Ged a Widget

Rabu, 25 Juli 2012

Kembangkan Minat Penelitian Mahasiswa, UNY Gelar Student Union Grant

Universitas Negeri Yogyakarta yang baru-baru ini menyabet predikat juara ke-5 dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXV pada tahun 2012 ini terus berupaya melakukan inovasi penelitian untuk para mahasiswanya. Satu dari sekian program penelitian yang ditawarkan yaitu Student Union Grant (SUG). Tahun 2012 ini UNY kembali mengadakan SUG yang merupakan bentuk kompetisi penelitian khusus untuk mahasiswa. SUG ini berhak diikuti oleh mahasiswa S-1 Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dengan jumlah proposal yang diterima sebanyak 30 proposal.
Pelaksanaan SUG tahun 2012 ini telah berlangsung sejak bulan April sampai dengan bulan Juli. Hari Senin, 23 Juli 2012 merupakan seminar laporan akhir program penelitian SUG yang bertempat di lantai 3 Gedung Student Center UNY. Salah satu maha karya yang dipersembahkan yaitu sebuah peta kerentanan Sungai Code Kota Yogyakarta. Ini merupakan output penelitian tim dari Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNY dengan ketua tim Akhmad Ganang Hasib (angkatan 2010) dan beranggotakan Janu Muhammad, Lulut Al Huda, dan Wisnu Putra Danarto yang ketiganya merupakan angkatan 2011 serta Bapak Bambang Saeful Hadi, M.Si sebagai dosen pembimbing. Penelitian dengan judul “Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Estimasi Tingkat Kerentanan Banjir di Sekitar Sungai Code Kota Yogyakarta” ini berangkat dari adanya masalah banjir di sekitar Sungai Code setiap tahunnya. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan dan distribusi daerah rawan banjir Sungai Code dengan luaran berupa sajian peta digital yang bisa menjadi media informasi banjir bagi warga maupun instansi pemerintah setempat.
Penelitian tentang kerentanan banjir di sekitar Sungai Code tersebut merupakan satu dari 30 proposal yang didanai oleh UNY. Sebagian besar penelitian SUG tahun ini adalah pada bidang teknologi dan rekayasa, meski juga terdapat bidang yang lain. Dengan program yang telah terlaksana selama empat bulan ini, para finalis SUG telah melaksanakan seminar laporan akhir dan mendapatkan workshop pelatihan pembuatan artikel ilmiah yang terlaksana pada hari Selasa 24 Juli 2012 di tempat yang sama. Workshop ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para finalis dalam menyusun artikel ilmiah sebagai muara dari program SUG yang nantinya bisa diikutsertakan dalam PKM-AI.
Dengan terlaksananya program Student Union Grant tahun 2012 ini, telah memberikan cermin bahwa Universitas Negeri Yogyakarta sangat mendukung pengembangan minat mahasiswa dalam bidang penelitian melalui program hibah penelitian yang ada. Hal ini merupakan upaya UNY dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian dan pengembangan mahasiswa. Selain itu, ini merupakan upaya UNY dalam menghasilkan insan cerdas serta cendekia untuk Indonesia melalui pengembangan di bidang penelitian.  Semoga program SUG ini dapat terlaksana kembali pada tahun 2013 dan seterusnya dengan karya-karya penelitian yang lebih baik dan lebih berkualitas. Salam Penelitian

Penulis :
Janu Muhammad
Mahasiswa Pendidikan Geografi 2011
Universitas Negeri Yogyakarta
081804031116

Selasa, 17 Juli 2012

Biogeografi dan Persebaran Hewan di Muka Bumi

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.
Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali penyebaran organisme.

Akibat dari hal tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah yang berbeda-beda. Sebagai contoh bunga sakura tumbuh di Jepang, bunga tulip di Belanda, kera bekantan hidup di Kalimantan, burung maleo di Sulawesi dan Maluku. Sehingga tanaman dan hewan menjadi ciri khas pada suatu daerah di belahan bumi. Tanaman nanas yang berasal dari Amerika Utara tumbuh subur di Hawaii dan di Asia. Pohon bambu banyak yang hidup di sekitar Asia Barat. Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan, berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.

Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai.
Faktor-faktor yang mempengaruhi biota tersebut adalah adanya tekanan dari individu lain yang mendominasi suatu tempat tertentu. Faktor lain adanya kompetisi, predator, penyakit, kekurangan persediaan makanan, perubahan musim dan kurangnya tempat untuk berlindung.

Penyebaran hewan dari protozoa sampai mamalia sebagian terjadi secara dinamis. Penyebaran secara dinamis artinya hewan melakukan penyebaran oleh dirinya sendiri. Faktor luar yang mempengaruhi penyebaran hewan maupun tumbuhan dan biasanya menghambat dinamakan “barier” atau “sawar”. Sawar ini dapat dibedakan menjadi sawar fisik, sawar iklim, dan sawar biologis.
Sawar fisik air menjadi penghambat penyebaran hewan darat dan sebaliknya sawar fisik darat menjadi penghambat penyebaran hewan air. Misalnya katak tidak apat hidup pada air asin. Jadi salinitas merupakan penghambat bagi penyebaran hewan katak. Adapun luas benua menjadi hambatan bagi penyebaran hewan air.

Sawar iklim seperti temperatur rata-rata, musim, kelembapan, kuat lemahnya penyinaran serta lamanya peyinaran sinar matahari. Sedangkan sawar biologis adalah tidak adanya makanan, adanya predator, competitor, pesaing atau adanya penyakit. Penyebaran suatu jenis serangga dibatasi penyebarannya oleh jenis tanaman sebagai makanan, tempat berlindung, dan tempat untuk reproduksi. Pada kenyataannya, ketiga jenis sawar tersebut bekerja secara terpadu untuk mempengaruhi atau menghambat penyebaran suatu biota. Hal lain yang dapat menghambat penyebaran biota adalah rendahnya toleransi terhadap kondisi faktor lingkungan yang maksimum atau minimum. Hukum toleransi minimum Liebig yang menyatakan bahwa ketahanan makhluk hidup disebabkan oleh adanya faktor esensil tetapi berada dalam kondisi yang minimum dan individu tersebut memiliki daya toleransi yang rendah untuk dapat beradaptasi. Bintang laut hidup pada berbagai kadar garam tetapi bintang laut hanya dapat berkembangbiak pada air yang kadar garamnya sangat rendah.

Persebaran Hewan di Muka Bumi
Ilmuwan kenamaan Inggris yang bernama Alfred Russel Wallace, pada tahun 1867 melakukan peyelidikan tentang persebaran hewan di muka bumi. Wallace mengemukakan bahwa permukaan bumi dapat dibagi menjadi enam kawasan persebaran hewan yang masing-masing ditandai dengan spesies-spesies yang unik. Enam kawasan tersebut adalah kawasan Neartik, Paleartik, Ethiopia, Oriental, Neotropik, dan Australia. Masing-masing daerah mempunyai ciri khas. Kekhasan ini disebabkan oleh faktor geografis, cuaca, iklim, dan lain sebagainya. Fauna yang ditemukan di daerah Paleartik dan Neartik adalah serupa, sehingga para pakar sering menyebutnya sebagai daerah Holartik. Masing-masing daerah biogeografi tersebut mencakup sebagian besar daratan benua. Antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya dipisahkan oleh suatu sawar atau rintangan.

http://fajarichwannoor.wordpress.com/biogeografi-dan-persebaran-hewan-di-muka-bumi/