Ged a Widget

Minggu, 06 April 2014

Mahasiswa "Kupu-Kupu" Itu Mainstream, Pengin yang Beda ?

Kalau hidup hanya biasa-biasa saja tanpa masalah, rasanya belum afdhol.
Kalau jadi mahasiswa biasa-biasa saja, pa bedanya dengan yang tidak kuliah ?
Kalau masih saja kuliah-pulang dan kuliah-pulang, itu terlalu mainstream.
Pengin yang lain ? Aktiflah dan coba keluar dari zona nyaman !

Bersyukur menjadi bagian dari UNY

Alhamdulillah akhirnya sempat juga untuk nulis lagi. Maklum, saat ini saya sudah akan memasuki status mahasiswa akhir walau masih semester 6. Kemarin baru saja ikut percepatan skripsi, target saya diwisuda Maret 2015 (aamiin). 

Selama kurun waktu menjadi mahasiswa S-1 pastinya kita punya pengalaman yang mengisi hari-hari selama perkuliahan, organisasi, event-event lomba atau sejenisnya. Ini bisa dirasakan bagi mereka yang ma keluar dari zona nyaman. Maksudnya bagaimana ya ? Saya menyebutnya mahasiswa di atas rata-rata. Ya mereka yang tidak hanya berpikir bahwa kuliah itu dapat IPK 4, dapat nilai A semua, lulus 4 tahun, konsentrasi penuh dengan kuliah, atau kutu buku di perpustakaan dan mengurung diri di dalam kost. Ini dia salah satu tanda-tanda mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang). Masa-masa perkuliahannya lurus, aman sentausa ketemu dosen, kuliah, pulang ke kost. Apakah ini cukup untuk bekal di masa depan ? Apakah skill individu dan "tetap di zona nyaman" ini akan menjamin kita bisa sukses di dunia kerja ?

Jawabannya : Tidak !

Kita tidak bisa menjamin seorang mahasiswa kupu-kupu akan sukses di dunia kerja. Barangkali dengan IPK 4, bisa mengantarkan ia ke meja wawancara, lalu apakah ada jaminan untuk diterima ? Belum tentu kan ? Butuh skill komunikasi, kerja tim, dan pengalaman lain yang menjadi bekal untuk diterima kerja. Ini dia yang hanya kita dapatkan kalau mau jadi mahasiswa di atas rata-rata lewat keikutsertaan di organisasi, lomba, konferensi, dan lain sebagainya. Intinya punya soft skill lain yang menghasilkan nilai lebih untuk diri kita.

So, perlu sesuatu yang beda untuk menjadi mahasiswa di atas rata-rata. Melalui tulisan sederhana ini, saya akan sharing pengalaman selama kuliah semester 1-6 di Jurusan Pendidikan Geografi UNY. Untuk edisi ini, saya akan menceritakan kegiatan selama mengikuti konferensi, lomba karya tulis, dan summit. Mari kita simak :-)

Bulan Desember 2012 menjadi awal kesadaran saya untuk keluar dari zona nyaman. Saya baru sadar ternyata selama semester 1-2 tahun 2011-pertengahan 2012 saya merasa sebagai EO (event organizer) di organisasi dengan seabreg tugas dan menganggap bahwa "saya harus dapat IP 4". Perlahan saya mulai sadar, ternyata saya perlu suplai motivasi dan prestasi untuk mengeksplore minat saya dalam meneliti dan menulis. Akhirnya, kali pertama saya bisa keluar dari kampus (maksudnya mengikuti event di luar kampus) di Youth Educators Regional Training 2012 Temanggung. Saya baru pertama kali menyapa rekan-rekan kampus lain seperti UGM, UNS, UAD, UNDIP, dan sebagainya. Alhamdulillah, dapat kenalan baru dan no.hape baru hehe.
Ada Tyas,Rasyid,Zuma,Aven,mas Lupet,Mbak Zsa Zsa,dkk (YERT 2012)

Januari 2013, saya mendapat informasi di gugel akan ada kegiatan National Youth Conference (NYC) di Jakarta. Saya apply dan alhamdulillah lolos... Saya dan Ari (FT UNY) berangkat ke Jakarta dan mengikuti konferensi mahasiswa yang pertama kali bagi saya ini. Pemahaman saya masih awam terkait apa itu konferensi, saya mengira konferensi itu di dalamnya ada presentasi paper penelitian. But, I didn't find it. Next month, saya mengikuti Ambassador of Indonesian Culture and Tourism. Kami awalnya mau ke pulau Biawak tapi akhirnya tidak jadi. Kegiatan ini lebih ke misi pelestarian budaya, saya sempat mampir ke ITB Bandung.
Pengalaman pertama ikut konferensi mahasiswa


AICT Family, terimakasih sudah membuka wawasan tentang Indonesia
Bulan Mei 2013 saya mengikuti dua kegiatan "prestisius" di ITS Surabaya. Tampaknya mulai kena sindrom untuk jalan-jalan lagi, menyalurkan hobi travelling ilmiah saya. Ya wajarlah anak geografi harus sering-sering menikmati alam dan berjalan di atas bumi. Saya mengikuti Young Engineers and Scientist Summit dan Youth Environmental Leaders Summit (YES dan YELS). Kegiatannya diadakan oleh BEM ITS, hanya beda kementerian. Kalau yang ini selektif, kita mengirim paper dan mengisi form yang disediakan panitia. Dua "summit" ini adalah pengalaman berharga saya karena setelah ikut dua event ini, saya belum lagi tertarik ikut summit. Ya, beberapa ciri yang saya tangkap : adanya seminar/workshop, adanya focus group discussion, presentasi project, dan jumlah peserta biasanya banyak.
Rizki,Ilham,Lukman,Khalifa,Arif,dkk YES ITS 2013
FGD di YELS : Aldi UI,Ttag ITS,dkk
 
Kita menyebutnya "enviro-men" YELS Family

Setelah itu saya off dulu, masih kembali ke amanah organisasi di UKMF Penelitian SCREEN dan sistensi dosen Kartografi. Bisa Anda bayangkan, manajemen waktu yang super ketat dan harus saya atur sedemikian rupa agar kuliah oke, organisasi oke, karya juga oke :-) Alhamdulillah ada Allah yang selalu menolong saya.

Bulan Juli 2013 adalah moment yang tidak terlupakan, untuk pertama kalinya saya naik pesawat, pertama kalinya saya ke luar negeri, dan pergi nan jauh ke Belanda. Saya menemukan jantung hati kuliah singkat di Utrecht University Belanda. Beberapa postingan bisa dicek di arsip bulan Juli 2013. Saya hanya mau menceritakan terkait poster presentation di Geosciences Summer School. Ini kali pertamanya saya presentasi dengan audiences orang bule dan saya bicara pakai bahasa Inggris langsung. Saya mengangkat penelitian tentang Cycling as Modern Life Style in The 21th Century (agak lupa judulnya) intinya tentang budaya bersepeda di Belanda. Pelajaran yang saya dapat : latihan mendesain poster, latihan presentasi poster pakai bahasa Inggris, open my international mind.
Suasana Poster Presentation
Maximilian Fuermann from Germany (Geography)
Poster internasional pertama (Utrecht University)

Next agenda adalah mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah. Ada 3 pengalaman saya ketika ikit LKTI Accounting Days, Airlangga Ideas Competition, LKTQ, dan lomba paper IMAHAGI. Kalau yang ini, saya dituntut untuk kerja tim. Saya mengajak rekan-rekan untuk menulis karya ilmiah maupun paper. Bedanya, kalau paper lebih sinkat sedangkan KTI lebih banyak. Alhamdulillah, minat nulis karya ilmiah tersalurkan dan bisa refresh otak dengan jalan-jalan gratis lagi. Saya sempat juga mempresentasikan paper hasil hibah penelitian FIS di UPI Bandung. Jadi untuk menutup tahun 2013, beberapa kampus yang saya kunjungi : UNAIR, UNWIDHA, dan UPI.
UNY Accounting days : matur nuwun mas Jamal dan Fahmi (3rd winner)

Finalist of The 3rd AIC : terimakasih mas Akhsin best partner saya

LKTQ FMIPA UNY : pengalaman pertama LKTI Al Quran (Linda dan Khomsun makasihh ya )

Geography Paper Competition (2nd winner) terimakasih Pambayun...best partner
National Education Conference UPI Bandung

Alhamdulillah, dari kampus UNY selalu memberikan apresiasi kepada setiap mahasiswa yang pernah menjadi juara atau delegasi UNY di kegiatan penalaran dalam Anugerah Penghargaan Prestasi Mahasiswa (PRESMA). Puji syukur, saya salah satu penerimanya.

Tahun 2014 menjadi tahun puncak untuk kesibukan saya di organisasi dan kegiatan luar. Allah telah memberikan jalan terbaik dengan saya keluar dari zona nyaman selama tahun 2013. Allah maha adil, saya bisa membuktikan IPK masih cumlaude di atas 3,65. Bukankah ini nikmat terindah dari Allah bagi hamba-Nya yang mau bersyukur dan berbagi ?

Bulan Februari 2014 saya mengikuti kegiatan Youth Adventure and Youth Leaders Forum di asrama PPON Cibubur (Kemenpora) yang diadakan oleh Gerakan Mari Berbagi. Cerita lengkapnya ada di postingan awal 2014 sepertinya. Nah, demam di awal 2014 adalah tentang biogas. Lagi-lagi saya tertarik dengan biogas, hingga penelitian biogas di pasar Gemah Ripah Gamping pun dilaksanakan. Hasil penelitian ini saya presentasikan di dua konferensi berbeda. Pertama di International Student Conference Petrogasdays, Universitas Indonesia dan kedua di National Student Conference di Universitas Gadjah Mada. Akhirnyaaa, bisa konferensi UI dan UGM. Dua-duanya berbicara tentang energi. Barangkali pengetahuan saya bertambah terkait apa itu paper conference. Saya menemukan model yang berbeda. Kalau di UI ya seperti konferensi pada umumnya, namun berbeda yang di UGM. Di UGM dari 50an paper, hanya 20 yang diambil dan dikompetisikan. Dari 20 itu pun masih disaring menjadi 5. Jadi tidak semua tim presentasi. Penentu 5 besar tim adalah poin Focus Group Discussion. Kami bertiga dibagi menjadi 3 subtema : teknologi, ekologi, dan sosial. Ternyata tidak hanya paper yang dinilai, tapi juga keaktifan tiap anggota kelompok di FGD. Setelah berusaha keras, ternyata tim saya belum lolos 5 besar (tetap bersyukur). Di akhir acara, kami melihat peringkat tim UNY di nomor 7.

NSC UGM 2014

My Best team (Saras dan Pambayun terimakasih )

Petrogasdays presenter (janu,Bintang.Raja,Visya,Mariam,Bayu,dkk)

Penelitian biogas buah mengantarkan saya untuk maju di seleksi pemilihan Mahasiswa Berprestasi UNY. Saya mengawalinya dari Fakultas Ilmu Sosial. Kali ini saya mengambil "optimalisasi" sebagai keyword hasil penelitian biogas buah. Saya menjumpai sosok-sosok hebat pada seleksi Mawapres ini. Sebenarnya saya juga mencoba tahun lalu, namun belum masuk 3 besar. Alhamdulillah tahun 2014 ini masuk 3 besar bersama Pebri Nurhayati (teman sekelas) dan Eddy Purwanto (P.Sosiologi). Mungkin ini juga merupakan reunian karena kami bertiga pernah duduk bersama dalam kepengurusan Departemen Riset, Center of Excellent Student Jogja. Subhanallah, ini kenangan terindah di masa-masa sarjana. As the result, finally Ebi become the 1st Mawapres, 2nd Janu, and 3rd Eddy. Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam menginspirasi orang lain. Selamat untuk Ebi dari Pendidikan Geografi yang selama ini juga duduk sekelas !

Setelah cerita panjang lebar tentang konferensi, paper, karya tulis, summit, dan beberapa agenda di atas ada beberapa poin yang menjadi pelajaran.
1. Saya bersyukur karena sudah mencoba keluar dari zona nyaman dengan ikut organisasi dan kegiatan di luar kampus tadi. Saya tidak menyesal karena sering terlambat masuk kelas atau izin kuliah. Itu sebagai sebuah konsekuensi yang saya tanggung dan saya justru bersyukur karena bisa kenal orang baru dan jaringan baru.
2. Menjadi mahasiswa kupu-kupu bukan jaminan untuk lulus cepat atau dengan IPK 4. Saya pun berusaha untuk membuktikan bahwa aktivis mahasiswa juga bisa berprestasi, menginspirasi, IPK cumlaude, dan lulus cepat. Saya menargetkan bisa wisuda Maret 2015 insyaAllah.
3. Pengalaman organisasi harus diimbangi dengan menulis karya ilmiah karena inilah kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritisnya, tidak hanya bisa mengambil referensi dari jurnal tetapi bisa membuat sebuah jurnal.
4. Beberapa forum ilmiah yang pernah saya ikuti memberi pelajaran untuk menegnal Indonesia lebih jauh, mengenal berbagai kampus di Indonesia, maupun menegnal orang-orang luar negeri di Belada. 
5. Bersyukur dan berbagi, saya berusaha memberikan pengalaman-pengalaman ini kepada siapapun yang ingin mendengarkan, insyaAllah akan menjadi motivasi agar lebih baik dan berpikir ulang : IPK bukan jaminan bisa diterima kerja.

Semoga tulisan sederhana ini menjadi refleksi dan motivasi. Saya sedikit lebih tahu apa itu paper. karya tulis. summit, dan konferensi ketika menjadi bagian dari peserta. Saya lebih belajar arti manajemen waktu dan menghargai waktu walau sedetikpun. Saya kira pengalaman ini tidak akan saya dapatkan kalau masih "di zona nyaman" sebagai mahasiswa kupu-kupu.

Bagi rekan-rekan yang mau sharing/bertanya bisa melalui email janu.muhammad2@gmail.com .
Mohon maaf jika ada khilaf dalam tulisan ini.

Salam hangat, salam menginspirasi !

Janu Muhammad
Mahasiswa Pendidikan Geografi, FIS UNY
Potential Candidate, Master of Human Geography and Planning, Utrecht University, Netherlands



2 komentar:

  1. JADI MAHASISWA GAK USAH SOK-SOKAN BUNG....SOMBONG AMAT LOE

    BalasHapus
  2. bagus prestasi kau. Namun stelah 2 tahun berlalu, apakah ada teman kuliah mu yg kupu2 tapi sukses? saya yakin jumlahnya banyak.,

    BalasHapus