Ged a Widget

Jumat, 30 November 2012

Geo Coaching Clinic



Tererettt........

Departemen Penelitian dan Pengembangan
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negerei Yogyakarta

akan mengadakan Geo Coaching Clinic (bukan On Clinic :p)

Yapz, ini adalah salah satu program LITBANG untuk membantu memberikan tambahan pembelajaran untuk persiapan ujian akhir semester gasal, mau-mau-mau ?
Hehe, tapi ini khusus untuk anag geografi UNY saja lho :D

Cek posternya dan segera daftarkan dirimu :)


Rabu, 28 November 2012

GALERI SDP PENELITIAN FIS 2012

SIMPOSIUM PENELITIAN



DISKUSI ILMIAH#2





JELAJAH SCREEN#2 DIPOWINATAN DAN VREDEBURG



FINAL SHORT PAPER CONTEST
 


LKTM dan SPC UKMF SCREEN 2012



Sabtu, 24 November 2012 suasana di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta tampak berbeda dari yang biasanya. Pada hari itu, terlihat beberapa pengurus UKMF SCREEN yang tengah mempersiapkan perhelatan akbar final Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) se-UNY dan Short Paper Contest (SPC) SDP Penelitian tahun 2012. Final LKTM diikuti oleh tujuh tim yang lolos ke babak final, terdiri dari berbagai perwakilan dari fakultas-fakultas di UNY sedangkan SPC dihadiri oleh 9 tim yang hadir dari 10 tim yang lolos babak final.

Kegiatan Lomba Karya Tulis Mahasiswa dan Short Paper Contest merupakan kegiatan tahunan atas program kerja departemen Pengembangan, Penalaran, dan Studi Ilmiah (PPSI) UKMF SCREEN 2012. LKTM musim ini mengambil tema “Gapai Mimpi Indonesia Jaya dengan Menanamkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal” sedangkan untuk SPC bertemakan “Pemanfaatan Cagar Budaya dan Seni Kota Yogyakarta”. Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam menuliskan ide-ide kreatif yang dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah.

Acara dimulai dengan pembukaan di Ruang Ki Hajar Dewantara, kemudian dilanjutkan dengan presentasi. Presentasi untuk LKTM sendiri dilaksanakan tetap di ruang Ki Hajar Dewantara dengan dua orang dewan juru yaitu Ibu Dyah Respati S.S,dari dosen Pendidikan Geografi dan Bapak Aman sebagai pembina UKMF SCREEN. Untuk SPC, presentasi dilaksanakan di ruang Cut Nyak Dien Selatan dengan dipersamai oleh dua orang dewan juri Saudara Sri Nuryanto (UKM Kristal FE) dan Saudari Khusnul Aini Azizah (Pendiri SCREEN).



Dari beberapa karya tulis yang dilombakan, peserta telah menuangkan ide-ide kreatif mereka dengan memaduka inovasi yang ada. Salah satu contohnya adalah peserta SPC yang mengungkapkan gagasannya berupa “Bakpao Wayang” yang terdengar menarik dan terdengar baru. Peserta dan panitia begitu antusias dalam kegiatan ini. Pada akhirnya akan diambil tiga juara dari masing-masing LKTM maupun SPC yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia. Dengan kegiatan ini, semoga semangat meneliti dan menulis pada diri mahasiswa UNY semakin dapat diasah, terlebih kepada mahasiswa FIS 2012 yang mengikuti SDP Penelitian bisa mengembangkan karyanya untuk meraih prestasi lebih tinggi dan bisa bergabung di kepengurusan UKMF Penelitian SCREEN 2013. Salam Penelitian, berkarya untuk perubahan !

JIKA KIAMAT 2012 SEBENTAR LAGI, SUDAH SIAPKAH KITA ?

Kiamat adalah peristiwa akhir zaman yang pasti dialami manusia. Kita pasti akan mengalaminya. Hanya satu pertanyaannya, kapan terjadi ? Tidak ada seorang pun yang tahu, bahkan seorang peramal pun. Hanya Allah yang tahu kapan kiamat terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah melihat tanda-tanda yang muncul ketika memang akan terjadi kiamat.

Tanda-tanda Akhir Zaman, Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing, Maka beruntunglah orang-orang asing

Di akhir zaman, seperti zaman kita ini, sebelum datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang di dalamnya turun dan tersebar kejahilan yang disebabkan oleh malasnya manusia dan enggannya mereka dari menuntut ilmu agama, yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan Sunnah. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيْهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ الْعِلْمُ
Sesungguhnya di depan hari kiamat ada hari-hari yang kejahilan diturunkan di dalamnya, dan ilmu diangkat”. [HR. Al-Bukhoriy (6654)]

Banyak diantara  sunnah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- yang dilalaikan orang pada hari ini sehingga terkadang menjadi sesuatu yang mahjur (ditinggalkan).
Inilah yang pernah diisyaratkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau bersabda dalam sebuah hadits,
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing. Maka beruntunglah orang-orang asing“. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Iman (232)]
Semua ini disebabkan karena kurangnya perhatian kaum muslimin terhadap agamanya dan sunnah Rasul-Nya-shollallahu alaihi wasallam-. Kurangnya perhatian mereka menuntut ilmu syar’i karena kesibukan duniawi yang memalingkan mereka. Sementara mereka tak ada perhatian lagi dengan majelis ilmu dan majelis ta’lim. Akibatnya, agama dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terasa asing dan aneh di sisi mereka.

Memang mereka terkadang mendatangi majelis ta’lim. Namun jika mereka hadir, nampak pada wajah mereka lelah dan keterpaksaan ikut majelis ta’lim. Yah, hanya sekedar hadir agar orang tidak mencelanya. Maka anda akan lihat orang semacam ini jika hadir di majelis ta’lim, ada yang ngantuk , bahkan tidur. Ada yang bersandar di tembok, jauh dari ustadz. Ada yang sengaja duduk di belakang untuk sembunyi; jika ngantuk dan tertidur, ia bisa sembunyikan wajahnya di balik punggung kawannya. Ada yang cerita dengan temannya sehingga mengganggu ceramah ustadz. Ada yang melayang pikirannya sampai Amerika. Inilah kondisi mereka sehingga tak heran jika mereka tetap jahil terhadap agamanya. Jika mendengar cerita yang menguntungkan dunianya, maka matanya terbelalak. Betul dunia adalah nikmat yang Allah berikan. Namun jangan dijadikan tujuan hidup dan pusat perhatian. Dunia diambil sekedar bekal menuju Allah (Ta’ala). Allah tidak memberikan nikmat kepada seorang hamba-Nya, kecuali nikmat itu hanya sekedar alat dan sarana yang dipakai untuk beribadah dan beramal sholeh. Dunia dengan segala nikmatnya bukanlah merupakan tujuan dan terminal terakhir bagi seorang muslim. Akan tetapi merupakan tempat persinggahan mengambil bekal menuju perjalanan akhir, yaitu akhirat.

Fenomena berlombanya kaum muslimin memperbanyak harta benda dan fasilitas duniawi sehingga membuat mereka lupa terhadap agamanya merupakan sebab tersebarnya kejahilan. Jika semakin hari, semakin tersebar kejahilan, maka ketahuilah bahwa ini adalah salah satu diantara ciri dan tanda dekatnya hari kiamat.
Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَ يُثْبَتَ الْجَهْلُ
Diantara tanda-tanda kiamat: Diangkatnya ilmu, dan kokohnya (banyaknya) kejahilan”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (80), dan Muslim dalam Shohih-nya (2671)]

Di akhir zaman, seperti zaman kita ini, sebelum datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang di dalamnya turun dan tersebar kejahilan yang disebabkan oleh malasnya manusia dan enggannya mereka dari menuntut ilmu agama, yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan Sunnah. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيْهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ الْعِلْمُ
Sesungguhnya di depan hari kiamat ada hari-hari yang kejahilan diturunkan di dalamnya, dan ilmu diangkat”. [HR. Al-Bukhoriy (6654)]

Di tengah kabut kejahilan menyelimuti manusia, tersebarlah berbagai macam maksiat berupa pembunuhan, pencurian, perzinaan, dan kerakusan terhadap harta. Ini semua diakibatkan oleh hilangnya ilmu agama yang bermanfaat di tengah manusia. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda dalam riwayat lain ketika menyebutkan tanda dekatnya hari kiamat,
يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُُرُ الْهَرْجُ
Zaman akan saling mendekat, diangkatnya ilmu, munculnya berbagai fitnah (masalah), diletakkan kerakusan, dan banyaknya peperangan”. [HR. Al-Bukhoriy (989) dan Muslim (157)] Al-Imam Ibnu Baththol –rahimahullah- berkata , “Semua yang dikandung oleh hadits ini berupa tanda-tanda kiamat sungguh kami telah melihatnya dengan mata kepala. Ilmu sungguh telah diangkat, kejahilan muncul, dile tak kannya penyakit rakus dalam hati, fitnah (musibah) merata, dan pembunuhan banyak”. [Lihat Fath Al-Bari (13/16)]

Ini di zamannya Ibnu Baththol –rahimahullah-, maka bagaimana lagi di zaman kita ini kejahilan merata dimana-mana, baik di kota maupun di pedalaman. Kejahilan di negeri kita bukan hanya mengenai rakyat jelata yang tak berpendidikan agama, bahkan juga mengenai kaum terpelajar. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi-shollallahu alaihi wasallam-,
إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ اِنْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اِتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُسًا جُهَّالًا فُسُئِلُوْا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوْا وَأَضَلُّوْا
Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali mencabutnya dari manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mematikan para ulama’ sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama’pun, maka manusiapun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil. Mereka (para pemimpin tsb) ditanyai, lalu merekapun memberikan fatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (manusia)” . [HR. Al-Bukhory dalam Kitab Al-Ilm (100), dan Muslim dalam Kitab Al-Ilm (2673)]

Al-Imam Abu Zakariya An-Nawawiy-rahimahullah- berkata ketika menjelaskan makna hadits di atas, “Hadits ini menjelaskan maksud tercabutnya ilmu dalam hadits-hadits lalu yang muthlak (umum), bukan menghapusnya dari dada para penghafal (pemilik) ilmu itu. Akan tetapi maknanya, para pembawa ilmu itu (yakni para ulama) akan mati. Lalu manusia mengangkat orang-orang jahil (sebagai pemimpin dalam agama). Orang-orang jahil itu memutuskan perkara berdasarkan kejahilan-kejahilannya. Lantaran itu ia sesat, dan menyesatkan orang”. [Lihat Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim ibn Al-Hajjaj (16/224), cet. Dar Ihya’ At-Turots Al-Arabiy] Alangkah banyaknya pemimpin dan ustadz-ustadz seperti ini. Mereka diangkat oleh manusia sebagai seorang ulama’ dan ustadz. Padahal ia tidaklah pantas dijadikan panutan, karena ia jahil. Kalaupun ia berilmu, namun ilmu itu di buang di belakang punggungnya. Manusia jenis ini banyak bermunculan bagaikan jamur di musim hujan.
Coba lihat disana, manusia mengangkat seorang pelawak sebagai “da’i sejuta ummat”. Padahal bisanya cuma tertawa dan menggelitik para pendengar.
Dari arah lain, muncul para normal yang dulunya dijauhi oleh manusia, karena dikenal memiliki sihir. Sesaat kemudian berubah menjadi “da’i sejuta ummat”, karena sekedar pernah memimpin dzikir jama’ah yang dihadiri oleh sebagian kiyai jahil dan orang-orang yang memiliki kedudukan. Dulunya tukang sihir dan dukun (para normal), kini menjadi ustadz, bahkan terakhir bergelar “KH”. Artis pun tak ketinggalan ambil job dalam kancah dakwah dengan bermodalkan semangat kemampuan tampil di depan publik dan wajah ganteng sebagai modal dengkul untuk menarik ummat menuju ke neraka. Bagaimana tidak, sebab seorang yang berdakwah tanpa ilmu akan mengantarkan dirinya berbicara tanpa batas, sehingga terkadang ia telah merusak dan menghancurkan agama pendengarnya, namun ia tak sadar karena memandang dirinya lebih pandai dari pendengar. Padahal ia jahil atau mungkin lebih jahil dari pendengar. Nas’alullahal afiyah wassalamah minal fitan.

Lebih para lagi, jika dakwah yang ditangani oleh orang-orang jahil dihiasi dengan perkara-perkara yang melanggar syari’at, seperti dakwah dihiasi dengan musik dengan istilah “Nada dan Dakwah”. Ini adalah cara dakwah yang keliru, karena menyalahi tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dengarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam mengharamkan musik,
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنِ الْحِرَّ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
Sesungguhnya akan ada beberapa kaum dari ummatku akan menghalalkan zina, kain sutra, minuman keras (khomer), dan musik“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Asyribah (5590)]

referensi : http://www.salaf.web.id/1002/tanda-tanda-akhir-zaman-islam-muncul-dalam-keadaan-asing-dan-akan-kembali-asing-sebagaimana-ia-muncul-dalam-keadaan-asing-maka-beruntunglah-orang-orang-asing.htm diakses 25 november 2012 pkl 7:35

Kamis, 22 November 2012

KETEGARAN DALAM HALAQAH

Bismillah wal hamdulillah, segala puji hanya kepada Allah subhanahu wata’ala, Tuhan semesta alam. Semoga kita senantiasa diberikan kerahmatan dan keberkahan oleh Allah. Ba’da tahmid, sholawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Rasulullah Shallallahu’alaikhi wasallam beserta, keluarga, serta sahabatnya yang senantiasa berada pada jalan Islam ini. Semoga umat Islam ini senantiasa berada dalam jalan lurus ini dengan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai pedomannya.
Satu hal yang sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim adalah menuntut ilmu. Mengapa ilmu ? Dalam awal Al Alaq telah dijelaskan perintah membaca. Secara langsung, hal itu merupakan perintah dari Allah untuk umat muslim di dunia ini. Dengan kata lain, membaca erat kaitannya dengan mencari ilmu. Ilmu yang dicari bukan hanya ilmu untuk dunia saja, tetapi juga ilmu akhirat. Keutamaan menuntut ilmu agama Islam sangatlah banyak. Allah sudah menjanjikan dalam Surat Al Mujaddilah ayat 11 bahwa seseorang yang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya di mata Allah. Bukankah ini suatu janji Allah itu selalu benar ?
Mata saya mulai terbuka lebar ketika pertama kali menapakkan kai di lantai Masjid Ash Shidiq SMA Negeri 2 Yogyakarta (Smada). Subhanallah, begitu tampak sosok-sosok “anak masjid” yang selalu stand by menyapa para muslim yang sholat berjamaah di masjid tersebut. Inilah sambutan Islam yang begitu indah dan menimbulkan kesan tersendiri bagi saya di sekolah itu. Sosok-sosok siswa putra  dengan celana yang agak sedikit dilipat ke atas dan siswa putrid dengan jilbab yang menutup hampir seluruh badan telah membuat saya jatuh hati untuk ingin mengenal mereka lebih dekat. Ya, inilah satu perasaan yang pertama kali saya dapatkan ketika mengenal Islam di Smada.
Hari berikutnya akhirnya setelah saya melakukan penelusuran mendalam, didapatlah informasi bahwa mereka adalah pengurus Kharisma (Kerohanian Islam Smada). Alhamdulillah, Allah mulai menuntun saya untuk bergaul dengan mereka, meskipun masih sangat lugu dan penuh dengan keingintahuan. Beberapa peristiwa dan kegiatan yang berbau Islami pun telah menyambut kami sebagai siswa baru. Hingga pada suatu saat, dibukalah pendaftaran pengurus Rohis Kharisma. Bismillah, hati kecil ini berkata untuk mencapai panggilan itu. Dengan keterbatasan yang ada, diri ini saya arahkan untuk ikut dan tergabung dalam ukhuwah Rohis Kharisma bersama mereka tadi. Dengan kata lain, itulah kali pertama ‘dakwah’ mulai bersemayam di hati saya yang masih penuh dengan kepolosan.
Hari-hari berikutnya telah tampak suasana dan iklim Islam di Smada. Salah satu hal baru yang saya temui adalah adanya orang asing yang selalu dating dan berkumpul pada hari Jumat. “Siapakah mereka ?” tanya saya dalam hati. Setelah mendapatkan info, mereka adalah alumni Smada yang biasa dating pada hari Jumat untuk mengisi mentoring. “Apa itu mentoring?” tanya saya dalam hati lagi. Pertanyaan saya tadi bisa terjawab ketika saya pertama kali diwawancara dalam pos test mentoring untuk pertama kali dalam tahun pelajaran itu. Kami dijelaskan mentoring sendiri yang begitu sangat penting bagi generasi muda.  Sampai pada uji kemampuan seberapa besar pengetahuan para siswa baru muslim tentang pengetahuannya dalam beragama Islam.
Sejak awal mengenal mentoring tersebut, sejak pertama kalinya pula saya mengenal sosok seorang mentor. Mentor adalah seorang yang menjadi orang tua ketika saya dan teman-teman mengikuti mentoring. Mentor adalah seorang kakak yang senantiasa membantu dan memberikan bimbingan kepada adik-adiknya. Sedangkan mentee adalah mereka yang menjadi peserta dalam mentoring itu sendiri. Perjalanan bermentoring pun dimulai. Alhamdulillah pada hari Jumat adalah waktu yang dinanti-nanti untuk berkumpul bersama teman satu halaqah. Memang, aturan di sekolah kami sudah lama mewajibkan siswa-siswa muslim kelas sepuluh untuk mengikuti kegiatan pendampingan agama Islam yaitu mentoring.
Di lain pihak, Allah telah merencanakan hal terbaik untuk semua makhluk-Nya. Suatu keberkahan dan izin Allah, saya diterima menjadi pengurus rohis. Mulai saat itu saya mengenal apa itu ‘amanah’ ataupun yang sudah tidak asing lagi apa itu ‘dakwah’. Pada esensinya sebuah amanah dalam dakwah itu merupakan pesan kebaikan yang harus tersampaikan kepada para umat. Dakwah yang pada intinya beramar ma’ruf nahi munkar mengajarkan kita untuk istiqomah dalam melakukan perbaikan umat maupun perbaikan diri sendiri. Ya, saat itu cita-cita saya adalah ingin menjadi lebih baik dengan belajar agama Islam. Bukankah Allah sudah menjanjikan pahala yang berlimpah pula ?
Pada intinya yang namanya mentoing tidak bisa dilepaskan dengan adanya dakwah itu sendiri. Dakwah adalah menyampaikan kebaikan, mentoring pun mengajak ke dalam kebaikan. Mentoring yang telah menjadi sebuah kegiatan tersendiri juga secara langsung akan terlihat keberhasilannya ketika kita menyampaikan dakwah. Pernah suatu ketika, kelompok mentoring yang seharusnya lengkap, tetapi ternyata ada satu dua mentee yang tidak datang. Saya saat itu berusaha untuk selalu hadir mentoring, namun ternyata mulai timbul gejala tidak sehat ketika amanah begitu banyak.
Futur adalah suatu hal yang saya rasakan saat itu. Ketika amanah dakwah begitu berat, ketika amanah lain telah menanti, dan ketika sering pamitan kepada mentor adalah saat-saat paling bisa saya rasakan hilangnya ruh dan semangat dari diri ini. Dengan kata lain, mentoring adalah satu hal yang amat sangat urgent bagi diri saya dan semua orang, bukankah demikian ? Mulai saat itu Alhamdulillah saya kembali mencoba untuk bangkit dengan mengintensifkan diri untuk hadir dalam mentoring. Alhamdulillah, kapasitas dakwah bisa kembali tercapai berkat keistiqomahan kepada Allah dengan selalu ngaji.
Beberapa bulan setelahnya, ada yang berbeda dengan mentoring saya. Pada saat itu saya mulai dijelaskan yang namanya halaqah atau liqo’. Seiring dengan berjalannya waktu, mentor pun berganti dengan istilah murobbi dan mentee berganti menjadi mutarobbi. Suka duka, senang sedih, haru bahagia berpadu dalam balutan halaqah. Setidaknya saya bisa mengambil ibror bahwa kita berhalaqah bukanlah hanya untuk formalitas sebagai aktivis dakwah semata. Kita berhalaqah bukanlah hanya untuk mengikuti perintah murobbi semata. Tetapi sejatinya halaqah itu adalah wujud ibadah kita kepada Allah. Halaqah adalah wujud kita dalam bersemangat mencari ilmu Allah. Halaqah tidak membutuhkan kita, namun kitalah yang membutuhkan halaqah tiap pekan.
Akan sangat sia-sia amal yang kita lakukan  dan dakwahkan ini jika tanpa adanya suatu ilmu syar’i sesuai petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah. Untuk itu, sudah jelas kiranya esensi dari halaqah yang mendidik kita untuk istiqomah dalam berdakwah. Ketegaran kita dalam halaqah merupakan indikator seberapa jauh keimanan kita karena yang dinamakan mengaji dan mencari ilmu syar’i  tidak terbatas oleh waktu. Semoga kita termasuk orang-orang yang tegar dalam setiap halaqah dan istiqomah dalam menyampaikan dakwah, lillah. InsyaAllah



Sabtu, 17 November 2012

ENAM FAKTA UNIK TENTANG LARON

Waha, pagi-pagi ingin segera nulis. Setelah Subuh tadi saya keluar dan disuguhi pemandangan yang biasa ada di awal musim penghujan. Apakah itu ? Hujan laron ! hehehe. Siapa sih yang tidak tahu laron ? Kita semua pasti tahu laron, betul ? Serangga yang muncul di malam hari dan selalu mecari sumber cahaya untuk berkumpul. 


Setiap laron muncul, pasti dalam jumlah yang banyak. Tentunya kita pasti kerepotan dengan banyaknya laron tersebut. Tadi pagi saja di depan rumah saya tiba-tiba hujan deras. Tapi bukan air lho sisnya, melainkan laron :D Pas malam hari, begitu segerombolan laron datang, setiap rumah pasti cepat-cepat mematikan lampu rumahnya agar tidak di datangi laron. Tapi, apakah kalian pernah berpikir, kenapa laron berkumpul di sumber cahaya, seperti lampu? atau kenapa laron selalu menggugurkan sayap nya malam itu juga? atau tahu kah anda bahwa laron itu hidup cuma satu malam ? 

Kali ini saya akan membahas tentang fakta-fakta unik tentang Laron yang mungkin untuk sebagian orang belum mengetahuinya.


1.  Laron adalah Rayap

Laron adalah Rayap jantan dan betina yang sudah matang. Rayap akan memiliki sayap ketika dia telah memasuki usia matang untung melakukan reproduksi membentuk koloni baru. 


2.  Laron Keluar pada awal Musim Penghujan

Pasti teman-teman juga sudah tahu. Rayap Jantan dan Betina yang sudah matang dan memiliki saya akan keluar di awal musim penghujan. Sehingga kedatangan Laron sering dianggap sebagai pertanda awal musim penghujan.

3.  Laron berkumpul untuk Mencari Pasangan

Pada awal musim penghujan, rayap yang telah dewasa (atau Laron) akan keluar dari sarang dan mencari pasangannya dengan berkumpul di sekitar sumber cahaya. Sumber cahaya itu seperti lampu dan sebagainya.


4.  Laron Hanya Hidup Satu Malam

Sebenarnya Laron atau juga Rayap Dewasa tidak lah hidup satu malam. Laron adalah Rayap, dan tentunya dia telah hidup lama sebelum menjadi Laron. Laron yang mati adalah Laron yang tidak menemukan pasangannya akan mati saat fajar tiba. Sedangkan Laron yang menemukan pasangannya akan membentuk koloni baru dan Laron Betina atau Rayap Betina akan menjadi Ratu di Koloni baru nya.

5.  Laron Jadi Peyek

Bagi yang belum tahu, mungkin peyek Laron ini agak sedikit mengagetkan. Namun, hal itu memang ada. Penduduk desa masih banyak yang membuat Peyek/Rempeyek dari Laron. Dan katanya rasanya seperti Peyek Udang (saya sih belum pernah mencoba, hehe).


6.  Laron jadi Umpan Memancing.

Laron juga bisa digunakan sebagai umpan memancing lho. Ikan yang biasanya memakan umpan ini adalah ikan mujair dan ikan nila.

Sekian dulu enam fakta unik dari laron. Jadi jangan kaget lagi ya ketika ada hujan laron. Kalau teman-teman berhasil menangkapnya, bisa untuk pakan ayam kok, seperti saya :D

Referensi :
http://kishi-kun.blogspot.com

Kamis, 15 November 2012

MODERNISASI MELUMPUHKAN ESENSI SUMPAH PEMUDA



Modernisasi Melumpuhkan Esensi Sumpah Pemuda
oleh : Janu Muhammad/P.Geografi UNY 2011
(LOMBA BLOG HIMA ADP UNY 2012)

“Sudah sekitar 84 tahun peristiwa Sumpah Pemuda berlalu. Peristiwa agung itu adalah tonggak awal berdirinya bangsa Indonesia. Para pemuda menyatakan ikrarnya untuk melawan kekejaman kaum kolonial. Kemerdekaan pun akhirnya dapat kita raih, namun modernisasi rupanya sedang berusaha melumpuhkan semangat pemuda abad 21 ini.”
           
            Tanggal 28 Oktober 2012 kemarin merupakan momentum berharga bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itu, bangsa Indonesia diingatkan oleh sebuah peristiwa penting yang telah mengubah zaman penindasan menuju zaman kebangkitan, yaitu peristiwa Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan sebuah awal kebangkitan negeri ini dengan tertuangnya tiga ikrar para pemuda Indonesia dalam  naskah yang ditulis oleh Muhammad Yamin. Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia dilahirkan. Proses kelahiran ini merupakan buah dari perjuangan rakyat Indonesia yang selama ratusan tahun tertindas oleh kaum kolonialis pada saat itu. Kondisi ketertindasan inilah yang mendorong para pemuda untuk membulatkan tekad demi mengangkat martabat bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan Indonesia.
            Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Muhammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunarjo sedang berpidato pada sesi terakhir kongres sambil berbisik kepada Soegondo : Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini). Soegondo membubuhi tanda setuju pada secarik kertas tersebut kemudian dijelaskan secara jelas oleh Muhammad Yamin. Ikrar Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) :
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.



Ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan di Jalan Kramat Raya 106 atau di sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong merupakan janji setia perjuangan pemuda Indonesia. Dalam tiga kalimat tersebut kita bisa mengambil intisari yaitu kebulatan tekad putra-putri Indonesia dalam membela tanah air, berbangsa, dan berbahasa Indonesia. Ini adalah sebuah spirit baru yang lahir dari para generasi muda Indonesia yang pada saat itu mempelopori pergerakan dan kebangkitan nasional demi tercapainya kemerdekaan. Tentu tidak mudah bagi para pemuda untuk berani mengambil tindakan tegas dalam rangka melawan penjajah.
Perjuangan pemuda melalui Sumpah Pemuda dilanjutkan dengan adanya keikutsertaan generasi tua dalam pendirian organisasi nasional seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Indisje Partij, dan lain sebagainya. Pegerakan ini merupakan upaya dari bidang politik, ekonomi, pertahanan, sosial, budaya, agama, dan lain-lain demi tercapainya kemerdekaan Indonesia. Tantangan pun datang silih berganti, mulai dari kepemimpinan kolonial Belanda sampai kepemimpinan Jepang yang mempekerjakan rakyat Indonesia melalui program tanam paksa. Penindasan dan penghinaan kepada kaum pribumi adalah hal yang biasa. Rakyat kelaparan, kemiskinan merajalela, bahkan kematian ada di mana-mana. Kondisi tersebut mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan hingga akhirnya timbul pergolakan di berbagai daerah. Namun, dengan semangat persatuan bangsa dan tetes keringat untuk mengusir penjajah, bangsa ini bisa merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.



Peristiwa Sumpah Pemuda adalah peristiwa besar dan mengandung keajaiban-keajaiban. Keajaiban itu dapat dilihat dari tempat dan waktu terjadinya. Dari tempat terjadinya di rumah nomer 106 mengandung 7 keajaiban, seperti jumlah angkanya (1 + 0 + 6 = 7). Tahun 1928 mengandung makna satu nusa, satu bangsa. Terdiri 1900 dan 28. Tahun 1900 itu satu nusa. Penjelasannya yaitu 1 + 9 = 10 dan angka 10 sama dengan angka satu. Angka 28 juga satu, satu bangsa ( 2 + 8 = 10 ) dan bulan Oktober, bulan kesepuluh, satu bahasa. Tanggal 28 juga sepuluh, satu negara Republik Indonesia. Jadi waktu terjadinya sumpah pemuda itu mengandung makna Satu nusa, Satu bangsa, satu bahasa dan satu bentuk negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tanggal 28 yang mempunyai makna tentang bentuk negara NKRI itu juga sesuai dengan nama gang-nya yaitu gang Kenari yang berarti Kesatuan Negara Republik Indonesia. Gang artinya jalan sempit dan keadaan gang itu bermacam-macam. Tapi yang dituju adalah gang Kenari. Juga nama jalannya yaitu Kramat Raya, Kramat-Kemulyaan, Raya-besar. Menuju kemulyaan yang besar bukan jalan kehinaan. Ini adalah makna filosofis mengenai waktu terjadinya Sumpah Pemuda.
Sudah sekitar 84 tahun peristiwa Sumpah Pemuda berlalu. Peristiwa agung itu adalah tonggak awal berdirinya bangsa Indonesia. Para pemuda menyatakan ikrarnya untuk melawan kekejaman kaum kolonial. Kemerdekaan pun akhirnya dapat kita raih, namun modernisasi rupanya sedang berusaha melumpuhkan semangat pemuda abad 21 ini. Modernisasi adalah sebuah cobaan bagi para generasi muda. Seperti apa yang disampaikan pada ramalan Jayabaya, akan ada suatu zaman di mana negeri ini akan kacau balau. Para pemudanya tidak lagi bangga terhadap jati dirinya. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai kasus yang melibatkan kaum muda Indonesia, seperti tawuran di perguruan tinggi beberapa bulan kemarin. Belum lagi dengan kasus tawuran pelajar hingga menyebabkan korban meninggal.



Sungguh memprihatinkan ketika esensi Sumpah Pemuda itu lumpuh. Para pemuda abad 21 ini kurang peduli dengan keadaan Indonesia. Kasus kriminal dan lain sebagainya seakan menjadi potret pemuda saat ini dan tidak bisa mengimbangi peran pemuda sebagai agen of change bagi bangsa Indonesia. Mari kita refleksikan diri kita untuk senantiasa bersyukur terhadap apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Kita sudah merdeka tetapi kita sebenarnya masih dijajah. Modernisasi dari berbagai bidang, mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan, mode pakaian, gaya hidup, sampai modernisasi makanan menjadi bumerang jika kita tidak melakukan filterisasi.
Seharusnya kita sebagai generasi muda mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi untuk negeri ini. Indonesia memerlukan sosok generasi muda yang berguna, bukan generasi tanpa guna. Modernisasi sejatinya mampu kita tepis dengan semangat terus berkarya positif dan mengabaikan gaya hidup bangsa Barat yang memang tidak sesuai dengan kearifan Indonesia. Sebagai seorang mahasiswa hendaknya bisa melakukan pembaharuan, meneladani semangat kaum muda ketika membangun bangsa ini. Kita bisa menyumbangkan pemikiran, karya untuk negeri ini melalui prestasi ataupun lainnya. Kita junjung semangat patriotisme, rasa cinta tanah air ini. Kita bangga mempunyai bahasa persatuan, bahasa Indonesia dan senantiasa melestarikan budaya lokal Indonesia. Bangsa ini tentu perlu generasi penerus yang mau maju dan berkiprah untuk negeri. Pada akhirnya, esensi dari semangat Sumpah Pemuda abad 21 ini akan jauh lebih baik walau harus menghadapi derasnya arus modernisasi.


Referensi :

Kuntowijoyo. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Nasiwan, dkk. 2010. Dari Kampus UNY untuk Indonesia Baru. Yogyakarta: Penerbit ARTI.

Keajaiban Sumpah Pemuda Indonesia, http://duniapemuda.com/keajaiban-sumpah-pemuda-indonesia/ diunduh pada tanggal 14 November 2012 Pkl 23.55 WIB