Ged a Widget

Senin, 05 Mei 2014

Sharing Pengalaman European-Indonesia Scholarship Information Day



Jumat sore, 2 Mei 2014 hujan mulai  turun ketika saya dan Mas Ipung menuju stasiun Lempuyangan. Kami bergegas untuk sampai di stasiun karena kereta Bengawan tujuan Pasar Senen berangkat Pkl 16.33 WIB. Sesampainya di sana ternyata sudah ada Fanizar dan Ryan Hananta, dua mahasiswa FT UNY yang mempunyai mimpi kuliah S-2 di Belanda dan Jerman. Kami berempat saling sapa, meskipun jarang sekali ketemu dan baru kenal beberapa waktu yang lalu ternyata satu sama lain punya visi yang sama untuk rencana studi lanjut. Kami baru berempat, masih menunggu Abi dari FIP dan Iqbal, teman sekelas saya yang masih on the way katanya. Tiba-tiba Abi datang, kami tinggal menunggu Iqbal yang sampai Pkl 16.28 WIB baru terlihat kepalanya. Dia basah kuyup, terbang dari Moyudan nan jauh di sana dengan motor kerennya. “Sudah lengkap teman-teman?” tanya saya kepada kelima sobat yang hebat-hebat itu. Berhubung sudah siap, kami langsung cus ke kereta, tentunya dengan menyerahkan tiket dan KTP. Gerbong 3 kereta Bengawan menjadi tempat duduk ternyaman kami, ada beberapa remaja muslimah dan bapak ibu beserta anaknya. Kereta pun berangkat, perjalanan menuju European-Indonesia Scholarship Information Day dimulai. Bismillah, ini kali ketiga saya ke Jakarta untuk awal tahun ini. Selama perjalanan kami berbincang sana-sini, sampai kenal dengan dek Bagas, anak kelas 2 SD di Bekasi yang lucu dan cerdas itu. Tidak lupa saya mengabari mamak di rumah kalau kami sudah berangkat, sekaligus mohon doa agar perjalanan ini bermanfaat. 

Iqbal, Janu, mas Ipung, Abi, Ryan, Fanizar  terimakasih para pejuang beasiswa
Waktu di kereta berjalan terasa cepat karena saya langsung tidur pada Pkl 19.30 WIB. Memang tubuh perlu sekali istirahat karena Jumat itu aktivitas seharian full dan belum ada waktu merebahkan diri. Tiba-tiba kereta sudah mendekati stasiun Pasar Senen. Tepat Pkl 1.45 WIB kami berenam turun dan langsung menuju mushola. Tak lupa kami sholat jamak maghrib-isya’ sebelum akhirnya istirahat. Ini kali pertamanya saya tidur di stasiun bersama kelima teman saya dan ditemani nyamuk yang setia mencubiti kulit hingga berbintik kemerahan. Alhamdulillah setelah istirahat cukup akhirnya sudah masuk waktu Subuh. Kami bangun Pkl 04.30, bersih-bersih diri dan sholat. Setelah itu, kami keluar stasiun, sempat salah pintu keluar sehingga kami putar balik ke pintu awal. Langkah kami saat itu menuju pintu keluar stasiun Senen untuk mencari sarapan pagi, jelas perut sudah keroncongan sedari tadi malam. Saya makan nasi putih, sayur kentang, lauk telur goring dan minum teh anget, lumayan seharga 10.000 masih bisa dijangkau. Setelah itu, kami berjalan ke terminal Senen, kurang lebih 1 km kami menemukan halte transJakarta. Tiket per orang 2 ribu rupiah, tujuan kami ke blok M makanya transit ke halte Harmoni dulu untuk transit. By the way, Jakarta di pagi hari sudah terlihat kesibukannya. Jalanan di ibukota sudah ramai, hiruk pikuk kota metropolitan telah tampak, padahal saat itu masih sekitar jam 7.00. Dari harmoni, kami kea rah blok M dan turun di halte Setiabudi. Namanya juga orang baru, baru sadar kalau ternyata kami turun di dukuh atas 1 dan kurang 1 halte. Akhirnya kami putuskan naik busway lagi dan turun di Setiabudi. Subhanallah, hotel Le Meridien menjulan tinggi berdampingan dengan Grand Sahid Jakarta yang beberapa waktu lalu saya kunjungi. Kami turun dan berjalan menuju Le Meridien, tempat pameran European-Indonesia Scholarship Day. Tak lupa ambil foto dulu di depan hotel, maklum orang ndeso semua ini. Sebelum masuk, ada security check dulu. Saya santai aja karena nggak bawa senjata apapun atau amunisi apapun. Sekilas hotelnya memang bagus dari luar, ternyata yang dalam juga bagus pula. 
 
Le Meridien di Depan Mata


Fanizar, Ryan, Janu di depan Le Meridien


Ketika keenam pemburu beasiswa ini sampai di ruang Sasono Mulyo, apa yang terjadi ????? Kosong ! Belum ada panitia atau siapa yang jadi event organizer. Terkejut juga kami datang jam 7.30 WIB padahal acara baru dimulai jam 9.00 WIB, kepagian kali ya ? Tidak apa-apa, kami langsung menaruh tas di deretan nomor dua, berharap dan berdoa agar acara hari ini sukses. Sambil menunggu panitia untuk registrasi, biasalah kalau akhirnya ambil foto-foto dulu. Beberapa menit kemudian, terlihat antrean panjang untuk registrasi online. Setelah registrasi, saya diberi gelang kertas sebagai tanda peserta EU Scholarship Info Day.


Beberapa film tentang Erasmus Mundus Awarded diputar di ruangan, kami bergeser ke kursi depan karena peserta ternyata mulai membludak. Sesuai prediksi, hari ini ada sekitar 500an mungkin pesertanya, padahal ruangan hanya menyediakan seat 300 kursi. Namanya juga Indonesia, para peserta memilih untuk lesehan di karpet demi mengikuti rangkaian acara. Tiba-tiba seorang ibu-ibu, beliau namanya bu Destriani Nugroho, itu lho admin group fb Erasmus Mundus. Saya juga tahu info acara ini dari beliau dan akhirnya bisa ketemu hari ini, Alhamdulillah. Bu Destriani menyapa peserta dengan hangat, mengajak seorang MC bernama mbak Ira. Mbak Ira ini adalah alumni program Erasmus Mundus, alumni UGM yang kuliah master salah satunya di University of Groningen (RUG). Mbak Ira pun berkenalan dan memotivasi peserta untuk menyimak baik-baik apa saja yang disampaikan di acara ini. Turut memberi sambutan, Pak Muhammad Mahduh dari Kementerian Keuangan dan Mr. Cholin Sharow dari perwakilan Uni Eropa. Kedua tokoh ini memberi sambutan tentang besarnya peluang beasiswa bagi pemuda-pemuda terbaim maupun masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan Uni Eropa telah banyak bekerja sama dalam penyediaan beasiswa untuk mempersiapkan putra-putri terbaik Indonesia demi masa depan yang lebih baik. Mr Cholin dalam sambutannya juga mengungkapkan dukungan penuh Uni Eropa dalam mendukung pendidikan di Indonesia demi mencapai kualitas manusia di masa depan. 
Alhamdulillah kami datang paling awal, dapat seat pertama

Dan kegiatan ini menjadi saksi perjalanan mimpi saya ke depan
Mbak Ira (Alumni EM, Pak Mahduh,...,bu Destri admin Erasmus)

Mr Cholin dalam Sambutannya

 Pihak LPDP yang diwakili oleh Pak Mahduh menyebutkan bahwa setiap tahunnya adal lebih dari 1000 beasiswa hyang diberikan, tahun 2013 ada 1555 penerima beasiswa LPDP yang meliputi beasiswa kuliah dan riset. Pak Mahduh pun melanjutkan penjelasan apa itu beasiswa LPDP ? LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan di bawah Kemnetrian Keuangan RI. LPDP adalah lembaga khusus yang menyediakan beasiswa untuk studi lanjut maupun riset. LPDP dibentuk atas inisiasi Bu Sri Mulyani yang tahun 2010 menjadi Menkeu, tujuannya untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia. Jadi, memang melalui LPDP, setiap penerima beasiswa diharapkan menjadi pemimpin dimanapun berada. Beasiswa ini dibuka sepanjang tahun, sebanyak 3 kali aplikasi per tahunnya untuk semua sektor/bidang ilmu. Atas kerjasama Kemdikbud, Kemnekeu, dan Kemenag, beasiswa ini mempunyai 4 misi : menyiapkan pemimpin, menyiapkan riset inovatif, rehabilitasi fasilitas pendidikan, dan menyiapkan pendanaan pendidikan bagi generasi selanjutnya. Ada 4 program beasiswanya : beasiswa master dan doctor, beasiswa thesis dan disertasi, beasiswa afirmasi (kebutuhan khusus, wilayah tertentu), dan yang paling baru adalah Presidential Scholarship. Untuk tahapannya yaitu berkas secara umum bisa dilihat di web LPDP. Untuk syarat program magister : usia maksimal 35 tahun, skor TOEFL 550 (IBT 79) IELTAS 6,5 TOEIC 750 untuk luar negeri. IPK S1 minimal 3,00 untuk S2, sanggup menyelesaikan magister paling lama 2 tahun. Ada LoA tidak bisa menggantikan syarat TOEFL/IELTS dan IPK. Jadi memang penekanannya kita tidak harus diterima dulu di universitas tertentu. Setelah itu ada interview, Leadership Group Discussion, program kepemimpinan untuk rekonfirmasi hasil wawancara, dan hasil akhir. “Wherever You Go, LPDP always Ready and no limitation”. Memang beasiswa ini jumlahnya besar, bahkan hampir semua kebutuhan penerima beasiswa tercover semua, termasuk jika punya istri maupun anak (maksimal 1 anak 1 istri) untuk asuransinya. LPDP membiayai semua jurusan namun prioritasnya untuk jurusan teknik, bisnis, pertanian, akuntansi, hokum, dan agama. “Follow your passion, LPDP will help you” kata Pak Mahduh. Bedanya kalau untuk Presidential Scholarship itu sudah harus punya LoA dari salah satu 50 universitas yang menjadi target versi LPDP. Jadi ya memang mereka yang IPK di atas 3,5 dan IELTS di atas 7 yang prioritas mendapat presidential scholarship, yang penting LoA dari universitasnya. Misalnya sudah diterima di Oxford, lampirkan LoA dan berkas lainnya. Sebagai bocoran nih, tahun 2013 skema penerima beasiswa adalah 40% fresh graduate, artinya peluang bagi lulusan muda terbuka lebar. Yang tidak boleh mendaftar adalah dosen yang sudah punya NIDN. Jika gagal dalam wawancara misalnya bulan Maret 2014, boleh mendaftar kembali minimal 6 bulan setelah itu untuk persiapan/evaluasi pelamar. Ada beberapa kasus misalnya kalau kita diterima Erasmus Mundus namun tidak mendapatkan beasiswanya bolehkah mendaftar LPDP ? Boleh, namun prosedur tetap sama seperti yang regular. Ada tambahan : darimana sumber dana LPDP yang jumlahnya besar sekali itu ? Pada intinya bersumber dari pajak, pajak apapun di Indonesia. Jadi jangan khawatir kalau LPDP tidak pernah kekurangan dana beasiswa. Pak Mahduh mengakhiri presentasi dengan sesi pertanyaan dan mendapat antusias terbesar dari peserta yang hadir. Info lengkap silakan search di google : beasiswa LPDP RI.
Presentasi dari LPDP


Presentasi selanjutnya adalah dari Uni Italia. Sebenarnya semua bisa diakses di www.universitaly.it . Italia terkenal untuk warisan sejarah-artistik dan sastra yang luas dan merupakan negara fashion serta desain. Sektor teknologi dan mesin seperti produknya mobil Ferari, Fiat, dan Pirelli menjadi unggulan Italia, juga bidang kedirgantaraannya. Yang saya tangkap adalah bahwa negara Italia tidak hanya fokusi dalam hal studi desain/fashion, bisnis, ataupun teknologi. Di Italia juga tersedia banyak program unggulan. Negeri dengan bendera warna merah putih hijau ini menawarkan berbagai beasiswa, salah satunya masuk skema Erasmus Mundus misalnya kalau ingin sekolah di University Milano. Yang membedakan sistem seleksi beasiswa di Italia dengan negara lainnya adalah adanya daftar online, tes tertulis, dan wawancara, standar untuk TOEFL/IELTS tergantung permintaan universitas karena memang bahasa pengantarnya tidak semua berbahas Inggris. Jadi memang perlu kursus bahasa Italia dulu. Tipas mendapatkan beasiswa dari pemerintah Italia : mendapatkan LoA dari universitas, tambah bagus kemampuan bahasa Italia tambah besar kemungkinan dapat beasiswa. Penerima beasiswa akan mendapat sekitar 700 euro per bulan, asuransi, dan biaya universitas gratis. Waktu aplikasi : maret/april. Akan dapat makan di kantin kampus dengan potongan 50%, biaya asrama gratis, tidak ada biaya kuliah. Tertarik ? Silakan kirimemail ke Indonesia@uni-italia.it untuk informasi dan berkasnya. Bisa juga akses www.uni-italia.it
  


Presentasi selanjutnya oleh Campus France. Campus France adalah bagian dari IFI sebagai satu-satunya lembaga yang mendapat legalitas untuk menerbitkan sertifikat bahasa Prancis sebagai syarat studi ke sana. Campus France membantu segala urusan ketika kita ingin kuliah ke Prancis. Di Indonesia, IFI ada di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Kenapa harus sekolah di Prancis ? Ada beberapa alasan di antaranya : peringkat ke 3 sebagai negara penerima siswa asing di dunia, terletak di jantung Eropa, inovasi pada penelitian dan teknolodi, dll. Pada umumnya para pelajar Indonesia yang sekolah di Prancis 80% adalah biaya sendiri karena pembiayaannya yang katanya murah dan cukup membayar per tahun. Contohnya untuk S2 cukup membayar 254 euro per tahun. Banyak kemudahan dalam belajar terutama di 13 kampus negeri. Bagaimana membiayai studi di Prancis ? Tersedia sekitar 300 beasiswa, terbuka sepanjang tahun, bidang sains, sosial, politik, dan teknik, pendaftaran online. Kita bisa mengajukan berkas pendaftaran beasiswa dari Pemerintah Prancis yang akan mengcover : asuransi sosial, biaya pendaftaran, visa, dan akses tempat tinggal. Info lengkap silakan kunjungi : www.beasiswa.ifi-id.com
  



Selanjutnya, DAAD Jerman menyuguhkan beragam beasiswa. DAAD adalah organisasi independen yang terbentuk dari beberapa perguruan tinggi. Anggotanya ada 236 universitas dan institute penelitian, kantor pusat di Bonn Jerman, 15 perwakilan luar negeri salah satunya di Indonesia, sekitar 70.000 penerima beasiswa setiap tahun. Sebenarnya ada beberapa info beasiswanya, salah satunya yaitu :Program  Beasiswa Reguler : Development-Related Postgraduate Courses. Syarat-syaratnya : lulusan S1 dan S2 dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun terhitung SEJAK LULUS S1 dan MASIH BEKERJA pada saat mendaftar beasiswa, usia maksilam 36 tahun, program studi dan universitas penyelenggara sudah ditentukan DAAD (lihat di web), saat mengirim beasiswa usia ijazah maksimal diperoleh 6 tahun sebelumnya, lulus S1 dengan IPK minimal 2,75 atau lulus S2 dengan IPK minimal 3,00, TOEFL IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6,0. Aplikasi rangkap 2 dan deadline sesuai ketentuan perguruan tinggi. Komponen beasiswa yang diberikan : tunjangan biaya perjalanan, kursus bahasa Jerman di Jerman, tunjangan hidup berupa uang saku bulanan, tunjangan biaya studi dan penelitian, tunjangan keluarga serta asuransi. Info lengkap : www.daadjkt.org
  



Presentasi selanjutnya dari Belanda….NESO Indonesia J Ada yang belum tahu apa itu NESO ? Apakah makanan yang bulat-bulat dari daging itu ? Itu bakso, atau yang ada kuahnya ? Itu soto… NESO adalah singkatan dari Netherland Education Support Office (kalau tidak salah). Presentasinya dibawakan oleh Mr. Mervin (kalau gak salah lagi) yang itu lho, tinggi pakai kacamata dan mohon maaf kepalanya… **tak. Nah, why study Holland ? What is the different from Holland and others country ? Yes, bicycle ! Apa yang pertama kali teman-teman ingat tentang Belanda ? Kincir angin ? Tulip ? Keju ? Sepeda ? Sepak bola ? Warna orange ? Amsterdam ? ada lagi ? Ya, semua itu benar. Belanda yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun memiliki sistem pendidikan unggul dan menjadi impian saya kelak insyaAllah. Studi di Belanda serasa home sweet home, banyak dijumpai suasana Indonesia di sana. Ketika kita membulatkan niat untuk studi di Belanda, perlu banyak persiapan agar nantinya sukses diterima kuliahnya dan beasiswanya. Ada banyak pilihan universitas dengan lebih dari 1000 program, misalnya ada Delft University of Technology, Leiden University, Utrecht University, Amsterdam University dll. Belanda terkenal dengan inovasi, ide, pioneer, dan toleransi budayanya terhadap masyarakat internasional. Sesuai moto NESO : Open to International Mind, dengan harapan bisa membuka wawasan pelajar Indonesia di dunia internasional. Hayo sebutkan tokoh Indonesia yang pernah studi di Belanda ? Yap, bung Hatta. Beliau pernah studi di Erasmus Rotterdam dan mendirikan Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda. So, what to do ? 1. Search for study programme at www.studyfinder.nl download and complete application at the university website, prepare required documents (academic transcript, motivation statement, two recommendation letters, IELTS/TOEFL certificate, CV, send all documents to chosen university, and good luck for your Letter of Acceptance (LoA). Setelah itu kita bisa apply beasiswa LPDP, Beasiswa Unggulan, STUNED, Orange Tulip Scholarship, Netherland Fellowship Programme (NFP) dll ( silakan search di gooogle atau klik www.nesoindonesia.or.id ) bisa juga buka www.ppibelanda.org . So, the conclusion of 5 Is of SiH : interactive, independent, innovative, international, Indonesian.




Presentasi selanjutnya dari Chevening Scholarship (United Kingdom). Belajar di Inggris seperti di Oxford ? Manchester ? London ? Siapa mau ? Pasti semuanya mau. Saya kaget pas penyaji Chevening menanyakan ke peserta, ternyata banyak sekali yang pengin kuliah di Inggris….. Sebenarnya saya kurang begitu paham dengan penjelasan beasiswa ini tapi coba saya uraikan sekilas. Beasiswa Chevening ini adalah beasiswa dari pemerintah Inggris yang kini sudah berusia 30 tahun. What does Chevening  Scholarship cover ? Tuition fee, A living allowance at a set rate (just for one individual), an economy class return airfare to the UK, additional grants to cover essential expenditure. Some scholarships cover part of the cost of studying in the UK, i.e. tuition fees only or allowance only. Beasiswa ini termasuk besar banget… Yang saya tahu tujuannya untuk menyiapkan pemimpin dan orang-orang yang akan berpengaruh di kemudian hari. Contoh penerima beasiswanya Ahmad Fuadi (Negeri 5 Menara). Info lengakap silakan googling Chevening Scholarship.




Presentasi selanjutnya adalah dari Sweden, jreng jreng….. Siapa yang pengin ke Swedia ? Saya ! Ya, semua juga mau kalau diberi kesempatan belajar di Swedia hehe. Swedia, secara geografis terletak di Erpa bagian utara, dekat dengan kutub. Negerinya indah, bersih, environmentalis banget, cocok untuk liburan dan pegang salju, atau lihat pengolahan sampah di sana ? Ya, semua akan terjawab ketika kita bisa kuliah di sana, misalnya di Lund University atau Chalmers University of Technology dll. Uniknya, sistem pendidikan di Swedia benar-benar mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Bagi penduduk lokal, sekolah dari SD sampai perguruan tinggi itu gratis. Bagi orang luar ? Jangan khawatir, tersedia banyak beasiswa mulai dari Erasmus Mundus maupun beasiswa dari pemerintah Swedia. Caranya ? Simpel tidak riber, kita bisa apply kuliah sekaligus apply beasiswa. Central application system and program database :  www.universityadmissions.se Program beasiswa tersedia banyak mulai dari insitusi pemerintah atau universitas, coba dibuka ya : www.studyinsweden.se/scholarships atau pengin tahu acara PPI Swedia ? Buka yuk www.ppiswedia.se 


Erasmus Mundus atau yang saat ini dikenal Erasmus+

Kuliah di Eropa menjadi mimpi bagi saya untuk mencari ilmu di negeri orang dan mimpi ‘merantau’ sejak kecil. Eropa yang menawarkan kualitas pendidikan terbaik menjadi destinasi tempat belajar dengan universitas-universitas terbaik dan sistem pendidikan unggul ditambah dengan nilai plus menjelajahi benua biru. Ingin kuliah di lebih dari 2 negara menjadi mudah ketika kita diterima menjadi recipient of Erasmus Mundus Scholarship, beasiswa prestisius yang nilai rupiahnya tidak bisa dibayangkan lagi. Bisa jadi, kita meneri 15 juta biaya hidup untuk sebulan, kaget ? Apalagi ketika kurs euro semakin naik. Kita bisa kuliah di Belanda, Jerman, Belgia, Prancis, Swedia dan 28 negara Uni Eropa lainnya. Singkatnya, kita bisa menjelajahi banyak negara di Eropa, ada lho yang sampai mendapat 7 universitas penyelenggara.  Peserta beasiswa Erasmus+ yaitu : lulusan S1 sederajat dari universitas manapun untuk mendaftar program S2 Erasmus+ masters courses di Eropa, 1-2 tahun. Kemudian untuk Scholar-akademisi/peneliti untuk melakukan tugas mengajar, penelitian, atau kegiatan ilmiah pada E+MC maksimum 3 bulan. Persyaratan beasiswanya :

  1. Tidak harus memiliki pengalaman kerja, pengalaman kerja bisa menjadi nilai tambah
  2. Sudah lulus S1 untuk aplikasi S2
  3. Mengirim formulir-formulir aplikasi pendaftaran
  4. Tidak ada batasan umur
  5. Cara mendaftar di beasiswa Erasmus+ ???
Dokumen yang harus dikirimkan ke universitasnya :
  1. Formulir aplikasi
  2. Daftar riwayat hidup
  3. Ijazah dan nilai akademik (dilegalisir)
  4. Surat motivasi
  5. Surat rekomendasi
  6. Kemampuan bahasa
Dokumen-dokumen harus diterima sebelum deadline. Boleh daftar di maksimum 3 program Erasmus+. Kirim aplikasi ke universitas, tidak perlu ke Uni Eropa. Tanpa tes tertulis, kadang-kadang ada wawancara lewat telpon/skype. Aplikasi dibuka mulai September-Desember. Info lengkap teman-teman bisa googling : Erasmus Mundus J





Untuk presentasi terakhir itu dari beasiswa unggulan, teman-teman bisa mencoba search langsung yaaa Beasiswa Unggulan Indonesia, saya kira sama kok hasil penjelasannya karena memang itu terus yang dijelaskan. Setelah penjelasan beasiswa, ada talh show dengan Mbak Dini Fitria yang pernah menjelajahi berbagai negara di Eropa, pernah juga melakukan peliputan di Prancis, Brazil, Belanda, Jerman, dll. Saya tertarik sekali membaca novel yang beliau tulis. Selepas mengikuti presentasi, kami erenam pergi ke ruang sebelah untuk menyaksikan stand-stand penyedia beasiswa. Sayangnya penuh sekali, brosur-brosur juga sudah habis namun sebenarnya isinya sama dengan yang ada di websitenya kok J Nah, itu tadi petualangan kami di Hotel Le Meridien dalam acara European-Indonesia Scholarships Information Day. Setelah itu kami berenam berpisah (ingat film negeri 5 menara). Ryan Hananta yang ingin sekolah di Jerman akhirnya ke tempat temannya, Fanizar yang ingin kuliah di Belanda juga iya, mas Ipung yang ingin kuliah di University of Amsterdam pun iya. Tinggal saya, Abi, dan Iqbal yang tersisa. Kami naik busway kea rah Juanda, sholat Maghrib dan Isya’ di Masjid Istiqlal dan menginap di rumah Paman saya di Asrama Markas Besar Angkatan Darat, dekat Halte Slamet Riyadi Jakarta Timur. Minggu paginya kami melepas penat ke Ancol, berkeliling Ancol dank e pantai tentunya. Alhamdulillah, syukur kepada Allah atas kesempatan berharga ini. Siang harinya kami pulang ke Yogyakarta bersama kereta Krakatau.


Jejak Para Pejuang Mimpi @ancol
Di depan rumah Paman Daroji, asrama TNI AD




Alhamdulillah, banyak manfaat yang bisa didapat dan harus dibagikan ke teman-teman. Jadi, ada beberapa hikmah dari acara in :
  1. Kuliah di luar negeri menjadi motivasi bagi para pemburu beasiswa untuk merasakan atmosfer yang ebrbeda dengan sistem pendidikan di luar negeri seperti di Eropa. 
  2. Hal pertama yang harus ditumbuhkan ketika ingin sekolah ke luar negeri dengan beasiswa yaitu NIAT LURUS dan TULUS. Mari kita niatkan untuk ibadah dan menuntut ilmu.
  3. Tidak cukup dengan niat, perlu persiapan panjang dan matang mulai dari persiapan mental spiritual sampai ke persiapan berkas aplikasi, kita bisa membuat grand desain perjalanan meraih beasiswa.
  4. Beberapa penerima beasiswa mengatakan bahwa “Berjuanglah terus, tetap semangat ketika Anda mengalami kegagalan, setidaknya Anda mendapatkan pelajaran berharga untuk persiapan seleksi selanjutnya.”
  5. Persiapan TOEFL/IELTS sampai mencapai skor yang ditargetkan bisa dilakukan jauh-jauh hari sehingga hasilnya insyaAllah akan maksimal.
  6. Apabila memerlukan rekomendasi professor, segeralah mengontak ke universitas yang akan dituju.
  7. Berbagilah semangat, informasi dan komunikasi dengan para pejuang pemburu beasiswa, jangan sungkan untuk berbagi. Harus kita ingat bahwa makna berbagi akan terasa ketika ilmu kita bisa disharingkan dengan orang-orang di sekitar kita.
  8. Setelah usaha maksimal, langkah terakhir adalh berdoa kepada Allah Ta’ala. Restu orang tua juga sangat perlu sahabat
  9. Ketika sudah diterima, manfaatkan waktu untuk fokusi belajar, penelitian, mengembangkan wawasan internasional melalui organisasi PPI.
  10. Jangan lupa pulang ke Indonesia untuk mengabdi untuk negeri 


InsyaAllah, semoga kita diberikan petunjuk untuk menjemput cita-cita kuliah di luar negeri. Mungkin saat ini kita baru bisa bermimpi dan melakukan langkah kecil ini. Saya yakin sepenuhnya, Allah akan memberikan yang terbaik untuk setiap niat baik kita. Mohon doanya sahabat, semoga Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi mahasiswa di Utrecht University, Netherlands dengan beasiswa. Sukses untuk sahabat pejuang beasiswa sekalian, semoga bisa saling berbagi dan memotivasi. Semangat #studyabroad ! Maaf ya sahabat apabila ada khilaf. 


Man Jadda Wajada ! Mamak, bapak…janu pulang lagi ke rumah…semoga suatu saat bisa merantau kembali ke Belanda 

#RefleksiMahasiswaEsSatu





Kereta Krakatau, 4 Mei 2014 Pkl 17.10 WIB

Perjalanan Pulang ke Yogyakarta





Janu Muhammad



Pejuang Master of Human Geography and Planning,

Utrecht University Netherlands

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar