Ged a Widget

Rabu, 18 Juni 2014

Refleksi Hidup : Allah dan Jalan Menuju Surga

Segala syukur terucap kepada Allah, Tuhan yang Maha Besar, Maha Bijaksana. Di keheningan menuju fajar ini hamba mencoba merefleksikan diri, mengevaluasi, dan membenahi diri sebelum bulan suci tiba. Hamba ingin sekali menyiapkan segala sesuatunya, karena bisa saja ini Ramadhan terakhir bagi hidup saya. Kita tidak pernah tahu sampai berapa tahun usia seseorang, hamba hanya ingin mempersiapkan segala sesuatunya sebelum terlambat. Ketika melihat sahabat-sahabat yang lain ikut dalam euforia piala dunia, atau sekadar mengkritik dan membela masing-masing capres pilihannya, hamba baru bisa diam, mengamati secara detail dan bukan berarti diam itu apatis. Bukankah kekuatan doa itu menjadi senjata paling utama ?

Allah, bimbinglah kami memaknai hakikat hidup...
Dulu ketika masih studi di SMA Negeri 2 Yogyakarta, kita sama-sama berazzam, kita bersepakat untuk menjaga diri ini, kita duduk dalam lingkaran mentoring, mendiskusikan mimpi-mimpi masa depan. Kita mempunyai semangat kuat untuk menimba ilmu Allah, berjanji menyampaikan dakwah Islam sampai kapanpun dan dimanapun, masih ingat itu sahabat ? Kita berpegangan erat menebarkan ilmu Allah dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah segala kemungkaran...

Saya sadar, bahwa di zaman modern sekarang ini dakwah begitu berat. Umat Islam kadang sebagain memandang dakwah harus disampaikan di pengajian-pengajian saja, di forum keagamaan semata. Coba lihat sisi lain dari sebuah amar ma'ruf nahi munkar nya Bu Risma walikota Surabaya yang menolak secara tegas dan berupaya menutup lokalisasi Dolly ? Bukankah itu salah satu implementasi dari dakwah itu sendiri ? Begitulah hakikat hidup, hidup untuk selelu menebar kebaikan.

Rabb, tunjukkan kami jalan yang lurus...bukan jalan yang Engkau murkai dan sesat...
Banyak di antara kami yang saat ini sering tak sadar memfitnah, hanya gara-gara sebuah tulisan, sebuah berita yang belum tentu benar kejelasannya. Hanya karena sebuah moment menuju pemilihan pemimpin untuk negeri ini. Kami berlindung kepada-Mu, agar lisan dan perkataan ini selalu Engkau jaga. Agar hati ini jauh dari segala prasangka. Agar mata hati ini selalu menunduk malu, bahwa Engkaulah yang Maha Mengetahui. Bahwa Engkaulah yang Maha Tinggi.

 

Allah, berikan kami kesempatan untuk memaknai hidup untuk berbagi...
Hamba sadar ketika di semester 1 dulu mempunyai mimpi tinggi, hamba menulikannya di buku harian, buku masa depan. Kami ingin menjadi diri kami yang paling tinggi dan sukses. Ternyata Engka telah mengetuk pintu hati kami. Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya dalam kebaikan. Kami sadar bahwa pencapaian prestasi setinggi apapun akan tidak bernilai tanpa hadirnya sebuah keikhlasan untuk berbagi. Berikanlah kami waktu untuk lebih banyak berbagi, menebarkan kebaikan untuk sesama. Ingatkanlah kami ketika hati ini menjadi condong, ingatkanlah kami ketika niat ini tidak lurus. Kami ingin sekali bermanfaat untuk masyarakat di mana kami tinggal, untuk orang tua dan sahabat kami tercinta, untuk agama Islam yang mulia. Karena saya sadar, betapa berharganya nilai berbagi, nilai yang hanya dimiliki oleh mereka yang berpikir ke depan, mereka yang mengesampingkan kepentingan pribadi, mereka yang ingin meraih surga bersama-sama, bukan sendiri.

