Ged a Widget

Sabtu, 19 Januari 2013

Ini Tentang Pulau Biawak #Part 1

Perkenalkan nama saya Janu Muhammad, saya adalah salah satu orang yang beruntung mendapatkan kesempatan mengikuti ekspedisi Pulau Biawak 2013. Acara ini adalah kesempatan emas setelah sebelunya saya ikut NYC 2013 dan YERT 2012. Ada yang tahu siapa yang mengadakan acara ini ? Yups, bener banget... ini acara yang diadakan oleh Ambassador of Indonesian Culture and Tourism (AICT) yang menyebut acara ini dengan Indonesia Kita#1. Oke teman-teman, berhubung dari 1566 pendaftar hanya diambil 100, maka bersyukurlah kita bisa diberi kesempatan untuk mewakili sekian peserta se-Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.  Nah, kegiatan Indonesia Kita ini merupakan launching perdana dan direncanakan akan kontinyu untuk tahun depan. Buat yang belum tahu, event ini jadinya diagendakan tgl 22-24 Februari 2013, meski sempat direncanakan bulan Januari ini. Namun karena kondisi musim hujan yang hampir puncak, maka akhirnya diundur juga.
Logo Indonesia Kita


Perlu kita ketahui juga, dari kita untuk Indonesia kita adalah suatu gerakan untuk melihat kembali keindahan pariwisata #Indonesiakita yang belum banyak dilihat banyak orang. Begitu banyak objek pariwisata di negara #indonesiakita yang belum diketahui oleh masyarakat kita sendiri. Gerakan ini bukan hanya sekedar bertamasya atau jalan-jalan atau menikmati pariwisata tetapi kita akan terjun langsung berinteraksi dengan warga yang tinggal disana belajar dan berbagi disana sesuai dengan passion yang teman-teman miliki dan sukai mulai dari pendidikan, kewirausahaan, kesehatan, kepemimpinan, budaya sampai lingkungan untuk menciptakan objek pariwisata #indonesiakita yang lebih kreatif dan berdaya guna.

 Output program
1. Kita bisa memperlihatkan kalau Indonesia memiliki sumber objek wisata yang lainnya.
2. Memberdayakan masyarakat disekitar objek wisata tersebut.
3. Menjadikan objek wisata tersebut semakin kreatif dan mempunyai brand masing-masing
4. Membantu menyelesaikan masalah masyarakat disekitar objek tersebut.

Perlu diingat keadaan Pulau Biawak adalah seperti ini:
1. Akses dari Pelabuhan Karangsong dapat ditempuh ± 4 jam.
2. Tidak ada signal operator seluler.
3. Tidak ada listrik, hanya memakai sumber listrik dari diesel yang dioperasikan dari pukul 18.00-06.00.
4. Tidak ada tempat perbelanjaan, jadi para peserta harus membawa bekal (cemilan, keperluan obat-obatan, dsb.) selama kegiatan berlangsung.

Baiklah teman, biar tidak berpanjang lebar, yuk kita cek lebih dekat tentang prrofil Pulau Biawak. Info ini saya share dari http://indonesiaindonesia.com/f/100166-berlibur-pulau-biawak-jawa-barat/ dan beberapa pengetahuan saya tentang Pulau Biawak, semoga bisa semakin membuka mata kita :D

 Gambar 1. Pulau Biawak

Pulau Biawak, begitu banyak orang menyapa. Pulau yang banyak dihuni oleh biawak ini terletak sekitar + 40 km dari Indramayu, Jawa Barat memang masih banyak yang kurang tahu keberadaannya. Selain memang aksesnya yang cukup sulit yaitu sekitar 4-5 jam perjalanan menggunakan perahu kecil (kapasitas 10-13 orang) dari Desa Brondong, Indramayu.
Untuk pergi ke Pulau Biawak ini sebaiknya berangkat beramai-ramai, selain memang akan lebih seru, budget yang dikeluarkan pun akan lebih ringan, karena bisa sharing untuk sewa perahunya.
 

Gambar 2. Seekor Biawak

Sesungguhnya nama pulau tersebut adalag Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya.

Selain disebut sebagai pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis. Pulau itu memiliki pesona wisata yang unik, karena karangnya yang masih 'perawan ' dan hidup. Di antara keempat pulau itu, hanya Pulau Biawak yang masih utuh dalam segalanya. Sedangkan tiga pulau lainnya hanya berupa hamparan pulau karang semata. Pulau Gosong, misalnya, kondisinya rusak karena jutaan meter kubik material karangnya diambil untuk pengurukan lokasi kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan.
 
Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Hingga kini, bangunan itu masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Melihat usia bangunan tersebut, mercusuar itu diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.
Gambar 3. Mercusuar di Pulau Biawak

 

Gambar 4. Gerbang Masuk Salah Satu Dusun

AKTIVITAS & LOKASI MENARIK
 

Berenang dan Snorkling
Pantai di sekitaran Pulau Biawak yang masih asri menyungguhkan pemandangan bawah laut yang tidak kalah bagusnya dengan ujung kulon, dan memang tidak disangka di pantai utara pulau Jawa ini memiliki trumbu karang yang cantik-cantik & melihat sekawanan ikan-ikan yang berenang bergerombol memberikan sensasi yang menyenangkan, lokasi yang terbaik untuk snorkling adalah di sebelah kiri dermaga. Hati-hati yaa berenang di sekitaran pantai menjelang matahari terbenam karena tidak jarang ada biawak yang ikut berenang juga heheeee?.



Gambar 5. Aktivitas Snorkling


Pulau Gosong


Selain bersnorkling ria di kawasan dermaga pulau biawak, ada lokasi lain yang bisa dijadikan tempat alternatif yaitu di sekitaran pulau gosong, untuk mencapainya membutuhkan waktu 30 menit perjalanan dari Pulau Biawak dengan menggunakan perahu kecil
Pulau Gosong ini berukuran sangat kecil dan sepertinya semakin terkikis oleh air laut. Sayang sekali trumbu karang disekitaran pulau gosong ini sudah banyak yang hancur dan terdapat banyak sekali bulu babi, sehingga bukan lokasi yang pas untuk snorkling.
Biawak (Varanus Salvator)


Gambar 6. Monster Biawak, hehehe

Jika diperhatikan bentuk biawak dan gerak geriknya mengingatkan saya dengan reptil yang ada di Pulau Komodo, hanya saja ukurannya yang lebih kecil, meskipun panjang biawak ada yang mencapai 1,5 meter. Biasanya biawak akan menghindar masuk kedalam hutan apabila di daerah dermaga banyak orang, untuk memancingnya keluar adalah dengan memberikan umpan ikan segar yang merupakan makanan favoritnya. 


Mercusuar dan
Hutan


Wisata lain yang disuguhkan di pulau biawak adalah mercusuar bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1872 oleh ZM Willem. Untuk naik ke atas mercusuar harus berhati-hati karena kondisi tangga yang sudah berkarat dengan lingkaran yang curam dan agak licin karena tetesan air hujan. Begitu tiba di atas pemandangan landscape yang indah, dengan latar dermaga, garis pantai - laut, dan kawasan hutan bakau menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise. Di hutan belakang mercusuar terdapat kuburan belanda, di jalan menuju kesana banyak nyamuk, jadi jangan lupa gunakan lotion anti nyamuknya. Hutan bakau dan pinus serta rawa yang sangat lebat menutup semua jalur untuk trecking, saya menemukan sumur tua yang konon dipercaya sebagai tempat mandinya ratu biawak.


http://hikmiku.files.wordpress.com/2011/07/menara-pulau-biawak1.jpg
Gambar 7. Mercusuar dan Hutan di Sekitarnya

MAKANAN


Di Pulau ini tidak terdapat warung atau rumah makan, karena memang fasilitasnya terbatas, tapi tidak perlu khawatir untuk ketersediaan makanan selama berlibur di Pulau Biawak, kita bisa mengatur untuk disediakan makanan oleh ABK kapal dengan tambahan biaya tentunya. Eiiits? jangan salah walaupun masakannya sederhana tapi rasanya Enak!
Mungkin ini dulu deh yang buat postingan#1 ini, mau tahu banget tentang Pulau Biawak ??? Tunggu postingan selanjutnya yah teman. Hope you still faithfull

Thank you ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar