Ged a Widget

Minggu, 27 Mei 2012

Mewujudkan Sungai Code yang Bersih Adalah Tanggung Jawab Kita




Hari Minggu tanggal 27 Mei 2012 ini ada yang berbeda dengan aktivitas warga Kota Yogyakarta di sepanjang sungai Code. Bukan untuk memperingati enam tahun peristiwa gempa bumi Jogja, namun untuk membersihkan sampah di sepanjang sungai Code. Kesibukan ini mulai terlihat di tengah perkampungan Code Jetisharjo. Pada pukul 07.00 para warga berduyun-duyun ke tepi sungai Code yang melintasi desa mereka. Kegiatan yang dilakukan mulai memungut sampah yang ada di sungai, merapikan tatanan sungai, membersihkan rumput liar di sekitar sungai, bahkan mengangkat material pasir yang mengendap di sungai.

Secara umum kegiatan ini adalah wujud aksi nyata masyarakat yang peduli dengan kebersihan sungai Code. Tujuannya tidak lain agar sungai Code yang membelah Kota Yogyakarta terlihat bersih dan terawat. Selain itu, ini juga sebagai bukti nyata untuk menghilangkan pandangan masyarakat yang menganggap di sekitar sungai Code adalah kumuh. Kegiatan ini serentak dilaksanakan oleh para warga, pemuda, bahkan beberapa mahasiswa dari UGM dan UNY yang secara sukarela turun sebagai relawan Code.

Kegiatan yang dimulai dengan memungut sampah yang mengendap di dasar sungai maupun tersangkut di bongkahan batu sungai kemudian terlaksana sampai sekitar Pkl 11.00 . Sampah dan beberapa limbah yang berhasil dikumpulkan tersebut kemudian diangkut oleh mobil kebersihan yang kemudian akan dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah. Para warga dan relawan bersih Code kali ini berharap agar kegiatan bulanan ini bisa terlaksana secara rutin. Tujuannya tidak lain agar program ini bisa menjadi tanggung jawab kita bersama. Setidaknya dengan program kerja bakti bersih sungai Code di Jetisharjo ini bisa membantu pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan dan penanggulangan banjir sungai Code di Kota Yogyakarta. Dengan demikian, dukungan dan wujud kepedulian masyarakat untuk mewujudkan kebersihan sungai Code akan meningkat. Semoga kegiatan ini akan terlaksana pada waktu yang akan datang.


Penulis :
Janu Muhammad
Mahasiswa Pendidikan Geografi 2011
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Yogyakarta
janu.muhammad2@gmail.com/083840736186

Kamis, 17 Mei 2012

Ada Nyanyi dalam Geomorfologi



Hari Rabu 9 Mei 2012 sekitar Pukul 23.40 WIB saya lapar. Bukan lapar akan nasi, namun keinginan saya untuk segera menulis harus segera dilayani. Ya, jam segini saya belum tidur. Mengapa ? Ya apa lagi kalau bukan nglembur tugas kartografi -__- ya seperti ini deh jadinya :p Sekadar berbagi cerita saja ya, ini pengalaman pribadi saya hari ini (ssttt jangan bilang siapa2 byah :D). Sebelum dimulai, biar afdhol baca bismillah dulu yuk :D Bismillahirrahmaanirrahiim…
Pagi tadi saya mendapat sebuah surprise ketika masuk kelas geomorfologi, ada yang tahu kenapa ? Cung ! Ultah ? Dapet juara lom ba ? -_- “ Ah salah ternyata, saya terlambat lagi  Yah, mau nggak mau harus nyanyi deh. Bukan karena alasan, pagi2 tadi saya juga sedang mengerjakan tugas kartografi untuk peta rektorat…astaghfirullah inilah efek kartografi jika dikerjakan serba mepetz-mepetz, alhasil sampai di kampus saya siap konser (=*_*=).
Tok tok tok assalaamu’alaikum…seraya penghuni ruangan itu langsung tertawa..hahahaha akhirnya datang juga tamu kita -____- (emang tamu dari hongkong :hadeh). Wa,,,langsung saja saya maju dan siap nyanyi…ya ini emang konser perdana kayaknya, dan saya jadi korban keempat dengan aturan telat 15 menit setelah setengah 8 = 1 lagu, sedangkan saya membawakan 3 buah lagu sekaligus, silakan diitung sendiri saya telat berapa menit.

Dosen saya sepertinya sangat senang karena ada stand up comedy pagi2 ini. Ya, emang mata kuliah geomorfologi butuh hiburan, dan kali ini saya yang jadi korbannya…wkwkwkwkwk. Lagu pertama adalah Suwe Ora Jamu, lalu sebiru hari ini-edcoustik, dan anak gembala… Wah sontak para penonton pagi ini PUAS DAN PUAS ngerjain saya ! Dengan muka merah jambu dan hati gado2 saya menuju tempat duduk dan langsung ikut pelajaran…BAB yang dipelajari adalah geomorfologi Kalimantan. Inilah secangkir kopi pagi ini dan sepotong kisah lagu dalam geomorfologi pagi ini. So ? Apa pelajaran yang bisa diambil ? Mari kita cek bersama : cek 1 2 3 dicoba :D
  1. Kalo mau kuliah ya on time dong berangkatnya :p
  2. Kerjakan tugas kuliah lebih awal dong ! Katanya mahasiswa disiplin 
  3. Siap2 aja kalo kamu dapet hukuman, siapin mental, siapin bayaran buat nebus hukumannya :D
  4. Saya semestinya harus belajar nyanyi agar penonton mau mendengarkan suara emas saya…waw
  5. Dilarang ketawa kalo liat saya nyanyi ! >,<
  6. Dilarang request kalo saya terpaksa nyanyi !
  7. Dosen ternyata suka hiburan nyanyi, coba Anda sekali2 ajak beliau nyanyi, pasti mau :p
  8. Jangan sengaja nelat buat kesempatan biar nyanyi :D khususnya Anda yang hobi nyanyi -__-
  9. Jangan mau mbuat aturan aneh2 kayak gini kalo Anda tidak mau jadi korbannya !
  10. Stay enjoy n jaga iman (jaim) dalam keadaan terpaksa seperti ini…tetap berdoa (cieee)
  11. Faktanya, geomorfologi juga mempelajari adanya fenomena menyanyi, buktinya ya seperti ini :D
  12. Mahasiswa puas = dosen kemungkinan juga puas, dan berlaku hukum sebaliknya ::::w::::


Sekian hikmah insiden pagi tadi dan tips jitu dari saya, waspadalah virus hukuman nyanyi ! Waspadalah :D

Sabtu, 12 Mei 2012

Karena Ikatan Kita… Istimewa


dakwatuna.com - 

Sebut saja A dan B. Dua orang sahabat yang sejak kecil sering bercanda bersama, menangis bersama, bahkan melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi pun selalu bersama. Kecocokan antara keduanya telah terbingkai dalam sebuah jalinan persaudaraan yang unik, yang tak mudah kita temui di kebanyakan episode persaudaraan yang lain.
Suatu ketika, di sebuah serambi masjid kampus, mereka sepakat untuk saling mengoreksi dan mengevaluasi dir mereka masing-masing. Si A harus mengevaluasi kekurangan dan kelebihan si B. Begitu pun sebaliknya, si B juga harus bisa menyebutkan kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri si A. Mereka bersepakat bahwa beberapa hari lagi akan bertemu di tempat yang sama untuk menyampaikan hasil evaluasi yang mereka siapkan mulai dari pertemuan itu. Hingga tibalah hari dimana mereka menyampaikan boring evaluasinya.

“A, silakan kamu mulai bacakan evaluasimu terhadap tingkahku selama ini.” Ucap si A mengawali pembicaraan.
“Tidak B, kamu saja yang memulainya. Sepertinya tulisanmu lebih banyak. Dan sepertinya kamu lebih siap untuk menyampaikannya lebih dahulu.”
“Hmm, baiklah. Aku yang akan memulainya.”
“Silakan B, aku akan mendengarkan.”

“Tapi,,, kamu janji ya tidak akan marah padaku setelah kubacakan penilaianku padamu?”
“Baiklah, aku tidak akan marah. Sampaikan saja sejujurnya padaku.”
“Err, kamu mau mendengar yang mana dulu? Tentang kelebihanmu atau kekuranganmu?”
“Kekuranganku saja dulu.”
“A, kamu itu orangnya egois, maunya selalu diperhatikan, tidak peka sama lingkungan, tak pernah mau terus terang tentang masalah yang menimpamu. Kamu itu selalu menyalahkan orang lain ketika ada masalah yang menimpamu, kamu itu……”

“maaf B, maafkan aku bila selama ini telah sering menyakitimu.” Ujar si A memotong perkataan si B yang sedang membacakan evaluasinya.
“Tak apa A, maaf juga bila kamu telah tersinggung mendengarkan evaluasiku ini. Tapi, aku masih belum selesai membacakannya. Apakah harus ku hentikan?”
“Tidak B, lanjutkan saja. Aku akan terus mendengarkannya.” Kata si A sambil menyeka pipinya yang mulai meneteskan air mata.
“Kamu itu, maaf…. Pemalas, tergantung pada orang tua, selalu bilang aku seperti anak-anak. Dan kamu itu plin-plan….” Sejenak B menatap wajah saudaranya. Binar matanya mulai terbasahi air mata yang mulai menetes melintasi pipinya.
“A, ada apa? Apa ku menyakitimu? Kalau begitu aku hentikan saja evaluasiku. Aku tak ingin sahabatku bersedih seperti ini.”

“Tidak apa B, terus lanjutkan saja. Aku akan terus mendengarkan nasihat dari sahabat terbaik ku.”
“Aku tak sanggup melihatmu bersedih seperti ini. Biar ku hentikan saja ya.”
“Tolong B, lanjutkan saja. Aku tidak apa-apa sahabatku. Aku hanya ingin mengetahui dari lisanmu mengenai kesalahan-kesalahanku padamu. Apakah kekuranganku masih banyak?” ujar A sambil menahan tangis yang hampir meledak “Maaf A, masih ada tiga halaman lagi. Baiklah, aku lanjutkan.” Si B pun melanjutkan membaca daftar kekurangan si a yang telah ia tuliskan.
Selanjutnya, si B membacakan daftar kelebihan yang dimiliki si A.
“A, bagiku kamu tetap istimewa, kamu adalah temanku yang paling cerdas dan kamu sering mengingatkanku bila ku tersalah.” Si B membacakan daftar kelebihan si A yang hanya tiga paragraph tersebut.
“Sudah A, aku sudah membacakan semuanya. Selanjutnya giliranmu.”
Sambil berusaha senyum, si A membacakan daftar kelebihan dan kekurangan si B.
“Sekarang aku akan membacakan kelebihanmu dulu saja ya B.”
“Baik A, kalau kamu berkenan, silakan.”
“Kamu itu kreatif, cekatan, suka menolong, penuh ide brilian, konsisten, tak mengharap imbalan duniawi, kata-katamu selalu terjaga, dan selalu senyum tatkala menyapa orang-orang di sekitarmu….” Ucap si A panjang lebar hingga tiga halaman A4 ia selesai bacakan.
“sudah B, aku sudah selesai membacakan semua yang kutulis.”
“kekuranganku?”

“Tidak, tidak ada…. Aku sudah rampung membaca semua evaluasiku padamu saudaraku.”
“Apa maksudmu? Apa saja kekuranganku dan tingkah burukku yang telah menyakitimu selama aku menjadi sahabatmu A? coba sebutkan saja, aku tidak akan marah.”

“Aku tak bisa menuliskan apapun pada lembar kekuranganmu A. bagiku, kekuranganmu telah mengajarkanmu untuk lebih dewasa dan bijak dalam mengambil setiap keputusan.

Dan semua itu telah terbingkai indah dalam memori hidupku sahabatku. Oleh karena itu tak ada yang bisa kubacakan mengenai kekuranganmu.”

“Duhai sahabatku, maafkan aku. Sungguh engkau adalah sahabat terbaik yang pernah kutemui. Engkau adalah mutiara yang selalu menjadi perhiasan dalam hidupku, menghiasi setiap lembaran perjalanan kehidupan yang penuh kejadian mengharu biru ini.”

Dan kini, serambi masjid kampus itu pun menjadi saksi, tetesan air mata yang mengalir karena sebuah ikatan yang begitu berharga. Ikatan ukhuwah.

*****
Ah, rasanya aku belum bisa menjadi seperti A yang mampu menangkap setiap aura kebaikan dari sahabatnya.

Menjadikan segala kekurangan sahabatnya sebagai pelecut semangat untuk mendewasakan diri tanpa mengungkit-ngungkit apalagi membicarakan kekurangan sahabatnya pada orang lain.

Kita, pasti pernah punya salah. Bahkan sering kita lakukan pada orang lain. Pada sahabat kita. Saat ego masih tersimpan dalam hati, saat persepsi menutupi mata hati bahwa orang lain harus menjadi yang sempurna di hadapan kita, tanpa cacat, tanpa kekurangan. Maka, sesungguhnya kita telah membutakan mata hati kita untuk memberikan permaafan pada orang lain. Menganggap setiap kesalahan sahabat kita adalah dosa besar yang takkan termaafkan dan telah menutup pintu maaf bagi setiap kesalahan mereka.

Sahabatku, Saudaraku… ikatan kita bukan sembarang ikatan. Kita diikat bukan karena kesamaan kampus, kesamaan asal daerah, kesamaan jurusan, kesamaan organisasi. Akan tetapi kita diikat atas dasar cinta yang terbingkai dalam ukhuwah. Cinta pada Allah dan ukhuwah yang menggelora mempersatukan setiap keping-keping hati yang tersebar di seluruh penjuru bumi-Nya ini.

Sahabatku, Saudaraku… ikatan kita adalah ikatan yang istimewa. Yang telah dipertautkan oleh Yang Maha Istimewa, yang selalu kita ucapkan doa-doa rabithah dalam waktu istimewa kita, di sepertiga malam terakhir sambil berdoa,

 Ya Allah….
Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu ,berhimpun dalam naungan cintaMu, bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan, Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya, terangilah dengan cahayaMu, yang tiada pernah padam, Ya Rabbi bimbinglah kami. Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu, hidupkan dengan ma’rifatMu, matikan dalam syahid di jalan Mu, Engkaulah pelindung dan pembela…..


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/14290/karena-ikatan-kita-istimewa/#ixzz1dfhuWSwy

<photo id="1" />

PENGHARGAAN


Cerita ini diambil dari catatan saudara saya. "anjing" hanya sebagai contoh belaka. Renungan hikmah buat kita semua^^

Sebuah pet shop menerima telpon dari seorang anak kecil berumur 10th.

" Selamat siang pak. Saya ingin seekor anjing untuk menemani saya bermain.. "

Sang pemilik toko menjawab,
" Boleh ! Kebetulan sekali anjing kami melahirkan beberapa waktu lalu. Ada 5 anjing kecil yang siap menemani kamu.. "

Si anak bertanya lagi,
" Berapa harganya pak? "

" Ada 4 ekor anjing harganya Rp. 2.000.000,- dan ada 1 ekor lagi Rp 1.250.000,- ", jawab si pemilik toko.

Si anak kemudian bertanya,
" Mengapa 1 ekor anjing itu beda harganya? "

" Karena dia cacat. Dia hanya memiliki 3 kaki. Makanya dia dijual lebih murah atau tidak ada yang mau beli.. "

Si anak langsung berkata,
" Saya mau beli anjing itu ! Saya akan bayar Rp 2.000.000,- ! Saya menuju ke sana sekarang.. "

Pemilik toko sangat kebingungan. Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan toko hewan tersebut. Seorang anak kecil turun dari mobil berjalan perlahan dengan tongkat karena kakinya hanya satu.

Dengan antusias, dia menemukan anak anjing berkaki tiga itu dan memeluknya. Ketika ditanya oleh pemilik toko hewan tsb mengapa dia mau membeli si anak anjing Rp. 2.000.000,-, si anak menjawab,

" Seperti anak anjing ini, saya pun ingin dihargai sama seperti yang lain. "

Refleksi :
Bagaimana sikap kita melihat kekurangan orang lain? Apa kita sering merasa kita hebat dan lebih mahal dari orang lain? Sesungguhnya, harga setiap manusia dinilai dari pikiran dan karakternya,, sama halnya dengan suatu organisasi,, eksistensi dari suatu organisasi itu dilihat dari seberapa banyak yang menghargai organisasi itu dan itu semua bisa didapat ketika organisasi itu menghargai yang lain dan berdiri atas keberagaman bukan satu yang dipaksakan..

Syakhshiyah Islamiyah (Karakteristik pribadi Islam)


Imam Syahid Hasan Al Banna, tentang Syakhshiyah Islamiyah (Karakteristik pribadi Islam) yang sepuluh :
1)       Salimul ‘aqidah (aqidah yang lurus)
2)       Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
3)       Matinul khuluq (akhlaq yang kokoh)
4)       Qawiyyul jism (jasmani yang kuat)
5)       Mutsaqqaful fikr (wawasan yang luas)
6)       Mujahidun li nafsi (bersungguh-sungguh terhadap diri)
7)       Munazhom fii su’unihi (teratur dalam segala urusan)
8)       Haritsun ‘ala al waqtihi (disiplin waktu)
9)       Qadirun ‘ala al kasbihi (mandiri)
10)   Nafi’un li qhoirihi (bermanfaat bagi orang lain)




Cerita Inspirasi Tentang Kebosanan Hidup



Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati”.
Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit”.   “Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan ini. Itulah sebabnya saya ingin mati”.  Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya. Sang   Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, dan yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari tentang sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita…

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjuk-ku”. Demikian Sang Master menyarankan.
“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh”. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran Sang Guru.
“Jadi kamu tidak ingin sembuh?? “ Kamu betul-betul ingin mati?”  tanya Sang Master
“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, pria itu kukuh menjawab.
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.” Perintah Sang Master.  Giliran pria tersebut bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Sang Master EDAN itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !!!
Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarganya di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir ini malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya pun menjadi santai banget !
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu. “Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!”

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!!
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya ?”Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”  Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”   Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi Sang Master lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya Sang Master langsung mengetahui apa yang telah terjadi,“Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh?? Apa bila kau hidup dalam ke-kini-an, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini !!!
Leburkan egomu, leburkan keangkuhanmu, leburkan kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidak akan pernah bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”..
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam ke-kini-an. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !!! 

Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati. “Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai.”

http://kbwa.akprind.ac.id/?p=513

Malam Minggu Ala Jogja


Jogja, begitulah banyak orang tahu kota ini. Ngomong-ngomong tentang Jogja pasti tidak lepas dengan yang namaanya melepas malam minggu di Kota Gudeg ini. Apa ya malam minggu Ala Jogja ? Mari kita cek bersama....:D

1. Nongkrong di Pinggir Jalan
Sebenarnya budaya para pemuda ini tidak terlalu bermanfaat. Mereka yang sekadar nongkrong di Tugu Jogja atau Nol KM cenderung menghabiskan waktu dengan sia2...saya sarankan buat yang lebih manfaat,,,seperti belajar dan menyelesaikan tugas kuliah saja,,,atau istirahat :D

2. Kajian
Nah, ini dia yang kudu dicontoh... Pusat2 kajian kayak di Masjid Syuhada, Kauman, Masjid Pogung, dll bisa jadi tempat menimba ilmu dan mendekatkan diri pada-Nya, daripada kegiatan maksiat kayak pacaran di jembatan...masyaallah. Sya rekomendasikan lho ikut kajian2 ini :D

3. Ngangkring Keren
Waah, ini satu budaya masyarakat Jogja yang selalu ngangkring di warung2 pinggir jalan. Kita bisa menjumpai di hampir pinggir jalan utama Kota Jogja. Eits, banyak menu lho,,,ada nasi kucing, kopi jos, ceker ayam, dll...dijamin murah meriah. Ini sangat cocok bagi Anda yang hobi jajan.

Ada pesen nih, buat menghabiskan malming di Jogja setidaknya yang perlu diperhatikan : bermanfaat, positif, murah meriah, dan jangan aneh2 deh.heheheh

Mungkin baru tiga itu saja yang bisa saya kupas...insyaallah selanjutnya akan disambung lagi :)

Panduan Dasar Menulis Esai

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini 
panduan dasar dalam menulis sebuah esai.

Struktur Sebuah Esai

Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
1. Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus 
dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca 
diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.

2. Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat 
pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-
masing sub topik.

3. Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah 
dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca


Langkah-langkah membuat Esai

1. Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap 
untuk menuju langkah berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika 
hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis 
khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai 
contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran 
umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik 
ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda 
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik 
yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

2. Tentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda 
percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? 
Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

3. Tuliskan Minat Anda

Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang 
anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling 
anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang 
menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di 
kepala.

4. Evaluasi Potensial Topik

Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus 
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. 
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus 
dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.

5. Membuat Outline

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang 
terorganisir.
1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
• Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
• Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
• Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
4. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi 
yang mendukung ide utama

6. Menuliskan Tesis

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah 
menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin 
penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
• Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
• Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang 
panjang untuk memberantasnya, dst.


7. Menuliskan Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan 
memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada 
outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
• Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di 
Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang 
lama”
• Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
• Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan 
atau diskusi
• Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
• Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.


8. Menulis Paragraf Pertama
• Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
• Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda, 
namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
• Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam 
membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya 
dengan tepat dan hati-hati.
• Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
• Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
• Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.


9. Menuliskan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada 
pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) 
yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk 
menutup esai anda.


10. Memberikah Sentuhan Akhir
• Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di 
tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan 
pada urutan yang anda buat.
• Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
• Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
• Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
• Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase 
untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
• Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.



Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=108103

Selasa, 08 Mei 2012

SEMANGAT PAGI DUNIA

Bismillah,

Semangat PAGI DUNIA :D

Semangat2 buat kuliah hari ini, setidaknya tidak telat lama....

Ilmu pendidikan, kartografi, dan ilmu politik akan menjadi makanan nikmat untuk hari ini..hahahaha.

Hari yang cerah ini semoga bertahan sampe matahari tenggelam di peraduannya :D alias jangan hujan dulu ya :D


Eits, kabar-kabari pagi di tribun jogja hari ini masih pada seputar pelaksanaan UJIAN NASIONAL...wooooowww :D

Buat adek2 SD selamat menikmati hidangan yang sudah ada ya....

Jangan lupa jujurnya, stop nyontek atau bisi2, atau apa lah itu semacamnya...intinya.... BERIKAN SEMANGAT TERBAIKMU, SPOTIF, DAN....BERDOA :D

Semoga Anda beruntung dek-adek...dan saya lancar deh buat kuliah hari ini :) insyaallah

Ini cerita pagiku 9.41 WIB:D Ceritamu ?

TIPS BELAJAR SEHAT :D

Bismillah...

Waha saatnya berbagi TIP-S manis. 

Nah, kali ini bagi Anda dan teman2 yang masih kesulitan belajar kayak saya ini, ada beberapa tips nih :

Pertama, belajar ya emang belajar. Alias jangan disambi.....:D

Kedua, belajar nggak hanya mendengarkan, tapi juga memahami. Jadi kalo Anda cuma ndengerin dan tanpa memahami, bisa dipastikan Anda = mendengarkan radio.hahahaha

Ketiga, belajar --> tidak = tidur. So, bagi Anda yang merasa masih mahasiswa dan sering ngantuk dan tidur di kelas, itu artinya daya serap otak Anda tidak siap untuk menerima asupan pelajaran...:D



Keempat, perbanyak minum susu dan makanan bergizi, konon bisa mengobati rasa haus dan lapar Anda saat belajar.

Terakhir,,,,awali dan akhiri setiap langkah Anda dalam belajar dengan sejenak BERDOA :D

Dan akhir kata.....selamat mencoba resep terbaru saya ini....

Good luck :p

Senin, 07 Mei 2012

HIJRAH dari Wordpress ke Blogspot !!!!!!

Bismillah, 

Akhirnya selesai juga ini blog saya eksport ! Wah lama bangetttttt ! Tapi syukurlah bisa pindah ke blogspot deh :D Udah jam 22.48 saya nulis ini di Limuny, entah hal apa yang bikin saya betah di sini -___- bANYAK sih di sini mahasiswa masih pada nge browsing atau sekadar nggarap tugas :eh kebalik ya ?)....

Bentar deh, meski waktu udah malem tapi saya rampungkan dulu urusan sama BLOG ini :D

tERAKHIR saya persembahkan sebuah puisi DaDakan :P cimimiwwww......




Bulan....

Malam ini kau emang nampak...

Bintang...

Seperti biasa dirimu selalu mengedipkan matamu....

Kalian segera menemani langkahku ke persinggahan...

Satu pintaku pada ALLAH...moga selamat sampe tujuan :::::D

Ini cerita HIJRAHnya blogku, ceritamu ?


AHLAN WA SAHLAN

Semoga blog ini bisa bertahan :D