Ged a Widget

Selasa, 27 Agustus 2013

Negeriku Bukan Negeri Biasa

Indonesia, satu kata yang terucap ketika ada pertanyaan “Negara mana yang mempunyai pulau terbanyak di dunia?”. Indonesia, Negara yang memiliki banyak sekali kekayaan melimpah dari ujung Pulau We sampai ujung Pulau Irian. Semua kekayaan alam ada di sini, di negeri tropis dengan zamrud khatulistiwa. Ya, negeri tempat tinggalku ini memang sangat kaya dan kita patut berterimakasih kepada Tuhan karena terlahir di bumi nusantara ini.
Namaku Janu, aku putra asli Kabupaten Sleman, sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Aku terlahir di Sleman, dibesarkan di sini, dan sampai sekarang menetap di sini. Bersyukurlah aku karena hidup berdampingan dengan alam serta ditemani suasana pedesaan. Saat ini aku tinggal di Dusun Ngemplak, Caturharjo, Sleman, sebuah dusun sederhana namun memiliki potensi yang luar biasa. Di dusunku terdapat area sawah yang luas, dengan tanaman padi yang hijau membentang mengelilingi dusunku. Aneka jenis sayuran bisa tumbuh di sini, seperti kata nenekku “Semua yang tertanam akan tumbuh subur dan tinggal dinikmati.” 
 

Betapa bersyukurnya aku, bisa hidup di negeri yang sungguh luar biasa ini. Aku bersyukur bisa hidup di tengah masyarakat yang pandai bertoleransi, di negeriku ini sungguh sangat multicultural. Agama tidak hanya satu macam, namun kami hanya boleh memeluk satu saja. Banyak suku dan etnis yang hidup berdampingan di sini, kami terlihat damai tanpa saling mencurigai. Negeriku ini sungguh sangat kaya, mempunyai pemuda dan para pendahulu yang gigih memperjuangkan kemerdekaan. Negeriku ini memang mudah untuk bersatu, bersatu melawan segala penjajahan yang datang sewaktu-waktu.
Tetapi, itu semua zaman dahulu. Semua serba terbalik untuk saat ini. Serasa berputar 180 derajat dengan masa lalu. Negeriku saat ini begitu luar biasa. Luar biasa ketika melihat kemiskinan merajalela. Luar biasa ketika menghadapi berbagai bencana. Tuhan, mengapa semua jadi seperti ini ? Aku tidak tega melihat banyak pejabat korupsi, bahkan ada kabar bupati di tetangga kabupatenku masuk jeruji besi gara-gara korupsi. Sungguh, zaman telah berubah dan semuanya telah terjadi.


Pada bulan Agustus 2013 ini izinkan aku untuk berdoa untuk negeriku. Negeriku kini sudah berusia 68 tahun, usia yang sudah matang dan tidak muda lagi. Kami ingin sekali melihat negeriku yang luar biasa ini tersenyum kembali. Kami ingin sekali mengukir senyum itu lagi. Andai saja waktu bisa berputar ke masa lalu. Tidak ! Kami tidak boleh mengeluh, mengeluh hanya menambah rasa sedih kami. Di usia 68 tahun ini izinkan kami berusaha, berikanlah kami kekuatan untuk membangun negeri ini. Dengan pemikiran kami, dengan pergerakan kami, dengan kontribusi kami untuk Indonesia. Ya Allah, Izinkanlah kami untuk mempunyai waktu lagi, untuk bersama-sama mewujudkan mimpi itu. Mewujudkan tujuan negara kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mewujudkan mimpi untuk memajukan kesejahteraan umum dengan peran kami di masa depan.
Sungguh, negeriku bukan negeri biasa, jika para warganya mau untuk berusaha. Sungguh, negeriku begitu luar biasa, jika manusia-manusia yang hidup sadar dan mampu mengolah kekayaan ini. Pada akhirnya aku yakin, kita mampu membuat Indonesia tersenyum. Pada akhirnya aku yakin mampu bermanfaat untuk dusunku. Dimulai dari waktu mahasiswa ini, kami berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia ini, sepakat ?
Dirgahayu Republik Indonesia !



Sleman, 24 Agustus 2013 Pkl 14.35

Oleh : Janu Muhammad
(Staf Departemen Riset CES Jogja)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar