Ged a Widget

Rabu, 30 Januari 2013

Asyiknya Belajar Biologi

Tempe Biji Nangka atau Tebina adalah sebuah karya nyata saya dalam penelitian karya ilmiah remaja akhir-akhir ini. Mengapa saya memilih biji nangka ? Pertama, karena mudah didapat. Kedua, belum ada pengolahan khusus. Ketiga, bisa memanfaatkan produksi alam secara langsung. Lalu, untuk proses pembuatannya gampang-gampang sulit karena sebenarnya hanya seperti pembuatan tempe kedelai biasa, tetapi kita harus potong-potong biji nangkanya dulu supaya jadi kecil-kecil. Mengenai hasilnya, jangan dikatakan tidak enak, bahkan bapak ibu guru pun ikut mencicipi hasil Tebina goreng kami. Sungguh suatu kebanggaan sendiri yang bisa dinikmati orang lain.

Uraian di atas adalah prolog atau gambaran awal mengenai aktivitas saya dalam mengarungi kehidupan dunia biologi. Dikatakan dunia biologi memang karena artinya saja dunia ilmu makhluk hidup. Biologi tidak munglin lepas dalam kehidupan sehari-hari karena biologi adalah ilmu kehidupan yang tidak akan padam selama masih ada sel kehidupan yang tumbuh. Biologi memang sangat kita butuhkan everytime karena itu memang gunanya biologi. Untuk itu, pada kesempatan ini, saya ingin mencurahkan isi hati saya all about biologi yang  saya kenal hingga sekarang.

Biologi sendiri menurut asal katanya berasal dari dua kata, bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu. Jadi, dari asal katanya saja sudah mengandung arti ilmu untuk hidup. Biologi memang sudah menjadi takdir sebagai sebuah ilmu tentang seluk beluk kehidupan manusia, mulai dari asal mula manusia sampai yang mengarah ke mutasi gen dan lai-lain. Sebagai ilmu eksakta juga, yang merupakan ilmu pengetahuan murni ( pure science ), biologi mempunyai banyak cabang.. Contoh yang mudah dihafal adalah anatomi atau cabang ilmu biologi yang mempelajari struktur organ dalam makhluk hidup. Begitu juga dengan yang lainnya. 

Saya mengenal biologi sebenarnya sudah sejak kelas tiga sekolah dasar, sejak saya masih giat-giatnya bermain, dan sejak biologi masih sebagai ilmu pengetahuan alam yang dikompilasikan dengan fisika. Langsung maupun tidak langsung, ternyata biologi bisa saya rasakan sejak itu, ketika kerja bakti sekolah yang dilaksanakan setiap minggunya. Sebenarnya saya belum paham pada waktu itu. Tetapi, rutinitas sekolah yang membagi-bagikan susu Ultra dengan berbagai rasa dan penerapan pola lingkungan bersih di sekolah mengundang rasa heran saya. Tetapi waktu itu belum ada pemikiran cerdas untuk menelusurinya, karena saya juga masih SD.


Sebenarnya biologi sering kita pakai sehari-hari, seperti sistem digesti yang mempunyai alur khusus sehingga zat makanan yang kita makan bisa menjadi energi. Itulah sebabnya mebngapa biologi menjadi suatu ilmu pasti yang penerapannya sangat luas sekali. Pada waktu  saya masih duduk di SMP, saya pernah melakukan praktikum tentang respirasi tumbuhan yang memakai tanaman Hydrilla. Tetapi, karena tanaman tersebut susah didapat maka lumut kolam yang ada di halaman sekolah pun jadi penggantinya. Pada praktikum yang lain juga, saya pernah mengamati pigmen warna daun tanaman-tanaman yang warna daunnya selain hijau. Ternyata asyik sekali karena prosesnya bisa memberikan kesan tersendiri.

Lalu, ini masih ada kaitannya dengan praktikum SMP. Pada saat itu, kami mendapat materi tentang protozoa dan disuruh mengamati langsung melalui kaca ajaib, alias mikroskop yang ditemukan oleh Antonie van Leeuwenhoek dari Belanda. Entah bagaimana asal kejadiannya, ternyata air yang berasal dari rendaman jerami mengandung protozoa atau hewan-hewan kecil yang bergerak bebas sana-sini. Kalau dipikir-pikir bentuknya seperti kutu air. Selain itu kami juga disuruh menggambarnya untuk pengamatan biologi. Jelas saja timbul rasa ketertarikan kami pada biologi.

Pada lain waktu ketika uji zat makanan, saya melakukan kesalahan besar yang menyebabkan kerugian material. Ketika kami meneliti kandungan amilim dengan larutan lugol, secara tidak sengaja saya menumpahkan larutan lugol sebotol tersebut ke meja. Pertama, saya sangat panik karena Bu Ery selaku guru praktikum saya juga mengetahui kejadian naas tersebut. Apa yang terjadi teman ? Ternyata cat plitur meja menjadi pudar karena tumpahan lugol tadi, mungkin sampai sekarang lagi. Tetapi itu sebuah pengalaman lucu saya yang tidak bisa dilupakan. Saya justru tertantang untuk belajar biologi.

Nah, pada waktu ujiak praktek untuk kelulusan juga, saya harus menghafal macam-macam tulang pada rangka manusia satu per satu. Mulai dari kranium sampai metatarsal harus saya hafal dan pahami. Bukan hanya tulang, tetapi organ respirasi, digesti, ekskresi, sirkulasi, dan lain-lain juga diujikan. Saya dan teman-teman pada hari itu sangat tertantang untuk mencoba. Hal itu justru membekas di hati saya sampai saat ini. Hal lain yang menjadi kesan indah yaitu pada saat kam mencoba mengamati kehidupan alam. Kami diberi tugas untuk mengamati kehidupan pada ekosisten tertentu dengan ketentuan hanya pada satu kali satu meter luasnya. Alangkah beruntungnya saya ketika menemukan lokasi yang cocok dan ada sebuah rantai makanannya. Mulai dari semut, cacing, belalang, daun, dan siput. Sungguh, selain kita  belajar tentang alam, juga bisa menghayati anugerah Tuhan yang begitu melimpah ruah, tidak ada yang menyaingi.

Dalam kehidupan sehari-hari saya, biologi banyak sekali penerapannya. Seperti, sapi di kandang saya yang waktu tidak makan mulutnya seperti makan terus. Awalnya saya tahu sebabnya hanya karena sapi termasuk herbivora. Tetapi, setelah saya pelajari di bangku SMA ini, sapi termasuk hewan yang memamah biak. Ada lagi tentang pengaruh pemberian makan pada itik saya. Dari awalnya yang tidak diberi rangsum sampai diberi rangsum berupa ikan-ikan teri yang bisa memacu makan dan meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan. Itu sangat menarik sekali.

Di sisi lain, biologi sebagai salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa yang memilih jurusan IPA juga memberikan kontribusi yang positif. Terbukti, banyak teman saya yang menyukai pelajaran biologi, termasuk saya karena mudah dipahami meskipun harus menghafal teori-teori yang begitu banyak. Pembelajaran biologi di sekolahan saya juga fun and enjoy karena sering melakukan pengamatan di luar kelas sehingga para siswa tidak merasa jenuh. Ditambah lagi dengan praktikum yang rutin dilaksanakan meliputi anatomi, uji makanan, dan yang lain.

Praktikum yang membuat saya berkesan adalah ketika kami mengamati struktur jamur pada tempe. Dengan perbesaran mikroskop, sangant indah sekali. Di lain sisi saya juga bisa merasakan manfaat dan keunggulan ilmu biologi yang pasti diterapkan pada kehidupan sehari-hari karena belajar biologi sangat asyik dan menyenangkan dari pada belajar fisika dan kimia. Memang dengan belajar biologi pengetahuan saya tentang alam bisa bertambah sekaligus menambah penghayatan kita untuk menikmati alam sebagai anugerah Tuhan.

Untuk jenjang SMA ini, saya sedang menggeluti biologi, khususnya melalui ekstrakurikuler KIR yaitu Smada Science Club (SSC). Dari sinilah saya dapat belajar sekaligus melakukan penelitian alam yang dapat memudahkan saya memahami apa itu biologi. Hal ini ingin terus saya kembangkan, khususnya untuk pemilihan jurusan kuliah saya nanti. Kesimpulannya, belajar biologi itu asyik dan menyenangkan karena kita dapat belajar tentang alam ini.

Artikel merupakan naskah penulis ketika SMA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar