Ged a Widget

Kamis, 14 Februari 2013

Mahasiswa Kupu-kupu ?

Fenomena yang terjadi di kampus saat ini adalah adanya mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Kecenderungan mahasiswa yang malas dan lebih banyak menghabiskan waktu di kos/rumah menyebabkan tidak tergalinya bakat dan potensi mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa. “Yang dicari oleh mahasiswa kupu-kupu itu sebenarnya apa ? Apakah hanya IPK dan nilai akademik ? Kalau memang hanya itu, amat sangat disayangkan,”Alfiana Fajarina, alumnus Farmasi UGM. Menurut Alfiana, justru dengan usia yang masih muda, mahasiswa dituntut untuk memiliki softskill atau kecakapan hidup yang banyak. “IPK tidak bisa menjamin sukses tidanya seseorang dan alangkah lebih baik jika akademik bagus dan nonakademik juga bagus,”tambahnya. Alfiana menambahkan, bahwa mengikuti organisasi ataupun UKM itu menjadi hal yang penting karena bisa membentuk mental dan kepribadian mahasiswa. Selain skill organisasinya yang didapat, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa guna menyiapkan untuk masa depan. Senada dengan pernyataan Alfiana, Muhammad Saiful Umam, mahasiswa Teknik Industri UGM mengatakan, “Karena dengan ikut UKM, kita tidak hanya mengenal teman-teman satu jurusan maupun fakultas, tapi bisa mengenal dan bekerja sama dengan temen-teman se-UGM. yang didapatkan sama seperti organisasi pada umumnya. Kita bisa mengenal karakter orang lain, melatih kerja sama, mengasah jiwa kepemimpinan, dan menggali sofa skill,” tuturnya. 

Staff ahli Bidang Penalaran WR III UNY, Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd mengatakan, “UKM merupakan salah satu bentuk komitmen UNY untuk memfasilitasi potensi mahasiswa agar lebih berkembang dan bisa menorehkan prestasi.” Menurutnya, UNY telah memberikan pelayanan terbaik bagi para mahasiswa melalu kegiatan mahasiswa, baik dari bidang akademik dan nonakademik dan secara intensif berusaha mengubah paradigma mahasiswa yang hanya kuliah pulang-kuliah pulang menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi dan mengembangkan minat bakat.

Ia menambahkan, UNY telah berusaha membangun Unit Kegiatan Mahasiswa melalui tiga strategi yaitu : Man, Material, dan Method. Man berarti adanya pembina UKM yang mendampingi mereka. Menurutnya, peran ini sangat penting karena maju tidaknya sebuah kegiatan mahasiswa juga tergantung pada didikan pembinanya. Kedua, melalui material. “Dari segi pendanaan/finansial, UNY sangat mensupport mahasiswa yang mau mengembangkan diri, sudah ada dana khusus dari kemahasiswaan,” tuturnya. Ketiga, yaitu dengan method atau cara. Kualitas dan daya saing antar UKM dalam berprestasi juga didukung oleh cara pembinaan yang tepat sehingga hasilnya akan maksimal. Jika man, material, dan method sudah berjalan, maka bukan tidak mungkin prestasi besar akan ditorehkan oleh setiap mahasiswa.


Kendala-kendala yang dihadapi di lapangan ada berbagai macam. “Biasanya kendala itu muncul dari mahasiswa sendiri, mereka yang terlalu aktif di UKM dan tidak bisa mengatur waktu dengan baik akan berdampak pada nilai akademiknya yang turun,” jelasnya. Menurutnya, ini jauh lebih baik daripada menjadi mahasiswa yang setiap hari hanya berada di kelas kemudian langsung pulang ke rumah atau ke kos. Banyak nilai plus yang didapatkan melalui UKM, diantaranya nilai kemandirian, nila semangat menjadi mahasiswa, nilai kompetisi sehat, bahkan skill organisasi pun diasah melalui kegiatan-kegiatannya. “Di UNY, UKM berperan sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan potensinya agar terus berprestasi secara akademik dan nonakademik, harapannya tidak ada lagi mahasiswa kupu-kupu lagi,” pesannya.

“Berbeda dengan di UNY, Universitas Sanata Dharma (USD) telah menerapkan sistem kredit poin 2 yaitu sistem pemberian poin plus bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi, UKM, kejuaraan, dan prestasi lain sehingga setiap mahasiswa wajib mengumpulkan poin minimal 12 untu syarat pendadaran skripsi,” kata Bapak Didik, pembantu Wakil Rektor III USD Yogyakarta. Menurutnya, dengan sistem tersebut akan memicu mahasiswa untuk mengambil kegiatan-kegiatan positif yang berguna untuk memajukan prestasi kampus. “Di sini setiap mahasiswa juga didorong untuk memiliki soft skill yang jelas melalui 21 UKM yang tersedia di USD,” tegasnya.

Menurutnya, mahasiswa kini dituntut untuk aktif mengembangkan dirinya. USD telah menyediakan ruang bagi mahasiswa yang mempunyai hobi seperti kesenian, paduan suara, olahraga, pers, dan lain sebagainya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa. Prestasi sudah banyak ditorehkan oleh para mahasiswa, namun di satu sisi masih banyak juga mahasiswa yang belum sama sekali tertarik mengikuti kegiatan mahasiswa. “Hal ini terjadi biasanya karena minat mahasiswa yang masih kurang atau karena banyak yang khawatir akan mendapatkan nilai jelek di kelas,” paparnya. Tidak jarang juga, akhirnya ada UKM yang bisa ditutup karena tanpa peminat atau peserta. “Sebenarnya sudah diberikan pendamping yang bisa melayani mereka,” tegasnya. Namun, hal itu sekali lagi dikembalikan pada keaktifan mahasiswa agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan bisa bermanfaat bagi kampus maupun masyarakat sekitar. 

Janu Muhammad/Pendidikan Geografi UNY
Diani Kurnia/Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar