Ged a Widget

Selasa, 27 Agustus 2013

Menjadi Mahasiswa Berprestasi Melalui Organisasi Mahasiswa*

Seiring berjalannya waktu istilah pemuda telah mengalami spesialisasi dengan sebutan mahasiswa, sosok yang dipandang memiliki kemampuan intelektual tinggi.1 Anggapan ini dapat dibenarkan karena untuk melakukan suatu perubahan bangsa tidak cukup dengan semangat ‘muda’ saja, namun juga harus diiringi daya intelektual tinggi dan pemikiran visioner. Sebuah gerakan perubahan maupun kemajuan bangsa rupanya tidak lepas dari peran mahasiswa yang lahir dari organisasi mahasiswa (Ormawa).
Gerakan mahasiswa melalui peran Ormawa telah menorehkan tinta emas prestasi dan karya-karya besarnya. Ormawa yang menjadi tempat berkumpulnya para pemikir dan perumus gerakan perubahan telah menghasilkan sosok-sosok mahasiswa yang mempunyai tujuan sama, membangun Indonesia. Peran Ormawa sejatinya adalah untuk membentuk pribadi mahasiswa yang kritis dan solutif dalam upaya mengatasi permasalahn bangsa. Inilah yang melatarbelakangi perlunya keaktifan mahasiswa dalam sebuah Ormawa. Tuntutan zaman telah memaksa mahasiswa untuk bergerak dan memberikan kontribusinya untuk Indonesia. Bergabung dalam Ormawa adalah pilihan masing-masing mahasiswa. Hanya saja perlu ditekankan, bahwa bangsa ini memerlukan figur calon pemimpin masa depan. Tentu semuanya tidak menginginkan adanya mahasiswa yang apatis dan anti Ormawa. Melalui pergerakan Ormawa lah para mahasiswa diberikan bekal dan bimbingan. Sudah menjadi suatu kebutuhan, peran mahasiswa di dalam Ormawa menjadi harapan bagi kemandirian bangsa di masa depan.
Meskipun dituntut aktif dalam kegiatan Ormawa, mahasiswa perlu mengetahui bahwa tugas utamanya adalah untuk kuliah. Kuliah menjadi bagian terpenting dari proses belajar dan pendewasaan diri. Perkuliahan di kampus adalah tujuan utama setiap mahasiswa. Ada beberapa tipe mahasiswa di kampus. Pertama, tipe mahasiswa yang sangat antusias untuk kuliah namun sama sekali tidak mengikuti Ormawa. Tipe ini banyak dijumpai di kampus-kampus, sehingga terkenal dengan sebutan mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang dan kuliah pulang). Dampaknya, mahasiswa ini cenderung pasif dalam hal komunikasi dan skill organisasi. Tipe kedua adalah sosok mahasiswa yang tidak terlalu mementingkan kuliah, namun sangat mahir dan ‘perfect’ dalam urusan Ormawa. Dari segi akademik mungkin biasa-biasa saja, namun dari segi soft skillnya begitu mumpuni. Alhasil, setiap ucapan dan pemikirannya sulit diterima karena hanya sekadar perkataan belaka. Tipe ketiga, sosok mahasiswa yang berdisiplin akademik tinggi sekaligus aktif dalam kegiatan Ormawa. Inilah tipe mahasiswa idaman semua orang. Setiap pemikiran kritisnya mampu memberikan solusi dan mampu menggerakkan mahasiswa lain melalui gerakan mahasiswa. Di satu sisi, sosok mahasiswa ini mempunyai intelektual tinggi dan di sisi lain setiap gagasannya mampu menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut kepentingan publik.

Bersama Ketua UKMF SCREEN FIS UNY (Mas Asep)
Menjadi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan Ormawa, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan lain sebagainya belum lengkap rasanya jika tidak bercita-cita menjadi mahasiswa berprestasi (Mapres). Gelar Mapres tentu menjadi idaman setiap mahasiswa. Ada yang mengatakan bahwa seorang mahasiswa berprestasi identik dengan nilai IPK tinggi, bahkan sampai sempurna (IPK 4.00). Ada juga yang menganggap seorang mahasiswa berprestasi adalah ia yang selalu menyabet gelar juara LKTI, lolos PKM, maupun menjadi delegasi tingkat internasional sehingga setiap prestasinya termuat di media massa dan menjadi bahan perbincangan hangat semua orang. Seperti inikah anggapan para mahasiswa ?
Menjadi mahasiswa berprestasi tentu bisa terwujud melalui peran aktif mahasiswa dalam kegiatan Ormawa. Potensi besar mahasiswa akan berkembang, mulai dari skill kepemimpinan, kreativitas, kepenulisan, komunikasi, kepercayaan diri, dan lain sebagainya. Mahasiswa akan mengembangkan segala potensi yang ada dan diwujudkan melalui torehan program kerja yang akan bermanfaat bagi masyarakat kampus maupun di luar kampus. Prestasi mahasiswa untuk bisa bermanfaat bagi sesama manusia inilah yang menjadi kunci sebuah gelar ‘Mapres’, sedangkan predikat gelar juara lomba dan yang telah disebutkan di atas adalah jembatannya. Dengan demikian, tidak ada keraguan lagi untuk menjadi mahasiswa berprestasi melalui peran aktif di Ormawa.

Catatan kaki :
1FISE Study Center. 2010. Dari Kampus UNY untuk Indonesia Baru. Yogyakarta : Penerbit Arti.

 *Diterbitkan di Buletin Kedaulatan Mahasiswa BEM KM UNY Edisi Agustus 2013

2 komentar:

  1. Mantep mas!
    Terima kasih mas sharingnya melalui esai singkat ini :)

    BalasHapus