Ged a Widget

Sabtu, 30 November 2013

Lima Belas Tim yang Menginspirasi


Perjalanan menuju AIC 2013 semakin membuat saya semangat. Kereta Pasundan menghentikan langkahnya di Stasiun Surabaya Gubeng Lama pada Pkl 20.00 WIB. Di sana sudah ada Caka, panitia yang bertugas menjemput peserta. Saya sama Akhsin naik mobil bersama kontingen dari UGM. Kami segera menuju asrama haji Surabaya, tempat di mana selama 4 hari ke depan kami berteduh. 



Sesampainya di asrama, kami sudah disambut panitia yang stand by di loby depan, di meja registrasi. Kami tanda tangan kehadiran dan disodorkan kartu peserta AIC. Setelah itu, kami makan malam, menunggu TM susulan. Ketika TM tiba, beberapa pertanyaan muncul, salah satunya adalah tentang pengumpulan slide presentasi. Ternyata harus dikumpulkan maksimal Pkl 23.00 WIB, padahal saya sama Akhsin belum membuatnya 100%. Sontak kami langsung menuju masjid u untuk sholat dulu, dilanjutkan dengan pembuatan ppt. Sekitar pas Pkl 23.00 WIB kami menyerahkan hasil ppt ke panitia dan langsung menuju kamar 118 dan 119.
Saya menempati kamar 118, di sini ada mas Andry dari UNHAS, mas Ghufran dari UGM, mas Andika dari UNDIP, dan mas Aris dari UNAIR. Saya disampbut dengan hangat oleh teman-teman di sini. Kami langsung berkenalan satu sama lain. Beberapa menit kemudian, kami pun terlelap untuk mengistirahatkan diri. Namun, Andika masih saja sibuk dengan persiapan timnya untuk presentasi besok.



Jumat, 29 November 2013 menjadi hari yang bersejarah. Kami hari ini siap menuju aula Rumah Sakit Penyakit Tropik dan Infeksi Universitas Airlangga untuk pembukaan The 3rd Airlangga Ideas Competition. Pada acara pembukaan, diberikan sambutan dari ketua panitia, pembina UKM Penalaran, dan WR I UNAIR. Ternyata, UKMP di sini sudah berusia 22 tahun, saya kira sudah cukup dewasa. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan presentasi karya tulis mahasiswa dan siswa. Bagi yang mahasiswa tetap berada di tempat, bagi yang siswa di aula student center.
Sekitar Pkl 09.00 WIB kami memulai presentasi karya tulis. Ada 15 tim yang akan menginspirasi, mulai dari tim UNY, UGM, UNDIP, IPB, UNEJ, UNS, UNAIR, UNHAS, UNM, UNBRAW, UAD, dan Poltekes Surakarta. Jika dilihat dari kualitasnya, tidak bisa diragukan lagi. Ke-15 tim ini adalah tim terbaik dari 154 tim yang mengirimkan karya tulis. Nantinya,akan dipilih 6 besar tim terbaik yang akan menyandang gelar jawara. Ketiga dewan jurinya adalah Pak Imron, Pak Purwo, dan Bu Riri. Ketiganya merupakan orang yang sanfat kometen dengan bidang ketahanan pangan, pertanian, maupun kebijakan. 



Sistem presentasi adalah melalui undian. Undian pertama diambil oleh dewan juri dan undian berikutnya diambil oleh peserta sebelumnya yang akan tampil. Universitas Brawijaya mendapatkan undian pertama yang mempresentasikan karyanya selama 10 menit dilanjutkan Tanya jawab 10 menit. Selamat ! Mereka mempresentasikan karya tulis dengan judul H-JEPIVIT: MODIFIKASI JELLY YANG DIPERKAYA DENGAN NANAS, KULIT PISANG, DAN JAMUR TIRAM SEBAGAI SOLUSI MALNUTRISI PENDERITA HIV BERBASIS TEKNOLOGI NANOENKAPSULASI.
Presentasi kedua dilaksanakan oleh tim dari UNHAS (timnya mas Andri teman se-kamar saya) dengan judul PERAN “PALLONTARA” SEBAGAI ASET DAERAH DALAM MENENTUKAN JADWAL TANAM DAN POLA TANAM PADI YANG TEPAT DALAM RANGKA MENJAGA STABILITAS PRODUKSI PADI DI SULAWESI SELATAN. Saya dapat ilmu baru dari karya ini. Ternyata di daerah Sulawesi Selatan masih ada saja ramalan atau prediksi cuaca dengan bantuan Pallontara atau seseorang yang mampu meramalkan cuaca dengan membaca tanda-tanda alam. Ini berhubungan dengan mata kuliah Meteorologi dan Klimatologi di kuliah semester 1 saya J
Presentasi dilanjutkan sampai urutan ke-6, lalu kami ishoma dan sholat Jumatnya di masjid FKH. Setelah sholat Jumat, kami makan dan melanjutkan presentasi. Beberapa jam kemudian….ketika harapan itu masih ada.
Tim dari UNY akhirnya maju di urutan 14, wow !!! ~~
Saya Janu Muhammad dan Akhsin Rustam Aji mempresentasikan karya berjudul “REVITALISASI KEBIJAKAN PERTANIAN KEDELAI UNTUK KETAHANAN PANGAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI AFTA 2015”. Menurut kami, ini karya yang beda dari peserta lainnya. Mengapa, memang ya dari tadi karya-karyanya berupa produk makanan sebagai diversivikasi pangan, malah ada yang sejenis PKM-K :3 Alhamdulilllah kami bisa mengangkat subtema dan judul yang berbeda. Kami lebih mengkritisi dari segi kebijakan ketahanan pangan. Waktu presentasi pun berjalan, kami menyampaikannya dengan setulus hati meski waktu 10 menit membatasi. Kemudian komentar dawn juri, bla bla blab la. Challenges, inspriring deh ! Kami sudah berusaha maksimal untuk menyampaikan gagasan ini agar sampai di hati hadirin.


Setelah semua peserta presentasi, dilanjutkan ada meet and judge oleh dewan juri. Pasti bakalan dapat banyak masukan lho, apalagi dari juri yang ibu-ibu itu :3 Sore harinya setelah acara di aula selesai, kami pulang ke asrama. Malam harinya, singkat cerita ya, kami mengikuti gala dinner di Pantai Sea Food, semacam rumah makan di dekat asrama. Malam itu juga yang menjadi moment kebersamaan para finalis, panitia, juri, maupun dari UKMP UNAIR. Pada malam itu kami bisa saling bercanda. Batin saya mengatakan “Ternyata saya bersama orang-orang hebat di sini, dengan segudang prestasi dan inovasi. Mereka adalah mahasiswa terbaik dari kampusnya. Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah atas nikmat ini”. Pada kesempatan itu pula saya menyampaikan salam hangat dari Yogyakarta untuk para peserta AIC dan tentunya untuk kota Surabaya. Lega rasanya malam itu saya bisa merefleksikan diri, berdiskusi, dan tentunya mengambil inspirasi dari orang-orang di sini. Sampai akhirnya kami kembali ke asrama sekitar Pkl 22.00 WIB. Perjalanan AIC masih panjang, hari esok telah menanti. Selamat bertemu di hari ketiga ya !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar