Ged a Widget

Jumat, 09 Mei 2014

MERANTAULAN

(Syair Imam Asy-Syafi’i)


Orang pandai dan beradab

tak 'kan diam di kampung halaman


Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang


Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman


Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelahlelah berjuang


Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan


Jika mengalir menjadi jernih jika tidak, dia ‘kan keruh menggenang


Singa tak 'kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak 'kan kena sasaran


Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam,

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang


Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman, 

Orang-orang tak 'kan menunggu saat munculnya datang


Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang

Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan 


Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan

Jika dibawa ke kota berubah mahal seperti emas


 
 Bismillah, semoga diberikan jalan terbaik untuk bisa merantau, ke Belanda sana menimba ilmu, dan pulang ke tanah air untuk mengabdi untuk negeri :-)

Bisa jadi ketemu si dia di sana... #aamiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar