Ged a Widget

Kamis, 08 Agustus 2013

Hari Kemenangan Tiba

Bismillah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta'ala. Hari ini, Kamis 1 Syawal 1434 H adalah hari yang sangat dinanti-nanti, Idul Fitri. Sudah seharusnya kita bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan ini. Setelah selama sebulan berjuang di bulan Ramadhan, kini tibalah kita di bulan Syawal, bulan peningkatan iman. Kita dianjurkan dan ditekankan untuk berbahagia dan bergembira di Hari Raya

Nilai hari raya dalam pandangan Islam bukanlah semata-mata rutinitas tahunan biasa. Hari raya menjadi sangat berarti karena ia sejatinya berkaitan dengan ibadah-ibadah penting di dalam Islam. Hari raya idul fitri dirayakan setelah kaum muslimin menunaikan ibadah shaum selama satu bulan penuh, rukun Islam keempat. Dan hari raya idul adha, dirayakan kaum muslimin bersamaan dengan ibadah haji yang tengah ditunaikan oleh sebagian kaum muslimin yang telah mampu melaksanakannya, rukun Islam yang kelima.
Ibnul A’rabi, sebagaimana dalam Al Lisan, berkata, “Hari ‘ied Disebut ‘ied karena ia senantiasa kembali setiap tahun dengan kebahagian yang baru.” (dinukil dari Syarh Umdah al Fiqh, hal. 309)


Oleh karena itu, hari raya seharusnya dimaknai oleh kaum muslimin sebagai bentuk suka cita karena keutamaan dan karunia Allah, sublimasi dari kebahagiaan karena taat dan ibadah, rasa syukur yang seutuhnya karena takwa dan amal shaleh. Berbahagia karena keutamaan dan karunia Allah adalah perintah Allah ‘azza wa jalla dalam Al Qur`an:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus [10]: 58)

Selengkapnya: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/berbahagia-di-hari-raya.html

Hari ini kita bisa berkumpul bersama keluarga, bersilaturahim dan saling memaafkan. Sebuah momen spesial yang khas dan ditunggu-tunggu. Hari kemenangan ini tentunya jangan sampai membuat kita lengah, lengah terhadap godaan hawa nafsu yang telah dibebaskan kembali. Marilah kita berdoa kepada Allah, agar diberikan keistiqomahan dalam beribadah, diterima segala amal kebaikan selama Ramadhan, dan diberikan hidayah oleh Allah. 


Perlu kita waspadai, #‎KESALAHAN‬-KESALAHAN YANG BANYAK TERJADI PADA HARI RAYA

oleh : Ustad Fuad Hamzah Baraba, Lc

Berikut beberapa pelanggaran dan kesalahan yang sering terjadi pada hari raya yang dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin, hendaknya kita bisa menghindar dan menjauhi perbuatan tersebut.

Diantaranya:

1- Kebiasaan masyarakat Mengkhususkan ziyaroh kubur pada hari id, padahal Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا قبري عيداً

"Janganlah kalian jadikan kuburku sebagai tempat perayaan" HR. Abu Daud. Lihat shahih al-Jami':7226.

2- Tasyabbuh dengan orang-orang Kafir baik dalam hal pakaian ataupun dalam hal adat kebiasaan.

من تشبه بقوم فهو منهم

"Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk darinya" HR. Ahmad dll. Lihat shahih al-Jami': 6149.

3- Wanita yang menyerupai laki-laki atau laki-laki yang menyerupai wanita, dimana perbuatan ini terlaknat,

لعن الله المتشبهات من النساء بالرجال و المتشبهين من الرجال بالنساء

"Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita" HR. Abu Daud, at-Tirmidzi. Lihat shahih al-Jami':5100.

4- Ikhthilat (bercampur baur) antara laki-laki dan wanita, dan berjabat tangan dengan lain jenis, Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

"Kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahromnya). HR.ath-Thabrani, al-Baihaqi. Lihat shahih al-Jami:5045.

Dan masih banyak kesalahan-kesalahan dan pelanggaran yang lain yang masih belum kami sebutkan.

Allahu Ta'ala a'lam.

 
--Menggapai Lebaran Penuh Makna (Rodja tv)--

"Bukan baju baru yang akan usang
Bukan makanan yang akan jadi kotoran
Bukan SMS maaf-maafan yang akan dihapuskan

tapi tekad menjadi hamba yang bertaqwa
yang makin tambah kuantitas ilmu agamanya
makin berkualitas ibadahnya
makin santun dan lembut ucapannya
makin menjaga aurat dan lisannya
adalah sebenar-benar lebaran
setelah ramadhan

"taqabbalallahu minna wa minkum
shiyamana wa shiyamakum"

Sleman, 8 Agustus 2013 M-1 Syawal 1434 H

1 komentar: