Ged a Widget

Sabtu, 12 Januari 2013

TIPS MUDAH MEMBUAT PASSPORT

Ceritanya begini, saya itu mau membuat passport untuk pertama kali. Kenapa ? Saya membuat passport pada awalnya untuk syarat pengajuan lamaran ASEAN Youth Camp di Thailand bersama tim saya dari UNY. Dari 10 orang dalam tim, empat orang diantaranya ternyata belum punya passport, termasuk saya. Mari kita mulai ceritanya...
 
Saya sebenarnya agak lupa tentang runtutan ceritanya, maaf ya kalau ada yg salah pas tanggalnya, hehe. Kamis sore itu, tanggal 27 Desember 2012 saya diminta teman saya Pebri Nurhayati untuk segera membuat passport. Passport adalah semacam KTP kita jika ingin berkunjung ke negara lain, atau semacam identitas internasional :p Keputusan saya membuat passport bukan tanpa alasan. Saya punya mimpi belajar ke luar negeri, Belanda !


Saya mengambil uang dulu di bank BPD, kebetulan beasiswa PPA terakhir saya tahun ini sudah cair. Setelah dari bank, saya meluncur ke jalan Solo. Ya, di jalan Solo sebelum bandara Adisutjipto itulah Kantor Imigrasi Wilayah I DIY berdiri. Saya kira2 jam 14.30 sampai lokasi. Deskripsi lokasi : Sekitar jalan Solo, sebelum bandara, selatan jalan, gedung warna biru 2 lantai, dan tidak terlalu besar.





#TIPS 1 -> Tahu alamat kantor imigrasi dengan jelas, syukur2 sempat gugling jika Anda bukan asli jogja

Saya kemudian masuk, saya bertanya kepada petugas, ternyata kantor sudah tutup. Saya hanya bisa melihat lalu lalang orang yang kebanyakan membawa map berwarna kuning. Saya bertanya bertanya kepada petugas di mana saya bisa mendapatkan barang itu. Jawabannya : di basement bawah, di fotokopian. Ternyata bapak itu juga memberi saya secarik kertas putih berisi syarat2 pengajuan passpor.


#TIPS 2 -> Jangan malu bertanya kepada petugas
#TIPS 3 -> Anda harus mendapatkan syarat2 passpor dari petugas receptionost dan mendapatkan map kuning berisi formulir di fotokopian lantai bawah, harga : Rp 5.000

Setelah mendapatkan syarat2nya dan map kuning tadi, akhirnya saya cabut untuk pulang.
Tiba-tiba saya dapat sms dari Ebi, bisa kumpul tim gak ? Akhirnya saya putuskan ke kampus deh...di UPPL Utara Masmuja UNY. Di sana, saya ketemu sama teman2 se tim, meski hanya beberapa sih. Hari Jumat tgl 28 besok, kami berencana ke kantor imigrasi untuk mengajukan berkas. Sebelumnya, saya sudah memberi tahu ke teman2 tentang syaratnya tadi.

#TIPS 4 -> Berbagilah informasi kepada teman2 Anda 

Jumat, 28 Desember 2012 kami ke kantor imigrasi, meski saya agak telat masuk. Saya mendapatkan nomor 35 sedangkan teman2 saya yg lain dapat nomor 40an karena harus ngisi berkas formulir dulu.

#TIPS 5 -> Isi formulir di map kuning dan siapkan berkas2 persyaratan seperti FC KTP, Ijazah, KK, dan yg lainnya dengan benar agar waktunya efektif.

Suasana tempat itu sangat ramai, ada yang tua, muda, bahkan anak2. Mungkin mereka kebanyakan akan ke luar negeri, haji, studi, travelling, dan lain-lain. Kantor imigrasi jogja ada dua lantai, lantai 1 untuk pelayana dan lantai 2 saya nggak tahu fungsinya. Detik demi detik berjalan, saya, mbak Tika, mbak Arum setia menunggu, sementara itu mas Widodo pergi keluar duluan karena ada agenda penting. Di sela2 antre, di depan saya ada mbak2 yg juga mau apply tapi dapat nomor antre jauh. Niatnya kami mau dijadikan satu aja berkasnya lalu pakai nomor antrean saya, eh ternyata tidak boleh nitip, satu orang satu berkas.

#TIPS 6 -> Budayakan antre dengan tertib dan sabar

Akhirnya nomor saya dipanggil, saya maju di loket 11 dan menyerahkan segala persyaratan. Ada yang kurang, akata petugas. Saya belum menyertakan surat rekomendasi pembuatan passpor dari kampus. Wah.... Saya diminta datang lagi tol 4 Januari 2013 (kalau tidak salah) dengan membawa surat rekomendasi dari kampus. Oke, saya putuskan pulang untuk segera membuat surat itu. Sorenya, saya berencana membuatnya, tapi ternyata Pak Agus (petugas rektorat) sudah pulang dan baru bisa ditemui tgl 2.


#TIPS 7 -> Turuti permintaan petugas imigrasi tentang segala persyaratannya

PERSYARATAN PENGAJUAN PASPOR BARU/PENGGANTIAN (plus FC 1x) :
-          KTP yang masih berlaku
-          Kartu Keluarga
-          Akta Lahir/Ijazah
-          Surat Nikah/akta perkawinan (ada tanggal lahir)
- Surat rekomendasi pembuatan paspor bagi PNS/Karyawan swasta/Mahasiswa/TNI/POLRI/Guru/Dosen)
-          Sura keterangan pensiun
-          Bukti kewarganegaraan Indonesia
-          Surat keputusan ganti nama
-          Bukti pelaut, PKL, Crew list bagi pemohon ABK
-          Surat rekomendasi dari PJTKI bagi pemohon CTKI
-   Surat rekomendasi dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi bagi pemohon CTKI
-          SPRI/Paspor lama
UNTUK USIA DI BAWAH 17 TAHUN :
-          KTP kedua orang tua
-          Kart Keluarga
-          Akte lahir anak
-        Surat nikah orang tua/penetapan hak asuh anak dari pengadilan bagi orang tua yg  sudah  cerai
-          Surat pernyataan orang tua
-          Rekomendasi dari sekolah
-          Fotokopi paspor orang tua

Sore harinya pula saya beserta teman2 lembur di rektorat untuk menyelesaikan berkas yang harus dikirim. Sementara itu nomor passpor saya masih kosong.
Tahun pun berganti dengan sebuah penantian panjang, di sela2 belajar persiapan UAS, banyak pemikiran baru yg muncul di benak ini. Banyak orang2 super yang bersemangat untuk aktif berkontribusi lewat lomba, konferensi, maupun lainnya. Refleksi bodoh saya mengatakan : lembaran malas tahun 2012 akan di tutup dan tergantikan dengan lembaran semangat tahun 2013. Saya pasti bisa mencapai mimpi itu !

Tiba saatnya tanggal 2 !!!!!
Tanggal dua akhirnya datang, ujian semester pun dimulai. Hari itu saya menemui petugas kantor internasional UNY atas saran Pak Agus. Di sana saya bertemu dengan bu Yusri dan memohon dibuatkan surat rekomendasi untuk berempat. Alhamdulillah sekitar setengah 4 sore sudah jadi. Saya ambil dan ingin segera langsung saya serahkan teman2, kami bertemu di UPPL lagi. Ternyata ketemuannya malah nggak singkat, ternyata banyak cerita tentang pengalaman ke luar negeri dari mbak2nya :D

#TIPS 8 -> Banyak lah diskusi dengan senior tentang cara maupun pengalaman ke luar negeri, percayalah bahwa passpor itu akan terpakai suatu saat nanti

Hari sudah sore, saya pun pulang. Nah, saya kembali lagi mau ke kantor hari Jumat depan...

Hari Jumat, 4 Januari telah tiba, saya ke kantor imigrasi untuk diminta membayar biaya passpor, foto, dan wawancara. Mekanismenya begini : ambil nomor antrean di petugas resepsionis, tunggu di loket pembayaran sebelah utara. Alhamdulillahnya saya dapat nomor 13, lumayan nggak lama. Petugas pembayaran akan memanggil setiap 10 urutan. Kita diminta menyerahkan secari kertas putih yang dikasih pas kemarin menyerahkan berkas. Persiapkan uang anda Rp 255.000, saya nggak terlalu uang segitu buat apa aja yang jelas nominalnya hampir sama tiap tahun. 
 
Saudara Janu Muhammad...eh sudah dipanggil. Saya bayar sesuai ketentuan dan diberi kuitansi putih yang nanti bisa digunakan untuk antre foto atau wawancara. Btw, jam sudah menunjukkan Pkl 08.55 padahal saya ujian jam 09.00. Saya saat itu sempat bingung harus gimana, boleh atau nggak jika fotonya besok ? Saya pun bertanya ke petugas, ternyata boleh, dan justru disarankan besok daripada nanti harus balik karena sudah siang dan jam di hari jumat lebih pendek katanya.

#TIPS 9 -> Sesi foto+wawancara boleh dilakukan di hari lain jika Anda ternyata ada acara yang mendesak.

Hari Senin tanggal 7 pun tiba, bertepatan kepada 20 tahun usia saya, saya ke kantor imigrasi itu ke-4 kalinya :D

Hari itu emang beda, sepertinya saya mulai paham rutinitas di sana. Saya masuk tanpa nomor antrean karena bisa langsung foto dan wawancara.

#TIPS 10 -> Datanglah lebih awal agar bisa langsung dilayani, kantor buka mulai jam 8.

Saya masuk duluan ke ruang foto dan menjelaskan kalau saya kemarin belum bisa foto langsung. Persiapkan penampilan teman2 ketika mau foto karena mau dipasang di passpor nanti :p Tapi nggak boleh narsis ya, dikit aja mungkin boleh :D
Setelah foto...akhirnya wawancara, ruangannya di sebelah ruang foto.

#TIPS 11 -> Posisi ruang pembayaran di sebelah barat, kemudian di timurnya ada ruang foto,dan timurnya lagi ruang wawancara.

Saya diwawancarai oleh mbak2, asih orangnya. Ya, ternyata nggak nyangka itu namanya wawancara, ditanyakan maksud kenapa membuat passpor dan untuk apa tujuannya. Saya jawab saja, insya allah passpor itu akan saya gunakan segera J
Setelah wawancara selesai, seneng banget..lega...
Saya diberi secarik kertas putih untuk mengambil passpor pada Hari Jumat 11 Januari 2013. 

#TIPS 12 -> Wwancara dan foto tidak memakan waktu lama kok jika datang pagi2


Dannnnnnnnn.....tanggal 11 datang juga. Setelah penantian yang panjang #opo jal. Dan disertai dengan doa....akhirnya saya kembali ke kantor imigrasi yang ke-5 kalinya :D
Saya berdoa agar hari ini sudah kelar karena saya harus segera lengupload scan passpor itu ke HUWISU untuk Summer School di Jerman. Alhamdulillah, hari kemarin ini saya mendapat passpor baru, warna hijau, 48 lembar, di sampul bertuliskan : PASPOR REPUBLIK INDONESIA.
Pada halaman awal bertuliskan Identitas Pemilik Papor, halaman dua isinya pengesahan dari kantor imigrasi, dan halaman berikutnya berupa lembaran isi paspor. Alhamdulillah, Allah memudahkan saya mengurus paspor ini sejak tanggal 27 Desember 2012-11 Januari 2013, sekitar 16 hari. Sebenarnya bisa lebih awal lho jadinya kalau kita fokus dan bener2 punya waktu luang :D

#TIPS 13 -> Paspor akan jadi setelah melalui beberapa tahap administrasi

Lalu, bagaimana dengan nasib paspor ini selanjutnya ? 

Meski ternyata kami belum lolos AYC 2013, saya insya allah akan menggunakan paspor ini. Aamiin