Ged a Widget

Jumat, 30 Agustus 2013

Kisah Perjalanan Pertama "Student Volunteer UNY" Tahun 2013

Assalaamu'alaikum,

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah, segala puji syukur hanya kepada Allah Ta'ala. Sholawat semoga tersampaikan kepada Rasulullah beserta umatnya hingga hari kiamat. Jadi ceritanya begini kawan-kawan, boleh ya saya mengulas aktivitas akhir-akhir ini dan sampai hari ini. Sesuai dengan judul postingan ini, saya akan berbagi kisah perjalanan saya menjadi Student Volunteer UNY 2013. 
Senin, 26 Agustus 2013 menjadi awal saya untuk bergabung di Tutor UNY setelah sebelumnya saya dinyatakan lolos 70 besar dari total 170 pendaftar. Saya dan teman-teman mengikuti pelatihan di FBS dari tanggal 19-21 Agustus 2013. Materi-materi seperti Cross Culture Understanding, tentang seluk beluk Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) menjadi santapan selama tiga hari. Bahkan, pada hari terakhir diadakan presentasi project. Saya membulatkan tekad untuk memilih Tutor Student Volunteer (SV) dan tidak memilih Tutor Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Mengapa ? Sudah menjadi niat saya sejak awal agar bisa bermanfaat untuk UNY, terutama dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa asing.




Minggu, 25 Agustus 2013 menjadi hari penuh keharuan, kebahagiaan, sekaligus kekhawatiran. Saya terharu karena terpilih menjadi 15 besar Tim Tutor SV, bahagia karena terbuka kesempatan untuk mencoba peluang yang menantang ini, dan khawatir apakah saya bisa konsisten menjalani semua ini selama satu tahun. Alhamdulillah, segala puji syukur tak henti-hentinya saya panjatkan kepada Allah. Sebagai catatan saya, Allah telah membuka jalan agar saya bisa lebih bermanfaat bagi sesama, dan ternyata belum rejekinya untuk bisa tembus PKM sampai saat ini, sudah takdir apa ya ? :-)

Hari Senin, 26 Agustus 2013 PKl 10.00 WIB saya mendapat undangan untuk rapat perdana di KUIK. Dengan semangat 45 ditambah gelora muda membahana (lebai) saya bertemu dengan teman-teman satu tim. Ada Abie, Astrid, Adi, Ayu, Mas Martono, Melati, Nana, Ratih, Nining, Wahyu, Ratih, Sandra, Sarah, Wanda, dan Yolanda. Selain itu, ada tutor yang sudah senior juga, seperti mas Alfa (pakai kacamata) dan Mbak Anis (ibunya tutor hehe). Kita koordinasi pertama daannn apa yang terjadi ? Mengapa kalian menunjuk saya sebagai koordinator ? :-) Saya tidak terlalu mengerti alasannya juga :3

Lalu, kami membahasi penyambutan untuk mahasiswa Chiang Mai University dari Thailand yang mau study visit dari tanggal 28 Agustus 2013-6 September 2013. Mari kita bayangkan betapa mepetnya acara itu. Memang prinsip menjadi tutor itu harus UU-MPC (Ujug-ujug Mboh Piye Carane) atau dalam bahasa Indonesia adalah "Tiba-tiba-Entah Bagaimana Caranya". Selalu ada agenda yang tidak terduga dan kita sebagai tutor harus ready 24 jam teman :-)



Selasa, 27 Agustus 2013 saya melanjutkan aktivitas kampus. Untuk Tutor SV tidak ada pertemuan. Nah, hari Rabu 28 Agustus 2013 sekitar Pkl 13.00 WIB ada rapat dadakan untuk persiapan arrival CMU. Kebetulan untuk penjemputan di Bandara Adisutjibto nanti ada saya, Wahyu, Astrid, dan Nining serta ada mas Aji dan Mas Imam. Kita membahas agenda yang super padat merayap namun akan sangat berkesan sebagai pengalaman pertama kami. Pada malam harinya, saya menemui kawan-kawan di lobi hotel UNY (hotel yang di dekat UNY itu lho). Jarang-jarang deh saya bisa nebeng ke sini dan duduk di sofa empuk yang lembut (selembut hatiku) :3

