanmu
Aku masih ingin menjadi sahabatmu, namun kau masih saja asyik dengan batang putih itu,
Aku ingin menghargai kesehatanmu, aku ingin kau sadar,
Betapa inginnya, kau kembali seperti dulu…
Seperti awal mula ketika kau belum ‘candu’,
Seperti awal, ketika aku baru mengenalmu, mengenalmu yang terpancar kesholehan dan keteladanan,

Ingatkah kau shabatku, kepada orang tua yang telah menyekolahkanmu ?
Kepada mereka yang mencari rezeki untukmu, untuk masa depanmu ?
Sudahkah kau gunakan bekal yang mereka berikan untukmu sebaik mungkin ?
Ataukah kau belanjakan untuk sahabatmu itu,
Barangkali saja kau memilih 12 batang daripada sebungkus nasi, itu persepsiku saja,
Tapi, aku pun hanya bisa merenung, mendoakanmu selalu,
Toh, engkau sudah pada keputusanmu, engkau sudah dewasa,
Engkau juga sudah tahu mana yang baik dan buruk, itu juga yang akan merasakan hanya kamu..iya kamu

Tapi, sahabatmu ini mohon satu pinta, agar kau kembali merenung, sudah banyak orang di sekitarmu yang kau beri ‘asap’, itu aku…
Semoga Allah senantiasa meneguhkan hatimu untuk kembali, kembali menjadi pribadi sehat,
Semoga saja aku terjaga, aku ingin kau memikirkan ulang, dan sepenuhnya berhenti menghisap batang putih itu ! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar