Ged a Widget

Sabtu, 02 Februari 2013

Krisis Keteladanan Pemimpin Indonesia

Jam di laptop hampir menuju angka 00.00
Suasana di sini sangat sepi, sunyi, hanya desiran jangkrik dan hewan malam di luar rumah.
Hembusan angin mengalir di ruangan tamu ini.
Saya sejenak belum bisa tidur karena tadi minum kopi.
Tiba-tiba saya ingat akan membuat sedikit refleksi bodoh lagi, tentang isu hangat 'Krisis Keteladanan Pemimpin Indonesia". Ini hanya opini, tetapi berdasarkan bukti.

Ceritanya begini, media masa, elektronik, dan lainnya akhir-akhir ini banyak mengangkat berita tentang pemimpin rakyat. Saya contohkan bupati yang terlibat kasus asusila atau tentang DPRD yang juga melakukan asusila. Ini berita beneran, tanpa rekayasa.

Singkatnya, sudah tidak zamannya lagi di Indonesia ini ada pemimpin yang tanpa kasus. Mayoritas kasus korupsi dan lainnya berujung pada menurunnya kredibilitas pemimpin itu. Kalau dipikir-pikir, pasti rugi ya punya pemimpin seperti itu. Tapi kenyataanya saja, masih banyak yang berkeliaran di luar sana.

Pemimpin itu ibarat ujung tombak. Ketajamannya akan menunjukkan kualitasnya. Perang pemimpin itu sangat penting karena ia mewakili umat yang dipimpinnya. Kita lihat saja kepemimpinan Rasulullah, pada masa beliau, Islam bisa berjaya dan meluas di dunia. Itu bukan hanya karena perjuangan beliau bersama para sahabatnya, tetapi juga karena KETELADANAN !

? 


Ya, saya katakan itu sebagai sebuah keteladanan. Kenapa ? Mari kita sejenak flash back. Kalau saya bertanya begini, "Anda lebih baik diberi seribu ceramah alias teori ataukah satu contoh langsung ?"

Sudah pasti banyak yang memilih "contoh langsung", iya kan ? Ini juga yang saya rasakan saat ini. Ketika bangsa Indonesia sedang mengalami krisis moral, degradasi peran pemuda, sebenarnya bangsa ini BUTUH sosok pemimpin yang memberi contoh BAIK, baik dari sifatnya, perilakunya, maupun tutur katanya.

Analoginya, ibarat seorang guru yang baik dan cerdas, maka ia baru bisa dikatakan sukses ketika bisa membentuk generasi yang lebih cerdas darinya, betul ? Bukan malah sebaliknya,
Intinya, Indonesia baru mengalami krisis keteladanan pemimpin. Indonesia butuh pemimpin yang baik,jujur,amanah,tegas,tanggung jawab,cerdas,dan visioner.

Inilah saat yang tepat untuk para kawula muda, berkontribusi untuk negeri, entah melalui tulisan, aksi positif, pemberdayaan masyarakat, prestasi, dan lain sebagainya. Akhirnya, 1 teladan lebih baik daripada seribu nasihat.

"Jadilah pemimpin yang ketika ia mati, banyak orang yang mendoakannya."

wallahua'lam bishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar