Ged a Widget

Selasa, 08 Juli 2014

Perjalanan GMB 1000 Buku : Negeri Kanguru di Depan Mata

Hari Kamis sore, 3 Juli 2014 menjadi awal perjalanan saya menuju training dan seleksi final Gerakan Mari Berbagi (GMB) 2014. GMB yang seleksinya telah berlangsung sejak bulan Oktober 2013 telah membawa saya sampai tahap final. Bersama 21 pemuka pemudaterpilih  lainnya dari seluruh Indonesia, kami akan menjalani training dan seleksi final homestay program tanggal 4-6 Juli 2014 di Asrama PPPON Cibubur Jakarta Timur. Homestay program merupakan tahap akhur dari rangkaian perjalanan GMB 2014, setelah akhir tahun 2013 seleksi berkas, wawancara, seleksi proposal program, dan Februari 2014 kami mengikuti Youth Adventure and Youth Leader Forum bersama inspiring leaders.

Jika mengingat kembali perjalanan saya di GMB, sepertinya tidak cukup ditulis dalam 1 lembar kertas karena terlalu banyak cerita yang terukir dan menjadi pembelajaran bagi kami. GMB telah mengajarkan kepada kami betapa pentingnya sikap mental untuk berbagi. Terlebih bagi para pemimpin, menumbuhkan kepedulian bagi sesama adalah wujud living beyond yourself, bahwa hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi hidup juga memikirkan nasib orang lain. Itulah sebuah fitrah manusia, bahwa kita ditakdirkan untuk saling berbagi, saling mengasihi. Perjalanan GMB hingga detik ini pun setidaknya sudah membuka mata hati saya untuk lebih peka, lebih peduli dengan lingkungan di mana saya tinggal.



GMB 1000 Buku menjadi program berbagi yang saya inisiasi. Latar belakang adanya program ini adalah ketika melihat keadaan di mana anak-anak di dusun tempat saya tinggal menginginkan adanya buku dan perpustakaan. Mau lipat tangan atau turun tangan ? Saya ikut turun tangan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan itu hingga GMB 1000 Buku menjadi program yang saat ini saya laksanakan bersama para relawan. Perjalanan GMB 1000 Buku pun tidak semudah yang dibayangkan. Butuh komitmen, kepercayaan, kesabaran, dan kegigihan untuk menyukseskan program berbagi ini. Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh relawan yang mencurahkan jiwa raga dan tenaga dan terpancar senyum ikhlas dan bahagia.


GMB 1000 resmi dimulai sejak bulan Februari hingga Juli 2014. Tibalah saatnya saya harus melaporkan pertanggung jawaban dari perkembangan program melalui tabel dampak berbagi. Saya mengirimnya bersama sebuah form aplikasi homestay program. Informasi yang saya dapat akan ada 10 peserta terpilih yang akan diberangkatkan ke Australia, Jepang, ASEAN, dan Irlandia. Namun ternyata yang benar adalah Australia dan Jepang. Saya bergumam dalam hari, “Ini bukan tujuan utama saya di dalam GMB, ini adalah bonus sebagai bentuk apresiasi volunteer GMB.” Siapa yang tidak ingin ke Jepang ? Saya yakin semua mau. Siapa yang tidak ingin ke benua Australia ? Saya yakin semua mau.