Rabb, izinkan kami membuat orang tua bahagia, izinkan kami bersama pergi haji...
Betapa besar nikmat yang Engkau berikan kepada saya dan adik yang sholehah, memiliki dua pahlawan hidup paling berharga. Mamak dan bapak yang selalu ikhlas membimbing kami, mamak dan bapak yang tak pernah lelah mencari nafkah. Mereka mulai jam 3 pagi sudah bersiap ke pasar, mereka bekerja hanya demi kami bisa sekolah. Kami sadar betul, belum bisa membalas kebaikan beliau. Ya Allah, semoga ada saatnya kami dapat memberikan yang terbaik untuk beliau. Menjadi pribadi sholeh/sholehah dan cerdas adalah keinginan beliau kepada kami. Semoga juga hamba suatu saat dipertemukan kepada sosok pendamping hidup sholehah dan cerdas, yang bisa bersama berbakti mewujudkan keinginan mamak bapak untuk pergi haji. Semoga Engkau tunjukkan, tanpa adanya sebuah pacaran. Hamba yakin itu akan lebih mulia. Hamba percaya pasti Engkau akan menunjukkan jalan yang tidak disangka-sangka.

Rabb, semoga adik menjadi wanita sholehah dan cerdas...
Mempunyai adik seperti dia adalah nikmat berharga dari-Mu. Ia yang selalu berbakti, ia yang mempunyai cita-cita tinggi, ia yang mau belajar dari kesederhanaan keluarga kami. Ia yang selalu semangat pergi menuntut ilmu, ia yang ingin menjadi seorang pendidik. Limpahkanlah cahaya-Mu untuk adik semata wayang hamba, semoga menjadi anak sholehah dan berguna. Semoga tetap bisa menjaga diri sampai dewasa nanti.

Allah, muliakanlah saudara serta sahabat kami...
Betapa bersyukurnya kami, memiliki sahabat dan saudara yang baik, sahabat yang selalu menjadi teman bicara dan berdiskusi. Lantunan doa kami semoga menjadi kekuatan untuk mereka meraih mimpi. Untuk mereka yang selalu memotivasi kami, untuk mereka yang senantiasa mengingatkan kami berbuat baik dan berguna. Kami ingin bersama ke surga-Mu, maka kuatkanlah jalan menuju tempat terindah-Mu itu.

#Refleksi Hidup : Hidup untuk Bersyukur dan Berbagi
Tidak sedikit dari kita yang masih sering mengeluh,
Tidak sedikit dari kita yang belum mau bersyukur,
Masih ada di antara kita yang belum mengucapkan terimakasih ketika menerima kebaikan,
Masih sedikit pula di antara kita yang masih ragu untuk berbagi...
Apalagi mahasiswa, masih ada juga yang semata-mata mementingkan kuliah, lalu lulus dengan IPK tinggi, dan lulus entah ke mana...

Adakah jejak yang dapat kita tinggalkan sebelum lulus ?
Adakah jejak hidup dan jasa yang dapat kita bangun untuk masyarakat dan negara ? Tentu juga untuk agama ?
Masih ingatkah, betapa kehilangannya bangsa Indonesia terhadap ustadz Jeffri Al Buchori ? Seperti itulah harapan kita semua, menjadi pribadi baik yang selalu dinanti kedatangannya dan dirindukan segala kebaikannya...
Menjadi pribadi yang mau berbagi kebaikan, mengajak orang-orang sekitar untuk bersama memikirkan nasib dan masa depan mereka.

Bukan kita yang masih acuh, dan kita yang masih berdiri sendiri menuju masa depan.
Namun kita yang mampu berjalan bersama meraih masa depan terbaik, meraih surga bersama.
Sebuah refleksi, dari hamba yang ingin selalu belajar dan berbenah diri. Semoga senantiasa dikuatkan jalan menuju tempat terindah di surga sana, insyaAllah...


Allahu'alam bishawab...kesempurnaan hanya milik Allah

Menuju Ramadhan yang dinanti keberkahannya...
Yogyakarta, 16 Juni 2014

Janu Muhammad

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar