Ged a Widget

Minggu, 28 Oktober 2012

ESENSI SUMPAH PEMUDA 2012

Esensi semangat menghargai jasa para pahlawan kini tak sepenuhnya tercermin pada diri setiap pemuda zaman sekarang. Semangat itu kian meredup semenjak peristiwa agung 28 Oktober 1928 bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu terpampang jelas semangat dan ikrar para pemuda negeri ini yang mengaku : berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia, dan bertanah air satu tanah air Indonesia. Sumpah pemuda yang tertuang pada secarik kertas putih atas goresan tinta Muhammad Yamin dan disodorkan kepada Soegondo adalah bukti otentik keberanian pemuda untuk membela bangsa Indonesia. Pemuda Indonesia yang saat itu berkumpul dan bersatu menyatakan tekad bulatnya untuk bangkit dari penindasan kolonial Belanda melalui kongres keduanya. 

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan spirit baru bagi bangsa Indonesia, bahwa kita bisa merdeka, dan terbebas dari belenggu penjajah. Sumpah Pemuda adalah momentum dimana tonggak-tonggak sejarah bangsa ini telah mulai dibangun, di mana peristiwa-peristiwa besar akan menjadi sejarah kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda adalah ikrar, ikrar untuk persatuan pemuda Indonesia yang membela tanah airnya, membela bahasa Indonesia. 

Namun, kini semangat itu mulai meredup ketika pada usianya yang ke 67 tahun bangsa Indonesia mengalami banyak cobaan. Era 2012 ini Indonesia dihadapkan pada permasalahan yang serius. Globalisasi telah memakan sendi-sendi persatua bangsa, terlebih moral generasi muda Indonesia. Degradasi moral pemuda bisa kita lihat ketika peristiwa berdarah beberapa minggu yang lalu terjadi. Peristiwa tawuran pelajar, bahkan tawuran antar mahasiswa di Indonesia merupakan bukti menurunnya semangat menghargai jasa para pahlawan yang telah membangun negeri ini. 

Peristiwa itu seharusnya menjadi cermin dan introspeksi bagi pemuda Indonesia bahwa bangsa ini bukan butuh orang-orang yang hanya membuat onar dimana-mana. Bangsa ini tidak butuh pemuda yang hanya mabuk-mabukan. Bangsa ini tidak butuh pemuda pemudi yang suka pakai narkoba. Bangsa ini tidak butuh pemuda pemudi dengan gaya hidup orang-orang Barat. Bahkan bangsa ini tidak butuh pemuda pemudi yang suka kehidupan glamour dan meninggalkan budaya asli Indonesia. Tetapi, Indonesia butuh yang namanya pemuda dengan budi pekerti baik, pemuda yang mau menghargai jasa pahlawannya, pemuda yang memegang prinsip persatuan bangsa, pemuda yang tidak malu akan budaya asli Indonesia, dan pemuda yang berjuang memajukan bangsa Indonesia.

Jadi, makna Sumpah Pemuda zaman sekarang seharusnya bisa jadi renungan kita semua. Bahwa dulu Indonesia susah untuk dibangun, tetapi apa kita sekarang masih tinggal diam tanpa ada sesuatu yang hisa kita berikan untuk bangsa ini ?

Dirgahayu Pemuda Indonesia !


Yogyakarta, 28 Oktober 2012 8:32 WIB

Janu Muhammad

Jumat, 19 Oktober 2012

KISAH POHON APEL


Sumber :


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main dibawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencitai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu, anak kecil itu kini elah tumbuh besar dan tidak lagi bermain dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “ayo ke sini bermain-main lagi denganku, “pinta pohon apel.

“Aku bukan anka kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya,”pohon apel itu menyahutya, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.
Anak lelaki itu sangat senang, lalu ia memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kemabali lagi.
Suatu hari anak itu datag lagi. Pohon apel sangat senang  melihatnya daang, “Ayo bermain-main denganku lagi.” Kata pohon apel.” Aku tak punya waktu, “ jawab abak lelaki itu.”Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongko.?”. Duh maaf aku tak punya uang….tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bias mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”
Anak lelaki itu sangat senang , ia lalu memetik semua buah apel yangada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah  itu anak lelaki itu tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang meilhatanya datang. “ayo bermain-main denganku lagi.” Kata pohon apel.” Aku tak punya waktu,” ajawab anak lelaki itu.” Akau harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” Kata pohon apel.
Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga mersa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. “ayo bermain-main lagi denganku.” Kata pohon apel. “aku sedih, “kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk berlayar?”Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yanh kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”
Kemudian,  anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tal pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “maaf, anakku, “kata pohon apel itu.”Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu .” Taka pa. aku pun sudah tak memilik gigi untuk menggigit buah apelmu.”jawab anak lelaki itu.” Aku juag tak memiliki batang dan dahan yang bias kau panjat,” kata pohon apel.”sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.” Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa kau berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pahon apel itu sambil menitikkan air mata.”  Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” Kata anak lelaki itu. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita masih kecil, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada disana utuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berfikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitul,ah cara kita memperlakukan ornag tua kita.
Ini adalah pesan untuk kita semua. Bahwa sebenarnya orang tua kita sangat menyanyangi diri kita, akan tetapi apakah sebaliknya kita juag begitu, saudaraku semua mari kita sampaikan kepada kedua orang tua kita betapa kita mencintainya, dan berterimakasih atas seluruh hidup yang telah diberikan pada kita. Dan doakan mereka berdua ketika masih hidup maupun sudah tiada, pasti mereka akan bangga kepada kita.

YES, I CAN DO IT !


Kamis, 18 Oktober 2012

Menjadi Seorang Mahasiswa

Mahasiswa adalah satu gelar terhormat yang saya miliki saat ini. Namun, entah gelar itu hanya sebatas embel-embel ataukah benar-benar pantas melekat dalam diri saya. Sejenak berpikir, perjalanan di bangku kuliah ini sudah memasuki tahun ke-2, bukan "maba" lagi ! Menjadi seorang mahasiswa itu ibarat diuji nyali. Pasalnya, kita pasti dihadapkan akan gejolak jiwa yang selalu ada kapan dan dimana saja, betul demikian ? Belum lagi, menjadi mahasiswa itu adalah saat-saat di mana iman mudah digoda. Pergaulan bebas, pola hidup yang berbeda, bahkan jauh dengan orang tua menjadi sebuah risiko yang diemban tunas bangsa ini.

Menjadi seorang mahasiswa itu mudah. Mudah dalam segi memboroskan uang, mudah dalam segi meminta uang kepada orang tua, atau mudah dalam membelanjakan uang bulanan. Intinya semuanya butuh uang, tidak ada satupun kebutuhan mahasiswa yang gratis, kecuali mereka yang mendapatkan beasiswa bidik misi, betul ? Inilah yang saya krusial dan vital, ekonomi menjadi penentu utama kemakmuran mahasiswa dan jaminan selama kurang lebih empat tahun kuliah. Mahasiswa memang banyak kebutuhan hidup. Buku, pakaian, laptop, makanan sehari-hari, dan lain sebagainya adalah teman sehari-hari mereka. Mau tidak mau sebagian harus terpenuhi bukan ?

Hal senada dengan di atas, menjadi mahasiswa itu mudah. Mudah melewatkan waktu-waktu yang ada tanpa suatu aktivitas berarti. Mudah langsung tidur daripada belajar. Mudah mengulur waktu ketika mendapat tugas, bahkan sering terlambat masuk kelas. Itulah fenomena nyata yang ada di lingkungan kampus saya. Setiap hari ada saja mahasiswa yang datang terlambat ataupun tidak masuk kelas. Banyak juga mereka yang hanya FB-an, bukannya baca buku materi perkuliahan tetapi malah asik berselancar di dunia maya. Ironis, memang sangat ironis. Kita secara tidak langsung telah menjadi budak atas dewasanya zaman. Kita terlalu menggurukan dunia maya untuk sekadar membuka situs-situs yang tidak penting (mungkin).

Lihatlah sekarang di luar sana. Masih ingatkah dengan peristiwa tawuran UNM Makassar beberapa hari yang lalu ? Itukah moral dan perilaku mahasiswa saat ini ? Sangat memalukan, ketika yang seharusnya seorang mahasiswa menjadi teladan bagi lingkungannya justru malah menjadi korban penipuan hawa nafsu. Ya, semua itu berawal dari adanya nafsu yang tidak terkendali. Hanya persoalan sepele yang kian membesar karena tanpa ada upaya penyelesaian. Seharusnya mereka membuka mata, sadar dan sabar dalam menghadapi setiap masalah sepele seperti itu. Bagaimana akibatnya ? Fatal kan ? Dua mahasiswa dikabarkan mati dengan sia-sia, tertindas akibat kekejaman insiden itu. Polisi pun tak bisa berkutik menangani masalah ini. Inikah cermin mahasiswa Indonesia saat ini ? Sungguh memprihatinkan.
Satu masalah ini tentunya mempunyai alternatif solusi untuk segera dipecahkan. Pentingnya menanamkan ilmu agama sejak dini menjadi kunci utama. Pentingnya peran orang tua dalam mendidik di lingkup keluarga juga menjadi indikator keberhasilan si anak dalam berperilaku positif. Pendidikan karakter sudah seharusnya diajarkan sejak kecil karena karakter baik itu susah dibentuk ketika dewasa. Memang itu semua tidak mudah, namun saatnya kita sadar bahwa mahasiswa adalah generasi penerus Indonesia untuk masa depan. Moralnya, akhlaknya, perilakunya, bahkan kepemimpinannya adalah sinar harapan bagi semua.

Rabu, 17 Oktober 2012

TUJUH KEAJAIBAN

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia’.
 
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir
merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian,
sebagian besar daftar berisi sbb :

1] Piramida

2] Taj Mahal

3] Tembok Besar Cina

4] Menara Pisa

5] Kuil Angkor

6] Menara Eiffel

7] Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, se orang
gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru
bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab, ‘Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat
banyaknya ‘keajaiban itu’. Sang guru berkata,’Baik, katakan pada kami apa yang kamu
miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya’.

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, ‘Saya pikir, ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ itu
adalah :

1] Bisa melihat,

2] Bisa mendengar,

3] Bisa menyentuh,

4] Bisa menyayangi,

5] Bisa merasakan,

6] Bisa tertawa, dan

7] Bisa mencintai

 
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada
eksploitasi manusia dan menyebutnya ‘keajaiban’. 
 
Sementara kita lihat lagi semua yang
telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai ‘biasa’. :)
 

LIMA BANGUNAN UNIK DI JOGJA

Inilah lima bangunan unik di Jogjakarta yang pernah saya kunjungi :)


1. Monumen Jogja Kembali (Jalan Ring Road Utara)


 2. Tugu Jogja (jalan Mangkubumi)

3. Museum Gunung Merapi (jalan Kaliurang)


4. Museum Gumuk Pasir (Parangtritis)


5. Museum Karst Dunia (Gunung Kidul)

 

Bagaimana dengan kunjungan Anda di Jogja ?

Selasa, 16 Oktober 2012

Kehebatan & Cinta Seorang Ayah

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada
siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil
(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta
bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia
bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menunggumu.

 
AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap
semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa
banyak kerutan di dahinya....

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya
kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya"


Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat dan
tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang
lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu....

Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik....

Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

nangis
nangis nangis nangis nangis nangis

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2783491

SEMINAR NASIONAL SEMARAK GEOGRAFI 2012


Senin, 15 Oktober 2012

#RENUNGAN IDUL QURBAN (Qurban Untuk Emak)

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba h
ampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….


 
Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.


Semoga Bermanfaat ...

Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …

SUMBER : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=338923862869395&set=a.194645200630596.42122.189052644523185&type=1&comment_id=705127&ref=notif&notif_t=photo_comment&theater

REPOST : Mendikbud Akan Beri Sanksi Pelaku Tawuran Mahasiswa


Jakarta --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh akan memberikan sanksi tegas baik kepada para pelaku maupun institusi dan jajarannya,  yang  terlibat kasus tawuran di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar, Sulawesi Selatan, yang menewaskan dua  mahasiswa.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Padahal kampus diharapkan dapat mencetak calon-calon pemimpin. Bagaimana jadinya kalau di lingkungan kampus terjadi tawuran seperti ini. Itu sebabnya saya akan menjatuhkan sanksi tegas baik kepada para pelaku maupun institusi dan jajarannya,” kata Menteri Nuh menjelang keberangkatannya ke Makassar, Kamis (11/10) malam.

Mendengar kejadian tawuran ini,  Mendikbud bersama Dirjen Dikti, Djoko Santoso, segera terbang ke Makassar. Selain untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Menteri Nuh juga berencana akan segera menyampaikan sanksi, baik terhadap para pelaku maupun mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi tersebut.

Menurut Mendikbud, perkelahian yang sampai menewaskan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi sungguh tidak mencerminkan dunia kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, intelektual, dan kemuliaan. “Ini yang sangat kami sesalkan, karena kami juga sudah memiliki kesepakatan yang pernah ditandatangani oleh para pimpinan perguruan tinggi, maka kami tegaskan bahwa kami akan memberikan sanksi tegas,” katanya.

Kepada pihak kepolisian, Mendikbud juga meminta untuk segera melakukan pengusutan terhadap semua pihak yang terlibat dalam peristiwa itu. “Silakan kepolisian mengusutnya secara tuntas dan mengambil tindakan sesuai prosedur dan koridor hukum yang berlaku. Saya juga sudah menelepon Kapolda,” katanya. (PIH)

http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/744

Minggu, 14 Oktober 2012

Cerita rakyat from West Sumatra : Malin Kundang

Source : http://cloudhmp.blogspot.com/

Once upon a time, on the north coast of Sumatra lived a poor woman and his son. The boy was called Malin Kundang. They didn’t earn much as fishing was their only source of income. Malin Kundang grew up as a skillful young boy. He always helps his mother to earn some money. However, as they were only fisherman’s helper, they still lived in poverty. “Mother, what if I sail overseas?” asked Malin Kundang one day to his mother. Her mother didn’t agree but Malin Kundang had made up his mind. “Mother, if I stay here, I’ll always be a poor man. I want to be a successful person,” urged Malin kundang. His mother wiped her tears, “If you really want to go, I can’t stop you. I could only pray to God for you to gain success in life,” said his mother wisely. “But, promise me, you’ll come home.” 

In the next morning, Malin Kundang was ready to go. Three days ago, he met one of the successful ship’s crew. Malin was offered to join him. “Take a good care of yourself, son,” said Malin Kundang’s mother as she gave him some food supplies. “Yes, Mother,” Malin Kundang said. “You too have to take a good care of yourself. I’ll keep in touch with you,” he continued before kissing his mother’s hand. Before Malin stepped onto the ship, Malin’s mother hugged him tight as if she didn’t want to let him go. 


It had been three months since Malin Kundang left his mother. As his mother had predicted before, he hadn’t contacted her yet. Every morning, she stood on the pier. She wished to see the ship that brought Malin kundang home. Every day and night, she prayed to the God for her son’s safety. There was so much prayer that had been said due to her deep love for Malin Kundang. Even though it’s been a year she had not heard any news from Malin Kundang, she kept waiting and praying for him. 

After several years waiting without any news, Malin Kundang’s mother was suddenly surprised by the arrival of a big ship in the pier where she usually stood to wait for her son. When the ship finally pulled over, Malin Kundang’s mother saw a man who looked wealthy stepping down a ladder along with a beautiful woman. She could not be wrong. Her blurry eyes still easily recognized him. The man was Malin Kundang, her son.
Malin Kundang’s mother quickly went to see her beloved son. “Malin, you’re back, son!” said Malin Kundang’s mother and without hesitation, she came running to hug Malin Kundang, “I miss you so much.” But, Malin Kundang didn’t show any respond. He was ashamed to admit his own mother in front of his beautiful wife. “You’re not my Mother. I don’t know you. My mother would never wear such ragged and ugly clothes,” said Malin Kundang as he release his mother embrace. 


Malin Kundang’s mother take a step back, “Malin…You don’t recognize me? I’m your mother!” she said sadly. Malin Kundang’s face was as cold as ice. “Guard, take this old women out of here,” Malin Kundang ordered his bodyguard. “Give her some money so she won’t disturb me again!” Malin Kundang’s mother cried as she was dragged by the bodyguard, ”Malin... my son. Why do you treat your own mother like this?”
Malin Kundang ignored his mother and ordered the ship crews to set sail. Malin Kundang’s mother sat alone in the pier. Her heart was so hurt, she cried and cried. “Dear God, if he isn’t my son, please let him have a save journey. But if he is, I cursed him to become a stone,” she prayed to the God. 

In the quiet sea, suddenly the wind blew so hard and a thunderstorm came. Malin Kundang’s huge ship was wrecked. He was thrown by the wave out of his ship, and fell on a small island. Suddenly, his whole body turned into stone. He was punished for not admitting his own mother.***

DISKUSI ILMIAH DAN DISEMINASI KARYA UKMF SCREEN UNY

Sabtu, 13 Oktober 2012 suasana ruang Ki Hajar Dewantara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta tampak berbeda. Sekitar pukul 7.30 WIB ruangan tersebut telah diisi oleh para mahasiswa baru FIS UNY angkatan 2012. Pada kesempatan itu akan diadakan sebuah acara tingkat fakultas yaitu Diskusi Ilmiah dan Diseminasi Karya UKMF SCREEN. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama bidang PPSI Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas SCREEN dan Fakultas Ilmu Sosial UNY. Acara dengan tema “Tuangkan Idemu, Udarakan Karyamu” ini merupakan follow up dari kegiatan Simposium Penelitian UNY yang telah terlaksana bulan September 2012 kemarin. 

Kegiatan Diskusi Ilmiah dan Diseminasi Karya merupakan agenda wajib bagi peserta Student Development Program Penelitian FIS 2012 dan sekaligus apresiasi terhadap UKMF SCREEN sebagai wadah kegiatan penelitian mahasiswa yang telah menelurkan banyak karya. Diskusi ilmiah kali ini selain untuk menggali lebih dalam tentang makna penelitian, juga bertujuan untuk memberi semangat kepada mahasiswa baru agar tetap produktif ketika memasuki bangku kuliah. Acara yang diikuti oleh puluhan mahasiswa baru dari berbagai program studi ini menghadirkan seorang pembicara yaitu Mas Agung Purwandono dari redaktur SKH Kedaulatan Rakyat. Dalam paparan materinya, mas Agung mengajak kepada para peserta agar terus berkarya, baik melalui karya tulis ilmiah, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), esai, bahkan menjadi seorang jurnalis. Hal menarik dari penyampaian beliau adalah pengalaman ketika melakukan penelitian kualitatif dengan objek penelitian daerah Pasar Kembang. Tentu kita tahu bahwa daerah itu konon merupakan pusatnya para wanita malam dengan profesi PSK. Namun, hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari penelitian beliau. Artinya, dalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus suka terlebih dahulu terhadap apa yang akan ia teliti.
Dengan penyampaian yang hangat dan diselipkan beberapa pengalaman pribadi menjadikan diskusi kali ini sangat menarik. Setelah diskusi selesai sekitar pikul 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan diseminasi karya. Pada kesempatan itu, ada tiga tim penelitian dari pengurus UKMF SCREEN yang mempresentasikan karyanya. Salah satu karya yang mendapat antusias terbanyak yaitu tentang Korean Wave (gelombang Korea) yaitu adanya budaya Korea yang telah menjangkiti para remaja Indonesia pada umumnya. Budaya Korea yang dibawa melalui lagu-lagu boyband ataupun girlband Korea ternyata dampaknya dirasakan oleh remaja di Indonesia, contohnya dalam gaya hidup, gaya berpakaian, jenis makanan, bahkan sampai tata cara penampilan. 

Acara diskusi ilmiah dan diseminasi karya selesai pada Pkl 11.45 WIB. Seluruh panitia berharap, dengan kegiatan ini akan semakin meningkatkan sikap kritis mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial terutama dalam bidang penelitian. Output dari kegiatan ini adalah lahirnya ide-ide cemerlang dari mahasiswa FIS yang nantinya akan dituangkan dan diudarakan dalam bentuk karya tulis ilmiah melalui media elektronik maupun cetak. Dengan demikian, produk dari SDP Penelitian FIS 2012 akan semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya.


Penulis :
Janu Muhammad
Staff PPSI UKMF SCREEN
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Yogyakarta

Jumat, 12 Oktober 2012

Saat Pria Menangis

Sumber : http://hmmasdukifamily.multiply.com/journal/item/10

Siapa bilang pria tak bisa banyak menangis ? 



Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis"

Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya,
 
Itulah mengapa اللّهُ menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita,
Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.
 
Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan اللّهُ,
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga,
Menjadi pengawal bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.
 
Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya,
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.
 
Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.
 
Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya,
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.
 
Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele,
Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.
 
Pria "menangis" dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari,
Pria "menangis" dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki,
Pria "menangis" dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri,
Pria "menangis" dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi keluarganya,
 
Namun...
 
Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya,  
di kesendiriannya  menyadari tanggung jawabnya
yang besar di hadapan اللّهُ


Pandanglah Ayah .....

Pandanglah Suami .....
Pandanglah kakak .....
 
Sesungguhnya syurga اللّهُ di dalam keridha'an mereka...

Selasa, 09 Oktober 2012

DISKUSI ILMIAH DAN DISEMINASI KARYA SCREEN


Mengundang partisipasi teman-teman Fakultas Ilmu Sosial UNY semua... :)

UNY Akan Mengadakan Semarak Geografi Tingkat Nasional 2012

           Geografi  adalah salah satu cabang ilmu sosial yang diberikan dalam dunia pendidikan di Indonesia khususnya pada jenjang pendidikan sekolah menengah. Geografi mempunyai peranan penting dalam memberikan inovasi pembelajaran yang berbasis perkembangan teknologi dan informasi. Dalam pembangunan pendidikan di Indonesia sangat di perlukan teknologi dan informasi sebagai benteng yang mampu mengikuti daya saing perkembangan pendidikan di dunia ini yang semakin lama semakin pesat.
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta (HMPG UNY) kembali menghadirkan satu event akbar tahunan tingkat nasional bagi para siswa SMA/MA, Mahasiswa, Guru, dan masyarakat Indonesia dalam rangkaian kegiatan SEMARAK GEOGRAFI 2012. Pada musim ini, SEMARAK GEOGRAFI mengusung tema besar “Inovasi dan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Geografi” dengan harapan menumbuhkan semangat berinovasi dan berkompetisi para pelajar SMA se-Indonesia. Empat kategori kegiatan yaitu : National Geography Competition (NGC) atau Olimpiade Geografi SMA/MA, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Lomba Poster, dan Seminar Nasional. Kegiatan LKTI, Lomba Poster, dan NGC untuk pelajar SMA/MA se Indonesia sedangkan Seminar Nasional untuk umum. Seluruh kegiatan ini secara resmi akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012 bertempat di Fakultas Ilmu Sosial UNY.

Kegiatan Semarak Geografi itu sendiri merupakan event tahunan atas kerja sama Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten Sleman, Ikatan Geograf Indonesia, Ikatan Mahasiswa Geografi Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, serta berbagai pihak lain yang bertujuan meningkatkan kualitas pelajar sekolah menengah atas yang merupakan salah satu komponen penting dalam membangun masa depan bangsa. Selain akan diadakan berbagai lomba, dalam acara Semarak Geografi juga akan dilaksanakan Seminar Nasional dengan tema “Inovasi Pembelajaran Geografi dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi” dengan Keynote Speaker Prof. Dr. H. Suratman, M.Sc. (ketua IGI), serta tiga pembicara : Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D. (UGM), Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd. (UNY), dan Dr. Mukminan (UNY). Pendaftaran dibuka sampai dengan 19 Oktober 2012. Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi situs : www.semarakgeografi.com atau http://uny.ac.id/Semarak-Geografi-tingkat-Nasional-Tingkat-SMA-MA.

Sekretariat Panitia:
Sekretariat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi, Komplek Gedung Merah FIS UNY, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi panitia :
Contact person:           Sugi Astuti                  (085259609261)
                                       Rizky Hari                   (087715130629)

Web                 : www.semarakgeografi.com
(info lengkap pendaftaran dan lain-lain)
E-mail              : semarakgeografi2012@gmail.com
Twitter             : @semarakgeografi
FB                   : Semarak Geografi Tingkat Nasional 2012





Cerita Haru Seorang Bapak Untuk Membahagiakan Anaknya

Karena hujan yang tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan, karena hari sudah malam…Dan sampai di Cikini, perut udah ga bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan..Lagi asik-asiknya menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dg istri & 2 anaknya.. Yang menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong.. Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng untuk istri & anaknya. Pertamanya sih ga ada yang menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yang menarik hati saya..Ternyata, yang menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri & anaknya menikmati makanan ini.
Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali,& sangat menikmati ayam goreng yang dipesan oleh bapaknya..
 



Saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya..
Lalu saya mendengar dia berkata..
” makan yg puas Nak, toh..hari ini tanggal kelahiranmu..”
Saya terharu mendengarnya..Langsung terenyuh hati ini.
Seorang bapak, dengan keterbatasannya, sebagai (mungkin) pemulung.. memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jalan , untuk hadiah anaknya..
Hampir mau menangis rasanya saya diwarung itu..
Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri,& membayar makanan saya,& juga dengan pelan pelan saya bilang sama penjaga warung…
“mas, tagihan bapak itu, saya yang bayar.. dan tolong tambahin ayam goreng dan tahu tempe” Lalu lekas lekas saya pergi.

Bagi orang disekitar kita, pecel lele dipinggir jalan, adalah makanan mewah buat dia….
BAGI KALIAN YANG BERKECUKUPAN, TIAP HARI BISA MAKAN ENAK, TEMPAT TINGGAL YANG NYAMAN, BERSYUKURLAH… KARENA KALIAN ADALAH ORANG YANG LEBIH BERUNTUNG DARI SEGI MATERI TENTUNYA
Semoga kisah ini membuka pikiran anda untuk lebih sering berbagi ke sesama.

http://ifey.info/cerita-haru-seorang-bapak-untuk-membahagiakan-anaknya.html

A BEST FRIEND

A BEST FRIEND

A best friend
is always there,
whether you need advice,
or a pep talk,
or even a shoulder to cry on.
A best friend
listens with her heart
and is always honest with you,
even though the truth
may not be
what you want to hear.



A best friend
knows all your secrets,
understands your fears
shares your dreams.
A best friend
never stops believing in you
even if you give up
on yourself.
you are
that kind of friend
to me.
And no matter what happens,
you always will be.
You are my best friend....
my forever friend.

- Renee Duvall