Ged a Widget

Senin, 02 Juni 2014

Inspirasi Hidup Menjadi Pustakawan Muda

"Selalu ada jejak dalam setiap perjalanan.
Ambillah hikmah sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Menciptakan.
Tebarkan manfaat serta kebaikan.
Jangan lupa berbagi lewat tulisan, meski itu hanya satu kalimat."

Jadi ceritanya malam ini saya baru saja sampai warnet UNY. Seharian tadi sejak jam 10 saya mengikuti Diklat Pembinaan Pustakawan di kantor BPKB DIY. Saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi salah satu wakil Taman Baca Masyarakat Kabupaten Sleman. Alhamdulillah, harus disyukuri. Sebenarnya baru kemarin siang pulang dari Bali dan ternyata langsung Senin ini dapat surat tugas untuk ikut diklat.

Semua berawal dari Allah, yang telah meneguhkan langkah ini, meluruskan hati ini, dan menguatkan raga ini. Allah telah memberikan jalan terbaik. Rasanya baru kemarin saya bertemu para pemuda hebat di Gerakan Mari Berbagi, padahal sudah sejak 10 Februari 2014 kami berpisah untuk sementara waktu, melaksanakan program pengabdian masing-masing. Terimakasih Ya Rabb, mereka sunggu menginspirasi, semoga kebaikan dan keberkahan untuk keluarga GMB. Sepulang dari YA YLF akhirnya doa itu terjawab sudah. GMB dan Omah Baca Karung Goni yang berdiri sejak 19 Januari 2014 atas bantuan mbak Yulika dkk dari UGM menjadi keluarga baru untuk berbagi dan mengembangkan pendidikan di Dusun Ngemplak.


Kami bertemu para relawan yang tak pernah lelah,
Kami bertemu wajah adik-adik yang selalu bermimpi, mereka sungguh menginspirasi,
Kami pun mulai tersadar bahwa "Inilah salah satu jalan untuk berbagi, sebuah jalan untuk merawat Indonesia ini"

Saya melihat semangat adik-adik, merasakan ketulusan para relawan OBKG dan GMB.
Mereka datang dengan sendirinya, mendidik adik-adik untuk membaca ataupun mengaji...
Begitupula dengan adik-adik, saya salut, saya bersyukur, dan saya merasa malu karena tidak banyak anak muda zaman sekarang yang mau "nongkrong di eprpustakaan".

Dan inspirasi itupun datang dari....

Para inspirator yang telah bergelut di Taman Baca Masyarakat.
Saya mulai mengenal Pak Sidik, ketua TBM Kabupaten Sleman.
Saya mulai mengenal Pak Muhsin, ketua TBM Provinsi DIY dengan "Cakruk Pintar"nya
Saya pun mulai mengenal Bu Heni, sekretaris TBM DIY, pendiri "Mata Aksara" yang telah memperoleh banyak pernghargaan itu

Sya mulai menyapa rekan-rekan TBM se-DIY, mulai ada aktivitas di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga untuk pembinaan pustakawan muda. Saya tergolong termuda di sini karena rata-rata beliau yang mengelola TBM sudah berkeluarga, bekerja, atau justru sudah pensiun.
Saya harus banyak belajar dari beliau-beliau yang senior.

Inspirasi hidup itu datang dari....

Moment ketika pembinaan TBM di hotel Cakra Kusuma, DIkpora Sleman, dan kali ini di Kantor BPKB DIY selama 4 hari.
Terimakasih ya Rabb, sungguh ini nikmat dari-Mu. Hamba baru sadar inilah jawabany atas doa-doa itu, ketika proposal dan surat di Dispora DIY tertunda dan tergantikan dengan diklat ini. Allah memang selalu punya rencana terbaik.

Dan kini saya mulai tersadar, bahwa mengabdi serta mendedikasikan diri untuk kebermanfaatan itu yang utama. Saya bersyukur memiliki orang2 inspirator di sekitar yang selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Semoga senantiasa diberi keistiqomahan dalam berbuat kebaikan dan berbagi ilmu, waktu, serta tenaga semampunya.

"Ketika ada niat baik, Allah akan memberikan jalan
Tetaplah berprasangka baik kepada Allah
Bahwa hidup adalah untuk kebermanfaatan dalam kebaikan."

"Tidak pernah ada mimpi untuk menjadi pustakawan muda seperti ini, ternyata Allah yang telah menjadikan saya lebih baik seperti ini."

Jangan pernah berhenti untuk berbagi, menginspirasi, dan memotivasi.
Mari kita buat Indonesia Tersenyum melalui pendidikan.

Sebuah refleksi hidup dari yang haus untuk belajar,

Janu
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar