Ged a Widget

Jumat, 01 Agustus 2014

Sebuah Ukhuwah

Ukhuwah, sebuah kata yang lebih hebat dari sekadar ‘sahabat’.
Ukhuwah, sebuah rasa persaudaraan yang melekat di dalam sanubari.
Ukhuwah, sebuah ikatan erat yang sulit untuk dilepas.

Malam ini saya terbangun, membuka mata dan menyalakan komputer lipat. Saya tidak lupa untuk mengecek seluler, barangkali ada yang mengirim sms, whasap, atau bbm. Belum lama sebenarnya saya punya android, adanya setelah pulang dari Jakarta awal bulan lalu karena sebuah kebutuhan. Saya cek ada beberapa pesan masuk dan WA. Salah satunya dari seorang saudara saya. Saya sudah menganggapnya sebagai saudara, bukan sekadar seorang sahabat. Alhamdulillah, kini kami bisa berinteraksi via whasap, semenjak kemarin siang saya minta kontaknya. 

Kini kami sama-sama mungkin baru merasakan indahnya sebuah rindu. Ketika sebuah ukhuwah terpisah oleh jarak tempat. Ketika saat ini lisan belum bisa mengucap secara langsung. Tanganpun belum bisa berjabat erat. Hanya lewat sebuah doa dan silaturahim kami saling menyapa. Ya, sudah 5 tahun ini kami belum bisa bertemu. Semenjak pertama kali itu, masa-masa SMA kami pernah bertemu di sebuah kegiatan Pesantren Kilat Tingkat Nasional (Sanlatnas) 2009 di MAN 3 Malang. Kegiatan selama beberapa hari itu memang diperuntukkan bagi siswa-siswi dari SMA bertaraf internasional. Alhamdulillah, kami menjadi delegasi sekolah masing-masing. 

Sanlatnas mempertemukan para siswa yang rata-rata unggul dari segi intelektual dan kepribadian, kecuali saya mungkin ya yang masih harus banyak belajar ini. Di sana kami menerima pelatihan dan pengajaran agama, layaknya pesantren pada umumnya. Saya masih ingat waktu itu berangkat bersama Alfian, Akbar, dan Alif dari SMA N 2 Yogyakarta. Ada sekolah RSBI lain seperti SMA N 1 Yogyakarta, SMA N 3 Yogyakarta, dan SMA N 1 Wonosari. Terlalu sedikit mungkin materi-materi yang saya ingat, namun kenangan bersama para peserta insyaAllah masih ingat.


Waktu pun menjawab, kami telah lulus dari SMA dan kini melanjutkan kuliah. Setelah beberapa tahun hilang kontak, Alhamdulillah satu per satu teman Sanlatnas muncul di beranda facebook. Ada Kisar dari IPB, Raja dari UI (ketua angkatan sanlatnas 2009), Lisna di UGM, NIco, Fina, Anita, Faiz, Luthfi, dan beberapa lainnya. Saya akhirnya baru sadar bahwa selama ini menjalin komunikasi dengan saudara yang satu ini belum tahu kalau samasama alumni sanlatnas. Hingga waktu kami baru sadar dan sempat ‘ngechat’ bersamaan. Ya Rabb, ketika ukhuwah itu kini kembali engkau munculkan, maka rasa rindu untuk jumpa menjadi sebuah keniscayaan.

Dialah mas Firmansyah Shidi Wardhana, pemuda religious, inspiratif, dan penuh dedikasi memajukan negeri. Mas Firman, demikian saya menyebutnya. Mas Firman saat ini menjadi mahasiswa di Universitas Malaya dengan beasiswa CIMB Niaga. Sebenarnya di awal pernah menjadi mahasiswa UGM, namun akhirnya merantau ke Malaysia. Dialah mas Firman, mahasiswa dengan subhanallah segudang prestasi, segudang pengalaman di luar negeri, dan segudang dedikasi membela Indonesia, Ya Rabb, semoga keberkahan selalu Engkau curahkan kepada beliau.

Rasa untuk jumpa belum juga terobati, kami yakin suatu saat akan dipertemukan kembali, pada waktu yang Engkau pilihkan. Biarkan ukhuwah ini tetap bersemayam di hati, menanti sebuah kedatangan saudara yang insyaAllah di masa depan akan menjadi seorang pemimpin negeri ini. Betapa bersyukurnya kami, ketika kami tetap bisa saling menasihati, ketika kami tetap bisa bersilaturahmi, dan ketika kami tetap terjaga di jalanMu ini. Ya Rabb, Tuhan yang Maha Pengasih, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi waktu. Maka izinkan kami untuk tetap menjaga silaturahmi, hingga esok dewasa kami bisa berbakti untuk negeri. Ya Rabb, Tuhan yang Maha Lembut. Lembutkanlah hati kami agar tetap taat kepadaMu, hiasilah hati kami dengan cahaya kasihMu, dan hilangkanlah prasangka yang tumbuh akibat lisan dan tindakan kami. Ya Rabb, kami semua berdoa semoga saudara-saudara kami di Palestina sana Engkau lindungi. Berikanlah khusnul khatimah kepada mereka yang telah syahid di jalanMu. Hanya Engkaulah sebaik-baik penolong dan pemberi rezeki. Aaamiin Yaa Rbbal’alamiin…

*Untuk saudaraku mas Firman, barokallahufiik, Allah akan mempertemukan kita di waktu yang Dia rencanakan* insha Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar