Ged a Widget

Rabu, 25 September 2013

AFTA 2015 : Pentingkah untuk Indonesia ?

Belum lama ini isu mahalnya harga kedelai di pasaran mencuat. Bersamaan dengan itu muncul sebuah isu hangat yang menjadi bahan perbincangan para pengambil keputusan, pemerhati ekonomi, bahkan akademisi. AFTA 2015, inilah isu yang tidak asing lagi di telingan kita. Ada yang sudah mengenal apa itu AFTA, namun banyak juga yang belum mengenalnya. Apa itu AFTA 2015 ?
ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta  menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002. Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kuantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya. Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.
Produk yang dikatagorikan dalam General Exception adalah produk-produk yang secara permanen tidak perlu dimasukkan kedalam CEPT-AFTA karena alasan keamanan nasional, keselamatan, atau kesehatan bagi manusia, binatang dan tumbuhan, serta untuk melestarikan obyek-obyek arkeologi dan budaya. Indonesia mengkatagorikan produk-produk dalam kelompok senjata dan amunisi, minuman beralkohol, dan sebagainya sebanyak 68 pos tarif sebagai General Exception. Tujuan dari AFTA sendiri yaitu : menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global, menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI), serta meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (http://www.tarif.depkeu.go.id). 



Dari gambaran di atas, seberapa penting peran AFTA 2015 untuk Indonesia ? Adakah manfaatnya ? Marilah kita kupas beberapa manfaat dengan adanya program ini. Pertama, AFTA  adalah peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia, dengan penduduk sebesar ± 500 juta dan tingkat pendapatan masyarakat yang beragam. Artinya, sangat besar peluang kita untuk memasarkan produk lokal ke luar negeri yang tentunya akan menaikkan pendapatan per kapita. Kedua, salah satu keuntungan bagi konsumen adalah ilihan konsumen atas jenis/ragam produk yang tersedia di pasar domestik semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu. Ini berarti bahwa masyarakat akan mendapatkan banyak pilihan dalam membeli barang karena banyaknya tawaran yang, baik dari dalam maupun luar negeri. Ketiga, kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN lainnya. Ini menandakan bahwa Indonesia bisa belajar dari negara lain dalam strategi perdagangannya.
Selain mempunyai manfaat (peluang), AFTA 2015 juga merupakan tantangan bagi Indonesia. Pengusaha/produsen Indonesia dituntut terus menerus dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan bisnis secara profesional guna dapat memenangkan kompetisi dari produk yang berasal dari negara anggota ASEAN lainnya baik dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun pasar negara anggota ASEAN lainnya. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah ? Sudah siapkah produsen kita yang harus bersaing dengan produsen luar negeri ? Mampukah ekonomi kerakyatan kita berkompetisi ?
Poin pentingnya adalah : AFTA 2015 itu penting bagi Indonesia. Hal wajib yang perlu kita persiapkan saat ini adalah penstabilan harga produk dalam negeri, penguatan sektor ekonomi kerakyatan, dan perlunya ‘mental’ untuk berkompetisi secara sehat agar ekonomi Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri yang secara bebas masuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar