Ged a Widget

Kamis, 31 Januari 2013

Bagaimana Nak Indeks Prestasimu Semester Ini ? Naik, kan?

Judul di atas mungkin agak sensitif jika didengar para mahasiswa pada saat libur semester ini. Setelah perjalanan satu semester ganjil, tibalah saatnya menunggu rapot kuliah alias IP. 

Indeks Prestasi atau IP adalah suatu parameter keberhasilan mahasiswa dalam menempuh studi dalam kurun waktu satu semester, sedangkan Indeksi Prestasi Komulatif adalah rerata IP yang telah dikumpulkan oleh mahasiswa tersebut.  Saya pun tak luput dari demam IPK semester 3 ini. Selama kurang lebih dua minggu sejak selesai ujian semesteran kemarin, tiap hari saya pantau siakad atau sistem informasi akademik UNY.  Untuk semester 3 ini saya telah mengambil 25 SKS atau 12 mata kuliah.

Satu per satu telur (nilai) itu keluar. Saya berharap dan berdoa agar IP semester ini jauh lebih baik untuk mendongkrak IPK saya. Jujur, saya tidak menginginkan yang namanya mengulang di tahun depan, untuk itu saya berikan yang terbaik dalam belajar agar hasilnya maksimal. Alhamdulillah, Allah selalu menyertai hamba-hambaNya yang berusaha, bersabar, dan berdoa. Allah selalu Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika ibu bertanya "Nak, IPmu naik kan?" Dengan rasa syukur dan kerendahan hati akan saya jawab "InsyaAllah mak."

Bukan hanya nilai yang menjadi target saya, namun kesungguhan dalam belajar, keberanian dalam mengambil sifat jujur, terlatih dalam kemandirian, percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri, dan dengan kekuatan doa kepada Allah Ta'ala saya akan berhasil. Itu prinsip saya yang selalu mengiringi setiap langkah menuju bangku kuliah. Amanah dan pesan dari orang tua untuk bersekolah setinggi-tingginya menjadi peletup semangat untuk selalu berusaha dan mencoba meningkatkan prestasi di kampus. Betapa tidak bersyukurnya saya, emak dan bapak yang tidak tamat SD bisa menyekolahkan saya sampai kuliah, bukankah itu amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin ?

Kembali ke perbincangan kita tentang IP. Saya tadi sempat berdiskusi dengan teman-teman di grup facebook Kamilah Cendekiawan Muda UNY 2011 ! tentang IP tinggi namun percuma jika yang mendapatkannya hanya mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang) atau bisa dikatakan mahasiswa yang hanya datang, duduk, mendengarkan, pulang ke kos/rumah, dan menunggu hari kuliah lagi. Sedikit menarik memang jika IP dikaitkan dengan partisipasi aktif mahasiswa. Menurut pengamatan saya, ada beberapa klasifikasi keterkaitan keaktifan mahasiswa dengan IP yang diperolehnya, yaitu :

1. Aktivis Mahasiswa-IP Rendah

Ini satu contoh mahasiswa yang turut aktif berorganisasi, ikut unit kegiatan mahasiswa, atau sejenisnya namun belum bisa mengimbangi prestasi akademiknya. Dari segi nonakademik memang bagus, namun ternyata tidak sejalan dengan prestasi di kelasnya. Pemandangan ini bisa saya jumpai di kelas saya, sebagian kecil. Mereka yang merupakan aktivis terlalu memforsir diri di luar, sehingga IP menjadi taruhannya.




2. Aktivis Mahasiswa-IP Sedang

Klasifikasi ini menunjukkan, ada juga mahasiswa yang aktiv dalam kegiatan kampus maupun di dalam kuliah, namun IP sedang-sedang saja. Entah faktor apa yang bisa menyebabkan ini, saya kurang begitu tahu. Hehe

3. Aktivis Mahasiswa-IP Tinggi

Inilah prestasi yang diidam-idamkan oleh setiap mahasiswa yang mengaku aktivis. IP tinggi menjadi bagian dari target prestasi di kampusnya. Selain aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, ia juga aktif di kelas dan bisa memaksimalkan potensi yang ada, misalnya bakat komunikasinya, ide-idenya, maupun kedekatannya dengan para dosen/birokrat kampus, sehingga tak jarang dosen memberi nilai plus kepada mahasiswa semacam ini. Kalau bisa dikisarkan dalam angka yaitu >3,51.

Namun, selain wajah-wajah mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat) ada juga mahasiswa kupu-kupu seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Beberapa jenis mahasiswa kupu-kupu dengan prestasi IP nya adala sebagai berikut :

1. Mahasiswa Bukan Aktivis-IP Tinggi

Komentar saya : wajar, dia konsentrasi penuh dengan akademiknya. Kelemahan : kurang bisa mengekspresikan diri di dunia nyata, di masyarakat. Selain itu, biasanya dia sosok mahasiswa yang jarang bergaul atau hanya sibuk belajar dan belajar tanpa ada aktivitas tambahan di luar sehingga jika di depan umum terkesan 'kaku'. Keputusannya memang benar agar bisa memaksimalkan IP, namun kesempatan untuk mencicipi variasi kuliah sangat terbatas.

2. Mahasiswa Bukan Aktivis-IP Sedang

Nah, yang ini saya katakan rugi. Kenapa ia punya waktu luang yang banyak namun IP tidak bisa tinggi ? Atau ada yang bermasalah dengan mereka ? Saya juga kurang tahu, yang jelas ini juga saya rasakan di kelas ketika menjumpai beberapa teman dengan karakter seperti ini. Saran saya : maksimalkan dalam belajarnya atau menambah aktivitas di luar belajar.

3. Mahasiswa Bukan Aktivis-IP Rendah

Komentar saya : sayang sekali mahasiwa ini sangat rugi untuk kuliah. Coba merenung dan menilai apakah strategi kuliah  sudah benar. Pesan saya : ambillah kesempatan untuk aktif dalam memaksimalkan potensi yang ada karena tidak ada yang menjamin kalau besok kita langsung bisa bekerja, namun tuntutan zaman harus bisa kreatif dalam memanfaatkan potensi diri yang ada, iya kan ? hehe

Nah, itu sedikit klasifikasi mahasiswa versi saya, tanpa bermaksud men-judge siapa saja yang termasuk di dalamnya. 

Hayoo...pilih yang mana ? :D
Mari kita pikirkan dalam hati, kita selama ini termasuk yang mana ?



Sekali lagi, keputusan ada di tangan kita sendiri, mau milih kura-kura atau kupu-kupu :D hehe

Jika sudah mengetahui jawabannya, jangan lupa ya untuk menyusun rencana semester selanjutnya. Gunakan pengalaman IP tahun ini sebagai pembelajaran ke depan. Opsi yang saya tawarkan adalah :

"Mari bersama-sama menjadi mahasiswa yang bersemangat dalam kuliah, aktif dalam kuliah, dan juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Mungkin kita saat ini belum akan merasakan manfaatnya dengan menjadi seorang aktivis, namun sebagian besar cerita menyatakan bahwa itu akan kita tuliskan di CV lamaran kerja, hehehe :D"

Tips Terakhir : Banyak mendekatkan diri kepada ALLAH Ta'ala :D


Mohon maaf ya kalau ada kata2 yang kurang berkenan :D Bisa memberi komentar di bawah kok..

Soal IPK...ah jangan dipikirkan.... 

Perbaiki aja dan tingkatkan :D Ok ?

Sekian sedikit coretan refleksi pikiran saya,

Salam hangat,

Semangat Pagi !






Rabu, 30 Januari 2013

Asyiknya Belajar Biologi

Tempe Biji Nangka atau Tebina adalah sebuah karya nyata saya dalam penelitian karya ilmiah remaja akhir-akhir ini. Mengapa saya memilih biji nangka ? Pertama, karena mudah didapat. Kedua, belum ada pengolahan khusus. Ketiga, bisa memanfaatkan produksi alam secara langsung. Lalu, untuk proses pembuatannya gampang-gampang sulit karena sebenarnya hanya seperti pembuatan tempe kedelai biasa, tetapi kita harus potong-potong biji nangkanya dulu supaya jadi kecil-kecil. Mengenai hasilnya, jangan dikatakan tidak enak, bahkan bapak ibu guru pun ikut mencicipi hasil Tebina goreng kami. Sungguh suatu kebanggaan sendiri yang bisa dinikmati orang lain.

Uraian di atas adalah prolog atau gambaran awal mengenai aktivitas saya dalam mengarungi kehidupan dunia biologi. Dikatakan dunia biologi memang karena artinya saja dunia ilmu makhluk hidup. Biologi tidak munglin lepas dalam kehidupan sehari-hari karena biologi adalah ilmu kehidupan yang tidak akan padam selama masih ada sel kehidupan yang tumbuh. Biologi memang sangat kita butuhkan everytime karena itu memang gunanya biologi. Untuk itu, pada kesempatan ini, saya ingin mencurahkan isi hati saya all about biologi yang  saya kenal hingga sekarang.

Biologi sendiri menurut asal katanya berasal dari dua kata, bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu. Jadi, dari asal katanya saja sudah mengandung arti ilmu untuk hidup. Biologi memang sudah menjadi takdir sebagai sebuah ilmu tentang seluk beluk kehidupan manusia, mulai dari asal mula manusia sampai yang mengarah ke mutasi gen dan lai-lain. Sebagai ilmu eksakta juga, yang merupakan ilmu pengetahuan murni ( pure science ), biologi mempunyai banyak cabang.. Contoh yang mudah dihafal adalah anatomi atau cabang ilmu biologi yang mempelajari struktur organ dalam makhluk hidup. Begitu juga dengan yang lainnya. 

Saya mengenal biologi sebenarnya sudah sejak kelas tiga sekolah dasar, sejak saya masih giat-giatnya bermain, dan sejak biologi masih sebagai ilmu pengetahuan alam yang dikompilasikan dengan fisika. Langsung maupun tidak langsung, ternyata biologi bisa saya rasakan sejak itu, ketika kerja bakti sekolah yang dilaksanakan setiap minggunya. Sebenarnya saya belum paham pada waktu itu. Tetapi, rutinitas sekolah yang membagi-bagikan susu Ultra dengan berbagai rasa dan penerapan pola lingkungan bersih di sekolah mengundang rasa heran saya. Tetapi waktu itu belum ada pemikiran cerdas untuk menelusurinya, karena saya juga masih SD.


Sebenarnya biologi sering kita pakai sehari-hari, seperti sistem digesti yang mempunyai alur khusus sehingga zat makanan yang kita makan bisa menjadi energi. Itulah sebabnya mebngapa biologi menjadi suatu ilmu pasti yang penerapannya sangat luas sekali. Pada waktu  saya masih duduk di SMP, saya pernah melakukan praktikum tentang respirasi tumbuhan yang memakai tanaman Hydrilla. Tetapi, karena tanaman tersebut susah didapat maka lumut kolam yang ada di halaman sekolah pun jadi penggantinya. Pada praktikum yang lain juga, saya pernah mengamati pigmen warna daun tanaman-tanaman yang warna daunnya selain hijau. Ternyata asyik sekali karena prosesnya bisa memberikan kesan tersendiri.

Lalu, ini masih ada kaitannya dengan praktikum SMP. Pada saat itu, kami mendapat materi tentang protozoa dan disuruh mengamati langsung melalui kaca ajaib, alias mikroskop yang ditemukan oleh Antonie van Leeuwenhoek dari Belanda. Entah bagaimana asal kejadiannya, ternyata air yang berasal dari rendaman jerami mengandung protozoa atau hewan-hewan kecil yang bergerak bebas sana-sini. Kalau dipikir-pikir bentuknya seperti kutu air. Selain itu kami juga disuruh menggambarnya untuk pengamatan biologi. Jelas saja timbul rasa ketertarikan kami pada biologi.

Pada lain waktu ketika uji zat makanan, saya melakukan kesalahan besar yang menyebabkan kerugian material. Ketika kami meneliti kandungan amilim dengan larutan lugol, secara tidak sengaja saya menumpahkan larutan lugol sebotol tersebut ke meja. Pertama, saya sangat panik karena Bu Ery selaku guru praktikum saya juga mengetahui kejadian naas tersebut. Apa yang terjadi teman ? Ternyata cat plitur meja menjadi pudar karena tumpahan lugol tadi, mungkin sampai sekarang lagi. Tetapi itu sebuah pengalaman lucu saya yang tidak bisa dilupakan. Saya justru tertantang untuk belajar biologi.

Nah, pada waktu ujiak praktek untuk kelulusan juga, saya harus menghafal macam-macam tulang pada rangka manusia satu per satu. Mulai dari kranium sampai metatarsal harus saya hafal dan pahami. Bukan hanya tulang, tetapi organ respirasi, digesti, ekskresi, sirkulasi, dan lain-lain juga diujikan. Saya dan teman-teman pada hari itu sangat tertantang untuk mencoba. Hal itu justru membekas di hati saya sampai saat ini. Hal lain yang menjadi kesan indah yaitu pada saat kam mencoba mengamati kehidupan alam. Kami diberi tugas untuk mengamati kehidupan pada ekosisten tertentu dengan ketentuan hanya pada satu kali satu meter luasnya. Alangkah beruntungnya saya ketika menemukan lokasi yang cocok dan ada sebuah rantai makanannya. Mulai dari semut, cacing, belalang, daun, dan siput. Sungguh, selain kita  belajar tentang alam, juga bisa menghayati anugerah Tuhan yang begitu melimpah ruah, tidak ada yang menyaingi.

Dalam kehidupan sehari-hari saya, biologi banyak sekali penerapannya. Seperti, sapi di kandang saya yang waktu tidak makan mulutnya seperti makan terus. Awalnya saya tahu sebabnya hanya karena sapi termasuk herbivora. Tetapi, setelah saya pelajari di bangku SMA ini, sapi termasuk hewan yang memamah biak. Ada lagi tentang pengaruh pemberian makan pada itik saya. Dari awalnya yang tidak diberi rangsum sampai diberi rangsum berupa ikan-ikan teri yang bisa memacu makan dan meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan. Itu sangat menarik sekali.

Di sisi lain, biologi sebagai salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa yang memilih jurusan IPA juga memberikan kontribusi yang positif. Terbukti, banyak teman saya yang menyukai pelajaran biologi, termasuk saya karena mudah dipahami meskipun harus menghafal teori-teori yang begitu banyak. Pembelajaran biologi di sekolahan saya juga fun and enjoy karena sering melakukan pengamatan di luar kelas sehingga para siswa tidak merasa jenuh. Ditambah lagi dengan praktikum yang rutin dilaksanakan meliputi anatomi, uji makanan, dan yang lain.

Praktikum yang membuat saya berkesan adalah ketika kami mengamati struktur jamur pada tempe. Dengan perbesaran mikroskop, sangant indah sekali. Di lain sisi saya juga bisa merasakan manfaat dan keunggulan ilmu biologi yang pasti diterapkan pada kehidupan sehari-hari karena belajar biologi sangat asyik dan menyenangkan dari pada belajar fisika dan kimia. Memang dengan belajar biologi pengetahuan saya tentang alam bisa bertambah sekaligus menambah penghayatan kita untuk menikmati alam sebagai anugerah Tuhan.

Untuk jenjang SMA ini, saya sedang menggeluti biologi, khususnya melalui ekstrakurikuler KIR yaitu Smada Science Club (SSC). Dari sinilah saya dapat belajar sekaligus melakukan penelitian alam yang dapat memudahkan saya memahami apa itu biologi. Hal ini ingin terus saya kembangkan, khususnya untuk pemilihan jurusan kuliah saya nanti. Kesimpulannya, belajar biologi itu asyik dan menyenangkan karena kita dapat belajar tentang alam ini.

Artikel merupakan naskah penulis ketika SMA

Minggu, 20 Januari 2013

Hari Pertama di Jakarta : National Youth Conference 2013

Kereta Progo tujuan Pasar Senen, Jakarta Pusat segera berangkat. Saya bersama seorang teman mempercepat langkah menuju kereta ekonomi agar tidak ketinggalan. Kebetulan, kami mendapat nomor kursi 19, pasti di gerbong depan. Benar saja, ternyata di gerbong depan, hampir di kursi depan sendiri. Sore itu, saya bernecana menuju Jakarta, bukan untuk main-main tapi ada acara agak pentimg,hehehe :D

Senja Kota Jogja mengawali keberangkatan kereta ekonomi berwarna kuning itu. Saya duduk berhadapan dengan penumpang lain, maklum kelas ekonomi, antara 3 penumpang saling berhadapan dengan 3 penumpang yang lain. Kereta itu perlahan melaju, menyusuri jarak meninggalkan Kota Jogja. Dalam perjalanan, terlihat pemandangan yang beraneka ragam, mulai dari hijaunya sawah, ramaianya jalan, sampai pemukiman kumuh di pinggir rel kereta. Maklum saja, itu wajat dijumpai di sepanjang lintasan kereta api. Perjalanan berlanjut, kira-kira kami melewati Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta nantinya. Menurut jadwal, kereta mungil ini akan sampai di stasiun Pasar Senen sekitar Pkl 02.00 WIB.

Suasana di dalam kereta nano-nano, mengapa ? Sekali lagi, maklum saja kereta ekonomi. Banyak di sini yang membawa barang-barang pribadi, entah itu oleh-oleh atau sekadar barang nggak jelas apa itu. Kereta ekonomi itu keretanya rakyat banget dah pokoknya. Suhu panas pun tak bisa lepas di malam itu. Meski ada AC (air cendela) tetapi tidak terlalu ngefek. Meski ada hujan juga sebentar, sama aja. Saya hanya melihat orang-orang di dalam kereta tertidur karena menahan panas, atau karena memang ngantuk beneran.

Sementara itu, saya sejak masuk kereta tadi sudah memegang novel "Desau Angin Mastricht" novel yang emang harus segera khatam. Yang benar saja, saya bisa khatam pas baca di kereta malahan,hehehe. Kira-kira jam 9 malam saya bisa paham betul cerita si Arin sebagai tokoh utamanya. Waktu pun semakin malam, kira-kira Pkl 02.00 kereta sudah memasuki wilayah Jakarta. Dalam diri saya agak khawatir sih karena isu Jakarta masih banjir parah. Tapi, ternyata sampai di stasiun Jatinegara tidak ada air yang tergenang, hehehe, lha banjirnya nggak di situ kok :p

Alhamdulillah, sekitar jam 03.00 kami sampai di stasiun Pasar Senen, dari namanya saja Senen, pasti hanya buka pas hari Senin saja, ya nggak lah :p Setelah keretanya berhenti, kami turun dan menuju pintu keluar, eh ada masnya yang tadi di depan saya, apa hubungannya ? :p Kami keluar dan memutuskan untuk naik bajai. Jakarta brooo, malem2 naik bajai :D "Bang, ke jalan pintu air 1 pasar baru dong" kata saya, 20rebu dah. Tanpa basa-basi kami diantar ke TKP, tempat paman saya ngekost. Yak, selama 2 hari ini kami numpang di lost paman. Alhamdulillah, sampai juga di jalan pintu air 1, deket halte Juanda atau stasiun KRL Juanda. Kami pun tiba di kost dengan selamat.
Di depan pintu registrasi
Ini temen saya,Ari
Oya, tadi belum saya kenalkan sobat saya ya ? Namanya Ari Herliyanto, anak FT UNY, panggil saja Ari. Kami ada acara National Youth Conference tanggal 20 di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah tadi sampai di kost paman, kami langsung naruh barang dan solat dulu. Setelah solat, saatnya tidurr, pasti capek lah.

Keesokan harinya, tepatrnya Minggu jam 5 saya bangun, langsung solat atau mandi dulu ya ? saya lupa malahan. Intinya kami bangun dan mandi pagi2, takut ketinggalan bis karena lokasi acaranya di Jaksel. Lalu, kami sarapan sama roti dan segelas susu mi*o coklat. Dan....berangkat. Kami diantar Pak lik Dar sampai ke dekat halte Juanda. Pagi itu kami mau naik bis jurusan terminal Pasar Senen. Setelah sampa sana, kami naik metro 17 sampai Manggarai dan metro 62 sampai Aula Badar Jakarta Selatan. O ya, ongkos per metro rata2 2000-2500 rupiah, lumayan terjangkau kan ? :D

Alhamdulillah sampai juga di TKP. Di depan mata saya banyak terlihat jas berwarna-warni. Itu artinya, bayak mahasiswa dari berbagai PT yang hadir pada  kesempatan kali ini. Registrasipun dumulai. Saya dan Ari segera menuju ke meja registrasi. Dengan menyerahkan letter of participant, kami mendapat beberapa fasilitas dari panitia, termasuk jaket NYC warna hitam, keren ! Di sela-sela registrasi, saya bertemu teman dari Jogja, Zumaro namanya. Kami kenal sejak satu kontingen di Youth Educator Regional Training bulan Desember kemarin, ternyata dia adalah volunteer acara ini :)

Setelah ketemu dengan Zumaro, eh saya ketemu abang saya, namanya Muhammad Saiful Umam dari UGM. Dia adalah abang saya, haha meski bukan kakak kandung tapi udah tak anggep kakak sendiri karena sifatnya yang dewasa,baik,nggak aneh-aneh dan patut jadi inspirator saya. Betewe, saatnya masuk ruangan aula Nurul Badar, Wow, subhanallah, di dalam aula banyak banget pesertanya -___- mungkin hampir 1000 kali yak ? Beberapa menit kemudian saya dapat kenalan dari anak ITB,ITS,Telkom,UNNES,dan lain-lain, tentu seneng banget bisa nambah temen dari kampus lain :) iya kan ?




O iya sampai lupa,
National Youth Conference (NYC) dengan tema “Satu Hati, Satu Visi, Satu Aksi untuk Menginspirasi Indonesia” merupakan konferensi terbesar pemuda Indonesia pada awal tahun 2013. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak karakter pemuda Indonesia. Dengan menyatukan peserta sekitar 600 orang yang terdiri dari delegasi pemuda dari 75 kampus  di Indonesia, kegiatan ini terasa begitu menggelora. Selain dari mahasiswa, peserta NYC juga terdiri dari berbagai delegasi negara-negara dalam jaringan Youth Care. Kampus-kampus nasional yang tergabung dalam acara ini antara lain : UNY, UNSRI, UNILA, UGM, UI, ITB, UNNES, ITS, dan berbagai kampus lainnya. Dengan berbagai ide segar mengenai konsep pembinaan pemuda, konferensi ini dilaksanakan. Setiap delegasi membawa ide tersebut untuk kemudian ide-ide terbaik akan dibahas di forum sehingga hasil konferensi ini menghasilkan sebuah rumusan aksi nyata yang dapat dilakukan di Indonesia.

Pembicara konferensi ini harusnya 10 tokoh, namun sedih hanya 1 yang hadir. Setelah acara dimulai,ada motivasi dari tokoh,lalau dilanjutkan diskusi di lantai atas masjid. O ya hampir lupa, ada sesuatu yang agak kurang mengenakkan karena NYC bebarengan dengan resepsi Mas Kusnan dan Mbak Nisa, pendiri Youth Care sekaligus yang megang acar ini. So ? Kami akhirnya harus berbagi tempat dengan tamu-tamu yang akan resepsi..hehehe :D

Diskusi di lantai atas masjid itu membahas tentang follow up NYC di daerah masing2, kami kumpul region DIY. Panitia berharap agar setelah acara ini akan  ada aksi nyata dari pemuda setiap region. Kontingen Jogja kali ini agak pecah karena mayoritas dari UGM sehingga mereka membuat forum sendiri :( O ya, saya sama Ari berdiskusi dengan teman2 dari UIN Jogja dan STIKES. Ternyata asik ya, bisa kenalan sama temen kampus lain #modus. Setelah diskusi selesai, dilanjutkan dengan makan dan menuliskan kata2 inspirasi di kertas putih/poster....asiiik

Teman2, ternyata azan Dzuhur sudah berkumandang, saatnya sholat :D Sholat dimulai...dan selesai. Kemudian kami prepare buat aksi siang ini lho, ada yang tahu dimana rutenyta ? Yup betul, dari bundaran Hotel Indonesia ke Monumen Nasional :D Super sekali....yuk capcus berangkat pakai bis. Pas di dalam bus, saya ketemu anak baru lag, dari ITB mennn...namanya Mas Zaki Amirullah kalau nggak salah, orangnya kelihatan alim, berjenggot, dan ternyata sudah semester 4 -__-"

Oke deh singkat cerita kita kenalan, saya juga minta CP beliau kalo sewaktu-waktu perlu,hehehe :D Tet tottt..macet boy...Jakarta macet...
Akhirnya turun juga bis ini di bundaran HI men ???? woi ini kali pertama saya turun di sekita HI... Betewe langsung aja aksi, pake bendera Youth Care, rontek karton, dan koar-koar teriak-teriak... O ya tujuan aksi damai ini buat menumbuhkan semangat juang pemuda Indonesia lho.... :) Habis tawaf dari HI, kite nyebrang dan jalan kaki ke Monas boy ???? Hadew, kaki serasa olah raga, bahkan kayak mati rasa saking capeknya :D



Wuihhhh..kerenn...kite bisa liat kantor2 megah, bahkan bekas2 banjir Jakarta kemarennya..
Beberapa menit kemuidan sampai di depan Monas...kita orasi lagi bro, di deket Istana Negara, sayang sekali pak SBY nggak sempat ngeliat kite :( Ysudah gapapa, setelah orasi pemuda dilanjutkan foto bersama di pelataran monas,,,ini moment yang sulit dilupakan....dan akhirnya kami...say good bye :D

Saya sama Ari langsung pulang, eh tapi mampir di permainan debus dulu deh, serem....
Habis itu kite langsung pulang aja ke kost paman deket Stasiun Juanda, kite capek dan pengin segera rehat....sampai kost...mandi...makan...tidur :D

Sampai ketemu di Jakarta hari ke-2 :D 

Sabtu, 19 Januari 2013

Ini Tentang Pulau Biawak #Part 1

Perkenalkan nama saya Janu Muhammad, saya adalah salah satu orang yang beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti ekspedisi Pulau Biawak 2013. Acara ini adalah kesempatan emas setelah sebelunya saya ikut NYC 2013 dan YERT 2012. Ada yang tahu siapa yang mengadakan acara ini ? Yups, bener banget... ini acara yang diadakan oleh Ambassador of Indonesian Culture and Tourism (AICT) yang menyebut acara ini dengan Indonesia Kita#1. Oke teman-teman, berhubung dari 1566 pendaftar hanya diambil 100, maka bersyukurlah kita bisa diberi kesempatan untuk mewakili sekian peserta se-Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.  Nah, kegiatan Indonesia Kita ini merupakan launching perdana dan direncanakan akan kontinyu untuk tahun depan. Buat yang belum tahu, event ini jadinya diagendakan tgl 22-24 Februari 2013, meski sempat direncanakan bulan Januari ini. Namun karena kondisi musim hujan yang hampir puncak, maka akhirnya diundur juga.
Logo Indonesia Kita


Perlu kita ketahui juga, dari kita untuk Indonesia kita adalah suatu gerakan untuk melihat kembali keindahan pariwisata #Indonesiakita yang belum banyak dilihat banyak orang. Begitu banyak objek pariwisata di negara #indonesiakita yang belum diketahui oleh masyarakat kita sendiri. Gerakan ini bukan hanya sekedar bertamasya atau jalan-jalan atau menikmati pariwisata tetapi kita akan terjun langsung berinteraksi dengan warga yang tinggal disana belajar dan berbagi disana sesuai dengan passion yang teman-teman miliki dan sukai mulai dari pendidikan, kewirausahaan, kesehatan, kepemimpinan, budaya sampai lingkungan untuk menciptakan objek pariwisata #indonesiakita yang lebih kreatif dan berdaya guna.

 Output program
1. Kita bisa memperlihatkan kalau Indonesia memiliki sumber objek wisata yang lainnya.
2. Memberdayakan masyarakat disekitar objek wisata tersebut.
3. Menjadikan objek wisata tersebut semakin kreatif dan mempunyai brand masing-masing
4. Membantu menyelesaikan masalah masyarakat disekitar objek tersebut.

Perlu diingat keadaan Pulau Biawak adalah seperti ini:
1. Akses dari Pelabuhan Karangsong dapat ditempuh ± 4 jam.
2. Tidak ada signal operator seluler.
3. Tidak ada listrik, hanya memakai sumber listrik dari diesel yang dioperasikan dari pukul 18.00-06.00.
4. Tidak ada tempat perbelanjaan, jadi para peserta harus membawa bekal (cemilan, keperluan obat-obatan, dsb.) selama kegiatan berlangsung.

Baiklah teman, biar tidak berpanjang lebar, yuk kita cek lebih dekat tentang prrofil Pulau Biawak. Info ini saya share dari http://indonesiaindonesia.com/f/100166-berlibur-pulau-biawak-jawa-barat/ dan beberapa pengetahuan saya tentang Pulau Biawak, semoga bisa semakin membuka mata kita :D

 Gambar 1. Pulau Biawak

Pulau Biawak, begitu banyak orang menyapa. Pulau yang banyak dihuni oleh biawak ini terletak sekitar + 40 km dari Indramayu, Jawa Barat memang masih banyak yang kurang tahu keberadaannya. Selain memang aksesnya yang cukup sulit yaitu sekitar 4-5 jam perjalanan menggunakan perahu kecil (kapasitas 10-13 orang) dari Desa Brondong, Indramayu.
Untuk pergi ke Pulau Biawak ini sebaiknya berangkat beramai-ramai, selain memang akan lebih seru, budget yang dikeluarkan pun akan lebih ringan, karena bisa sharing untuk sewa perahunya.
 

Gambar 2. Seekor Biawak

Sesungguhnya nama pulau tersebut adalag Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya.

Selain disebut sebagai pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis. Pulau itu memiliki pesona wisata yang unik, karena karangnya yang masih 'perawan ' dan hidup. Di antara keempat pulau itu, hanya Pulau Biawak yang masih utuh dalam segalanya. Sedangkan tiga pulau lainnya hanya berupa hamparan pulau karang semata. Pulau Gosong, misalnya, kondisinya rusak karena jutaan meter kubik material karangnya diambil untuk pengurukan lokasi kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan.
 
Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Hingga kini, bangunan itu masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Melihat usia bangunan tersebut, mercusuar itu diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.
Gambar 3. Mercusuar di Pulau Biawak

 

Gambar 4. Gerbang Masuk Salah Satu Dusun

AKTIVITAS & LOKASI MENARIK
 

Berenang dan Snorkling
Pantai di sekitaran Pulau Biawak yang masih asri menyungguhkan pemandangan bawah laut yang tidak kalah bagusnya dengan ujung kulon, dan memang tidak disangka di pantai utara pulau Jawa ini memiliki trumbu karang yang cantik-cantik & melihat sekawanan ikan-ikan yang berenang bergerombol memberikan sensasi yang menyenangkan, lokasi yang terbaik untuk snorkling adalah di sebelah kiri dermaga. Hati-hati yaa berenang di sekitaran pantai menjelang matahari terbenam karena tidak jarang ada biawak yang ikut berenang juga heheeee?.



Gambar 5. Aktivitas Snorkling


Pulau Gosong


Selain bersnorkling ria di kawasan dermaga pulau biawak, ada lokasi lain yang bisa dijadikan tempat alternatif yaitu di sekitaran pulau gosong, untuk mencapainya membutuhkan waktu 30 menit perjalanan dari Pulau Biawak dengan menggunakan perahu kecil
Pulau Gosong ini berukuran sangat kecil dan sepertinya semakin terkikis oleh air laut. Sayang sekali trumbu karang disekitaran pulau gosong ini sudah banyak yang hancur dan terdapat banyak sekali bulu babi, sehingga bukan lokasi yang pas untuk snorkling.
Biawak (Varanus Salvator)


Gambar 6. Monster Biawak, hehehe

Jika diperhatikan bentuk biawak dan gerak geriknya mengingatkan saya dengan reptil yang ada di Pulau Komodo, hanya saja ukurannya yang lebih kecil, meskipun panjang biawak ada yang mencapai 1,5 meter. Biasanya biawak akan menghindar masuk kedalam hutan apabila di daerah dermaga banyak orang, untuk memancingnya keluar adalah dengan memberikan umpan ikan segar yang merupakan makanan favoritnya. 


Mercusuar dan
Hutan


Wisata lain yang disuguhkan di pulau biawak adalah mercusuar bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1872 oleh ZM Willem. Untuk naik ke atas mercusuar harus berhati-hati karena kondisi tangga yang sudah berkarat dengan lingkaran yang curam dan agak licin karena tetesan air hujan. Begitu tiba di atas pemandangan landscape yang indah, dengan latar dermaga, garis pantai - laut, dan kawasan hutan bakau menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise. Di hutan belakang mercusuar terdapat kuburan belanda, di jalan menuju kesana banyak nyamuk, jadi jangan lupa gunakan lotion anti nyamuknya. Hutan bakau dan pinus serta rawa yang sangat lebat menutup semua jalur untuk trecking, saya menemukan sumur tua yang konon dipercaya sebagai tempat mandinya ratu biawak.


http://hikmiku.files.wordpress.com/2011/07/menara-pulau-biawak1.jpg
Gambar 7. Mercusuar dan Hutan di Sekitarnya

MAKANAN


Di Pulau ini tidak terdapat warung atau rumah makan, karena memang fasilitasnya terbatas, tapi tidak perlu khawatir untuk ketersediaan makanan selama berlibur di Pulau Biawak, kita bisa mengatur untuk disediakan makanan oleh ABK kapal dengan tambahan biaya tentunya. Eiiits? jangan salah walaupun masakannya sederhana tapi rasanya Enak!
Mungkin ini dulu deh yang buat postingan#1 ini, mau tahu banget tentang Pulau Biawak ??? Tunggu postingan selanjutnya yah teman. Hope you still faithfull

Thank you ^_^

Senin, 14 Januari 2013

Share Info Lomba Nulis Januari-Februari

Ada beberapa lomba yang bisa kita ikuti bulan Januari-Februari ini, lets check out :D

 yang paling atas ini dari Amfibi ITS, buka websitenya ya :D




Ada juga yang kedua ini buat yang minat wirausaha :D

Kalau yang ini dari MITI, hibah 5jt :D mmaf gambar memang blur :D

Minggu, 13 Januari 2013

Study in Holland

Jadi ceritanya begini, saya mau posting video tentang studi di Belanda ya :) insyaAllah akan memotivasi kita-kita :D

video

Betewe, sudah lihat videonya ? Bagaimana menurut teman-teman ? Keren ya ? hihi, semoga kita bisa meraih impian kita masing-masing :D Aamiin



Sabtu, 12 Januari 2013

TIPS MUDAH MEMBUAT PASSPORT

Ceritanya begini, saya itu mau membuat passport untuk pertama kali. Kenapa ? Saya membuat passport pada awalnya untuk syarat pengajuan lamaran ASEAN Youth Camp di Thailand bersama tim saya dari UNY. Dari 10 orang dalam tim, empat orang diantaranya ternyata belum punya passport, termasuk saya. Mari kita mulai ceritanya...
 
Saya sebenarnya agak lupa tentang runtutan ceritanya, maaf ya kalau ada yg salah pas tanggalnya, hehe. Kamis sore itu, tanggal 27 Desember 2012 saya diminta teman saya Pebri Nurhayati untuk segera membuat passport. Passport adalah semacam KTP kita jika ingin berkunjung ke negara lain, atau semacam identitas internasional :p Keputusan saya membuat passport bukan tanpa alasan. Saya punya mimpi belajar ke luar negeri, Belanda !


Saya mengambil uang dulu di bank BPD, kebetulan beasiswa PPA terakhir saya tahun ini sudah cair. Setelah dari bank, saya meluncur ke jalan Solo. Ya, di jalan Solo sebelum bandara Adisutjipto itulah Kantor Imigrasi Wilayah I DIY berdiri. Saya kira2 jam 14.30 sampai lokasi. Deskripsi lokasi : Sekitar jalan Solo, sebelum bandara, selatan jalan, gedung warna biru 2 lantai, dan tidak terlalu besar.





#TIPS 1 -> Tahu alamat kantor imigrasi dengan jelas, syukur2 sempat gugling jika Anda bukan asli jogja

Saya kemudian masuk, saya bertanya kepada petugas, ternyata kantor sudah tutup. Saya hanya bisa melihat lalu lalang orang yang kebanyakan membawa map berwarna kuning. Saya bertanya bertanya kepada petugas di mana saya bisa mendapatkan barang itu. Jawabannya : di basement bawah, di fotokopian. Ternyata bapak itu juga memberi saya secarik kertas putih berisi syarat2 pengajuan passpor.


#TIPS 2 -> Jangan malu bertanya kepada petugas
#TIPS 3 -> Anda harus mendapatkan syarat2 passpor dari petugas receptionost dan mendapatkan map kuning berisi formulir di fotokopian lantai bawah, harga : Rp 5.000

Setelah mendapatkan syarat2nya dan map kuning tadi, akhirnya saya cabut untuk pulang.
Tiba-tiba saya dapat sms dari Ebi, bisa kumpul tim gak ? Akhirnya saya putuskan ke kampus deh...di UPPL Utara Masmuja UNY. Di sana, saya ketemu sama teman2 se tim, meski hanya beberapa sih. Hari Jumat tgl 28 besok, kami berencana ke kantor imigrasi untuk mengajukan berkas. Sebelumnya, saya sudah memberi tahu ke teman2 tentang syaratnya tadi.

#TIPS 4 -> Berbagilah informasi kepada teman2 Anda 

Jumat, 28 Desember 2012 kami ke kantor imigrasi, meski saya agak telat masuk. Saya mendapatkan nomor 35 sedangkan teman2 saya yg lain dapat nomor 40an karena harus ngisi berkas formulir dulu.

#TIPS 5 -> Isi formulir di map kuning dan siapkan berkas2 persyaratan seperti FC KTP, Ijazah, KK, dan yg lainnya dengan benar agar waktunya efektif.

Suasana tempat itu sangat ramai, ada yang tua, muda, bahkan anak2. Mungkin mereka kebanyakan akan ke luar negeri, haji, studi, travelling, dan lain-lain. Kantor imigrasi jogja ada dua lantai, lantai 1 untuk pelayana dan lantai 2 saya nggak tahu fungsinya. Detik demi detik berjalan, saya, mbak Tika, mbak Arum setia menunggu, sementara itu mas Widodo pergi keluar duluan karena ada agenda penting. Di sela2 antre, di depan saya ada mbak2 yg juga mau apply tapi dapat nomor antre jauh. Niatnya kami mau dijadikan satu aja berkasnya lalu pakai nomor antrean saya, eh ternyata tidak boleh nitip, satu orang satu berkas.

#TIPS 6 -> Budayakan antre dengan tertib dan sabar

Akhirnya nomor saya dipanggil, saya maju di loket 11 dan menyerahkan segala persyaratan. Ada yang kurang, akata petugas. Saya belum menyertakan surat rekomendasi pembuatan passpor dari kampus. Wah.... Saya diminta datang lagi tol 4 Januari 2013 (kalau tidak salah) dengan membawa surat rekomendasi dari kampus. Oke, saya putuskan pulang untuk segera membuat surat itu. Sorenya, saya berencana membuatnya, tapi ternyata Pak Agus (petugas rektorat) sudah pulang dan baru bisa ditemui tgl 2.


#TIPS 7 -> Turuti permintaan petugas imigrasi tentang segala persyaratannya

PERSYARATAN PENGAJUAN PASPOR BARU/PENGGANTIAN (plus FC 1x) :
-          KTP yang masih berlaku
-          Kartu Keluarga
-          Akta Lahir/Ijazah
-          Surat Nikah/akta perkawinan (ada tanggal lahir)
- Surat rekomendasi pembuatan paspor bagi PNS/Karyawan swasta/Mahasiswa/TNI/POLRI/Guru/Dosen)
-          Sura keterangan pensiun
-          Bukti kewarganegaraan Indonesia
-          Surat keputusan ganti nama
-          Bukti pelaut, PKL, Crew list bagi pemohon ABK
-          Surat rekomendasi dari PJTKI bagi pemohon CTKI
-   Surat rekomendasi dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi bagi pemohon CTKI
-          SPRI/Paspor lama
UNTUK USIA DI BAWAH 17 TAHUN :
-          KTP kedua orang tua
-          Kart Keluarga
-          Akte lahir anak
-        Surat nikah orang tua/penetapan hak asuh anak dari pengadilan bagi orang tua yg  sudah  cerai
-          Surat pernyataan orang tua
-          Rekomendasi dari sekolah
-          Fotokopi paspor orang tua

Sore harinya pula saya beserta teman2 lembur di rektorat untuk menyelesaikan berkas yang harus dikirim. Sementara itu nomor passpor saya masih kosong.
Tahun pun berganti dengan sebuah penantian panjang, di sela2 belajar persiapan UAS, banyak pemikiran baru yg muncul di benak ini. Banyak orang2 super yang bersemangat untuk aktif berkontribusi lewat lomba, konferensi, maupun lainnya. Refleksi bodoh saya mengatakan : lembaran malas tahun 2012 akan di tutup dan tergantikan dengan lembaran semangat tahun 2013. Saya pasti bisa mencapai mimpi itu !

Tiba saatnya tanggal 2 !!!!!
Tanggal dua akhirnya datang, ujian semester pun dimulai. Hari itu saya menemui petugas kantor internasional UNY atas saran Pak Agus. Di sana saya bertemu dengan bu Yusri dan memohon dibuatkan surat rekomendasi untuk berempat. Alhamdulillah sekitar setengah 4 sore sudah jadi. Saya ambil dan ingin segera langsung saya serahkan teman2, kami bertemu di UPPL lagi. Ternyata ketemuannya malah nggak singkat, ternyata banyak cerita tentang pengalaman ke luar negeri dari mbak2nya :D

#TIPS 8 -> Banyak lah diskusi dengan senior tentang cara maupun pengalaman ke luar negeri, percayalah bahwa passpor itu akan terpakai suatu saat nanti

Hari sudah sore, saya pun pulang. Nah, saya kembali lagi mau ke kantor hari Jumat depan...

Hari Jumat, 4 Januari telah tiba, saya ke kantor imigrasi untuk diminta membayar biaya passpor, foto, dan wawancara. Mekanismenya begini : ambil nomor antrean di petugas resepsionis, tunggu di loket pembayaran sebelah utara. Alhamdulillahnya saya dapat nomor 13, lumayan nggak lama. Petugas pembayaran akan memanggil setiap 10 urutan. Kita diminta menyerahkan secari kertas putih yang dikasih pas kemarin menyerahkan berkas. Persiapkan uang anda Rp 255.000, saya nggak terlalu uang segitu buat apa aja yang jelas nominalnya hampir sama tiap tahun. 
 
Saudara Janu Muhammad...eh sudah dipanggil. Saya bayar sesuai ketentuan dan diberi kuitansi putih yang nanti bisa digunakan untuk antre foto atau wawancara. Btw, jam sudah menunjukkan Pkl 08.55 padahal saya ujian jam 09.00. Saya saat itu sempat bingung harus gimana, boleh atau nggak jika fotonya besok ? Saya pun bertanya ke petugas, ternyata boleh, dan justru disarankan besok daripada nanti harus balik karena sudah siang dan jam di hari jumat lebih pendek katanya.

#TIPS 9 -> Sesi foto+wawancara boleh dilakukan di hari lain jika Anda ternyata ada acara yang mendesak.

Hari Senin tanggal 7 pun tiba, bertepatan kepada 20 tahun usia saya, saya ke kantor imigrasi itu ke-4 kalinya :D

Hari itu emang beda, sepertinya saya mulai paham rutinitas di sana. Saya masuk tanpa nomor antrean karena bisa langsung foto dan wawancara.

#TIPS 10 -> Datanglah lebih awal agar bisa langsung dilayani, kantor buka mulai jam 8.

Saya masuk duluan ke ruang foto dan menjelaskan kalau saya kemarin belum bisa foto langsung. Persiapkan penampilan teman2 ketika mau foto karena mau dipasang di passpor nanti :p Tapi nggak boleh narsis ya, dikit aja mungkin boleh :D
Setelah foto...akhirnya wawancara, ruangannya di sebelah ruang foto.

#TIPS 11 -> Posisi ruang pembayaran di sebelah barat, kemudian di timurnya ada ruang foto,dan timurnya lagi ruang wawancara.

Saya diwawancarai oleh mbak2, asih orangnya. Ya, ternyata nggak nyangka itu namanya wawancara, ditanyakan maksud kenapa membuat passpor dan untuk apa tujuannya. Saya jawab saja, insya allah passpor itu akan saya gunakan segera J
Setelah wawancara selesai, seneng banget..lega...
Saya diberi secarik kertas putih untuk mengambil passpor pada Hari Jumat 11 Januari 2013. 

#TIPS 12 -> Wwancara dan foto tidak memakan waktu lama kok jika datang pagi2


Dannnnnnnnn.....tanggal 11 datang juga. Setelah penantian yang panjang #opo jal. Dan disertai dengan doa....akhirnya saya kembali ke kantor imigrasi yang ke-5 kalinya :D
Saya berdoa agar hari ini sudah kelar karena saya harus segera lengupload scan passpor itu ke HUWISU untuk Summer School di Jerman. Alhamdulillah, hari kemarin ini saya mendapat passpor baru, warna hijau, 48 lembar, di sampul bertuliskan : PASPOR REPUBLIK INDONESIA.
Pada halaman awal bertuliskan Identitas Pemilik Papor, halaman dua isinya pengesahan dari kantor imigrasi, dan halaman berikutnya berupa lembaran isi paspor. Alhamdulillah, Allah memudahkan saya mengurus paspor ini sejak tanggal 27 Desember 2012-11 Januari 2013, sekitar 16 hari. Sebenarnya bisa lebih awal lho jadinya kalau kita fokus dan bener2 punya waktu luang :D

#TIPS 13 -> Paspor akan jadi setelah melalui beberapa tahap administrasi

Lalu, bagaimana dengan nasib paspor ini selanjutnya ? 

Meski ternyata kami belum lolos AYC 2013, saya insya allah akan menggunakan paspor ini. Aamiin