Ged a Widget

Minggu, 14 Juli 2013

Arti Sebuah Perjuangan di Summer School Utrecht (Bagian 3)

Akhirnya sampai di Abu Dhabi, UEA. Kami transit untuk beberapa menit dan disambut oleh beberapa petugas keamanan. Bukan untuk diinterogasi, namun diperiksa kelengkapan dokumenya, sekali lagi wajib disiapkan. Para petugas di sini rata-rata orang timur tengah dengan logat arabnya. Sembari menunggu waktu transit selesai, saya berkeliling di bandara, bertemu dengan seorang pemuda seusia saya dari Cina kalau tidak salah. Kami berbincang-bincang, entah nyambung atau tidak yang jelas saya ‘menjajal’ bahasa Inggris saya, meski kami sama-sama ‘yes no yes no’. Sya sempat meminta tolong untuk mengambilkan gambar melalui kamera pinjaman saya, maklum belum punya kamera. Saya sempat bertanya dan merekam opini dia tentang Indonesia. Intinya, dia suka Indonesia karena keramah tamahannya, betulkah demikian ? Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Schipool Amsterdam. Saya dengan penuh kesabaran menanti hari esok, insyaAllah akan sangat indah, pertama kalinya bisa ke Eropa dan belajar ke luar negeri. Selanjutnya, saya pun beristirahat dan menanti sarapan pagi dari Garuda.
Fajar di ufuk timur pun muncul, begitu indah di atas awan. Sebentar lagi ternyata saya sampai di Amsterdam, Netherlands. Tahukah Anda bahwa Belanda menyimpan banyak cerita dan inspirasi ? Belanda yang saya lihat di awan menampakkan sector pertaniannya yang sangat teratur dan maju. Ini bisa dilihat dari hasil pertaniannya seperti gandum, sayuran, dan hasil lainnya yang berkualitas. Belanda juga dikenal dengan Negara di bawah air, ini karena wilayah Belanda memang berada di bawah air. Namun, karena inovasi yang terus berkembang, negara ini bisa mengolah air melalui kanal-kanal atau saluran, mungkin akrab dengan sebutan polder. Banyak sekali kanal di sini, ibarat saluran air yang tiada terputus. 
Alhamdulillah, akhirnya saya telah sampai di Schipool International Airport, bandara terbesar di Belanda dan terkenal di seluruh dunia. Saya bersyukur bisa sampai dengan selamat. Saya kemudian melapor diri ke bagian imigrasi dan mengambil koper sesuai nomor bagasi. Kesan pertama kali di Belanda adalah ‘keteraturan’, mulai dari system pelayanan, sistem transportasi, dan tentunya keteraturan waktu. Sesuai petunjuk yang ada di hand book, saya kemudian naik kereta menuju Utrecht Central Station (UC). Saya harus membeli tiket kereta dahulu seharga sekitar 8 Euro untuk menuju ke UC. Stasiun kereta di bawah tanah, jadi kita harus turun ke bawah dan menunggu kereta sesuai jalur yang ada. Perlu diperhatikan bahwa kereta di sini sangat tepat waktu dengan system modern, berbeda dengan di Indonesia yang mohon maaf masih selalu ‘telat’. Pelajaran yang bisa saya ambil ketika di Schipool : jangan sungkan utnuk bertanya karena orang-orang di sini sangat ramah dan mau membantu siapa saja.

bersambung....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar