Ged a Widget

Sabtu, 15 Maret 2014

Petrogasdays 2014 : Optimisme Kaum Muda untuk Membangun Negeri

Assalaamu’alaikum…

Apa kabar para inspirator ? Semoga dalam lindungan Allah dan dalam hati yang selalu bersyukur. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam yang selalu memberikan nikmat sehat dan waktu luang sehingga di tengah kesibukan ini, saya masih diberi kesempatan untuk menulis cerita sederhana ini. Tulisan ini akan mengulas perjalanan Janu Muhammad ketika diberi kesempatan silaturrahim di kampus Depok, yang selalu berjas kuning yaitu Universitas Indonesia.
Saya jadi ingat status fb tgl 9 Maret kemarin yang bunyinya :
Pemuda itu optimis, bukan pesimis
Pemuda itu semangat, bukan hanya mengeluh

Pemuda itu mau maju, bukan hanya ikut-ikutan pendahulu

Pemuda itu berkarya, bukan hanya mau terima jadi

Pemuda itu visioner, bukan hanya melihat masa lalu

Pemuda itu mau berbagi, bukan hanya meminta

Pemuda itu pemimpin, bukan hanya mau dipimpin
Pemuda itu kita, kita untuk masa depan Indonesia

Semangat pagi inspirator, selamat berkarya dan turun tangan membangun negeri ^^
#RefleksiMahasiswaEsSatu
Status di atas adalah refleksi hari terakhir mengikuti kegiatan Petrogasdays (PGD) UI 2014. Petrogasdays adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Departemen Teknik Kimia UI yang dibagi menjadi empat kegiatan yaitu : International Student Conference, Chemical Product Design Competition (CPDC), Debate Competition, dan Seminar. Tahun ini tema yang diangkat adalah “Comprehending Oil and Gas Industry One Step Closer to Self-Supporting Nation”. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengikuti International Student Conference setelah lolos paper penelitian dengan judul “Analysis of Public Participation in Biogas Processing in Gamping Market Yogyakarta Through Social and Economic Perspective”. PGD Student Conference dibagi menjadi tiga sub tema, ada Alternative Resources, Technology Process, dan Social-Economic. Paper saya termasuk ke dalam sub tema social-economic. Awalnya adalah seleksi abstrak, lalu diambillah 10 peserta dari masing-masing sub tema untuk melanjutkan ke tahap full paper. Perlu diketahui, bahwa PGD adalah kegiatan prestisius dari UI karena ini adalah penyelenggaraan yang sudah ke-8 kali (semoga tidak lupa). Tidak heran, bahwa seleksi paper juga ketat.

Kaum muda itu berkarya…
Kamis, 6 Maret 2014 saya mengikuti praktikum Sistem Informasi Geografi jam 8.00 lalu pada jam 09.00 izin ke asisten dosen karena saya sudah selesai duluan dan ingin cepat-cepat ke gerai XL untuk menghadiri undangan sebagai moderator bidang Pendidikan di Youth Summit, International Leader Festival. Saya bertemu dan berdiskusi dengan 10 komunitas pendidikan di Yogyakarta sampai jam 15.00 WIB. Kemudian saya izin pamit dan melanjutkan tugas ke kampus UNY. Saya terlebih dahulu Ashar di Masjid Mujahidin dan langsung meluncur ke lantai 3 Student Center UNY. Sore itu, saya dan keluarga besar UKM-UKMF Penelitian UNY mengadakan openhouse dan sudah menjadi amanah saya untuk mewakili UKMF Penelitian SCREEN, Fakultas Ilmu Sosial. Saya izin pulang Pkl 16.35 dan perjalanan sekitar 45 menit sampai rumah tercinta. Kemudian saya bersiap untuk packing barang-barang karena kereta saya berangkat Pkl 18.37. Tepat Pkl 17.50 saya pamit keluarga untuk melakukan perjalanan ke UI, kampus yang selama ini menjadi impian untuk dikunjungi. Ada hal fatal yang terjadi, flash disk saya tidak ada, padahal semua data (separuh nyawa :p) ada di flash. “Ya Allah, ini tantangan pertama saya menuju UI”. Semua data ada di sana, belum sempat di back up. Ya inilah, sifat pelupa saya kambuh. Akhirnya saya berangkat dengan sedikit cemas karena presentasi juga belum dibuat. Sesampainya di stasiun saya langsung parker motor dan masuk kereta dengan tepat waktu di gerbong 1 nomor 1A.

Kaum muda itu optimis…bukan pesimis,
Perjalanan ke Jakarta sekitar 10 jam, sampai di stasiun Jatinegara jam 04.30 an dan langsung sholat Subuh berjamaah di mushola. Setelah itu saya dihubungi LO kak Azizah dan Ariny agar naik kereta listrik kea rah Bogor. Saya beli tiket 8000 rupiah dan masuk KRL sampai stasiun Tanjung Barat, ini kali pertama saya naik kereta listrik, Alhamdulillah nyaman (seperti waktu di Belanda). Saya sampai di Tanjung Barat sekitar jam 06.30 dan di sana sudah ada Ariny bersama pak sopir. Kami menunggu peserta lain dan ternyata tak kunjung datang, padahal sebentar lagi acara dimulai. Keputusannya, saya langsung diantar ke asrama LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) DKI Jakarta dan masuk kamar 12. Yang benar saja, tidak ada waktu untuk mandi. “Astaghfirullah,” pagi itu pun saya langsung ganti batik dan jam 08.05 langsung menuju kampus UI. Yeey, Alhamdulillah sudah sampai kampus kuning dan disambut dengan kenalan dengan Bintang dan Febri dari ITS. Mereka juga peserta conference. Kami langsung ke venue dan jam-jam itu grand opening. Setelah opening, ada workshop atau talkshow bersama para orang penting seperti Pak Sholeh dari kementerian ESDM, Pak Ruli dari SKK Migas, Pak Hadan dari Bapenas, Pak Mulyana dari Pertamina, dan satunya lagi saya lupa. Pada intinya membahas tentang energy. Oiya, saat itu saya mulai kenal dengan mas Edo dan Darma (UPN Yogyakarta), mas Ayub dari UGM, mas Febrian dari UNDIP, dan lainnya, termasuk mas Hangga yang sempat kenal di facebook, ada Bayu dan Visya juga dari UNJ. Selain itu, ada juga Maryam dari Bangladesh, Rawiyah dari Brunei, Fu Hong dari Vietnam, dan Raja dari Thailand. Mereka adalah peserta international untuk event PGD conference 2014. Bahasa Inggrispun sudah harus dipraktekkan karena ini levelnya internasional.

Kaum muda itu visioner, bukan hanya melihat masa lalu..,
Baik, siang harinya setelah sholat Jumat kami diajak ke Perpustakaan UI, tempat yang sangat modern dan unik. Bangunannya unik, ada kaca, dan bukit rumpu di belakang dengan sekitar 7 lantai. Di depan perpustakaan ada telaga/waduknya UI, di depannya ada rektorat. Ini dia tempat yang sejak dulu ingin saya kunjungi. Lanjut ke acara di dalam yaitu workshop bersama Pak Eko Hariadi dari SKK Migas. Beliau banyak berdiskusi seputar kondisi migas di Indonesia. Ya lumayan memprihatinkan ketika melihat fakta negara kita kaya akan minyak dan gas namun miskin kemandirian. Kita masih tergantung import asing dan belum berani “mengolah milik sendiri”. Setelah itu, kami sholat Ashar di masjid UI. Sebelumnya, saya ketemu mbak Fatin dari GMB, kami ngobrol ngalor ngidul. Beberapa relasi saya di UI saya temui. Setelah Ashar, saatnya technical meeting untuk besok. Dag dig dug, TM selesai dan kami menuju ke depan perpus untuk sekadar ambil gambar. Alhamdulillah ketemu mas Nuzul dan Windiyani, rekan Gerakan Mari Berbagi. Kami berbincang tentang project GMB dan lain-lain. Setelah Maghrib, kami kembali ke asrama dengan Aerobus yang disediakan panitia. Sesampainya di kamar, saya langsung buka laptop dan sholat, dan akhirnya terlelap. Saya bangun jam 2 pagi dan langsung membuat presentasi sampai Subuh tiba tanpa tidur lagi. Paginya, acara intipun tiba, jreng-jreng…conference dimulai. Saya dan 6 rekan subtema social-economic di ruang atas perpustakaan, masing-masing presentasi 15 menit dan QA 5 menit. Ini kali pertamanya oral presentation pakai bahasa Inggris,hmmm. Saya mendapat urutan ke-4, saking asyikya tanya jawab akhirnya waktu habis. Saya melihat presentasi semua teman di sini bagus dan sudah berstandar internasional.

Pemuda itu mau maju, tidak hanya mengikuti pendahulu…,
Acara presentasi selesai, dilanjutkan dengan pembuatan mock up. Panitia membagi ke dalam 6 tim dan saya satu tim dengan Rawiyah, Bintang, dan Hangga…wah wah ketemu lagi. Clue nya adalah : ada suatu negara Alfa yang punya potensi migas namun belum tereksplore dnegan baik. Tugas kami adalah mendesain modelnya dengan bahan seperti kardus, spidol, kertas putih. Kami pun membuat Alfa Island dengan aneka ragam potensi pengolahan migas dampai ke distrik negara yang menuju modern. Yee..akhirnya jadi. Sore nya kami menuju Jakarta Tour dan naik kereta KRL.

Wow, sampai Kota Tua Jakarta, beragam fenomena unik tersedia di sini, mulai dari bangunan museum sampai street art. Banyak sekali yang bermalam minggu di sini, sampai-sampai tidak ada space untuk duduk. Nah, ini dia kerjaan panitia untuk memberi games aneh-aneh. Kami diberikan clue tiap kertas dan harus menemukan benda itu kemudian foto bersama.
Setelah keliling bersama Fu Hong, Febrian, dan Bintang akhirnya kami akhiri games nya dan masih ada 4/5 tugas tersisa. Hari yang sangat menyenangkan dan cuku menguras tenaga. Sekitar jam 9 kami pulang ke asrama melalui stasiun Jakarta Kota. Tiba-tiba ada insiden…brok! Febri jatuh hampir ke rel kereta, dia muntah. “Ya Allah, lindungi dia ya Rabb”. Febri yang sejak tadi terlihat pucat akhirnya muntah dan jatuh tersungkur. Kami segera menolong dan memberikan pertolongan pertama. Dia sepertinya kecapean, saya sempat melihat selalu sedang mengerjakan laporan praktikum. Kami semua menolongnya dan saya pinjamkan jas biru UNY untuk Febri agar tidak masuk angin. Selang beberapa menit kemudian, kami terpaksa mengangkat Febri ke taksi karena kondisinya yang semakin melemah. Alhamdulillah, akhirnya dia sudah dibawa ke asrama malam itu. Kami lalu pulang dengan angkot, saya duduk di depan Raja yang dari Thailand dan ngobrol ngalor ngidul. Sesampainya di asrama langsung bersih diri dan sholat.

Minggu, 9 Maret 2014 adalah hari terakhir bersama PGD Family. Pagi itu kami ada Chamber Meeting dilanjutkan Pleno Meeting. Chamber meeting adalah pembahasan diskusi yang didahului dengan diberikannya tema dari panitia yaitu tentang Global Warming. Kami dari chamber Social-Economic menyoroti tentang deforestation dan upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah dampak yang lebih besar dari global warming. Tanpa niat apapun, teman-teman menunjuk saya sebagai “The Leader of Social-Economic Chamber”. Ya Allah, padahal ini baru pertama kalinya saya ikut chamber meeting dan saya bukan anak teknik. Ternyata bukan karena latar belakang dari jurusan apa saya, namun itulah yang dipercayakan dari teman-teman. Singkat cerita, ada Rawiyah dan Mas Edo yang juga merupaka “The Leader” dari chamber lain. Kami melanjutkan diskusinya secara serempak dalam Pleno Meeting dan mulailah merumuskan deklarasi.  Sempat lama sekali untuk menyamakan persepsi, namun saya berusaha untuk menengahi antara Rawiyah dan mas Edo. Finally, we have conclusion that we will declare by three persons (me, mas Edo, Rawiyah) tonight. Setelah itu kami mengikuti seminar dari ExonMobil sampai sore.

Perjalanan menuju Hotel Grand Sahid untuk mengikuti gala diner dan closing dimulai. Kami menuju daerah Sudirman dan sampai sana sekitar Pkl 18.40 lalu saya, Visya, dan Febri  menuju masjid untuk sholat. Setelah itu mengikuti gala diner dan penutupan. Alhamdulillah pokoknya kenyang dan membuat dahaga deh sajiannya. Setekah itu ada pengumuman CPDC yang diraih ITB sebagai juara 1 disusul dari Vietnam dan UGM. Untuk debate diraih oleh tim UGM disusul ITB. Setelah pengumuman debat saatnya pembacaan declaration oleh Janu, Edo, dan Rawiyah di depan stage. Kami membaca naskah dan mencermati dalam-dalam. Stelah itu pengumuman best speaker conference. Untuk international student conference, best speaker diraih oleh Melly (Politeknik Sriwijaya) untuk alternative resources, Mas Edo (UPN) untuk technology process, dan Bintang (STAN) untuk social-economic, selamaatttt!!! Saya pun segera pulang, berpamitan ke panitia. Perjalanan selanjutnya adalah menuju stasiun Pasar Senen dan pulang ke Yogyakarta.
Satu hal lagi : ketika PGD ini saya ketemu mbak Fitri Rahmi (SMADA Yogyakarta 2010) beliau juara 3 CPDC dan ketemu lagi dengan Indriani Pratiwi (SMADA 2011) yang ikut debat. Jadi ada 3 alumni SMADA yang reunian :-)

Hikmah : saya bersyukur bisa bertemu sosok pemuda internasional dengan optimisme tinggi. Mereka adalah orang-orang terpilih yang mempunyai tanggung jawab untuk mengimplementasikan apa yang sudah dipresentasikan kepada masyarakat luas. Kita ini mahasiswa muda yang mempunyai peran penting membangun negeri. Bukan lagi menunggu peran orang tua untuk menyelamatkan bangsa ini, namun kaum muda juga berinisiasi untuk membangun negeri ini.

Saya sadar ini hanya sekilas tulisan, tetapi inilah saksi perjalanan saya selama tiga hari di UI. Terimakasih sangat untuk Kak Azizah, Ariny, Prima, Andreas, dan seluruh panitia. Tak lupa terimakasih sekali atas semangatnya mas Edo,mas Febrian,Bintang,Febri,Tryas, mas Darma,Raja,Fu Hong,Anita,Maryam,Rawiyah,Melly,Arif,dll. Semoga kita bisa bertemu lagi untuk membuat Indonesia tersenyum.

Pengalaman hari ini adalah guru terbaik untuk bekal hari esok. Menjadi bagian dari PGD 2014 adalah batu pijakan untuk menambah relasi, pengetahuan, dan international mind tentunya. InsyaAllah kita optimis bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik dengan optimisme para kaum muda dalam membangun negeri.

Sekian share perjalanan PGD, semoga ada hikmah yang bisa diambil. Man Jadda Wajada :)

Wassalaamu'alaikum...

Janu Muhammad
Geography Education Student's, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University
Pelayan UKMF Penelitian SCREEN FIS UNY
Member of Gerakan Mari Berbagi
InsyaAllah Studi Master of Human Geography and Planning, Utrecht University, Netherlands 2015


Socio-Economic Presenter
Socio-Economic Presenter
PGD 2014
PGD 2014
@Perpustakaan UI
@Perpustakaan UI
Tiga wakil peserta untuk deklarasi
Tiga wakil peserta untuk deklarasi
our mockup
our mockup
sarapan pagi di bus
sarapan pagi di bus
mbak Melly,mas Edo,dan mas Bintang menerima Award
mbak Melly,mas Edo,dan mas Bintang menerima Award

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar