Ged a Widget

Jumat, 28 September 2012

Jasa Ibu untuk Kita Renungkan

Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah ?
Sudah pasti jawabannya adalah : k-e-h-a-m-i- l-a-n.
Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkah yang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan: p-o-s-i-t-i- f.


Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih dalam kandungannya. Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya. Seringkali ia bertanya : menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedihkah atau bahagiakah ia di dalam sana? Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia. Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran.

Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar. Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak. Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak.


Si kecil baru saja berucap "Ma?" segera ia mengangkat telepon untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon. Saat baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru, bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka.


Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun disaat yang sama, pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami tak terhenti rezekinya. Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan. "Demi anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia berada di pasar berbelanja keperluan si kecil.


Saat ia berada di pesta seorang kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam tissue. Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya. Tak jarang, ia urung membeli baju untuk dirinya sendiri dan berganti mengambil baju untuk anak. Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil.


Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan, demi anak. Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas, periksalah catatannya. Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak. Nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya. Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil tetap terbeli. Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.


Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang paling setia. Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran. Keesokannya ia rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar dan menghalau musuh agar tak mengganggu. Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya. Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata barang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanya menceritakan dongeng ke sekian. Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.


Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anak yang akan berangkat ke sekolah. Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat, "sudah makan belum?" tak lupa terlontar.


saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orang dewasa yang bisa saja membeli makan siangnya sendiri di Sekolahnya.


Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan. Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar, buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih, "Masihkah kau anakku?"


Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir. Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu meninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil dipangku kalian". Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya. "Agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih & shalihat sejak kecil," ujarnya.


Duh ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya. Ibulah madrasah cinta saya, Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran, yaitu "cinta". Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "pecinta". Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: "anakku tercinta".


Source: ebook -kumpulan cerita motivasi-



HASIL STUDENT UNION GRANT UNY 2012

ABSTRAK
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
UNTUK ESTIMASI TINGKAT KERENTANAN BANJIR
DI SEKITAR ALIRAN SUNGAI CODE KOTA YOGYAKARTA
Oleh:
Akhmad Ganang Hasib, Janu Muhammad, Lulut Al Huda,
Wisnu Putra Danarto
Sungai Code yang mengalami pendangkalan akibat banjir lahar hujan Gunung Merapi membawa dampak pada kondisi wilayah di sekitar sungai maupun Sungai Code sendiri. Pendangkalan tersebut disebabkan karena material yang terbawa arus banjir saat musim hujan menyebabkan Sungai Code semakin dangkal, sehingga muka air akan semakin tinggi dan menambah risiko kerentanan banjir Sungai Code. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan banjir di sekitar aliran SungaiCode Kota Yogyakarta serta mengetahui distribusi tingkat kerentanan banjir di sekitar aliran Sungai Code Kota Yogyakarta dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis.
Variabel bebas meliputi : ketinggian tanggul, penggunaan lahan, kemiringan lereng dan tanggul, tekstur tanah, curah hujan,  jarak sungai ke permukiman, lebar sungai, dan morfologi sungai (bentuk lahan). Sedangkan, variabel terikatnya yaitu kerentanan banjir. Model dari penelitian ini menggunakan model penelitian teknik kuantitatif. Peneliti melakukan dengan memanfaatkan data-data yang ada dan diproses dari data input hingga menghasilkan output pemetaan secara digital. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2012 dengan mengambil lokasi di sekitar aliran Sungai Code Kota Yogyakarta. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah skoring. Artinya, dilakukan pemberian skor terhadap variabel bebas. Dari skoring tersebut, akan didapatkan analisis kerentanan sungai, mulai dari skor paling bawah sampai paling atas. Kemudian akan dipakai dalam aplikasi Sistem Informasi Geografis ini digunakan metode overlay yaitu proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.
Berdasarkan skoring dan overlay tersebut menunjukan skor tertinggi ialah 16 sedangkan skor terendah ialah 10. Dari hasil penskoran diperoleh hasil kelas tidak rentan banjir ialah ≤ 11, klas potensi sedang pada interval 12-13, dan klas potensi tinggi ialah ≥ 14. Wilayah yang berada disepanjang sungai Code kota Yogyakarta termasuk dalam tingkat kerentanan sedang-tinggi. Penggunaan lahan disepanjang aliran sungai Code Yogyakarta belum ideal karena didominasi oleh permukiman yang meningkatkan kerentanan terhadap banjir. Ruang terbuka hijau dapat mengurangi tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap banjir.
Kata kunci: Banjir, SIG, dan Sungai Code

Kamis, 27 September 2012

Loe Gue End Aja !

Seperti biasanya, saya ambil keputusan stay di LIMUNY, warnetnya anak-anak UNY malam ini. Entah ini tugas atau apaan sehingga sampai membuat saya betah disini.





Loe gue End !

Saya sangat benci yang namanya kalau sudah malas ngerjakan tugas !
Apalagi ngulur-ngulur tugas dan akhirnya tidak kelar-kelar...hahahahaha, ya beginilah rasanya demam tugas...

Ada beberapa tips yang mungkin bisa nguatin loe, bahwa loe harus mutusin dia !

Pertama, loe ngaca kalau loe nggak pantes banget yang namanya malas, tahu diri kenapa ?

Kedua, loe masih muda kan ? Ya jangan malas dong 1

Ketiga, sering-sering aja loe rajin ngerjain tugas diawal waktu, biar lebih afdhol, pake wudhu dulu sebelum ngerjain tugas itu.

Keempat, kalo loe udah mati gaya sama dia, cepet-cepet loe bayangin besok pagi loe bakal keteteran alias setres ketinggalan tugas.

Kelima, loe harus sadar diri dong, loe ku du mu tu sin dia ! Rasa malas itu, buang jauh0jauh sana !

Itu  semua buat mantepin loe, loe kudu GO AHEAD, ok ??? :D

Tidur Cantik Ala Rasulullah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Disusun Oleh: Ummu Hajar
Muroja’ah: Ust. Abu Salman
 
Tidur bagi muslimah merupakan saat yang sangat penting. Karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang muslimah di antara jemari Allah. Seorang muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam. Bagaimana adab-adabnya?

Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain:
a) Membaca ayat kursi.
b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)

Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:
باسمك ربيوضعت جنبي وبك أرفعه إن أ مسكت نفسي فا ر حمها و إ ن أ ر سلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصا لحين
“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”
“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)

Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:
لا إ له إ لاالله الواحدالقهاررب السماوات واﻷرض ومابينهماالعز يزالغفار
“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru.”
“Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)

Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:
أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه و شرعباده ومن همزات الشيا طين وأن يحضرون
“A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)
Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan.” (HR. Ibnu Majah No. 3497)
Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)

Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:
الحمد لله الذي أحيانابعدماأماتناوإليه النشور
“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.”
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)
Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.
Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.
Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.
“Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)]

Bersiwak.
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)
Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)
Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)

Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)
Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).
Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim)
Maraji’:
Adab Harian Muslim Teladan
***
(muslimah.or.id)

Sabtu, 22 September 2012

Happy Holiday #3 KCM UNY 2011

Bismillah...

Alhamdulillah sudah sampai LIMUNY UNY, yes !!! Setelah tadi panas-panasan akhirnya sekarang sudah bisa dingin-dinginan di ruangan ber-AC.hehehehe. 

Eits, apa kabar semuanya ? Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan HH#3 Kamilah Cendekiawan Muda UNY 2011 gitu... As soon as posible, kami tadi berkumpul dulu di rektorat, sekitar jam 8an pagi gitu...padahal saya sendiri belum nyuci baju-baju de el el #nggak penting. Ya intinya hari ini sudah ada janji denghan teman-teman UNY 2011 untuk touring ke Kaliurang..yeeeeeee :p 

Oke, jam setengan 9an saya sampai di taman barat rektorat UNY...ehem, ternyata di sana sudah ada Ridho, Puguh, dan Ain.ahahahaha mereka sudah menunggu. Sudah lama tidak jumpa ternyata jadi gimanaaaa gitu....:p Nah, habis itu ada beberapa mbak-mbak sih (nggak tahu mbak atau adek) yang juga kayaknya mau pergi kemana gitu.. Oh ternyata mereka nggabung kami :D yeeee. Satu menit, dua menit berjalan dan bermenit-menit nunggu teman2 kok belum nambah2 ya ? -_- Saya janji kalau sampai tidak ada 10 orang, maka cancel saja ya ??? 

Setelah beberapa tahun kemudian #ups akhirnya nambah jadi total 13 manusia, ada 4 lelaki dan 9 perempuan...#TRAGIS ! Yang hadir ada dari FT,FE,FIS,FBS dan FIK,FIP,FMIPA absen. Oke, sepertinya yang lain memang sudah izin, ada acara di GOR UNY juga toh katanya. Baiklah, kami sepakat untuk berangkat... Biar lebih afdhol dan selamat, maka kami awali perjalanan hidup hari ini dengan doa...berdoa...mulai....selesai :D

"Oke, cabut !" kata saya. Saya berada di paling depan #sakjane yo bingung jalan ke Kaliurang, tahunya ya lurus saja.hehehehe. Berputar-berputar melewati jalan Gejayan, belok kiri dan........ups, innalillahi #ada kecelakaan mobil...astaghfirullah itu parah banget...sampai nggak berbentuk mobil lagi...jadi sedihhh gitu :(
Lanjut, semoha kami bisa lebih hati-hati yah ? Lalu belok kanan ke arah Jakal, jalan kaliurang...lurus terus....kalao ada lampu merah ya berhenti dulu. Eh ternyata ada 1 motor atau 2 orang yang tertinggal karena baru isi bensin...ditunggu dulu.

Sekitar 30 menit meluncur...akhirnya sampe di gerbang retribusi....ya Allah, ternyata nggak murah....saya kira cuman 2 rebu, eh ternyata 4rebu -_- U.U Ok never mind, lanjut ! Ain de kaka masih di belakang saya ternyata. Kami menuju ke atas,,,dan hawa pun sudah dingin, seakan menusuk sampai kulit. Tapi ndak apa-apa, karena kita sama2 dingin akhirnya suhunya jadi anget gimanaaa gitu :p 

Yes ! Kami sampai di parkiran Tlogo Putri, eh kenapa namanya Tlogo Putri ya ??? Apa mungkin isinya kaum hawa ??? ataukah hanya khusus kaum putri -_- Sudah-sudah, parkir dulu Jan. Eits, bayar lagi dah ini, 2rebu men...... :( Lagi-lagi bayar...

Setelah parkir, ke 13 maba 2011 akhirnya berunding dan sepakat untuk ke bukit Prono Jiwo...apaan tuh ??? Bayar karcis masuk dulu ya, spesial 25 rebu buat 13 orang #lumayan. Subhanallah ya, hutan di Kaliurang yang sempat gosong atau gersang ketika erupsi kemarin sudah lumayan hijau, beberapa pohon sudah mati namun tetap berdiri kokoh. 

Jalan tapak kami susuri, duri-duri kami jejaki, saatnya ke puncak. Pemandangan pertama ketika masuk gerbang kawasan wisata ini adalah monyet-monyet unyu yang berkeliaran dimana-mana. Itu adalah spesies asli dan endemik dari Kaliurang. Mereka habitatnya memang di sini karena kawasannya memang subur gituu. Haha, teman2 putri banyak yang takut sama risi gimanaaa gitu, tapi sebenarnya mereka baik kok #sok tahu. 

Lanjut, by the way ternyata di sini banyak toilet ya ? Mumpung ada toilet, banyak yang menyempatkan setoran dulu :p Oke lets go, kami mulai naik ke BUKIT PRONO JIWO, kalau di papan petunjuk sih sekitar 800 meter. Naik-naik ke puncak gunung...tinggi-tinggi sekali...kiri kanan kulihat saja banyak pohon yang mati...hihi...kiri kanan kulihat saja...banyak pohon yang mati... :(

Ternyata HH#3 ini adalah naik gunung...fisik broo :) tidak seperti HH#1 yang di kebon binatang atau HH#2 yang di wisata Nol Kilometer..huhu. Ayoooo semangat naik, ayo cemangat seman2 ceman... Beberapa langkah kemudian, kami jumpa dengan monyet2 lagi....hehehehe, mereka setia menemani kami. Jlan setapak yang kami lalui dipenuhi dengan pohon2 yang tumbang, yang menguji nyali dan kesabaran kami. Panas terik matahari memang setia menemani dan kondisi tanah yang berdebu turut menguji pernafasan kami.

Capek...panas....berat....terjal....beberapa kata yang keluar dari kami. Namun, sebentar lagi kita akan sampai di puncak bukit Prono Jiwo, kawan. Keluh kesah itu terjawab sudah, suguhan pemandangan di atas bukit sangat menawan... Tepat sekitar Pkl 11.30 kami berada di atas bukit, bayangkan panasnya ! Sejauh mata memandang terlihat hamparan panorama Merapi yang kala tadi tertutup awan. Horizon garis lurus di depan mata, sedikit memotong pandangan ke kawasan Kinahrejo, tempat Mbah Maridjan. Saya lihat deburan pasir yang masih nyata ada di bawah dan membentang di kawasan awan panas kala itu. 

Inilah potret dari dampak erupsi Gunung Merapi, gunung yang perkasa dan berdiri di bumi Yogyakarta. Sesekali kami mengambil gambar pemandangan di atas bukit. Karena sudah dirasa puas, kami kembali turun. Tidak jauh berbeda, rutenya juga terjal dan ada salah satu jalan yang di sana ada tambang/tali warna biru karena dikhawatirkan longsor#mungkin. Turun..turun ke lembah gunung..rendah-rendah sekali...

Sesampainya di bawah, kami sempatkan beristirahat sejenak di depan mushola... Eh ada monyet lagi...salah satu teman saya memberinya roti....dia lahap memakannya. Stelah saling tertawa melihat tingkah laku lucu si monyet,kami bergegas melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah, alhamdulillah jadi adem tentrem rasanya.hehehehe. 

Usai sholat, kami berfoto bersama di depan mushola dan dekat air mancur.... Si Hakim tuh sempat-sempatnya foto sama petugas retribusi...perutnya sama-sama berisi :p Setelah itu, karena ciri khas makanan Kaliurang itu jadah tempe, maka saya membelinya seharga 5 rebu rupiah saja.enak lho rasanya... 

Oke selanjutnya ? ke parkiran. Karena kami juga banyak yang membawa bekal makanan...saatnya makan-makan. Sembari makan-makan, ternyata banyak wisatawan yang datang ke sini. Sempat saya bertanya pada teman di samping saya, "Njuk awak dhewe ndene ki oleh opo ?" Artinya kia ke sini itu dapat apa ?

Pertanyaan itu terlontarkan karena memang objek wisata di Kaliurang belum pulih seperti sedia kala, mulai dari fasilitas dan lain-lain, namun ya wajar-wajar saja kalau masih banyak wisatawan yang ke sini, namanya juga tidak tahu :D 

Mungkin kalau menurut saya, di HH#3 ini kita tetep dapet kok sisi positifnya, mulai bisa silaturahim, jalan-jalan, dapet ilmu, sampai yang paling penting adalah beribadah, mensyukuri apa yang telah Allah berikan berupa keindahan alam ini. Memang rasanya capeeekk banget,,,namun itu semua akan hilang karena kebersamaan ini, betul nggak ?

Tibalah saatnya di ujung acara, saatnya kembali ke habitat Jogja... 
Untuk teman-teman yang bisa mengikuti HH#3 KCM UNY 2011 ini kami dari admin mengucapkan terimakasih ya, mohon maaf jika masih kurang dalam berkoordinasi karena ya wajarlah memang banyak yang baru ada kegiatan lain. Untuk yang belum bisa hadir, kami tunggu di HH#4 atau agenda KCM mendatang... Semoga kegiatan tadi bermanfaat, syukur-syukur bisa diet buat yang ngerasa O****tas,hehehehe.

Sampai jumpa di jalan-jalan selanjutnya, tetap semangat semangat hap hap :D

Kamis, 20 September 2012

Kurikulum Geografi Perlu Diubah

http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/10/1632163/Kurikulum.Geografi.Perlu.Diubah
BANDUNG, KOMPAS.com 

Pada kesempatan ini saya ingin me-repost berita dari kompas.hehehehe :D

Asosiasi Pengajar Geografi Indonesia (APGI) mengajukan usulan perubahan kurikulum geografi. Mereka meminta agar mata pelajaran ini tidak hanya diajarkan kepada siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada tingkat sekolah menengah atas (SMA) namun juga siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pengajar geografi SMAN 8 Bandung yang tergabung dalam APGI, Abdul Latif, di Bandung, Senin, menyatakan pengaturan kurikulum yang meletakkan geografi pada jurusan IPS tidak sesuai dengan kondisi yang harus dihadapi oleh siswa jurusan IPA ketika berkuliah pada program studi astronomi serta ilmu dan teknologi kebumian.

“Program studi geodesi, geologi, oseanografi, dan geofisika mengambil lulusan SMA dari jurusan IPA. Padahal inti dari semua program studi itu adalah geografi yang tidak diajarkan pada jurusan IPA,” tutur Abdul, Senin (10/9/2012).


Mata pelajaran ini diajarkan kepada siswa kelas satu SMA, namun tidak diterima oleh para siswa kelas dua dan kelas tiga SMA yang memilih jurusan IPA. Padahal, lanjutnya, geografi seharusnya diajarkan kepada seluruh siswa jurusan IPA dan IPS karena menyangkut wawasan kebangsaan dan dimensi ruang hidup manusia.

Geografi, lanjut dia, seharusnya juga dikategorikan sebagai materi pelajaran perekat bangsa bersama dengan mata pelajaran agama, Bahasa Indonesia, serta Pendidikan Kewarganegaraan.
Sementara itu, Dosen program studi Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, Samsul Bachri, mendukung usulan APGI agar geografi juga diperoleh siswa SMA jurusan IPA. Menurutnya, pembekalan pelajaran geografi kepada siswa SMA jurusan IPA yang akan mempelajari ilmu dan teknologi kebumian di bangku kuliah sangat penting.
“Seharusnya tidak ada dikotomi lagi antara jurusan IPA dan IPS,” ujarnya.

Geografi, kata Samsul, adalah ilmu yang luas terdiri atas fisika geografi yang mempelajari interaksi alam dengan manusia serta sosial geografi yang mempelajari dampak perilaku manusia terhadap alam.
“Idealnya siswa jurusan IPA menerima 65 persen materi fisika geografi dan 35 persen sosial geografi, sedangkan siswa jurusan IPS menerima 65 persen materi sosial geografi dan 35 persen materi fisika geografi,” tuturnya.

Rombak sejak SD

Selain itu, perubahan kurikulum geografi juga harus dilakukan pada setiap jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas agar urutan pelajaran dapat diberikan sesuai pertumbuhan kognitif siswa dan tidak terjadi pengulangan materi.
“Sekarang ini yang terjadi pelajaran tentang peta yang diterima oleh siswa SD, SMP, dan SMA relatif sama sehingga bukannya siswa bertambah pintar membaca peta tetapi malah mengalami kejenuhan,” tuturnya.

Pelajaran geografi di tingkat SMP yang dikategorikan sebagai mata pelajaran IPS, lanjut Abdul, juga berpotensi mendangkalkan materi pelajaran yang disampaikan kepada para siswa karena dibebankan kepada guru yang berlatar belakang ilmu ekonomi, geografi, atau sejarah.
Rencananya, Abdul mengatakan usulan tersebut akan diajukan secara resmi oleh APGI pada kongres nasional Oktober 2012 dan diharapkan dapat terealisasi pada perubahan kurikulum sekolah yang akan dilaksanakan pemerintah pada 2014.

Sumber :
Editor :
Caroline Damanik

Pesatnya Perkembangan Pabrik di Kecamatan Sleman

Oleh : Janu Muhammad
Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY
NIM 11405241002           
Tugas Geografi Budaya SP 2012

Sleman adalah sebuah kecamatan dan ibukota kabupaten di Kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Secara administrates, Kecamatan Sleman adalah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Wilayah ini terletak di jantung Kabupaten Sleman atau tepatnya di pusat pemerintahan daerah Sleman. Secara geografis, Kecamatan Sleman terletak di sebelah selatan Kecamatan Turi, di sebelah timur Kecamatan Tempel, di sebelah utara kecamatan Seyegan, dan di sebelah utara Kecamatan Mlati. Wilayah kecamatan ini membentang sepanjang jalan Magelang arah Yogyakarta-Magelang.

Kecamatan Sleman sendiri terdiri dari lima desa atau kelurahan. Kelima desa tersebut meliputi : Desa Caturharjo, Pandowoharjo, Tridadi, Triharjo, dan Trimulyo. Kelima daerah ini masing-masing mempunyai sumber daya alam tersendiri yang semain menambah kekayaan alam Kecamatan Sleman. Secara umum, bentang alam yang hampir terdapat di seluruh wilayah dengan camat Drs. Suyudi, MM ini adalah daerah dataran rendah yang terletak di lembah Gunung Merapi. Caturharjo yang berada di wilayah ujung barat merupakan desa dengan berbagai potensi pertanian, perikanan, industri rumah tangga, dan pabrik. Pandowoharjo yang begitu potensial untuk lahan bisnis adalah daerah tujuan wisata alam dengan segudang panorama dan kekayaan alamnya, seperti adanya bududaya jamur, desa wisata, pertanian, pabrik, dan lain-lain. Tridadi yang berada di pusat pemerintahan Sleman adalah daerah maju dengan tingkat perekonomian pesat, seperti adanya Pasar Sleman dan berbagai pusat perdagangan lainnya. Triharjo yang terletak di tengah-tengah Kecamatan Sleman merupakan wilayah administratif dengan kekayaan berupa adanya industi tekstil, perumahan, bisnis, dan sector lain sebagainya. Sedangkan Trimulyo, adalah daerah yang juga sangat potensial untuk pengembangan potensi Sleman.

Seiring perkembangan waktu, Kecamatan Sleman yang notabene adalah ibukota Kabupaten Sleman berkembang pesat dengan adanya industry dan pabrik yang berdiri di wilayah ini. Contohnya adalah pabrik tekstil PT.Primissima, GKBI, Delta Nusantara yang semuanya terdapat di desa Caturharjo. Kemudian disusul dengan PT.GE Light Indonesia yang terletak di Jl.Magelang Tridadi Sleman yang juga bergerak dalam bidang tekstil. Selain tekstil, Kecamatan Sleman juga kaya akan pabrik kayu dan meubel. Tidak hanya itu, juga terdapat pabrik plastik yang baru saja merintis di daerah dusun Ngemplak Caturharjo Sleman. Inilah sekilas fakta banyaknya pabrik yang kini menjamur di Kecamatan Sleman.

Fenomena ini sebenarnya bisa kita analisis mendalam melalui pendekatan geografis dan kaitannya denga tujuh unsur kebudayaan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa tujuh unsur kebudayaan antara lain : bahasa, sistem teknologi, mata pencaharian, organisasi sosial, pengetahuan, sistem kepercayaan, dan kesenian. Sedangkan, beberapa factor geografis yang mungkin berkaitan dengan banyaknya pabrik di Kecamatan Sleman antara lain : hidrologi, morfologi, pedologi, klimatologi, astronomi, demografis, gunung, dan lain-lain.

Dari aspek hidrologi misalnya, adanya pengairan dan irigasi yang cukup di wilayah Kecamatan Sleman sangat berguna bagi kesuburan sawah-sawah, sehingga banyak pabrik pengolah bahan baku kayu, makanan, maupun olahan minuman berkembang di sini. Selain itu, adanya air mencirikan bahwa daerah ini merupakan pedesaan dengan kultur bahasa Jawa, mata pencaharian petani maupun karyawan pabrik, dan berkembangnya pola pemukiman masyarakat yang cenderung mengikuti keberadaan sumber-sumber mata air.

Dari aspek bentang lahan atau morfologi, Kecamatan Sleman bukanlah daerah gersang atau karst, tetapi merupakan daerah dataran rendah dengan fenomena alam berupa lahan pertanian. Kondisi pada saat ini adalah banyaknya lahan pertanian yang pada akhirnya digunakan sebagai tempat pendirian pabrik maupun usaha lainnya. Kondisi demikian jauh berbeda dengan 10 tahu lalu yang masih asri dan kaya akan lahan pertanian. Tentu hal ini mempengaruhi kondisi budaya masyarakat yang dulunya bertani, namun sekarang banyak yang beralih menjadi pekerja pabrik, seperti yang dialami para pemuda Kecamatan Sleman. Dari segi demografis, adanya pabrik di Kecamatan Sleman turut menyumbang penghasilan daerah dan juga menyerap tenaga kerja yang memang sebagian masyarakatnya tidak taman SMA.



Aspek kebudayaan yang perlu diperhatikan adalah berkembangnya pengetahuan masyarakat Sleman untuk menggunakan teknologi yang ada, mata pencaharian yang semulanya mayoritas petani tetapi kini bercabang sebagai karyawan pabrik dan budaya masyarakat Kecamatan Sleman yang cenderung bekerja keras dalam bekerja, gigih, saling ‘handarbeni’, saling guyub rukun, dan mau maju dengan pesatnya industry dan pabrik yang ada di daerah ini.

A.    Pengaruh
  1. Langsung :
    1. Adanya kecenderungan dan berubahnya mata pencaharian masyarakat yang dulu mayoritas bertani, namun sekarang juga menjadi pekerja pabrik.
    2. Adanya lahan yang subur menyebabkan pola persebaran pabrik yang merata di setiap desa di Kecamatan Sleman.
    3. Tidak Langsung :
      1. Adanya pabrik di Kecamatan Sleman secara tidak langsung turut mengembangkan pengetahuan masyarakat untuk belajar menggunakan teknologi.
      2. Adanya pabrik juga semakin menguatkan sistem bahasa yang berkembang di masyarakat yaitu lestarinya Bahasa Jawa ‘ngoko’ maupun ‘krama alus’ di setiap kegiatan di pabrik.
      3.  
KESIMPULAN :

Dengan berkembangnya beberapa macam pabrik di kawasa Kecamatan Sleman merupakan pengaruh bentang lahan yang subur dan ideal untuk tumbuhnya industry dan pabrik. Pengaruh secara langsung maupun tidak langsung dari factor-faktor geografis tersebut berdampak pada berkembangnya sistem teknologi, pengetahuan, mata pencaharian, maupun kondisi masyarakat yang berjalan menuju modernitas budaya, meskipun kaidah hokum masyarakat tradisional masih lestari di kecamatan ini.

Menjadi INDONESIA

Menurut rekan-rekan, apa dan bagaimana “menjadi Indonesia” itu?
Keterangan foto:
“Menjadi Indonesia”
Foto para siswa di SDK Adodo Molo, Molo Maru, Kab. Maluku Tenggara Barat, MalukuDiambil oleh: Bartolomeus Bagus Praba K. (Pengajar Muda SDK Adodo Molo, tahun 2011 – 2012)
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=509249119100802&set=a.154763741216010.30067.124834754208909&type=1&theater
MENJADI INDONESIA, sesuai judul tulisan ini berasal dari dua kata yaitu “menjadi” dan “Indonesia”. Secara langsung kita sudah tahu bahwa maksud kata-kata ini adalah bagaimana caranya untuk menjadi Indonesia ? Baik, menurut saya ini topik yang pas untuk kita menjadi Indonesia yang sesungguhnya.
Di sini saya sedikit akan mengulas betapa pentingnya mengaku Indonesia, mengaku menjadi bagian dari Indonesia. Sebagai seorang warga negara yang baik, kita pasti sudah tahu kalau Indonesia ini pada awalnya sangat sulit untuk mencapai kemerdekaan, betul ?
Nenek-kakek moyang kita bahkan banyak yang berguguran demi memperjuangkan kemerdekaa bagi bangsa ini. Siang malam mereka bertempur melawan kolonial Belanda maupun Jepang hanya untuk merdeka. Ya, merdeka dari penderitaan, dari kelaparan, dari kejamnya tanam paksa, dari jahatnya para koloni Belanda.
Hingga akhirnya kemerdekaan itu berhasil kita raih atas perjuangan bersama, atas perjuangan anak negeri ini. Setelah tahun 1945 pun perjuangan belum berakhir, masih banyak perlawanan di mana-mana. Sampai hal itu mencapai klimaks pada era presiden Soeharto, ketika masyarakat Indonesia menginginkan kemerdekaan kepemimpinan di Indonesia.
Lalu, apa sebenarnya arti dari “Menjadi Indonesia” menurut Anda ?
Saya di sini sedikit akan memberi pendapat tentang apa itu Indonesia yang sesungguhnya. Menjadi Indonesia menurut saya adalah dengan cara memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Mengapa demikian ? Marilah coba kita lihat kawan, negeri ini sangatlah luas.
Di balik bentangan negeri ini masih banyak saudara2 kita yang ternyata belum sempat dan mampu mengenyam pendidikan. Tidak harus jauh-jauh ke Irian Jaya sana, bahkan di Jogja pun pasti ada.
Lihatlah gambar di atas, betapa bahagianya anak2 Maluku yang ingin Menjadi Indonesia. Ya, menjadi Indonesia sesungguhnya dengan bersekolah. Mereka patut kita apresiasi semangatnya yang punya keinginan kuat untuk belajar dan belajar, meski keadaan sebenarnya jauh dari kata “kemajuan”.
Foto: "Indonesia bukan sandwich yang ada roti, daging, dan sayur ditumpuk-tumpuk, tetapi masih terlihat lapisan-lapisannya dan bisa diambil isinya satu per satu. </p><br /><br /> <p>Indonesia itu nasi goreng. Ketika semua bumbu sudah dicampur dengan nasi, dimasak, jadilah nasi goreng yang lezat dan bumbu-bumbunya tidak bisa diurai lagi. Begitu juga dengan bangsa kita. Bhinneka Tunggal Ika."</p><br /><br /> <p>~ Indonesia Bukanlah Sandwich Melainkan Nasi Goreng - http://bit.ly/NNdqXx</p><br /><br /> <p>oleh Sekar Ratnaningtyas, Pengajar Muda di Kabupaten Rote Ndao, NTT

“Indonesia bukan sandwich yang ada roti, daging, dan sayur ditumpuk-tumpuk, tetapi masih terlihat lapisan-lapisannya dan bisa diambil isinya satu per satu.Indonesia itu nasi goreng. Ketika semua bumbu sudah dicampur dengan nasi, dimasak, jadilah nasi goreng yang lezat dan bumbu-bumbunya tidak bisa diurai lagi. Begitu juga dengan bangsa kita. Bhinneka Tunggal Ika.”~ Indonesia Bukanlah Sandwich Melainkan Nasi Goreng – http://bit.ly/NNdqXxoleh Sekar Ratnaningtyas, Pengajar Muda di Kabupaten Rote Ndao, NTT


Lalu, dengan memajukan pendidikan lah bangsa ini akan lebih baik. Dengan pendidikan yang merata lah kita bisa menciptakan generasi-generasi emas untuk Indonesia masa depan. Dengan pendidikan juga, kita bisa memperbaiki kualitas putra-putri penerus bangsa ini.
Ingatkah Anda dengan tujuan negara kita untuk “Mencerdaskan kehidupan bangsa” dan “Memajukan kesejahteraan umum” ??? Tentu inilah cita-cita kita, memiliki generasi terbaik untuk negeri ini dan mengabdikan hasilnya nanti untuk Indonesia, bukan negeri lainnya.
Semoga dengan semangat yang masih muda ini saya juga bisa memberikan ilmu yang bermanfaat untuk mereka, untuk anak-anak di pelosok sana, insyaAllah…