Arrival time dijadwalkan Pkl 21.00 WIB namun ternyata setelah kami sampai bandara naik bis UNY, pesawat delayed untuk 1 jam dan kami menunggu lumayan lama. Tapi memang pengalaman berkesan karena pengin cepat-cepat melihat muka orang Thailand sebagai tamu kami :-) hehe. Akhirnya, 30 mahasiswa yang terdiri dari 5 mahasiswa putra dan 25 mahasiswa putri serta 4 dosen telah tiba di bandara. Alhamdulillah...mereka selamat, kesan mereka 'the flight is too lately' sabar yaaa... Beberapa menit kemudian, kami akhirnya sampai di hotel UNY. Di sana sudah ada mas Alfa yang stand by dan menyiapkan hotel. Malam itu pengalaman pertama saya jadi tutor, sekali lagi alhamdulillah. Saya bersyukur bisa bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa Thai, agar saya bisa termotivasi dan terlatih berbahasa Inggris. Ternyata mereka sudah bisa bahasa Inggris (mirip orang Indonesia) dan sedikit-sedikit bisa bahasa Indonesia, subhanallah yah... Setelah makan malam dengan Yog*a Chicken dan porsinya jumbo (dua ayam) akhirnya kenyang deh ini perut (terimakasih sudah dapat gratis), terimakasih KUIK :3 Saya pun diberi mas Alfa satu box lagi untuk dimakan di rumah. Sesampainya di rumah saya berikan ke adek dan untuk sarapan lagi.

Pagi harinya, Kamis 29 Agustus 2013 adalah hari kedua kawan-kawan CMU di Jogja. Selamat datang di Jogja ! Pagi itu agenda pertamanya adalah Campus Tour. Kami para volunteer ada briefing dulu di KUIK, wah ternyata Nining sarapan pakai ayam tadi malam :3 hehe. Setelah itu, capcus yang tadi malam jemput masih lanjut ikut Campus Tour bersama tutor lainnya. Kami menjemput mereka di hotel UNY. Pagi itu mereka sangat berbinar-binar, kulitnya putih-putih, bahkan yang putra, apa mereka memakai hand body tiap hari ya ? Sudah, fokus pembahasan lagi. Dimulai dengan doa dan  kami mulai tour ke FE-FIS-FT-FBS-FIK-FMIPA-FIP meski hanya sekilas. Tidak lupa kami mengajak teman-teman ke Museum Pendidikan Indonesia (MPI) dan ikut senang ya, mereka asik mainan dakon, gasingan, dan bekel. Ketawa-ketawa semua (padahal menurut saya ya biasa-biasa saja kok). Kultur yang berbeda dari Indo-Thai kini menjadi satu dalam suasana penuh persahabatan ini.

Setelah dirasa puas, kami menuju ke selatan MPI dan tidak lupa ambil gambar (baca : poto). Sekitar Pkl 10.30 WIB kami menuju ke Ruang Sidang Utama Rektorat untuk mengikuti welcoming ceremony. Ya, sangat berkesan sekali, apalagi saat "First" teman Thai saya perform membawa lagu Celin Dion (just for this moment). Welcoming ceremony diakhiri dengan makan siang, dan ini menjadi sebuah nikmat tersendiri kami para new volunteer bisa melihat mereka merasakan masakan khas Indo, ada nasi-sop-mie goreng-dan lainnya. Kami juga diberi kesempatan untuk menyantap hidangan yang tersaji (tinggal ambil)...alhamdulillah



Lalu, siang harinya saya berpisah dengan teman-teman CMU dan gantian tutor lain yang mendampingi untuk Yogyakarta City Tour. Mereka berkeliling ke UGM-Tugu Jogja-Malioboro-Krator,dll hanya di dalam bis (sight seeing). Sore harinya rombongan kembali ke hotel dan beristirahat.

Jumat, 30 Agustus 2013 menjadi hari bahagia untuk kami. Para mahasiswa CMU pagi tadi mengikuti kelas Bahasa Indonesia. Jujur ya, sebagian dari mereka ternyata sudah mahir bahasa Indonesia lho. Setelah itu ada tutorial dengan para tutor BIPA dan siangnya....ke Merapi Volcano. Pengalaman yang sangat berkesan bagi mereka karena bisa melihat Gunung Merapi dari jarak dekat, melihat rumah yang terkubur material erupsi Merapi tahun 2010 dan melihat pemukiman baru yang disediakan pemerintah setempat. Alhamdulillah, saya melihat mahasiswa maupun dosen enjoy dengan tour ke Merapi persembahan FIS-Pendidikan Geografi ini. Saya tak lupa mengajak kawan saya Pebri, Tri, dan Lenny untuk memandu. Ada Bu Hastuti, mas Arif, Pak Heru, dan Mbak Fira juga yang ikut. Kami pulang menjelang Maghrib dan ikut senang bisa melihat mereka mengenal lebih dekat Jogja. Untuk hari besok ? Sabtu dan Minggu dijadwalkan akan ke Nglanggeran, ke gunung api purba, mereka akan nge-camp di sana, pergi ke pantai, outbond, dll.

Selamat menikmati akhir pekan di Gunung Kidul :-)

Sekian perjalanan pertama di SV sampai hari ini, insyaAllah ceritanya bersambung ya :-)

Wassalaamu'alaikum...




Selasa, 27 Agustus 2013

Lima Bekal Bermanfaat Menjadi Mahasiswa Baru



Bismillah...

Halo semuanya, alhamdulillah jumpa kembali dalam dunia maya. Jadi ceritanya begini, bulan Agustus 2013 ini memang momen yang spesial, kenapa ya ? Mari kita menengok ke belakang : akhir Ramadhan jatuh pada bulan Agustus, Idul Fitri dan 68 tahun kemerdekaan RI jatuh pada bulan Agustus (tentunya). Jadi, saya yakin diantara teman-teman ini merasakan bahwa Agustus tahun ini penuh warna, bukan demikian ? :-)


Nah, di kampus pendidikan UNY, bulan Agustus menjadi momen spesial juga karena saya bisa berjumpa dengan wajah-wajah baru kampus ini, kita sebut dengan mahasiswa baru (Maba). Yap, tepat 19 Agustus 2013 kemarin Maba UNY 2013 telah mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Setelah serangkaian OSPEK, ESQ, maupun ICT maka pada tanggal 2 September 2013 kegiatan perkualiahan perdana musim ini siap dimulai. 



Dunia kampus menurut saya jelas berbeda, bagi Anda sekalian yang baru saja lulus SMA dan kini berstatus Maba. Jelas beda, ada yang merantau, kos, sering pulang malam, dan semua merupakan hal baru yang tidak dijumpai selama SMA. Saya di sini akan berbagi tips atau bekal yang insyaAllah akan bermanfaat jika saat ini Anda adalah Maba. Lima bekal tersebut yaitu :

1. Pasang niat awal dengan benar
Mumpung masih awal kuliah, saya menyarankan bagi Maba untuk memantapkan niat kuliah dengan baik. Artinya, mari bersama-sama meniatkan kuliah untuk mencari ilmu dengan cara-cara yang benar. Saya yakin hasilnya akan maksimal, apalagi bisa lulus 4 tahun seperti yang ditargetkan.

2. Milikilah motivasi yang "wow" dan selalu bersemangat
Ini sangat penting, motivasi awal Anda kuliah adalah kuncinya. Biasanya kalau masih Maba itu mau mencoba hal-hal baru alias selalu penasaran. Alangkah baiknya jika bisa kita arahkan yang sesuai dengan passion dan kemampuan kita. Motivasi "wow" ini juga menjadi kunci untuk mengambil start Indeks Prestasi maksimal (cumlaude). Selain itu, bersemangatlah dalam hari-hari kuliah.


3. Manajemen waktu ? Harus !
Kegiatan kampus, mulai dari kuliah di kelas, organisasi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan yang lain sebagainya pasti akan menguras waktu Anda. So, perlu sekiranya kita memasang jadwal di kamar, membuat note kecil yang menjadi jadwal harian dan bisa dimasukkan ke saku. Biasanya saya menulis apa yang saya lakukan mulai pagi hari-pulang di selembar kertas kecil. Ini sangat simpel namun manfaatnya besar bung :D Mengapa ? Tujuan manajemen waktu ya tentu agar waktu kita lebih efektif dan badan tetap fit !

4. Aktiflah dan cobalah hal baru yang positif
Kunci mahasiswa berpretasi adalah aktif, baik dari segi akademik dan nonakademik. Mengapa ? Selain cerdas secara intelektual, perlu adanya skill yang dimiliki mahasiswa sebagai sarana penguat diri. Aktiflah dalam kegiatan-kegiatan yang sesuai bakat dan minat, itu lebih utama dan cobalah hal-hal positif seperti ikut organisasi, baca buku, menulis, penelitian, dan lain-lain untuk mengembangkan kepribadian kita.



5. Pasang target-eksekusi-share ke yang lain
Rencanakan targe-target pribadi dari yang paling kecil sampai yang terbesar. Mulailah dari langkah kecil dan laksanakanlah, share kan atau bagikan kemanfaatan dari ilmu yang didapat ke orang lain agar lebih berguna dan barokah.

 

Kelima bekal di atas baru sebagian kecil bekal yang harus dimiliki oleh mahasiswa baru. Sudah ada target mulai sekarang ? Selamat berkarya di dunia kampus :-)

Yogyakarta State University, 27th August 2013


   
Selamat datang mahasiswa baru UNY 2013 di kampus pendidikan :-)
TAQWA, MANDIRI, CENDEKIA

Menjadi Mahasiswa Berprestasi Melalui Organisasi Mahasiswa*

Seiring berjalannya waktu istilah pemuda telah mengalami spesialisasi dengan sebutan mahasiswa, sosok yang dipandang memiliki kemampuan intelektual tinggi.1 Anggapan ini dapat dibenarkan karena untuk melakukan suatu perubahan bangsa tidak cukup dengan semangat ‘muda’ saja, namun juga harus diiringi daya intelektual tinggi dan pemikiran visioner. Sebuah gerakan perubahan maupun kemajuan bangsa rupanya tidak lepas dari peran mahasiswa yang lahir dari organisasi mahasiswa (Ormawa).
Gerakan mahasiswa melalui peran Ormawa telah menorehkan tinta emas prestasi dan karya-karya besarnya. Ormawa yang menjadi tempat berkumpulnya para pemikir dan perumus gerakan perubahan telah menghasilkan sosok-sosok mahasiswa yang mempunyai tujuan sama, membangun Indonesia. Peran Ormawa sejatinya adalah untuk membentuk pribadi mahasiswa yang kritis dan solutif dalam upaya mengatasi permasalahn bangsa. Inilah yang melatarbelakangi perlunya keaktifan mahasiswa dalam sebuah Ormawa. Tuntutan zaman telah memaksa mahasiswa untuk bergerak dan memberikan kontribusinya untuk Indonesia. Bergabung dalam Ormawa adalah pilihan masing-masing mahasiswa. Hanya saja perlu ditekankan, bahwa bangsa ini memerlukan figur calon pemimpin masa depan. Tentu semuanya tidak menginginkan adanya mahasiswa yang apatis dan anti Ormawa. Melalui pergerakan Ormawa lah para mahasiswa diberikan bekal dan bimbingan. Sudah menjadi suatu kebutuhan, peran mahasiswa di dalam Ormawa menjadi harapan bagi kemandirian bangsa di masa depan.
Meskipun dituntut aktif dalam kegiatan Ormawa, mahasiswa perlu mengetahui bahwa tugas utamanya adalah untuk kuliah. Kuliah menjadi bagian terpenting dari proses belajar dan pendewasaan diri. Perkuliahan di kampus adalah tujuan utama setiap mahasiswa. Ada beberapa tipe mahasiswa di kampus. Pertama, tipe mahasiswa yang sangat antusias untuk kuliah namun sama sekali tidak mengikuti Ormawa. Tipe ini banyak dijumpai di kampus-kampus, sehingga terkenal dengan sebutan mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang dan kuliah pulang). Dampaknya, mahasiswa ini cenderung pasif dalam hal komunikasi dan skill organisasi. Tipe kedua adalah sosok mahasiswa yang tidak terlalu mementingkan kuliah, namun sangat mahir dan ‘perfect’ dalam urusan Ormawa. Dari segi akademik mungkin biasa-biasa saja, namun dari segi soft skillnya begitu mumpuni. Alhasil, setiap ucapan dan pemikirannya sulit diterima karena hanya sekadar perkataan belaka. Tipe ketiga, sosok mahasiswa yang berdisiplin akademik tinggi sekaligus aktif dalam kegiatan Ormawa. Inilah tipe mahasiswa idaman semua orang. Setiap pemikiran kritisnya mampu memberikan solusi dan mampu menggerakkan mahasiswa lain melalui gerakan mahasiswa. Di satu sisi, sosok mahasiswa ini mempunyai intelektual tinggi dan di sisi lain setiap gagasannya mampu menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan publik.

Bersama Ketua UKMF SCREEN FIS UNY (Mas Asep)
Menjadi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan Ormawa, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan lain sebagainya belum lengkap rasanya jika tidak bercita-cita menjadi mahasiswa berprestasi (Mapres). Gelar Mapres tentu menjadi idaman setiap mahasiswa. Ada yang mengatakan bahwa seorang mahasiswa berprestasi identik dengan nilai IPK tinggi, bahkan sampai sempurna (IPK 4.00). Ada juga yang menganggap seorang mahasiswa berprestasi adalah ia yang selalu menyabet gelar juara LKTI, lolos PKM, maupun menjadi delegasi tingkat internasional sehingga setiap prestasinya termuat di media massa dan menjadi bahan perbincangan hangat semua orang. Seperti inikah anggapan para mahasiswa ?
Menjadi mahasiswa berprestasi tentu bisa terwujud melalui peran aktif mahasiswa dalam kegiatan Ormawa. Potensi besar mahasiswa akan berkembang, mulai dari skill kepemimpinan, kreativitas, kepenulisan, komunikasi, kepercayaan diri, dan lain sebagainya. Mahasiswa akan mengembangkan segala potensi yang ada dan diwujudkan melalui torehan program kerja yang akan bermanfaat bagi masyarakat kampus maupun di luar kampus. Prestasi mahasiswa untuk bisa bermanfaat bagi sesama manusia inilah yang menjadi kunci sebuah gelar ‘Mapres’, sedangkan predikat gelar juara lomba dan yang telah disebutkan di atas adalah jembatannya. Dengan demikian, tidak ada keraguan lagi untuk menjadi mahasiswa berprestasi melalui peran aktif di Ormawa.

Catatan kaki :
1FISE Study Center. 2010. Dari Kampus UNY untuk Indonesia Baru. Yogyakarta : Penerbit Arti.

 *Diterbitkan di Buletin Kedaulatan Mahasiswa BEM KM UNY Edisi Agustus 2013