Ged a Widget

Jumat, 09 Mei 2014

Kabar GMB 1000 Buku : 1.034 Buku dari Para Dermawan

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
(QS. Al Alaq : 1)


Jadi ceritanya hari ini saya berangkat ke kampus untuk melaksanakan Sekolah Penelitian, salah satu program dari UKMF Penelitian SCREEN FIS UNY yang dimotori oleh bidang Kesejahteraan Anggota. Kami menyambut hangat calon anggota SCREEN yang ingin mendedikasikan dirinya untuk negeri ini, khususnya di ranah penelitian. Sekolah penelitian dilaksanakan di ruang kelas, persis seperti kuliah di kelas dengan dua pemateri inspiratif yaitu mbak Dwi Nur Rahayu (ketua SCREEN 2012) dan mas Ahmad Syaiful Hidayat/Ipung (Mahasiswa Berprestasi II FIS 2013). Sekitar Pkl 08.30 acara dimulai, saya diminta memberikan sambutan dan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag, dekan kami yang selalu sederhana dan dekat dengan mahasiswanya. Ketika memberikan sambutan, Prof Ajat begitu memberikan inspirasi dan motivasi kepada kami untuk selalu menumbuhkan budaya menulis sejak masih muda seperti ini. Hal kecil yang selalu beliau laksanakan misalnya : sekitar jam 6 pagi biasanya sudah sampai kantor dan menyempatkan sekitar 30 menit baca buku lalu mereviewnya. Tidak perlu banyak-banyak, namun cukup sekitar 1 halaman untuk dituliskan setiap hari. Kebiasaan beliau ini secara kontinu menjadi bagian yang menarik bagi saya, apalagi ketika Pak Ajat berhasil menerbitkan jurnal internasional secara gratis sehingga menjadi guru besar.

Baik, itu gambaran agenda pagi tadi dan pada siang harinya saya bertemu dengan Iqbal, Ryan, Fanizar, dan mas Ipung lagi. Kami ke Lempuyangan untuk membeli tiket kereta, tetapi pada akhirnya kami pergi ke Indoma*** karena antre di stasiun lebih dari 150an. Kami berencana akan ke Jakarta tanggal 2 Mei 2014 untuk mengikuti European-Indonesia Scholarships Information Day di sekitar Sudirman. Alhamdulillah tiket berangkat sudah dibeli. Setelah itu saya pulang ke rumah, sampai rumah sekitar Pkl 15.20 WIB langsung sholat dan pergi ke Omah Baca Karung Goni.

Sore ini tadi ada program TPA, pengajian anak-anak yang dibantu oleh volunteer dari UGM, mbak Yulika dan mbak Ulin. Adik-adik ngaji 'iqro' ataupun al qur'an. Saya bersyukur melihat semangat adik-adik untuk ngaji.

By the way, ternyata ada yang lupa. Siang tadi saya mendapat kabar gembira, gembira sekali karena proposal kedua yang saya ajukan ke PT. Kanisius mendapat Acc dan siang ini saya mengambil 27 buku bacaan ke sana. Alhamdulillah, GMB-1000 Buku memberikan kesempatan kepada setiap teman/kenalan saya untuk berbagi. Kali ini bukunya pas, cerita anak-anak dan cocok untuk usis TK-SD. Setelah saya ingat-ingat, ini adalah buku ke 1034 karena di OBKG sudah ada 1007 koleksi buku. Puji syukur kehadirat Allah atas segala nikmatnya, memang sebuah penantian yang panjang disertai doa dan usaha maksimal akan mendapat jawaban terbaik.Minggu ini juga, GMB 1000 Buku yang berkolaborasi dengan OBKG juga mendapat kiriman alat tulis dan beberapa buku tulis dari seorang dermawan, namanya mbak Laras.

"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ?"
Petikan ayat di surat Ar Rahman yang selalu diulang-ulang ini menjadi sebuah refleksi bagi saya dalam keseharian selama melaksanakan program Gerakan Mari Berbagi 1000 Buku untuk Omah Baca Karung Goni ini. Begitu banyak dermawan dan relawan yang merelakan waktu, tenaga, maupun finansial untuk berbagi dalam upaya memajukan omah baca ini.

Omah Baca yang berdiri sejak 19 Januari 2014 itu kini telah berusia 3bulanan. Ada romantika yang saya rasakan dalam melaksanakan program ini bersama relawan UGM yang senantiasa memberi pengarahan. Gerakan Mari Berbagi 1000 buku yang saya usung bersama berdirinya OBKG membuka mata hati saya akan pentingnya "Berbagi di tengah Keterbatasan". Ya, saya mengakui masih sangat jauuh sekali dari harapan, karena keterbatasan waktu yang saya miliki untuk program ini di tengah kesibukan kuliah-microteaching-organisasi-penelitian-maupun aktivitas di luar. Tetapi, saya sepakat dengan nasihat Pak Ajat "Semakin seseorang sibuk dengan banyak tanggung jawab, semakin cerdas pula dalam mengatur waktu". Apakah sahabat sekalian sepakat ?

Saya pun harus senantiasa bersyukur karena dari sekian kegiatan yang menjadi tantangan setiap hari masih diberikan waktu untuk istirahat dan tentunya mendampingi adik-adik. Saya telah menyusun jadwal harian dalam secarik kertas yang saya selipkan di saku setiap hari. Begitu pentingnya manajemen waktu. Youth Adventure and Youth Leader Forum di Kemenpora bulan Februari kemarin mengajari saya untuk benar-benar mengatur waktu sebaik mungkin, jangan sampai ada waktu sedetikpun yang terbuang dan tak bernilai.

Sekitar 1034 buku kini menemani adik-adik di OBKG, itu adalah bukti ketulusan dan kesungguhan para dermawan yang ikhlas berbagi. Mereka yang telah berbagi kepada kami memang orang-orang di atas rata-rata yang dipilihkan Allah untuk mengulurkan tangan kanan dan menyembunyikan tangan kiri ketika berbagi. Merekalah yang dari dalam hati mendapat panggilan, bahwa berbagi itu tidak mengenal batasan umur, berbagi itu tidak mengenal kuantitas, berbagi itu tidak mengenal waktu, dan berbagi itu adalah sebuah panggilan jiwa. Hanya ada dua piliha untuk berbagi : YA atau TIDAK, tidak ada sebuah keraguan. Mereka yang memang berbagi dengan hati benar-benar take action kapanpun dan di manapun. Sering juga kan ada orang yang mau nyumbang buku hanya untuk dilihat orang lain dan dipuji atas kebaikannya.Bukan...bukan itu namanya berbagi dengan hati. :-)

Jadi, meskipun sudah lebih dari 1000 buku, program GMB 1000 Buku dan OBKG insha Allah akan terus berlanjut dengan mengumpulkan buku lagi, membuat program perpustakaan yang lebih kreatif dan inovatif dengan harapan, dan mengajak sahabat sekalian untuk bersilaturahim menyapa adik-adik OBKG. Setidaknya akan ada perubahan nyata untuk lingkungan di mana saya tinggal saat ini. Tentunya, kami ingin sekali mengajak orang di atas rata-rata untuk bergerak, berbagi di atas perbedaan, berbagi dalam kesederhanaan. Ini salah satu wujud nyata yang bisa kita laksanakan mulai dari lingkungan di sekitar kita untuk berbagi kebaikan. Saya pun berharap, semoga kelak usaha ini akan memberikan dampaki posiitif bagi peningkatan pendidikan di dusun Ngemplak, melihat adik-adik sukses menggapai mimpi mereka dengan kegemaran membaca yang coba kami tanamkan saat ini.

"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ?"

Teruntuk sahabat, para dermawan, volunteer UGM, GMBers, dan seluruh pihak yang sampai saat ini telah membantu implementasi GMB 1000 Buku dan perpustakaan OBKG kami mengucapkan MATUR NUWUN, semoga amal ibadah mendapatkan balasan yang berlipat ganda dan senantiasa diberikan keberkahan dalam hidup. Teruntuk Abang Azwar Hasan sebagai bapak dari GMBers, lebih dari seorang inspirator hidup :-)

Akhir kata, semoga akan ada cerita-cerita selanjutnya dari GMB 1000 Buku dan OBKG.
“…Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
 (Pramoedya Ananta Toer)

Mohon maaf jika banyak kekuarangan dalam catatan sederhana ini.


Salam hangat, salam berbagi !

Janu Muhammad
Pustakawan Muda Omah Baca Karung Goni
Inisiator GMB-1000 Buku untuk Perpustakaan Dusun Ngemplak


Mbak Ulin baru ngaji bersama adik-adik
Mbak Ulin baru ngaji bersama adik-adik
 
inspiring movement, GMB 

inspiring movement, GMB
catatan hari ini di buku peminjaman (tulisan adik-adik langsung)
catatan hari ini di buku peminjaman (tulisan adik-adik langsung)
 
27 "fabel" dari penerbit Kanisius hari ini
27 "fabel" dari penerbit Kanisius hari ini
 
 
https://www.facebook.com/notes/janu-muhammad/kabar-gmb-1000-buku-1034-buku-dari-para-dermawan/10201632623208035

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar